Married By Challenge

Married By Challenge
Part 35


__ADS_3

"Kamu engga belikan aku gaun?" tanya Sarah karena Devano mengajak nya berkencan tapi Devano tak memberikan nya gaun. Sementara Sarah lihat di film film cowok nya itu pasti membelikan gaun yg indah buat cewek nya saat mereka mau pergi berkecan.


"Emang nya kamu engga punya baju?" Devano balik bertanya sambil mengenakan jaket hitam nya. Malam ini Devano berpenampilan casual dan itu malah membuat Devano semakin mempesona di mata Sarah.


Sial, Devano dan segala pesona serta kegilaan nya seperti nya perlahan akan membuat Sarah gila.


"Ya punya, tapi kan biasanya kalau cowok ngajak cewek kencan ya pasti di belikan gaun yg cantik, gitu. Terus sebuket bunga, cokelat" ujar Sarah yg membuat Devano tertawa kecil.


"Little girl. Aku bukan cowok, aku seorang pria dewasa yg sudah enggan melakukan hal lebay seperti itu" jawab Devano dengan suara bass nya.


"Itu bukan lebay, tapi romantis" ujar Sarah tak mau kalah. Sarah sendiri sudah mandi namun ia belum bersiap siap untuk pergi. Tadi ia bingung harus memakai baju apa karena ia fikir akan berkencan. Tapi sekarang ia sudah tak mau ambil pusing lagi, Sarah mengambil kemeja denim dn celana jeans namun tiba tiba Devano mengambil kedua barang itu dan meletakkan kembali ke tempat nya membuat Sarah bingung. Ia hendak protes namun ia urungkan niat nya saat melihat Devano mengambil sebuah dress panjang berwarna kuning.


"Kita mau kencan, jadi berpenampilan lah sedikit feminim " ujar Devano yg entah mengapa terasa lucu di pendengaran Sarah.


"Di suruh feminim tapi engga di modalin" gerutu Sarah lalu ia mengambil dress itu kemudian ia hendak bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian. Namun tiba tibDevano menarik pinggang Sarah cukup keras sehingga Sarah langsung terjatuh kedalam pelukan Devano.


"Ganti baju di sini aja..." lirih Devano sembari menyingkirkan anak rambut yg mengganggu wajah cantik Sarah. Sarah hanya bisa terdiam mematung dengan jantung yg berdebar dan tatapan nya terpaku pada tatapan Devano. Tanpa aba aba apa lagi permisi, Devano mendaratkan kecupan di bibir Sarah membuat Sarah semakin menengang dengan akal dan perasaan yg sudah tak sinkron. Sarah merasa tak adil karena Devano selalu bisa menggoda nya, membuai nya dan meruntuhkan pertahanan Sarah seperti saat ini, saat Devano kembali mengecup Sarah dimana dalam beberapa detik kecupan itu berubah menjadi ciuman yg ringan seringan kapas namun mampu membuat Sarah hilang akal. Dan beberapa detik kemudian lagi ciuman ringan itu kini menjadi ciuman yg dalam dan menuntut. Bahkan tanpa sadar Sarah meremas lengan Devano guna melampiaskan perasaan terkutuk karena saking indah nya saat Sarah tenggelam dalam kenikmatan ciuman suami nya itu.


Benar, dia adalah suami nya yg bahkan jika mereka melakukan lebih dari ciuman, bercinta dengan sangat panas misal nya, tentu itu sangat tidak terlarang justru sebuah kewajiban.


Sarah tersentak saat merasakan panasnya lidah Devano di dalam mulut nya dan Sarah merasakan ada ribuan kupu kupu yg menari dalam perut nya terutama saat Devano mengerang dalam ciuman mereka sambil menekan tengkuk Sarah dan bergerak ke kanan dan kekiri guna mencari kenikmatan.


Devano sendiri merasa gila merasakan betapa manis nya bibr Sarah dan juga sangat lembut dan hangat. Hingga Devano melepaskan ciuman kedua nya dengan sangat terpaksa ketika ia sadar, diri nya terutama Sarah sangat membutuhkan oksigen.


Nafas Sarah tersengal dengan dada yg berdebar begitu juga dengan Devano.

__ADS_1


"Seperti itulah keromantisan bagi pria dewasa, Little girl. Bukan sebuket bunga apa lagi sebatang cokelat, tapi yg lebih indah dan menggila dari itu" lirih Devano dengan suara serak nya sambil menekan tubuh Sarah semakin menempel di tumbuh nya dan tanpa sengaja Devano mengerang dan Sarah mendesah saat merasakan sesuatu yg bergesakan di bawah sana.


