Married By Challenge

Married By Challenge
Part 89


__ADS_3

Sebelum pergi untuk menghadiri undangan makan malam bersama orang tua nya, Naina menyempatkan video call dengan Jacob.


"Ck, kamu cantik banget sih..." terlihat Jacob yg menunjukkan wajah tak suka nya saat melihat Naina yg sangat cantik dengan dress panjang berwarna biru itu. Naina sudah memberi tahu Jacob bahwa ia dan keluarganya di undang makan malam oleh Juan.


"Ya dong, calon istri nya Jackie emang cantik" jawab Naina sambil tersenyum genit.


"Jangan macam macam lho disana, jangan mau di deketi pria itu" tegas Jacob memasang ekspresi yg sangat serius.


"Iya, Beb. Naina mu ini cuma milik mu kok" jawab Naina.


"Naina, sudah belum?" terdengar suara teriakan dari Mama nya di luar.


"Ya udah, aku pergi dulu, Beb. Love you" ucap Naina sambil memberikan kecupan pada layar ponsel nya itu.


"Love you more, take care. Okey"


"Okey, bye..."


Setelah mematikan ponsel nya, Naina kembali memperhatikan penampilannya dan ia merasa ada yg kurang. Naina pun mengambil sebuah liontin dari laci nya, liontin pemberian Jacob yg berinisial J yg berarti Jacob atau pun James.


Setelah di rasa penampilan nya sempurna, Naina pun segera keluar dan ia melihat Papa dan Mama nya yg juga sudah sangat rapi.


"Makan malam nya dimana, Pa?" tanya Naina sembari masuk kedalam mobil.


"Di J'Bar hotel" jawab sang ayah dan Naina pun hanya mengangguk. Ia mengirim pesan pada Jacob dan memberi tahu kemana ia akan pergi makan malam. Entah kenapa Naina merasa ia harus memberi tahu Jacob apa lagi yg mengundang makan malam itu Juan, Naina punya firasat buruk tentang kakak dari Alvino Barnard itu.


Me


"Kami makan malam di J'Bar Hotel, Beb"


^^^My Fiance ^^^


^^^"Okey, hati hati disana, Sayang" ^^^


Naina tersenyum membaca pesan balasan dari tunangan nya itu.


Me


"Iya, kamu sibuk malam ini?"

__ADS_1


^^^My Fiance ^^^


^^^"Engga, cuma mengurus beberapa pekerjaan sebelum keberangkatan ku"^^^


^^^My Fiance ^^^


^^^"Ada apa, Naina? Apa kamu perlu sesuatu?" ^^^


Me


"Engga, cuma nanya. Ya udah, kita sudah sampai. Love you, Beb"


^^^My Fiance ^^^


^^^"Love you more, sweetheart" ^^^


"Jacob apa Sarah?" tanya mama Naina yg melihat anak nya itu sibuk dengan ponsel nya.


"Jacob, Ma" dan mama nya pun hanya mengangguk sambil ber oh ria. Seolah hafal dengan siapa saja anak nya itu berkomonikasi begitu intens.


Di hotel itu, mereka di sambut langsung oleh Juan. Dan melihat penampilan Naina malam ini membuat Juan kesulitan memalingkan pandangan nya, gadis kecil ini terlihat sangat berbeda tanpa seragam sekolah nya. Terlihat matang dan menggoda.


"Aku tahu aku cantik..." ucap Naina yg menyadari Juan menatap nya, Juan terkekeh dengan keberanian Naina itu "Tunangan ku sudah mengatakan hal itu tadi" lanjut nya yg membuat Juan langsung terdiam dan tak menanggapi ucapan Naina.


Mereka saling sapa dan bertukar kabar. Sekarang Naina semakin merasakan firasat yg buruk namun ia tetap berusaha tenang. Ada sebuah meja disana yg sudah di persiapkan untuk mereka. Juan pun mempersilahkan orang tua Naina dan Naina untuk duduk.


"Jadi, sebenarnya alasan ku mengajak Pak.. Eh Om..."ucap Juan sambil melirik Naina yg saat ini melirik Juan penuh antisipasi, apa lagi mendengar Juan memanggil ayah nya Om. Dimana tak ada bos yg memanggil bawahan nya Om.


"Aku akan menaikan jabatan yang lebih tinggi untuk, Om. Aku ingin menjadikan Om manager utama di perusahaan ku" ucap Juan yg membuat orang tua Naina sangat terkejut dan merasa tak percaya apa lagi Naina.


