Married By Challenge

Married By Challenge
Part 149


__ADS_3

Hanya beberapa menit setelah Airin menyantap makanan yg kata nya dari Mia itu, tiba tiba ia merasa sangat mengantuk dan juga perut nya melilit.


Airin dengan cepat pergi ke toilet, setelah itu ia hendak kembali bekerja. Namun perut nya masih terasa sakit dan mules, ia kembali berlari ke toilet. Selain itu, mata nya seperti akan terpejam, ia merasa sangat mengantuk.


"Sialan, apa Mia meracuni aku?" gumam Airin yg menyadari semua ini efek dari sandwich yg dia makan.


Setelah dari toilet, Airin segera menemui Mia di ruangan nya.


"Mia..." teriak Airin marah.


"Apa?" tanya Mia ketus, Airin masih pegawai baru dan sudah bersikap sangat tidak sopan pada senior nya, apa lagi pada Mia yg status nya sekretaris pribadi sang pemilik perusahaan.


"Kamu kasih apa di sandwich tadi, huh? Agghh" tanya Airin dan ia meringis sambil memegang perut nya yg kembali terasa melilit, sesekali ia juga menguap.


"Kamu kenapa? Ngantuk? Kekenyangan kali, maka nya ngantuk..." ujar Mia kesal.


"Ini gara gara sandwich yg kamu kasih, perut ku... Aduh perut ku..." tiba Airin malah kentut di sana hingga menimbulkan bau yg sangat menyengat.


"Ish, jorok... Keluar!!!" bentak Mia sambil menutup hidung.


"Kamu racunin aku kan? Kenapa?" tanya Airin yg juga marah.


"Itu makanan dari Bu Sarah, bukan dari aku..." teriak Mia sambil mendorong Airin keluar dari ruangan nya karena sudah dua kali Airin kentut di sana.


Dengan cepat Airin berlari ke toilet "Sarah, awas saja kau setan kecil..." geram Airin.


..........


"Dev...." panggil Sarah saat masuk ke ruangan suami nya itu namun sang suami tak ada disana.


Sarah melihat laptop Devano masih ada disana dan dalam keadaan terbuka, itu artinya Devano hanya keluar sebentar. Sementara Sarah sudah tidak sabar ingin menunjukan apa yg sudah Jacob temukan tentang Airin.


Sarah menunggu Devano di ruangan nya cukup lama hingga akhirnya suami nya itu muncul juga.

__ADS_1


"Dev, kamu dari mana sih?" tanya Sarah kesal.


"Maaf, Sayang... Tadi ada urusan sebentar" jawab Devano sambil melemparkan senyum tipis nya.


"Aku mau nunjukin sesuatu sama kamu..." ucap Sarah dan Devano mengangguk, ia segera duduk di samping Sarah. Baru saja Sarah membuka laptop nya, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di luar. Kemudian Mia muncul dengan membawa beberapa berkas.


"Maaf, Pak. Ada berkas yg harus di tanda tangani" ujar Mia. Devano hanya memberi isyarat meminta berkas itu.


Mia Menyerahkan nya dan Devano segera menandatangani berkas berkas itu.


Baru saja Devano selesai menandatangani berkas berkas nya, pintu ruangan Devano kembali terbuka dan Airin muncul dengan penampilan yg sudah acak acakan.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Devano dingin.


"Dev, eh Pak... Pak, saya keracunan makanan yg di berikan istri bapak" ujar Airin sambil meremas perut nya.


"Jangan sembarangan kalau bicara, Airin" tegas Mia.


"Aku engga sembarangan nuduh..." teriak Airin "Kalau engga percaya, ayo periksa ke Dokter. Ada racun di makanan itu, Sarah meracuni ku" ujar Airin.


"Saya... Saya diare, Pak. Saya juga merasa sangat mengantuk dan seakan akan saya akan jatuh tertidur seandainya perut saya tidak mules, ssshh..." Airin kembali meringis sambil meremas perutnya.


"Ya sudah, pulang sana kalau ngantuk" ucap Devano sambil mengecek ponsel nya yg sejak tadi bergetar. Sekilas, Devano tampak terkejut setelah melihat ponsel nya namun kemudian ia kembali menetralkan ekspresi nya.


"Pak Devano ini gimana sih? Istrinya melakukan kejahatan malah di biarkan saja. Saya bisa laporkan ke polisi lho, Pak!" seru Airin dengan nada yang sedikit tinggi. Sarah malah kembali tersenyum miring mendengar ancaman itu dan ia tetap tak bersuara.


Devano melirik Sarah sekilas, ia sendiri tersenyum simpul sambil geleng geleng kepala melihat Sarah yg berseringai miring.


"Ya sudah, laporkan sana. Aku akan ladenin..." jawab Devano lagi.


"Mungkin bukan karena sandwich nya, Airin. Mungkin sebelum nya kamu memang salah makan" ujar Mia mencoba mencairkan suasana.


"Engga, aku belum makan apa apa..." tegas Airin.

__ADS_1


"Ini semua gara gara sandwich Sarah, dia pasti sengaja"


Devano mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet nya dan meletakkan nya di meja "Mia, bawa Airin kerumah sakit" tegas Devano dan dengan cepat Mia melaksanakan titah bos nya itu, ia mengambil uang itu dan menarik Airin keluar dari ruangan Devano.


"Kamu tambahkan obat tidur apa obat pencahar?" tanya Devano tanpa menatap Sarah.


"Dua dua nya..." jawab Sarah dengan santai nya. Devano tertawa kecil.


"Jangan begitu, Sayang. Kasian dia, bayangkan saja, dia ngantuk tapi sakit perut. Pasti sangat tersiksa kan?"


"Kamu perduli banget sih sama dia..." ujar Sarah menunjukkan ketidak sukaan nya.


"Bukan gitu, aku cuma engga mau istri ku ini jadi penjahat"


"Aku cuma ngasih pelajaran sama dia, sudah dua kali dia hampir mencelekai aku dan bayi ku" tegas Sarah.


Devano langsung menatap Sarah dengan serius "Dua kali?" tanya Devano dan Sarah mengangguk.


"Dan lihat ini..." Sarah menunjukkan percakapan Airin dan resepsionis sebelum nya "Dia ada niat jahat, Dev. Percaya sama aku, dia ingin rebut kamu dari aku, dia ingin menghancurkan aku, Devano..."


"Hey, Little girl..." Devano mengusap pipi Sarah dengan lembut "Itu engga akan terjadi, aku janji" tegas Devano.


"Dev..."


"Sarah... "Devano menyela dengan cepat" Aku tahu, baru saja tahu kalau Airin selama ini tinggal bersama Karin "


"Apa?" pekik Sarah terkejut.


"Aku kefikiran dengan apa yg kamu bicarakan tadi pagi tentang Airin. Jadi aku menyuruh Dominic mendatangi rumah Airin, mungkin dia bisa menemukan sesuatu disana, baru saja Dominic mengatakan kalau Karin tinggal di sana juga"


"Terus apa hubungannya?" tanya Sarah dengan polos nya.


"Entahlah, setahu ku, Karin jauh lebih nekat dari pada Airin. Ingat saat dia mendorong mu di toilet sekolah?" tanya Devano dan Sarah mengangguk "Jadi mulai sekarang, urusan Airin biar aku yg urus, okey? Aku engga mau kamu kenapa napa, apa lagi ada baby kita di sini..." Devano mengelus perut Sarah dan Sarah sekali lagi Sarah mengangguk sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc....


__ADS_2