
Di pagi hari nya, Devano bangun lebih dulu sedangkan Sarah masih tertidur pulas. Devano yakin itu pasti efek obat yg Sarah minum, Devano melirik jam yg sudah menunjukan pukul 7.25.
Hari ini, Devano akan pergi kerumah Agus. Karena lokasi yg di kirim kan Jacob itu ternyata ada di rumah Agus.
Sarah terbangun dan mendapati Devano yg sudah rapi.
"Dev..." rengek Sarah manja, ia masih merasa menggigil dan kepala nya masih pusing. Sementara hari ini ia ada ulangan.
"Apa, Sayang..." jawab Devano dan ia menghampiri Sarah yg saat ini sedang berusaha duduk. Devano membantu nya, kemudian ia mengecek suhu tubuh Sarah dan demam nya masih cukup tinggi.
"Aku ada ulangan, tapi kepala ku pusing" ucap Sarah.
"Sudah ku bilang, ulangan nya akan di bawa kerumah" ucap Devano yg membuat Sarah menatap bingung.
"Serius?" tanya Sarah tak percaya.
"Iya, cuci muka gih. Pasti guru mu sudah di bawah" ucap Devano sembari merapikan rambut Sarah. Sarah melongo tak percaya dengan apa yg Devano katakan.
Namun terdengar suara Bi Eni dari luar kamar yg mengatakan bahwa Bu Andrea sudah datang membawa ulangan Sarah. Bu Andrea adalah wali kelas Sarah dan salah satu guru senior yg sangat di hormati di sekolah Sarah.
"Kamu..." Sarah tak tahu harus berkata apa "Bagaiamana bisa?" tanya Sarah masih tak percaya.
"Bisa dong, suami mu ini bisa melakukan apapun untuk mu" ucap Devano kemudian mengecup ujung hidung Sarah dengan gemas.
"Tapi, Dev. Bagaimana jika Bu Andrea tahu hubungan kita?" tanya Sarah panik.
"Jangan fikir kan itu, fokus saja sama ulangan mu. Dan jangan berfikir terlalu keras biar kamu engga stres, kalau kamu ada yg engga tahu jawabannya ya lewati aja" ucap Devano dengan enteng nya yg membuat Sarah langsung mendelik.
"Kamu boleh manja aku kayak gini, tapi kalau nanti kita punya anak. Kamu jangan terlalu manjain dia, nanti jadi bodoh dan malas anak kita" ujar Sarah serius yg tak di tanggapi serius oleh Devano.
"Ya udah, siap siap gih. Kasian guru mu menunggu" ujar Devano.
Sarah pun beranjak dari ranjang nya, ia pergi mencuci muka. Setelah itu ia mengenakan seragam nya biar tetap sopan.
Namun saat Devano hendak membawa nya turun, Sarah tiba tiba merasa ragu. Ia takut berhadapan dengan wali kelas nya dirumah Devano. Apa yg akan wali kelasnya itu fikirkan nanti tentang dirinya.
"Devano..." Sarah menatap Devano dengan satu "Aku engga mau guru ku tahu kalau aku sudah menikah" lirih Sarah. Devano sudah hendak menjawab namun tiba tiba Mama nya datang membuat Sarah terkejut.
"Lama banget sih, Sarah" gerutu sang Mama.
__ADS_1
"Kok Mama di sini?" tanya Sarah bingung.
"Mama bilang kalau kamu lagi sakit ke wali kelas mu dan kita tinggal bersama tunangan mu selama beberapa hari. Sementara William di Paris dan Papa mu di luar kota, ya bisa di bilang engga ada yg menjaga kita jadi kita harus tinggal di sini"
"Huh?" Sarah hanya bisa menganga mendengar ucapan panjang lebar Mama nya itu.
Dulu ceriata perjodohan, sekarang cerita begini. Sarah tak tahu haruskah ia merasa bersalah karena selalu berbohong pada pihak sekolah atau haruskah ia senang karena selalu bisa membohongi pihak sekolah.
"Aku turun duluan, Sayang. Hari ini aku engga kerja kok. Cuma ada urusan sebentar setelah itu aku akan pulang, jangan lupa sarapan dan minum obat mu, okey?" pinta Devano dan Sarah hanya mengangguk. Devano mengecup kening Sarah sebelum akhir nya ia turun lebih dulu.
