Married By Challenge

Married By Challenge
Part 130


__ADS_3

"Aku mencintaimu, aku melakukan apa yg kamu mau bukan semata mata karena uang mu, Devano. Tapi aku melakukan nya karena aku mencintaimu, tapi kamu malah menikahi gadis kecil itu" Airin meremas koran yg memuat tentang pernikahan Devano Lake dan Sarah Fergueson.


Devano memang sudah mengabarkan pernikahan nya pada media, karena ia tak mau Sarah di bully atau di tudung hamil di luar nikah. Devano juga memberikan bukti pernikahan nya, walaupun tak semua orang percaya tapi seorang Devano Lake takkan perduli.


Airin merasa sangat kecewa dengan hal itu, ia juga tahu kenapa Devano menyuruh Airin mengakui kesalahan nya saat itu. Karena itu adalah pemerintaan Sarah, Devano rela menyakiti orang lain demi Sarah.


"Aku engga akan membiarkan kalian bahagia begitu saja, akan ku hancurkan kebahagiaan kalian yg berada di atas penderitaan orang lain"


.........


Devano membawa Sarah kerumah nya, dan betapa terkejut nya Sarah melihat sedikit perubahan di kamar mereka. Ranjang baru yg lebih besar, lemari baru yg juga lebih besar.


"Kamu beli ranjang baru?" tanya Sarah.


"Iya, karena..."


"Karena?" tanya Sarah sambil berjalan mengitari ranjang itu, Sarah sangat merindukan kamar ini, kamar yg menjadi saksi perjalanan cinta Devano dan Sarah.


"Biar lebih nyaman aja, Sayang. Aku mau semua yg terbaik buat kamu dan bayi kita"


"Nyonya..." Lolly mengetuk pintu dan ia masuk dengan mambawa nampan yg berisi susu "Bi Eni mengatakan sudah waktunya Nyonya minum susu"


"Terima kasih, Lolly..." jawab Sarah sambil tersenyum, dan seketika Lolly tersenyum lebar membuat Sarah mengernyit bingung "Ada apa?" tanya Sarah.


"Nyonya sangat berubah..." ujar Lolly malu lalu "Terlihat semakin cantik dan dewasa" puji nya.

__ADS_1


"Pasti bohong..." tuduh Sarah dan dengan cepat Lolly menggeleng.


"Saya jujur, Nyonya benar benar terlihat cantik"


Sarah tersenyum malu, semua orang memuji nya cantik. Padahal Sarah sudah merasa minder dengan tubuhnya. Lolly pun berpamitan keluar.


Setelah Lolly keluar, Devano langsung memeluk Sarah dari belakang dan ia mengecup leher Sarah dengan begitu intens dan menuntut. Membuat Sarah langsung merasa lemas dan bersender ke tubuh Devano. Tangan Devano pun mulai bergerak nakal, menyentuh setiap sisi tubuh Sarah yg masih berbalut kain itu.


"Jangan sekarang..." lirih Sarah mumpung ia masih memiliki kesadarannya.


"Tapi aku kangen..." geram Devano dan ia menggigit gemas leher Sarah dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.


"Aku lapar, sangat lapar..." ucap Sarah jujur, karena ia memang sangat lapar.


"Em Dev, aku liat kamu engga pernah merokok lagi?" tanya Sarah penasaran setelah ia meneguk habis susu itu.


"Aku kan sudah janji, akan berhenti merokok saat kamu hamil"


"Benaran bisa berhenti?" tanya Sarah tak percaya.


"Tanya pada semua orang..." ujar Devano sambil tersenyum lebar "Apa yg sudah aku janjikan sama kamu, akan aku tepati, Sayang" lirih Devano dan ia mengecup bibir Sarah, menikmati sisa rasa susu yg masih tertinggal di bibir Sarah "Sudah kenyang kan? Bisa kita mulai?"


"Belum, aku pengen makan masakan padang" jawab Sarah sambil berjalan keluar dari kamar nya. Devano menarik rambutnya frustrasi, ia sudah tidak tahan rasanya. Pusat tubuhnya menggeliat di bawha sana karena merindukan rumah nya yg hangat dan lembab.


"Sabar sabar..." geram Devano namun ia di kejutkan dengan suara pintu yg tertutup dan kemudian terdengar di kunci. Devano menoleh dan tiba tiba Sarah langsung memeluk nya, menyerang Devano dengan ciuman liar nya.

__ADS_1


"Aku juga rindu kamu, Devano..." lirih Sarah di bibir Devano yg langsung membuat Devano menggeram lirih.


Devano membalas ciuman Sarah dengan begitu menuntut, Devano mencecap setiap inci bibir merekah istri nya itu dan perlahan ciuman nya untuk ke leher Sarah. Membuat Sarah mendongak, memberikan akses lebih pada Devano untuk mencecap setiap inci leher jenjang nya itu. Sarah tak bisa menahan diri untuk tak mendesah dan mengerang setiap kali Devano memberikan gigitan kecil menggemaskan di kulit Sarah, membuat tanda kemerahan muncul di sana.


"Aku merindukanmu, Sayang. Cinta ku..." Devano menggendong Sarah dan membawa nya ke ranjang. Devano menidurkan Sarah di tengah ranjang dengan begitu hati hati, seolah ia takut sedikit saja ia bergerak kasar maka istri dan putra nya akan tersakiti.


Devano melepaskan pakaian Sarah dengan hati hati, dan kini ia wajahnya sejajar dengan perut buncit istrinya itu "Sayang, Daddy mau buka puasa dulu ya..." ucap Devano sambil mengelus perut Sarah, membuat Sarah terkikik "Kamu bobok aja di sana, Daddy akan berusaha supaya engga ganggu kamu kok. Tapi kalau nanti ada goncangan, itu bukan gempa. Jadi kamu lanjut aja bobok nya..." Sarah semakin tertawa geli mendengar ucapan suaminya itu.


"Bisa kita mulai?" tanya Devano menggerling nakal pada Sarah.


"Ya..." lirih Sarah karena ia sendiri sudah di kuasai gairah.


"Atau kamu mau di atas, Sayang? Biar aman..." seru Devano lagi yg membuat pipi Sarah langsung merah padam, belum sempat ia menjawab, Devano sudah menarik Sarah hingga Sarah kini berada di pangkuan Devano "Kamu terlihat seksi, Little girl. Bagaiamana bisa aku menahan diri..." geram Devano dan ia mendesah lirih saat mereka menyatukan diri.


Mengundang kenikmatan yg tiada tara dan memabukan, membuat keduanya hilang akal dan hanya fokus pada titik kenikmatan itu.


Bergelung dalam pusaran gairah yg selalu dengan mudah nya terpancing tapi sangat sulit di hentikan.


"I love you..." bisik Sarah di tengah pergelutan cinta mereka.


"I love you more, Little girl. I love you and our Devaneo..."


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2