
"Siang nanti aku sama Freya mau nonton, kalian mau ikut engga? mumpung minggu" tanya William yg saat ini duduk bersama Devano dan Sarah di meja makan.
"Engga" jawab Sarah dan Devano bersamaan yg membuat William menatap kedua nya bergantian dan kemudian ia tertawa kecil.
"Kalian kompak banget sih" ujar nya.
Tentu saja Sarah menolak karena ia sangat lelah, dan Devano pun tahu Sarah butuh istirahat hari ini.
"Kamu kapan akan menikahi Freya?" tanya Devano yg membuat William langsung terdiam. Sarah pun kini menatap kakak nya penuh harap dan penasaran.
"Nanti, setelah aku mapan" jawab William.
"Kurang mapan apa lagi? Perusahaan udah punya sendiri, usia udah matang, Freya juga sangat mencintai mu" ujar Devano.
"Aku tahu, tapi perusahaan ku masi kecil, Dev. Masih banyak yg harusdi lakukan"
"Kalau gitu sampai kapan pun kamu engga akan pernah siap menikah. Karena setiap hari manusia selalu punya keinginan baru yg ingin di capai. Menikah lah, Will. Perjuangan mu akan lebih indah dan mudah kalau ada yg menemani mu"
Sarah terdiam memandangi suami nya yg berbicara sangat bijak. Ia bahkan tersenyum bangga, memang tak salah William memilih teman dan sekarang teman itu jadi adik ipar nya lagi.
Sementara William kembali terdiam, ia bukan nya tak ingin menikahi Freya tapi William merasa seperti ada sesuatu yg mengganjal di hati nya. Seperti roh penasaran yg terus gentayangan karena ada urusan yg belum selesai.
"Akan ku fikirkan saran mu" ucap William yg membuat Devano senang. Sekarang Sarah dan keluarga nya adalah prioritas Devano karena Devano harus membayar kesalahan nya.
Setelah acara sarapan itu, William pun bersiap siap untuk menemui Freya. Sementara Devano dan Sarah kembali ke kamar. Mereka berniat akan menginap di sana malam ini.
"Kamu istirahat ya, atau kita perlu ke dokter?" tanya Devano pada Sarah.
"Buat apa ke Dokter?" tanya Sarah bingung.
"Buat periksa kamu, Sayang. Takut nya kamu kenapa napa karena seperti nya semalam kita sangat..."
"Sshhtt..." Sarah menutup mulut Devano dengan tangan nya "Engga usah di bahas lagi deh" ujar nya mengerutcukan bibir. Sarah sudah sangat malu mengingat malam itu dan Devano malah terus membahas nya.
"Berhenti malu malu, Sayang" ujar Devano sambil terkekeh kemudian ia membawa Sarah duduk di pangkuan nya sementara Devano duduk di tepi ranjang "Mulai sekarang seperti nya ini akan jadi rutinitas kita yg engga bisa di lewatkan" lanjut nya tak peduli Sarah yg bersemu merah karena malu.
"Dasar mesum..." ujar Sarah
"Mesum sama istri sendiri" jawab Devano dan ia mulai mencium tengkuk Sarah dengan gemas membuat Sarah menggeliat geli.
"Geli, Dev. Stop" pinta nya.
"Besok kita ke Dokter kandungan ya" seru Devano yg membuat Sarah terkejut.
"Buat apa?"
"Buat mencegah kehamilan" mendengar itu ekspresi Sarah langsung berubah sedih. Sarah ingat Devano pernah mengatakan ia takkan menghamili Sarah karena tak mau terikat dengan Sarah "Kenapa?" tanya Devano yg melihat Sarah tampak sedih.
__ADS_1
"Engga apa apa" jawab Sarah datar dan ia pun hendak pergi tapi Devano menarik tangan nya hingga Sarah terjatuh ke dalam pelukan Devano lagi.
"Ada apa, Sarah?" tanya nya dengan tegas.
"Aku tahu kamu engga mau anak...."
"Hey hey, bukan begitu Sayang..." jawab Devano cepat karena ia tahu kemana arah fikir Sarah "Aku tahu dulu aku bicara seperti itu, tapi sekarang kita sudah saling mencintai. Hubungan kita real, engga ada lagi tantangan atau permainan" tutur Devano sementara Sarah mendengarkan dalam diam "Aku mau banget punya anak dari kamu tapi nanti, saat waktu nya tepat. And now you're just 17, Little girl. Dan kamu juga masih sekolah, aku mau kamu menikmati hidup kamu sesuai masa nya. Setelah lulus SMA, kamu akan kuliah dan setelah itu, barulah kita fikirkan anak"
Sarah terharu mendengarkan penuturan Devano yg sangat memikirkan hidup Sarah.
"Jadi?" tanya Sarah kemudian.
"Jadi, mungkin kamu butuh pil kontrasepsi"
"Engga mau..." jawab Sarah cepat "Nanti aku gendut, kata nya kalau minum pil itu gendut"
"Maka nya nanti kita pergi ke Dokter, kita tanyakan cara yg paling aman dan bagus" ujar Devano sambil terkekeh apa lagi melihat Sarah yg memberengut.
