Married By Challenge

Married By Challenge
Part 98


__ADS_3

Devano membawa Sarah kerumah sakit dimana Venita juga di rawat. Sesampainya disana Dokter dan suster segera membawa Sarah ke ruang UGD untuk di tangani.


Devano terus mondar mandir dengan perasaan yg semakin kacau, ia menyalahkan diri nya sendiri. Sendainya ia pergi seperti keinginan Sarah, maka semua ini takkan terjadi.


"Maafin aku, Sayang... Aku selalu menyakiti mu" lirih Devano dalam diam nya "Jika kamu memang sangat membenci ku dan ingin aku pergi, aku akan pergi. Aku janji engga akan mengganggu kamu lagi, Sayang"


Sementara William yg hendak pulang karena ia masih harus bekerja, tanpa sengaja melihat Devano dengan wajah yg sangat tegang. William memiliki firasat yg tak enak dan ia bertanya tanya kenapa Devano ada dirumah sakit?


Untuk menjenguk Mama nya? Tak mungkin, karena Devano seperti sedang menunggu seseorang. William mencoba mengabaikan hal itu dan ia segera pulang.


Sesampainya dirumah, William segera menanyakan keadaan Sarah pada Bi Inem.


"Tadi Non Sarah pergi pakek mobil Non Fe, Pak" jawab Bi Inem dan William baru menyadari Bahwa tak ada mobil Freya di depan.


"Pergi kemana?" tanya William.


"Saya tidak tahu, Pak. Tadi ada Pak Devano..."


"Apa?" pekik William dan seketika ia teringat Devano yg berada di rumah sakit.


Tanpa fikir panjang William segera berlari keluar dan masuk ke dalam mobil nya.


William menyetir dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit, sesampainya di sana. William kembali berlari mencari Devano.


"Will..." seru Freya yg melihat William berlari dengan nafas yg tersengal "Ada apa?" tanya Freya.


Tanpa menjawab, William segera berlari menuju ruang UGD dan Freya mengikuti nya dari belakang.


"Devano..." seru Freya yg melihat Devano masih dengan wajah tegang nya.


"Dimana adikku, sialan..." geram William marah dan hendak memukul Devano namun dengan cepat Freya mencegah nya.


Devano tak menjawab hingga seorang Dokter keluar dari ruangan Sarah.

__ADS_1


"Bagaiamana keadaan istri ku, Dok?" tanya Devano dengan suara yg bergetar, rasa takut mencekik nya hingga ia merasa kesulitan bernafas.


"Apa yg kamu lakukan pada Sarah? Kamu mencelakai nya, huh?" teriak William emosi.


"Tenang, Pak. Pasien baik baik saja, hanya mengalami sedikit cidera di kepalanya. Bukan luka serius..." ujar Dokter itu yg membuat Devano dan William bernafas lega.


"Tapi kenapa Sarah bisa masuk rumah sakit?" tanya Freya, karena ia ingat sebelum ia pergi kerumah sakit Sarah tidur di kamar nya.


"Dia kecelakaan, Fe. Tadi menyetir dengan kecepatan tinggi" ucap Devano.


"Dan semua itu gara gara kamu..." ucap William emosi.


"Tolong jangan buat keributan di rumah sakit!" tegas Dokter itu "Pasien memang baik baik saja, tapi janin dalam kandungan nya masih sangat lemah. Jika dia stress...." Dokter itu menggantungkan kata kata nya saat menyadari tatapan William dan Devano yg seolah menatap tak percaya pada Dokter itu dengan ekspresi tak terbaca dari wajah kedua nya.


"Ya, pasien sedang mengandung karena itulah beliau tak boleh tertekan dan harus selalu tenang..." lanjut Dokter itu lagi yg seketika membuat Devano meneteskan air mata haru nya, ia merasakan sebuah perasaan bahagia yg tak pernah ia rasakan sebelum nya. Devano merasakan sebuah rasa antusias yg membuat Devano tak bisa mengontrol rasa senang bercampur haru nya.


"Istri ku ha...hamil?" bisik Devano dengan perasaan bercampur aduk, bahagia? Tentu dia sangat bahagia. Rasa bahagia yg bercampur haru. Namun beda hal nya dengan William yg tampak nya tak suka mendengar kabar itu, sementara Freya malah tampak bingung dan tak percaya.


