Married By Challenge

Married By Challenge
Part 87


__ADS_3

"Sayang..." Devano mendekati Sarah yg saat ini tidur di ranjang nya, wanita nya itu terlihat lemas dan pucat "Kita ke Dokter ya" ucap Devano sembari meletakkan punggung tangan nya di dahi Sarah, dan ia terkejut karena dahi nya sangat panas.


"Engga usah, tadi aku udah minum obat" jawab Sarah lemas.


"Demam mu tinggi, Sarah" ucap Devano lagi khawatir.


"Nanti juga turun, Bi Eni lagi ambil air hangat buat kompres" jawab Sarah memaksakan diri tersenyum agar suaminya itu tak terlalu khawatir, karena Sarah merasa baik baik saja walaupun tubuhnya terasa menggigil dan kepala nya terasa pusing.


Devano menunduk dan mengecup lama kening Sarah "Oh Tuhan, pindahkan semua rasa sakit istri ku pada ku saja" gumam Devano setelah mengecup Sarah. Membuat Sarah tersenyum dengan perlakuan manis itu.


"Jangan..." ucap Sarah sembari mengulurkan tangan nya dan membelai pipi Devano dengan lembut. Devano merasakan tangan Sarah juga sangat panas, Devano pun mengenggam tangan mungil istri nya dan mengecup nya mesra "Kalau kamu yg sakit, aku engga bisa urus. Karena aku harus sekolah. Nanti juga engga ada yg kerja, engga ada yg cari uang" ucap Sarah sambil terkekeh membuat Devano juga tertawa kecil.


" I'm the big boss, don't worry about money, Little girl" jawab Devano sombong.


Setelah itu, Bi Eni datang dengan membawa baskom kecil yg berisi air hangat dan handuk kecil.


"Biar aku aja, Bibi En..." ucap Devano meminta baskom dan handuk itu.


"Tuan tahu cara melakukan nya?" tanya Bi Eni yg membuat Devano mendelik.


"Aku akan sangat tahu apapun jika itu tentang istri ku" jawab Devano yg membuat Sarah tertawa kecil.


Bi Eni pun juga tertawa kemudian pergi dari kamar Tuan dan Nyonya nya itu. Sementara Devano mulai menyelupkan handuk kecil itu dan kemudian memeras nya, meletakkan handuk itu di dahi Sarah.


"Apa kamu sakit karena kamu stress dengan ujian mu?" tanya Devano yg membuat Sarah menggeleng.


"Aku cuma demam, Dev. Engga sakit" jawab Sarah.


"Demam juga penyakit..." ujar Devano kemudian ia mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan pada seseorang. Setelah itu, ia kembali fokus pada istrinya "Kalau kamu sakit karena ujian, sebaiknya kamu engga usah ikut ujian" ucap nya lagi yg membuat Sarah mengernyit bingung.


"Kamu serius nyuruh aku berhenti sekolah?" tanya Sarah.


"Sangat serius, Sayang. Aku benci apapun yg membuat kamu sakit" ucap Devano kemudian mengambil handuk nya lagi, menyelupkan kedalam air hangat, memeras nya dan meletakkan nya kembali di dahi Sarah.


Sementara Sarah bisa melihat keseriusan ucapan Devano itu, membuat Sarah bergidik ngeri.


"Jangan over protective deh, namanya juga manusia pasti bisa sakit" ucap Sarah.

__ADS_1


"Tidur, Sayang. Kamu harus istirahat" ucap Devano lembut tanpa menanggapi perkataan Sarah sebelum nya. Sarah hanya memanyunkan bibir nya membuat Devano merasa gemas, dan ia pun langsung menunduk lagi untuk bisa mencecap bibir istri nya itu. Membuat Sarah terkesiap dengan serangan tiba tiba itu.


"Bibir mu juga panas" gumam Devano dengan nafas berat nya setelah melepaskan ciuman mereka.


"Nama nya juga demam" jawab Sarah sembari mengelap bibir nya yg basah akibat ciuman panas Devano.


"Jangan di lap..." ujar Devano menarik tangan Sarah, kemudian ia kembali memberikan ciuman basah nya di bibir Sarah bahkan tak segan ia menjilat nya, membuat Sarah mengerang lirih "Bibir mu kering, karena itu aku membasahi nya" ucap Devano lagi yg membuat Sarah tertawa geli.


"Kamu mandi gih, ganti baju. Aku mau nya tidur di pelukan kamu" ucap Sarah dengan wajah memerah. Devano pun mengangguk setelah sekali lagi mencuri kecupan singkat di bibir Sarah. Seolah bibir itu adalah morfin yg membuat Devano candu dan tak pernah bosan. Menginginkan nya lagi dan lagi.


Devano pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Sarah mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Jacob. Bertanya apakah Jacob sudah menemukan lokasi Margaret atau siapapun yg mengirim pesan itu.


Jacob membalas pesan nya dan mengatakan ia sudah menemukan nya, Jacob juga mengatakan bahwa tadi Devano juga datang untuk meminta bantuan nya. Selain itu, Jacob juga meminta Sarah agar tak memikirkan masalah ini dan membiarkan Devano saja yg menyelesaikan nya. Sarah hanya harus fokus pada sekolah nya.


