Married By Challenge

Married By Challenge
Part 156


__ADS_3

"Bagaiamana keadaan mu, Tante? Apa obat nya di minum dengan teratur?" tanya Karin pada Margaret yg saat ini sedang duduk menatap foto Caitlin yg terpajang di dinding kamar nya. Bahkan kamar berukuran sempit itu hanya di penuhi foto foto Caitlin yg sangat cantik dan manis, dan juga dua foto orang yg sangat Margaret benci. William dan Sarah.


"Jadi pria ini yg membunuh putri ku?" tanya Margaret sambil menunujuk foto William.


"Iya" jawab Karin tegas.


"Dan gadis ini adik nya yg sekarang justru menikah dengan putra ku?" tanya Margaret lagi.


"Iya, mereka semua membuang Tante" ujar Karin memprovokasi. Margaret tampak marah, ia menggeram tertahan.


"Apakah putra ku tidak mencari ku?" tanya Margaret lagi sambil memegang kepalanya yg tiba tiba terasa sakit.


"Tidak, Tante. Sarah melarang nya karena Tante hanya ibu tiri, bukan ibu kandung" jawab Karin dengan lancar.


"Tega sekali..." gumam Margaret sedih.


"Tidak apa apa, Tante. Aku ada di sini" ujar Karin dengan suara lembut, ia bahkan memeluk Margaret "Aku akan membuat anak Tante kembali ke pelukan Tante dan menyingkirkan Sarah yg sudah menghancurkan hidup Tante" lanjut nya.


...... ...


Keesokan harinya, seperti biasa Devano bersiap siap pergi ke kantor dan hari ini ia mengajak Sarah ikut dengan nya. Entah kenapa Devano ingin selalu Sarah berada di dekat nya.


"Sudah siap?" tanya Devano sambil memasang jas nya.


"Sudah..." Sarah menjawab sambil memasukan ponsel nya kedalam tas nya.


Mereka berdua pun menuruni tangga, namun tiba tiba Devano berhenti "Sayang, aku mau ambil berkas dulu di ruang kerja. Kamu turun duluan" ujar nya.


"Iya" jawab Sarah dan ia pun turun, sementara Devano kembali naik dan ia berjalan menuju ruang kerja nya.


Saat Devano membuka pintu, ia sangat terkejut karena melihat Nandini yg tampak sedang mencari sesuatu di bawah meja kerja Devano.


"Apa yg kau lakukan di sini?" seru Devano membentak, membuat Nandini terkejut bahkan sampai kepala nya terbentur ke meja.


"Aduh..." ringis nya, ia pun berusaha keluar dari bawah meja kerja Devano "Maaf, Tuan. Saya tadi mencari gelang" ucap Nandini sambil menunduk takut.

__ADS_1


"Gelang? Gelang apa? Tidak ada gelang di sana" seru Devano marah, ia mendekati Nandini dan meremas lengan nya dengan kasar. Membuat Nandini meringis bahkan sampai mata nya berkaca kaca, ia terlihat sangat ketakutan.


"Dev..." seru Sarah yg sudah berdiri di ambang pintu, saat mendengar suara nyaring Devano tadi Sarah langsung kembali ke atas "Dev, lepaskan dia. Kamu menyakiti nya..." seru Sarah sambil berusaha menarik Devano menjauh dari Nandini.


"Dia mata mata, Sarah" seru Devano kesal, Sarah langsung menatap Nandini lekat lekat. Gadis itu kini menunduk menangis bahkan sampai sesegukan.


"Maksud mu apa?" tanya Sarah pada Devano.


"Dia berkeliaran di ruang kerja ku" jawab Devano masih dengan nada tinggi.


"Tuan, saya tidak berkeliaran. Saya hanya mencari gelang saya" jawab Nandini sambil terisak.


"Kenapa kamu mencari nya di sini?" tanya Sarah kemudian.


"Karena Lolly meminjam gelang saya, Tuan. Dan kata nya gelang nya hilang, mungkin terjatuh saat membersihkan ruang kerja, Tuan. Karena itulah saya mencari nya" tutur Nandini masih menangis.


