
Naina dan Jacob sedang sibuk membuat makan malam, dan malam ini Naina ingin makan ayam geprek super pedas kata nya.
"Buat jus jeruk juga ya, Beb" seru nya sembari mengambil dua buah jeruk dari kulkas.
"He'em..." jawab Jacob.
Saat Naina hendak membuat jus jeruk, terdengar bel pintu dari luar. Ia pun bergegas membuka kan pintu dan ia sangat terkejut melihat kedua orang tua Juan berdiri di sana.
"Selamat malam, Naina.." sapa Intan sembari tersenyum kaku.
"Selamat malam, ada yg bisa aku bantu?" tanya Naina datar.
"Kami ingin bertemu dengan Jacob" ucap nya dan seketika Naina mengerti. Juan pasti sudah memberi tahu Intan tentang kebenaran Jacob.
"Siapa, Sayang?" teriak Jacob yg menusul Naina. Dan saat Jacob langsung mematung melihat ibu yg telah membuang nya. Mengatai nya ia anak haram dan tidak akan punya keluarga. Ia menelan saliva nya guna membasahi tenggorokan nya yg tiba tiba saja terasa kering.
Intan juga hanya membisu dan tak menyangka sekarang ia berhadapan dengan putra yg sudah ia buang selama ini. Dan putra nya itu tumbuh dengan sangat baik, sangat tampan, dan sangat cerdas. Bahkan ia sempat mendengar bahwa Jacob adalah seorang hacker yg saat ini bekerja di perusahaan Devano.
"Silahkan masuk..." ujar Naina sembari membuka pintu lebih lebar.
"Ayo, Beb..." bisik Naina sembari menuntun Jacob yg tetap terdiam menuju ruang tamu. Naina mempersilahkan kedua orang tua Juan untuk duduk.
Mereka semua hanya terdiam, saling menunggu salah satu dari mereka membuka suara terlebih dahulu. Namun karena mereka tetap terdiam, akhir nya Naina yg bersuara.
"Ada keperluan apa Om dan Tante ke rumah kami?" tanya Naina tegas.
Intan yg mendengar itu tampak gugup, ia memandang Jacob lekat lekat dan ia menyunggingkan senyum samar.
"Aku datang untuk meminta maaf" lirih nya.
"Maaf untuk apa? Karena sudah membuang suami ku?" tanya Naina yg membuat Intan langsung menunduk.
"Naina.." tegur Jacob. Kini ia menatap wanita yg berstatus sebagai ibunya itu, dengan tatapan yg begitu sendu.
"Tidak apa apa, semua itu hanya masa lalu dan sudah berlalu" ucap Jacob yg seketika membuat air mata Intan menetes, ternyata benar apa yg ia dengar, Jacob adalah pria yg sangat baik. Berhati malaikat.
"Tapi sampai kapan pun aku akan tetap menjadi ibu mu, tidak ada hubungan anak dan ibu yg akan menjadi masa lalu, kan?" tanya Intan dengan suara lirih.
__ADS_1
Jacob yg mendengar itu berkaca kaca, ia tersenyum tipis dan mengangguk "Maafkan aku, Jackie. Maafin Mama..." lirih nya dan Jacob langsung beranjak dari duduk nya dan memeluk ibu nya. Ibu yg sudah membuang nya, mengatai nya dengan begitu menyakitkan namun ia tetap merindukan nya, tetap mencintai nya dan tetap menghormati nya.
Intan yg mendapatkan pelukan dari putra terbuang nya pun hanya bisa menangis. Sementara sang suami juga terharu melihat hal itu.
"Kamu tumbuh dengan sangat baik, Jack" lirih sang ibu sembari mengeratkan pelukan nya. Jacob hanya menjawab nya dengan satu isak tangis kecil yg lolos dari bibir nya.
"Aku tidak punya siapa siapa, aku harus tumbuh dengan baik supaya aku bisa punya seseorang" ucap Jacob kemudian sembari melerai pelukan nya.
"Kamu punya segalanya, hidup mu sangat sempurna" lirih Intan. Ia teringat saat melihat Jacob, Naina, Devano, Sarah dan keluarga Sarah di restaurant saat itu.
"Ya, sekarang aku di kelilingi orang orang yg penuh cinta" jawab Jacob sembari melirik Naina yg saat ini menghapus air mata di sudut mata nya, terharu melihat pertemuan suami nya dengan ibu yg sangat di rindukan nya.
"Sekarang hidup mu semakin sempurna, Jack. Orang tua mu sudah kembali" sambung suami Intan yg membuat Jacob semakin terharu. Tak pernah ia bayangkan sama sekali rasa haus nya akan kasih sayang keluarga akan terpenuhi.