Sarah senang dengan keperdulian sahabat nya itu, dan ia berfikir memang seharusnya ia fokus pada sekolah nya saja dan biar Devano yg mengurus Margaret.


Devano sudah keluar dari kamar mandi dan ia terlihat lebih segar. Devano hanya menggunakan handuk kecil yg menutupi sebagian tubuh bawah nya sementara ia bertelanjang dada dan rambut nya pun masih basah. Pemandangan itu membuat Sarah harus menelan ludah nya susah payah dan ia merasakan gelenyar aneh di perutnya.


"Apa melihat ku begini membuat mu turned on, Baby?" goda Devano sembari mengusap rambut nya dengan handuk kecil yg baru saja ia ambil dari lemari. Dan gerakan itu membuat perut Sarah semakin bergejolak begitu juga dengan hasrat nya.


"Kamu ini bukan tipe yg malu malu tapi mau ya, to the point dan aku suka itu..." goda Devano sembari menghampiri Sarah. Devano duduk di hadapan Sarah yg kini sudah duduk. Devano menggenggam tangan Sarah dan membawa nya ke dada bidang Devano. Seolah memperkenalkan Sarah pada kehangatan kulit Devano dan ketegasan nya di sana. Devano terus membawa tangan Sarah menjelajahi setiap senti kulit dada nya sembari keduanya terus saling memandang, kini tangan Sarah turun hingga perut keras nya yg membuat nafas Sarah mulai terasa berat. Dan Saat Devano hendak melepaskan handuk nya dan membawa tangan Sarah menjelajah ke bawah lagi, suara ketukan di pintu mengagetkan keduanya.


"Tuan, Dokter sudah datang..." terdengar suara Bi Eni di luar.


"Dokter?" tanya Sarah heran.


"Iya, Sayang. Aku engga mau kamu sakit begini, kamu harus di periksa dan di obati dengan benar" ujar Devano.


Kemudian Devano mengambil pakaian nya dan mengenakan nya dengan cepat, setelah itu ia membuka pintu dan seorang Dokter wanita sudah ada disana.


Devano mempersilahkan masuk "Badan nya sangat panas, dia juga terlihat lemas dan pucat" ujar Devano pada Dokter itu yg bersiap memeriksa Sarah.


"Ini hanya demam biasa, perbanyak minum air putih dan makan makanan yg bergizi supaya ada tenaga" ucap Dokter itu yg kini masih memeriska kondisi Sarah.


"Berikan obat yg paling bagus, supaya Sarah cepat sembuh" ucap Devano lagi yg membuat Sarah mendelik sementara Dokter itu hanya terkekeh.


"Saya akan resepkan obat yg paling bagus" ucap Dokter itu. Setelah selesai memeriska kondisi Sarah secara menyeluruh, Dokter kembali mengatakan bahwa Sarah hanya demam biasa "Sebaiknya Nyonya Sarah harus istirahat dan jangan beraktifitas dulu sampai kondisi nya membaik, jangan terlalu stres juga" ucap sang Dokter kemudian ia menuliskan resep obat nya.

__ADS_1


"Aku baik baik aja, Dev" ucap Sarah yg masih melihat raut khawatir di wajah Devano.


"Ini resep obat nya, jangan lupa di minum dengan rutin ya" ucap Dokter itu.


"Terimakasih, Dok" ucap Devano.


"Bibi En... Berikan ini pada Dominic dan minta dia menebus obat sembari mengantarkan Dokter ya" ucap Devano.


"Om Dom di sini?" tanya Sarah.


"Iya, tadi aku minta Dominic menjemput Dokter untuk memeriska keadaan mu" jawab Devano.


"Saya permisi kalau begitu, semoga cepat sembuh Nyonya Sarah..." ucap Sang Dokter.


"Terima kasih banyak, Dok" ucap Sarah.


Bibi Eni pun membawa Dokter itu keluar dari kamar mereka. Sementara Devano langsung duduk di samping Sarah.


"Dengar kan apa kata Dokter tadi, engga boleh stres dan harus istirahat. Besok jangan sekolah dulu"


"Tapi aku ada ulangan, Dev" ujar Sarah.


"Aku akan membawa ulangan mu kerumah" ucap Devano enteng yg membuat Sarah tertawa. Berfikir Devano hanya bergurau.


"Ya sudah, sekarang kamu tidur" pinta Devano.


"Temenin..." gumam Sarah manja. Devano pun naik ke atas ranjang namun sebelum itu ia melepaskan kaos nya "Kenapa buka baju?" tanya Sarah heran.


"Biar panas mu pindah ke tubuh ku" ucap Devano dan ia masuk kedalam selimut Sarah.


"Yg ada aku makin panas kamu engga pakek baju gini" gumam Sarah yg membuat Devano tertawa namun ia tetap tak memakai kaos nya lagi. Ia menarik Sarah kedalam dekapan nya, Sarah pun menelusupkan wajah nya di dada telanjang Devano dan menghirup aroma maskulin yg membuat ia benar benar merasa semakin panas.


"Tidur, Sayang... Kata Dokter kamu harus istirahat" ucap Devano sambil mendesah pelan saat Sarah menggoda nya dengan menciumi dada nya. Sarah tertawa kecil dan ia pun memejamkan mata, pelukan Devano selalu terasa nyaman dan membuat ia merasa lebih baik.


▫️▫️▫️


...

__ADS_1


__ADS_2