"Tapi, Pak..."


"Juan, Om. Juan aja..." ucap Juan sok ramah. Ayah Naina tampak merasa aneh dengan hal itu. Namun tak bisa di pungkiri ia senang jika memang jabatan nya naik.


"Tuan Barnard..." Naina bersuara dengan tegas "Sejak kapan seorang Bos mengajak bawahan nya makan malam secara pribadi untuk menaikan jabatan bawahan nya? Bukan nya itu bisa di bicarakan di kantor?" tanya Naina yg langsung di hadiahi pelototan Mama nya namun Naina tak peduli. Ayah Juan juga tampak terkejut dengan keberanian Naina dalam bersuara. Sementara Juan malah terlihat sangat menyukai keberanian Naina itu, gadis kecil yg menggairahkan. Fikir nya


"Aku tahu, Naina..." ucap Juan "Hanya saja, ayah mu ini adalah staff terbaik yg perusahaan ku miliki. Jadi, tentu aku akan melakukan yg terbaik untuk nya" jawab Juan yg membuat Naina mendelik kesal.


Setelah itu, beberapa pelayan datang menyajikan makanan.

__ADS_1


Mereka pun membicarakan perkembangan perusahaan dan yg lain nya sembari menikmati makan malam.


...... ...


Devano menemani Sarah seharian. Dan Sarah berhasil melewati ulangan nya dengan mudah.


"Kamu tadi pergi kemana?" tanya Sarah karena ia ingat Devano mengatakan takkan bekerja namun ada urusan lain.


"Ke suatu tempat" jawab Devano.


"Ya suatu tempat nya dimana?" tanya Sarah lagi yg membuat Devano tertawa kecil.


"Aku membeli sebuah pabrik, aku hanya memeriksa nya" jawab Devano sembari melepaskan pakaian nya karena ia ingin mandi.


"Aku juga mau mandi, seharian belum mandi" ucap Sarah manja. Devano pun langsung menggendong tubuh Sarah dan membawa nya ke kamar mandi. Demam Sarah juga sudah turun, walaupun istri nya itu masih mengeluh pusing.


"Mandi bersama?" goda Devano dan Sarah menggeleng.


"Aku mandi duluan, kamu mandi nanti aja" ucap nya kemudian melepaskan pakaian nya.


"Kenapa? Mumpung kita sudah sama sama di sini" ujar Devano.


"Kepala ku pusing, aku engga mau melakukan nya di sini..." ucap Sarah yg membuat Devano langsung tertawa.


Karena setiap kali mandi bersama, Devano selalu mengajak Sarah bercinta. Karena Devano memang tak bisa menahan diri setiap kali melihat lekukan tubuh mungil istrinya itu. Devano benar benar kecanduan terhadap Sarah dan seperti nya itu takkan ada obatnya.


"Engga, Sayang. Cuma mandi, janji..." ucap Devano dan kini ia melepaskan kain terkahir yg menutupi tubuh bagian bawah nya.


Sarah pun sudah terlambat melarang nya, kedua nya berdiri di bawah shower dan menikmati air hangat yg menyiram tubuh mereka.


Sarah di kejutkan dengan tangan Devano yg sudah bergerliya di punggung nya. Devano menunduk dan mengecup pundak Sarah dengan mesra.


"Dev..." Sarah mendesah saat merasakan Devano menggigit gemas pundak nya sementara tangan nya sudah berada di tubuh bagian depan nya dan memainkan nya disana, membuat Sarah langsung menyenderkan punggung nya ke tubuh Devano hingga kulit mereka bersentuhan "Kamu udah janji..." lirih Sarah yg sudah mulai merasa lemas karena serangan suami nya itu.


"Minta aku berhenti..." tantang Devano dengan nafas yg mulai memberat. Namun Sarah tak bisa meminta nya berhenti apa lagi ketika tangan Devano mulai membelai nya di titik yg selalu membuat Sarah gila.


"Come on, Baby. Stop me..." desah Devano di telinga Sarah membuat Sarah menggelinjang tak karuan apa lagi tangan nya yg terus bekerja dengan baik "Stop me, my Little girl" pinta Devano lagi dan ia mengigit daun telinga Sarah. Dengan sengaja menghembuskan nafas panas nya disana, menggoda dan memancing gairah istri nya.


"Don't stop, Dev..." desah Sarah yg membuat Devano langsung tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc....


__ADS_2