Married By Challenge

Married By Challenge
Part 114


__ADS_3

Saat dalam perjalanan bersama Vino waktu itu, Sarah sudah memutuskan bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat yg takkan bisa di jangkau oleh keluarga nya. Ke suatu tempat yg takkan pernah terfikirkan oleh mereka bahwa Sarah ada disana.


Di sini lah ia sekarang, di sebuah desa pedalaman. Seperti kata Bu Asih, listrik saja masih sulit apa lagi Internet. Dan tak mungkin ada yg mencari Sarah sampai ke sini. Sarah tahu tempat ini karena dulu dia pernah menonton sebuah film horor yg menceritakan tentang sebuah desa di pedalaman yg masih jauh dari dunia teknologi.


Dulu Sarah menonton nya bersama Naina dan Jacob, kemudian ia dan Naina merasa penasaran apakah di Indonesia ada tempat seperti itu. Dan setelah mereka searching lewat Internet ternyata ada, Sarah sangat bersyukur ternyata rasa penasaran nya waktu itu sangat berguna.


Tanpa ponsel, tanpa laptop, tanpa internet. Sarah hanya fokus pada dirinya sendiri dan bayi dalam kandungan nya.


Dulu, ia bisa sampai ke desa ini menaiki sebuah bus. Awalnya Sarah masih tak tahu apa yg harus ia lakukan disana dan bagaimana caranya Sarah mendapatkan tempat tinggal. Hingga ia bertemu dengan Bu Asih yg saat itu baru selesai mengajar di sekolah SD di sana.


Bu Asih adalah guru sekaligus wakil kepala sekolah di sana, Sarah pun meminta bantuan nya untuk mencari kan tempat tinggal.


Bu Asih pun menempatkan Sarah di sebuah rumah sederhana yg memang sering di sewakan jika ada orang kota yg datang ke desa itu. Bu Asih mengatakan biasanya mereka menyewa dalam waktu seminggu atau paling lama dua sampai tiga minggu. Dan Bu Asih sangat terkejut ketika Sarah mengatakan ia akan cukup lama di sana dan ia juga butuh pekerjaan. Uang yg Sarah bawa pasti akan habis nanti dan sebelum uang nya habis Sarah harus mendapatkan pekerjaan.


Bu Asih pun mulai menanyakan berbagai pertanyaan pada Sarah, termasuk kenapa Sarah bisa sampai ke desa itu.


Sarah berkata bahwa ia sedang lari dari masalah yang tak sanggup ia hadapi. Sarah juga sudah mengaku bahwa ia sedang hamil, Bu Asih pun melirik jari manis Sarah dimana cincin pernikahan melingkar indah di sana. Sarah hamil dan sudah menikah, tentu Bu Asih takkan berfikir bahwa Sarah bahkan belum genap 18 tahun.


Bu Asih menyebutkan berbagai pekerjaan di desa, dari berjualan di pasar, petani, dan berbagai pekerjaan yg terasa sangat sulit di lakukan oleh Sarah.


Hingga suatu hari Sarah jalan jalan di desa itu sembari memikirkan kira kira ia harus bekerja apa, dan tanpa sengaja ia melihat Bu Asih ada di sebuah sekolah SD. Sekolah itu masih ala kadar nya, bahkan menulis masih menggunakan kapur tulis.


Sarah menyapa Bu Asih, dan sekali lagi menanyakan pekerjaan. Sarah bersedia jika misalnya menjadi tukang bersih bersih di sekolah itu, namun Bu Asih mengatakan kalau soal bersih bersih sekolah murid murid bisa melakukan nya, dan setiap akhir minggu selalu ada kerja bakti di sana.

__ADS_1


Sarah pun menawarkan diri menjadi guru, guru apa saja. Sarah mengatakan ia memang tak punya Ijazah terkahir pendidikan nya tapi Sarah memohon agar di beri kesempatan untuk mengajar.


Bu Asih mengatakan sekolah itu tak kekurangan guru sambil menyebutkan guru guru dalam setiap mata pelajaran. Hingga Sarah menyadari bahwa tak ada mata pelajaran bahasa inggris di sana.


Sarah pun mengusulkan hal itu, dan Bu Asih senang mendengar usulan Sarah namun ia harus membicarakan dulu hal itu dengan kepala sekolah dan staf guru yg lain. Saat mereka sudah memutuskan, Bu Asih mengatakan akan memanggil Sarah dan melihat kemampuan Sarah dalam mengajar.


Tentu Sarah sangat senang, menjadi guru SD tidak sulit, fikir nya.


Dan seperti inilah sekarang diri nya, menjadi seorang guru SD. Dan kenyataan berbeda dari ekspektasi. Mengajarkan materi nya memang mudah, tapi mengatur anak anak itu yg sangat sulit. Namun Sarah berusaha keras menjalani profesi baru nya itu dengan baik.


Dan saat ada yg menanyakan berapa usia Sarah, Sarah menjawab usia nya 23 tahun. Dan saat ada yg menanyakan kemana ayah dari bayi nya, Sarah menghindari orang yg bertanya.


.........


"Tuan..." Bi Eni menghampiri Devano dan ia ikut duduk di tepi kolam.


"Bi Eni ngapain kesini? Bi Eni sudah tua, nanti kalau jatuh gimana" ujar Devano yg membuat Bi Eni tertawa kecil.


"Saya kesini hanya ingin mengingatkan janji Tuan" ucap nya


"Janji apa?" tanya Devano melirik Bi Eni.


"Tuan sudah berjanji pada Nyonya Sarah bahwa Tuan akan berhenti merokok saat Nyonya Sarah hamil, dan sekarang dia hamil..." lirih Bi Eni dengan suara tercekat, seolah ia juga merasakan sesak di dada nya dengan kepergian Sarah.

__ADS_1


Devano seketika diam mematung, teringat kembali bagaimana waktu itu Sarah meminta nya berhenti merokok dan Devano mengatakan ia akan berhenti merokok saat Sarah hamil.


Devano mematikan rokok nya, ia pun beranjak dari sana dan pergi ke kamar nya.


Devano mengambil semua persediaan rokok yg ia punya.


Devano membawa nya ke depan dan membuang nya ke tempat sampah kemudian ia membakar nya.


Devano tak ingin lagi menjadi orang yg tak menepati janji. Walaupun dulu ia mengatakan akan berhenti merokok saat Sarah hamil karena Devano tahu asap rokok itu tidak baik buat wanita hamil, dan walaupun Sarah tak ada di sisi nya dan tak akan menghirup asap rokok dari nya, tapi Devano ingin menepati janji nya pada Sarah.


"Aku merindukanmu, My Little Sarah. Sangat merindukan mu..." lirih Devano sembari memperhatikan api yg melahap habis rokok rokok nya itu "Aku akan menepati semua janji ku, aku engga akan berbohong lagi sama kamu. Engga akan ada lagi kebohongan sedikitpun, ku mohon pulang, Sayang..." tanpa sadar Devano meneteskan air mata kerinduan nya.


Ia memejamkan mata dan mengingat kembali masa masa bersama istri tercinta nya, air mata semakin deras mengalir dan bayangan akan kenangan bersama istrinya terus berputar dalam benak nya.


.........


Sarah memainkan cincin pernikahan nya yg melingkar di jari manis nya, Sarah memang tak pernah memakai cincin itu sebelum nya tapi Sarah selalu membawa nya kemana pun ia pergi. Dan sekarang ia memakai nya dan tak pernah sekalipun ia melepas nya.


"Aku merindukanmu, Dev. Aku rindu tidur dalam pelukan mu"


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2