BUUGHHHH


Satu bogem mentah mendarat mulus di pipi Devano membuat sudut bibir Devano berdarah "Kamu menghamili adikku, sialan kamu Devano" geram William dan hendak menyerang Devano lagi dan kali ini Devano menangkis serangan William.


"Aku suaminya, Will. Apa salahnya kalau dia hamil.." ujar Devano tenang.


"Jangan buat keributan di sini, ku mohon..." pinta Freya menatap memohon pada suaminya. Sementara Dokter itu menatap tajam keduanya.


"Sekali lagi kalian buat keributan, saya akan suruh security mengeluarkan kalian dari sini" ancam nya "Dan juga kasihan pasien di dalam, saat ini dia masih belum sadar dan dalam keadaan shock, itu bisa berbahaya bagi janin nya"


Setelah mengucapkan hal itu, Dokter itu pun langsung bergegas pergi dari sana.


Dengan antusias Devano hendak masuk kedalam namun William mencegah nya.


"Jangan berani mendekati adikku..." desis William tajam.

__ADS_1


"Sarah istri ku, Will. Dia mengandung anakku sekarang" ucap Devano tak kalah tajam nya.


Kini ia bertekad akan membawa Sarah bersama nya, tak peduli apakah William dan Jason akan mengizinkannya atau tidak.


"Kenapa kamu menghamili nya, bodoh?" desis William yg masih tak bisa menerima fakta itu "Dia masih sekolah, masa depan nya masih panjang" geram nya.


"Mungkin itu takdir agar kami selalu bersama" jawab Devano dengan santai nya yg tentu kembali menyulut emosi William.


William bahkan hendak kembali menyerang Devano namun sekali lagi Freya mencegah nya "Sebaiknya kalian pergi dari sini kalau masih mau berantem!" tegas Freya.


.........


"Bagaiamana keadaan Sarah, Pa?" tanya Venita lemah.


"Sarah baik baik saja, Ma. Putri kita itu gadis yg kuat" jawab Jason, Venita tersenyum tipis.


Ia tahu Sarah tidak akan baik baik saja, Sarah sangat mencintai Devano. Sebesar cinta itu, sebesar itu pula luka itu. Bahkan dengan naif nya, Venita berharap semua ini hanya mimpi buruk yg akan lenyap saat ia terjaga. Namun fakta nya, ini adalah sebuah fakta dan takkan pernah lenyap begitu saja.


"Aku engga percaya Devano melakukan semua ini pada kita, Pa. Bahkan sampai mengikat Sarah dalam sebuah pernikahan. Ini benar benar kejam" ucap Venita sedih.


Jason merengkuh istri nya dengan sayang "Jangan fikirkan itu lagi, Ma. Masalah ini akan segera selesai dan kita akan hidup bahagia seperti dulu" hibur nya, Venita tersenyum masam. Suami nya memang kadang berlebihan dalam menghibur, mana mungkin mereka bisa hidup seperti dulu setelah apa yg terjadi.


"Aku bisa memaafkan Devano dengan mudah jika yg dia hancurkan adalah bisnis kita, tapi yg dia hancurkan adalah anak anak kita. Terutama Sarah, Devano menjerat nya dengan begitu kuat dalam ikatan pernikahan" lirih Venita dan seketika ia meneteskan air mata nya "Seharus nya kita engga maksa Sarah menikah waktu itu, ini Salah kita, Pa. Kita yg sudah mendorong Sarah pada pria yg sangat jahat"


"Aku tahu, ini memang salah kita" jawab Jason yg juga merasa sangat bersalah.


Mengingat kembali waktu mereka memaksa Sarah menikah dengan Devano dan mereka sangat mempercayai Devano saat itu. Dan ternyata mereka malah menenggelamkan Sarah kedalam lubang kesedihan dan kehancuran.


"Tapi kita akan mengambil Sarah kembali dan aku tidak akan membiarkan Devano mendekati Sarah dan keluarga kita lagi" tegas Jason penuh keyakinan.


▫️▫️▫️


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2