Married By Challenge

Married By Challenge
Part 139


__ADS_3

"Beb..." Devano memeluk Sarah dari belakang dengan manja, ia mengaitkan dagu nya di pundak Sarah. Sementara istri kecil nya itu masih cemberut "Okey, kalau kamu engga suka Airin aku akan pindahin dia ke kantor cabang. Hm..." Sarah langsung berbalik badan dan kini ia saling berhadapan dengan Devano dan betapa terkejutnya Devano yg melihat air mata mengalir di pipi istrinya itu "Sayang, kamu nangis? Jangan nangis ya, please...." Devano langsung menghapus air mata Sarah dengan lembut.


"Engga tahu kenapa aku benci banget sama wanita itu, Dev" seru Sarah kesal.


"Okey okey, aku akan pindahin Airin ke kantor cabang"


"Kenapa engga di pecat aja sih, huh?"


"Sayang, kan kamu sendiri yg bilang permintaan maaf yg sesungguhnya adalah dengan cara memperbaiki kesalahan ku. Aku juga merasa bersalah sama Airin, dia punya dua adik yg harus dia urus juga"


Sarah terdiam dan melirik tajam Devano "Dan aku sudah membuang sim card ku, Airin engga akan bisa menghubungi aku lagi. Oke? Nanti aku akan beli sim card yg baru dan yg tahu hanya keluarga kita"


"Tapi kenapa Airin bisa tahu nomor ponsel mu?" tanya Sarah ketus.


"Aku juga engga tahu..." jawab Devano lembut, ia mengusap pipi Sarah dengan lembut pula "Sebaiknya kita masuk ya, ini sudah malam dan kamu harus tidur yg cukup. Kasian juga Baby kita..."


Sarah menganggur, Devano pun langsung menggendong istrinya itu membuat Sarah langsung memekik kaget. Sementara Devano hanya terkekeh.


"Oh ya, Tante Margaret sudah ketemu?" tanya Sarah sambil melingkar kan tangan nya di leher Devano.


"Belum, aku juga bingung dia dimana. Aku benar benar mengkhawatirkan nya"


"Ya, semoga dia baik baik saja..."


"Dev...." lirih Sarah lagi saat Devano menidurkan Sarah di ranjang dengan sangat hati hati.


"Kenapa, Sayang?" tanya Devano dan ia pun naik ke atas ranjang. Memeluk Sarah dan kemudian menarik selimut menutupi tubuh kedua nya.


"Kamu engga akan selingkuhi aku kan?" tanya Sarah sambil menunduk sedih, saat ada wanita yg berkirim pesan pada suami nya itu membuat hati Sarah terasa sangat sesak dan sakit.


"Sejuta persen engga akan pernah, karena aku hanya mencintai kamu, My Little girl" tegas Devano yakin, ia bahkan menatap lurus tepat di kedua mata biru Sarah agar Sarah tahu bahwa Devano tak berbohong.


"Hati ku sakit tadi saat ada perempuan yg menghubungi kamu..." lirih Sarah lagi dengan mata berkaca kaca.


"Sayang...." Devano langsung memeluk Sarah dengan begitu erat "Hati ku juga sakit melihat kamu sedih begini" lirih Devano "Engga akan pernah ada wanita lain dalam hidup aku, aku bersumpah atas nama Baby Devaneo Fergus Lake. Cinta ku, hati ku, bahkan hasrat dan tubuh ku hanya menginginkan mu dan kamu tahu dengan pasti hal itu"

__ADS_1


Sarah mengangguk, ia percaya. Sarah pun mencari posisi yg paling nyaman dalam pelukan suami nya itu, perlahan ia memejamkan mata hingga alam mimpi menyambut nya.


Sementara Devano, ia masih dengan setia membuka matanya. Devano mengelus perut buncit Sarah dengan lembut.


"Bagaiamana mungkin kamu berfikir ada wanita lain dalam hidup ku, Sayang. Aku sangat mencintai mu, dan aku hanya menginginkan mu dalam hidup ku"


Devano mengecup pelipis istri nya dengan begitu mesra "Aku sangat mencintainya, Nyonya Lake"


.........


Jacob dan Naina menatap kedua orang tua Naina penuh harap, baru saja mereka mengutarakan keinginan mereka untuk segera menikah. Hal itu membuat kedua orang tua Naina terkejut namun juga senang, apa lagi mereka tahu dengan sangat baik seperti apa putri mereka itu.


"Kamu yakin, Jack... Mau menikah secepatnya?" tanya papa Naina ingin memastikan sekali lagi.


"Sangat yakin, Om. Habis mau bagaimana lagi? Naina selalu menggoda ku, Om. Takut kebablasan" jawab Jacob malu malu dengan sangat jujur. Sementara Naian malah terkikik.