"Devano itu romantis banget ya..." ujar Venita sambil terkekeh yg membuat Sarah tersenyum malu "Ya udah, ayo turun..."
.........
Istri Agus yg mendengar bel rumah nya berbunyi meminta pembantu nya yg tak lain Margaret untuk membukakan pintu. Padahal Agus sudah mewanti wanti agar Margaret tak keluar rumah, namun yg tahu siapa Margaret hanya Agus sementara istri dan anak anak nya hanya tahu bahwa Margaret adalah pembantu yg tentu harus melakukan apa yg mereka suruh.
Margaret pun membukakan pintu dan ia hanya bisa melotot saat melihat Dominic dan Devano berdiri di hadapan nya dengan seringai bak iblis.
"Devano..."
"Halo, pelayan..." sapa Devano dingin dan tiba tiba...
Devano mendaratkan tamparan yg sangat keras di pipi Margaret membuat Dominic sangat terkejut. Bahkan keras nya tamparan Devano sampai membuat sudut bibir Margaret berdarah, ia memandang Devano dengan berlinang air mata.
"Kamu...menampar ku, Devano?" tanya Margaret dengan suara yg bergetar.
"Aku bahkan ingin membunuh mu" desis Devano tajam "Berani nya kamu mengganggu keluarga ku"
"Keluarga mu?" tanya Margaret dengan mata yg berkilat amarah "Keluarga mu yg mana, Devano? Keluarga mu sudah mati, bahkan adik mu juga sudah mati" teriak Margaret.
Istri Agus yg mendengar keributan di luar segera keluar.
"Devano... Apa apaan ini?" tanya istri Agus.
"Keluarga masih ada dan sangat lengkap" jawab Devano pada Margaret tanpa memperdulikan istri Agus "Bawa dia!" titah Devano pada Dominic.
Dominic pun menyeret paksa Margaret untuk ikut dengan mereka. Dan mereka tak memperdulikan istri Agus yg mengejar dan meminta mereka berhenti.
"Aku akan menelpon polisi..." ujar istri Agus karena ia melihat ini seperti sebuah penculikan.
__ADS_1
Devano tertawa sinis mendengar ucapan istri Agus itu "Panggil saja, seharusnya kamu berterima kasih karena aku sudah mengeluarkan selingkuhan suami mu" ucap Devano yg membuat Margaret dan istri Agus sama sama terkejut.
"Apa maksud mu, Devano?" tanya istri Agus.
"Tanya pada suami mu, perempuan ini adalah perempuan penggoda. Aku mengatakan ini karena aku melihat sendiri bagaimana dia selingkuh dengan ayah ku saat dia menjadi pelayan keluarga ku, sekarang aku hanya mencoba menyelamatkan mu" ucap Devano yg membuat air mata Margaret mengalir semakin deras. Hati nya sakit begitu di rendahkan oleh seseorang yg selama ini ia anggap putra sendiri.
Sementara istri tampak percaya dengan apa yg di katakan Devano, sehingga ia hanya diam saja saat Devano membawa Margaret pergi dengan paksa.
....... ...
Sepulang nya sekolah, Naina hendak pergi ke rumah Sarah untuk melihat kondisi Sarah. Naina khawatir karena Sarah bahkan sampai tak masuk sekolah padahal ada ulangan.
"Naina..." mama Naina masuk ke kamar anak nya itu saat Naina sedang bersiap untuk pergi.
"Kenapa, Ma?" tanya Naina.
"Malam ini kita di undang makan malam sama bos papa mu" ucap Mama nya yg membuat Naina mengerutkan dahi nya.
"Kita?" tanya Naina ingin memastikan.
"Iya, kita semua. Papa, mama dan kamu"
"Loh, kok tumben, Ma?"
"Mama juga engga tahu, tapi kata Papa kita harus datang"
"Bos nya Papa? Juan?" tanya Naina yg baru menyadari hal itu. Naina menggeram kesal, rasanya ini bukan makan malam biasa.
"Iya, Tuan Juan. Katanya ini acara formal dan penting, jadi kita harus datang"
"Naina malas, Ma. Mau belajar, besok masih ada ulangan lagi"
"Cuma sebentar, Naina. Engga enak kalau sudah di undang tapi engga datang, apa lagi itu boss papa"
Naina hanya bisa menghela nafas berat, namun kemudian ia mengangguk.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1