"Kamu pasti bohong" tuduh Devano dan dengan cepat Nandini menggeleng.


"Jujur saja, apa yg kamu lakukan di ruang kerja ku? Apa ada yg mengirim mu kesini, huh? Siapa yg mengirim mu?" tanya Devano membentak, membuat Nandini semakin terisak. Dan melihat itu Sarah malah menjadi tidak tega.


"Dev, kita bisa bicara baik baik. Engga usah di bentak begitu" ucap Sarah.


"Dia ketakutan, Devano. Mungkin dia memang jujur" ujar Sarah lagi.


"Tapi, Sarah..."


"Dev, please" ujar Sarah "Engga mungkin Karin sampai mengirim orang kesini kan?"


"Bisa saja, gadis itu psycho" ujar Devano.


"Kamu berlebihan" ucap Sarah yg membuat Devano malah kesal "Nandini, kamu lanjutkan cari gelang nya. Kami pergi dulu..." lanjut nya yg membuat Devano melotot kesal.


Sarah menarik Devano keluar dari ruangan itu dan Nandini malah ikut berlari keluar "Kenapa kamu keluar?" tanya Sarah.


"Saya tidak berani di dalam, Nyonya. Maaf karena saya sudah lancang masuk. Saya janji ini pertama dan terkahir kali nya saya masuk keruangan kerja Tuan" ucap Nandini sambil mengusap air matanya dan ia masih menunduk dalam.

__ADS_1


"Lalu gelang mu?" tanya Sarah.


"Tidak apa apa, Nyonya. Itu cuma gelang murah, bisa beli lagi di pasar" jawab Nandini.


"Baiklah, kamu bisa kembali bekerja" titah Sarah.


"Baik, Nyonya. Sekali lagi saya minta maaf"


...... ...


"Beb..." Naina terus mengekori Jacob yg saat ini sedang siap siap untuk pergi bekerja.


"Apa?" tanya Jacob sambil memasang kaos kaki nya. Dan saat hendak memasang sepatu nya, Naina malah mengambil sepatu itu "Naina..."


"Boleh ya???" rengek Naina manja.


"Engga" jawab Jacob tegas yg membuat Naina langsung cemberut.


Sejak semalam, Naina minta izin untuk pergi ke gym. Seandainya gym itu khusus wanita, Jacob tak masalah. Tapi masalah gym itu campuran, ada banyak pria di sana. Apa lagi alasan Naina pergi ke Gym karena Vino juga nge gym disana. Naina mengaku bosan di rumah dan ingin sekali pergi ke gym supaya memiliki tubuh yg bagus dan sehat.


"Kalau aku seksi yg senang juga kamu" gerutu Naina.


"Aku selalu senang dengan seperti apapun bentuk tubuh mu" jawab Jacob sambil merebut sepatu nya dari Naina kemudian memakai nya "Dan seperti apapun tubuh mu, ******* mu akan selalu sama dan aku sangat menyukai itu" goda Jacob kemudian yg langsung membuat Naina mendengus "Kecuali kalo dengan nge gym ******* mu makin seksi, erangan mu makin erotis, maka...."


"Pasti..." jawab Naina dengan cepat "Kan kalau aku rajin olah raga, tubuh ku makin kuat dan sehat, itu nya juga bisa selalu rapat, kamu makin lengket deh" Naina balas menggoda yg membuat Jacob langsung terkekeh. Ia mengecup gemas ujung hidung Naian.


"Okey, nanti kita buat gym mini di rumah" ujar Jacob sekena nya yg kembali membuat Naina memberengut "Aku serius, nanti kamu bisa olah raga sama Sarah setelah Sarah melahirkan. Aku yakin dia engga akan mau punya tubuh gendut seperti sekarang"


"Hm" jawab Naina malas.


"Aku engga mau kamu pakek bh dan celana ketat di depan laki laki lain, Sayang" ujar Jacob kemudian dan Naina kembali membalas nya dengan gumaman.


"Hm"


"Aku pergi dulu, love you" ucap Jacob kemudian mengecup sudut bibir Naina.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc....


__ADS_2