"Benar benar gadis tak tahu malu..." gumam sang ibu kesal dengan tingkah anak nya itu.


"Om juga bingung, Jack... Kenapa Naina bisa begitu, padahal ibunya wanita yg kalem dan anggun" ujar nya yg membuat sang istri tersipu malu.


"Jadi, kapan kalian memutuskan akan menikah?" tanya mama nya kemudian.


"Tapi mau nya setelah Sarah melahirkan aja, biar dia bisa jadi bridesmaid nya aku..." seru Naina.


"Okey, itu ide yg bagus. Tapi hanya kalau Sarah mau..."


"Dia harus mau!!!" seru Naina lagi.


"Ya, sak karep mu lah, ndokk..." ujar sang mama yg membuat Naina semakin terkikik.


"Bagaiamana kalau tiga bulan lagi? Bulan depan Sarah pasti sudah melahirkan kan?" ujar Jacob.


"Apa engga terlalu cepat tiga bulan lagi, Jack?" tanya papa Naina.


"Engga, Om... Soalnya makin lama batas iman ku makin menipis setiap kali menghadapi godaan Naina..."

__ADS_1


"Dasar anak zaman sekarang..." gerutu sang ibu yang di tanggepi Naina dengan cengengesan.


Setelah cukup berbincang bingung, kini kedua remaja itu berniat mendatangi Sarah dan memberikan kabar bahagia ini.


Naina juga meminta Vino datang kerumah Sarah, karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama seperti dulu lagi.


"Jack, kamu masih hack hp nya Juan?" tanya Naina sambil melihat lihat beberapa toko di pinggir jalan, ia ingin membelikan sesuatu untuk Sarah.


"Engga, dia ganti hp baru, email baru dan seperti nya dia juga menggunakan jasa hacker untuk memulihkan hp nya. Emang nya kenapa, Sayang?"


"Ya aku takut aja dia selingkuhi Kak Helen..."


"Engga akan, saat seorang pria tahu betapa sakit nya kehilangan wanita yg dia cintai, maka dia akan menjaga nya dengan sangat baik saat dia mendapatkan wanita itu kembali"


"Memang nya Juan merasakan itu?"


"Iya dong, mau liat buktinya?" tanya Jacob dan tentu Naina mengangguk antusias "Ambilkan ponsel ku di saku celana..." ujar Jacob, Naina pun melakukan nya tapi...


"NAINA...!!!!" seru Jacob sambil menginjak rem secara mendadak.


Sementara Naina malah tertawa melihat ekspresi Jacob, bagaimana Jacob tidak terkejut kalau Naina malah meremas milik nya yg sedang tertidur pulas?


"Kamu ini benar benar..." Jacob bergerak gelisah di tempat nya, sementara Naina malah semakin menggoda nya dengan menggigit bibir nya dan memandang Jacob dengan begitu sendu. Jacob hanya bisa menggeram dan memejamkan mata, mencoba menenangkan perasaan nya dan berharap milik nya itu juga tenang. Seandainya ini bukan di dalam mobil dan di tengah jalan, Jacob yakin iman nya sudah musnah, pertahanan nya pasti akan runtuh.


Jacob menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya secara perlahan "Besok malam kita akad, tiga bulan lagi resepsi" ujar Jacob kemudian yg membuat gelak tawa Naina pecah, karena ia mengira Jacob hanya bercanda "Aku serius, Naina James. Awas saja besok malam ya, akan aku buat kamu berteriak sekencang mungkin dan akan aku buat kamu engga akan bisa jalan selama seminggu..."


Sekarang Naina bergidik ngeri, ia langsung menunduk dan nyali nya menciut. Entah kenapa ia merasa takut, gugup namun juga merasa penasaran dengan ancaman Jacob itu.


" Ehem ehem... "Naina berdeham untuk mencairkan suasan "Ini,memang ada di ponsel mu?" tanya Naina mencoba mengalihkan pembicaraan, Jacob enggan menjawab nya, dia langsung menginjak gas dan melanjutkan perjalanan.


Okey, sekarang Naina juga merasa bersalah. Padahal dia hanya bercanda, apa Jacob marah? Fikir nya.


"Berhenti di toko sana, aku mau belikan Sarah donat" ujar Naina kembali berusaha mencairkan suasana namun Jacob kembali tak menjawab nya.


"Mati aku... Apakah Devano juga semarah ini pada Sarah karena memegang pusaka nya? Oh, pantas saja. Bodoh nya aku melakukan hal yg sama..."

__ADS_1


***▫️▫️▫️


Tbc***...


__ADS_2