"Dan ayah mu, kamu belum tahu siapa ayah mu, kan?" tanya Intan dan Jacob menggeleng.
"Aku tidak punya petunjuk apapun tentang nya" jawab Jacob sembari menghapus air mata di pipi nya "Tapi kalau boleh, aku sangat ingin tahu siapa dia. Darah siapa yg mengalir di darah ku"
"Dia orang yang baik, ayah mu orang baik. Hanya saja dia sudah meninggal saat kamu masih dalam kandungan, karena itulah aku menitipkan mu ke panti dan meninggalkan mu di sana. Karena aku tidak tahu harus membawa mu kemana" lirih Intan dan tersirat penyesalan yg sangat dalam di suara nya.
"Tapi kan ada ayah mu yg masih hidup, Jack" ujar suami Intan yg membuat Intan dan Jacob terkejut sekaligus terharu "Mulai sekarang, kamu juga bagian dari keluarga Barnard. Semoga ini bisa menebus kesalahan ku yg dulu tidak percaya pada mu, Intan. Dan tetap menuduh mu selingkuh padahal kamu sudah berulang kali menjelaskan pada ku bahwa semua itu kecelakaan" ia berkata sembari menatap istri nya.
"Terima kasih banyak, Mas" ucap nya dan ia memeluk suami nya. Suami nya pun juga merentangkan tangan nya dan memanggil Jacob ke dalam pelukan nya.
"Apa kata Vino nanti kalau dia tahu aku kakak ipar nya" gumam Naina antara bahagia dan tidak percaya.
.........
Sarah dan Devano kini sudah sampai di Villa mereka. Tempat yg begitu sejuk dan tenang.
Bi Eni dan suster menuntun Margaret masuk, namun ia tak mau.
"Aku mau pulang ke rumah ku, mau bertemu Caitlin" ucap nya sembari menangis terisak seperti anak kecil. Sarah yg melihat itu hendak menghampiri nya namun Devano mencegah nya.
"Jangan, Sayang. Nanti dia menyakitimu" ucap Devano khawatir namun Sarah menenangkan nya.
"Engga akan" tegas nya. Ia pun menghampiri Margaret, menggenggam tangan Margaret dengan lembut.
__ADS_1
"Tante, Caitlin sedang pergi. Untuk sementara kita di sini dulu ya, tempat ini bagus kan?" tanya Sarah dengan sangat lembut. Margaret memperhatikan sekelilingnya dan ia mengangguk.
"Nah, sekarang Tante masuk ya, istirahat"
"Kamu siapa?" tanya Margaret menatap Sarah bingung.
"Aku..." Sarah melirik Devano yg saat ini masih menggendong Baby Neo "Aku menantu Tante, istri putra tertua Tante" Sarah berkata sembari menyunggingkan senyum tulus nya.
"Istri Devano?" tanya Margaret dan Sarah mengangguk.
"Dimana Devano? Dia sangat sayang pada Caitlin"
"Itu Devano..." Sarah memanggil Devano mendekat, ragu ragu Devano melangkah mendekat.
"Dev..." panggul Margaret lemah "Itu anak mu?" tanya nya dan Devano mengangguk "Boleh aku melihat nya?"
Devano langsung menatap Sarah sembari menggeleng, ia sangat takut Margaret akan melukai putra nya.
Namun Sarah mengelus pundak Devano, memberi nya isyarat untuk mengizinkan Margaret melihat nya.
Devano pun memperlihatkan putra nya yg sedang terlelap. Dan seketika senyum lebar mengembang di bibir Margaret.
"Dia tampan sekali" puji nya "Jadi kita akan tinggal bersama di sini..."
"Iya, sekarang tante masuk ya..." pinta Sarah dan kali ini Margaret mengangguk antusias. Membuat Devano tersenyum.
Bi Eni dan Suster mengawa Margaret ke kamar nya, sementara Sarah dan Devano pergi ke kamar mereka. Dominic, Aldo dan Nandini membawa masuk barang barang mereka.
"Sayang, kamu seperti peri cinta dan kedamaian" puji Devano yg membuat Sarah tertawa geli.
"Dan kamu seperti pangeran iblis yg menyeramkan. Om Aldo memperlihatkan rekaman cctv bagaimana kamu memukul Lolly, itu sangat menyeramkan, Dev"
"Hanya pada orang yg menyakiti orang orang terkasih ku" jawab Devano tegas tanpa bisa di bantah.
"Apakah Baby Neo akan tumbuh seperti mu? Iblis bagi musuh, malaikat bagi keluarga"
"Pasti"
__ADS_1