"Kenapa engga kamu aja yg pakek pengaman?" tanya Sarah malu malu "Aduh, semalam kamu engga pakek ya?" tanya kemudian dengan panik. Dan dengan enteng nya Devano emenggeleng sambil berkata
"Aku engga punya benda itu"
"Hah? masak?"
"Iya, lagian kamu tahu sendiri aku engga punya wanita dalam hidup ku sebelum nya, jadi buat apa aku menyimpan benda seperti itu?"
"Engga mau" tegas Devano.
"Lah, kok engga mau?"
"Sayang, benda seperti itu cuma di butuhkan pria seperti Juan yg hobi berpetualang ke berbagai hutan engga jelas. Sementara kalau buat kita yg sudah menikah, ya KB aja. Ya kan?"
"Em...ya udah deh, asal jangan yg bikin aku gendut ya"
"Justru aku mau nya kamu gendut, biar engga di taksir cowok lain" goda Devano yg membuat Sarah mendengus.
..........
William kembali memikirkan perkataan Devano, Freya memang wanita yg sangat baik dan juga pintar. Freya selalu ada untuk William dan bahkan Freya sudah sangat dekat dengan keluarga William.
Tapi menikah? William merasa ini belum saat nya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Freya yg sejak tadi melihat William tampak memikirkan sesuatu. William tersenyum tipis dan menggeleng.
Saat ini keduanya jalan jalan sebelum film nya di mulai.
"Benaran engga apa apa?" tanya Freya khawatir. Ini lah yg membuat William sangat ingin memiliki Freya, sikap lembut nya yg penuh cinta. Perhatian nya yg begitu tulus.
__ADS_1
"Fe..." William menghentikan langkah nya dan ia tiba tiba menggenggam tangan Freya.
"Apa?" tanya Freya.
"Fe, apa kamu mau menikah sama aku?"
"Hah?"
"Uuggh..." reaksi keduanya itu menarik perhatian orang lain. Apa lagi ketika William melamar, Freya bukan nya terharu tapi malah memekik kaget. Begitu juga dengan William yg meringis karena Freya memekik kaget.
"Maaf maaf, mungkin belum..."
"Aku mau" jawab Freya dengan lantang yg seketika membuat William terdiam kaku. Hingga ia merasakan ciuman Feya mendarat di pipi nya. Untuk pertama kali nya, mereka berciuman di tempat umum. Seperti kata Sarah, kakak nya bukan tipe orang yg romantis pada kekasih nya.
"Kamu beneran mau menikah sama aku? kamu tahu kan kalau saat ini aku baru merintis perusahaan ku?"
"Will, aku mau jadi istri kamu, pendamping idup kamu. Bukan investor perusahaan mu" jawab Freya yg membuat William terkekeh.
"Thank you" jawab William yg membuat Freya mendengus.
"Bukan kata itu yg mau aku dengar" ujar Freya cemberut.
"I love tou" ucap William dan Freya langsung berhambur kedalam pelukan William.
"I love you too" ucap Freya senang "Oh ya, cincin ku maa?"
"Hah?" respon William karena ia belum mempersiapkan hal itu.
"Jangan bilang kamu engga siapin" ujar Freya yg kembali cemberut.
"Jangan cemberut gitu..." William memblai pipi Freya "Ikut aku tapi tutup mata mu..." William menutup mataFreya dengan tangan nya kemudian dengan perlahan ia menggiring Freya ke toko emas di sana.
Katakanlah William bodoh karena melamar tanpa cincin. Mau bagaimana lagi, William melamar Freya karena terus mekirkan ucapan Devano dan akhirnya ia terpengaruh dan bertindak secara tiba tiba.
William sampai di sebuah toko emas yg ada di mall itu. Kemudian dengan berbisik ia meminta pegawai menunjukan cincin yg paling bagus. Dan soal ukuran, William menyuruh salah satu pegawai di sana memperhatikan jari Freya dan menebak ukuran nya.
Sementara Freya masih menutup mata dan ia tak tahu ada dimana. Orang orang di sana pun tampak nya memahami kondisi dan niat William sehingga mereka semua tak bersuara dan ikut memperhaikan William dan Freya.
"Will, udah boleh buka mata belum?" tanya Freya.
"Sebentar, Fe" ucap William dan akhirnya ia mendapatkan cincin emas yg lucu dan sangat cantik. William pun membayar nya dengan kartu kredit nya setelah itu ia langsung memakaikan cincin itu di jari manis Freya dan ukuran nya pas. Tanpa di suruh, Freya pun membuka mata dan betapa terkejut nya ia karena ada di toko emas. Dan orang orang di sana tiba tiba bertepuk tangan dan memberikan selamat pada mereka berdua.
"Orang tuh kalau mau melamar di bawa ke taman, di bawa ke kapal pesiar, di bawa ke pantai atau di bawa makan malam gitu, Will. Ini kamu udah engga niat, di siang bolong, langsung di toko emas nya lagi" tutur Freya sambil terkekeh dan membuat William salah tingkah "Tapi tetap saja, aku senang dan I love you so much" Freya langsung menyerang bibir William dan William pun membalas nya yg membuat mereka bersorak.
"I love you more, Freya"
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...