"Aku rasa kita sudsh terlambat" ujar Sarah dengan suara yg bergetar bahkan seluruh tubuh nya bergetar. Dengan cepat Sarah melepaskan diri dari Devano kemudian ia berlari ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu dari dalam.


Sarah memegang dada nya yg seperti drum di tabuh, memegaamg pipi nya yg terasa panas seolah terbakar, memegang perut ya yg seolah ribuan kupu kupu sedang berpesta dan menari di sana.


"Gila, apa yg terjadi dengan ku?" gumam Sarah dan ia seperti ingin menangis dan pingsan karena perasaan asing itu yg memang benar kata Devano, sangat indah dan membuat Sarah seperti akan menggila.


Devano sendiri tak bisa menyembunyikan senyum nya saat mengingat reaksi Sarah akan sentuhan dan ciuman nya.


God, gadis itu baru 17 tahun dan masih remaja. Tapi gadis itu adalah makhluk pertama yg memperkenalkan Devano pada apa itu gairah.


.


.


.


"Kalau suatu hari aku punya anak dari dia, anak ku bakal jadi ahli waris Semua kekayaan nya kali ya" hati Sarah menggumam tak karuan membuat Sarah tersenyum geli sendiri.


Seorang pelayan datang dan menyajikan makanan khas Perancis bagi kedua nya dimana memang restaruan ini adalah restaurant Perancis. Devano membeli restaurant ini karena pemiliknya sudah tak sanggup lagi menjalankan nya sementara Devano melihat peluang yg bagus di sini.


"Ada apa?" tanya Devano karena sebenarnya sejak tadi, lebih tepatnya sejak ciuman tadi kedua nya terdiam dan seolah sama sama menunggu yg lain berbicara duluan.


"Engga... Ehem ehem" Sarah berdeham saat merasa suara nya terdengar parau.

__ADS_1


"Wajah mu merah, Little girl" seru Devano yg membuat Sarah semakin salah tingkah,ia memang merasa pipi ny panas karena Sarah terus terbayang keintiman mereka tadi. Sarah sudah mencoba melupakan nya namun kejadian itu seperti kaset rusak yg terus berputar dalam benak nya.


"Ada apa? kamu sakit? mau pulang?" tanya Devano dengan lugu atau sok lugu.


Kenyataan nya Devano sangat menikmati saat ia melihat Sarah yg gugup, salah tingkah dan merona. Membuat Devano semakin tergila gila pada Sarah, begitu menggemaskan dan menggairahkan.


"Engga kok. Mungkin karena cuaca" jawab Sarah. Devano pun hanya mengangguk dan ber pura pura tenang.


Padahal ia juga tak bisa melupakan kejadian tadi dan Devano ingin sekali melanjutkan ke tahap berikut nya namun Devano tak mau buru buru, ia ingin menikmati masa masa indah ini lebih dulu dan meyakinkan Sarah akan cinta dan keseriusan nya.


"Oh ya, aku akan membantu papa mu mendapatkan rumah nya kembali. Aku sudah mengurus semua itu, dan sebentar lagi mereka bisa kembali kerumah mu" tutur Devano yg membuat Sarah menganga namun tampak kebahagiaan di mata nya.


"Beneran?" tanya Sarah ingin memastikan dan Devano mengangguk pasti.


"Lihat saja nanti, semua nya akan kembali seperti semula. Aku janji" ucap Devano namun Sarah kembali merasakan keanehan setiap kali devani mengucapkan 'aku janji'. Karena menurut Sarah Devano terlalu sering berjanji padahal Devano hanya membantu bukan bertanggung jawab penuh akan hal itu.


"Engga perlu janji, Dev. Kamu mau membantu saja itu sudah lebih dari cukup dan aku sangat berterima kasih" tutur Sarah sepenuh hati.


"Jangan berterima kasih, Sarah. Karena aku hanya melakukan kewajiban ku terhadap keluarga istri ku" lirih Devano yg langsung membuat Sarah terdiam karena ia bisa merasakan keseriusan dalam setiap kata yg di ucapkan Devano.


Membuat Sarah bertanya tanya apakah sekarang pernikahan yg berasal karena sebuah tantangan ini akan menjadi pernikahan sungguhan?


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2