
"Dia memang ibu ku..." lirih Jacob menunduk sedih "Aku sangat merindukan nya dan ingin sekali memeluk nya, tapi dia bahkan engga ingat sama sekali sama aku"
"Jack..." seru Naina sedih, ia memeluk suami nya itu "Kenapa kamu engga bilang sama dia kalau kamu itu anak nya?"
"Bagaiamana aku bisa mengatakan hal seperti itu, Sayang? Dulu dia meninggalkan ku karena kehadiran ku akan menyebabkan kehancuran keluarga nya, itulah yg dia katakan" lirih Jacob dan ia menyagaitkan dagu nya di bahu Naina "Aku ingat, dulu aku di titipkan di panti asuhan dan dia selalu datang setiap minggu. Setiap kali aku bertanya kenapa dia tidak membawa ku, dia selalu bilang nanti dan nanti. Hingga suatu hari dia datang dan mengatakan dia sedang hamil, aku akan punya adik dan aku sangat senang. Aku semakin tidak sabar untuk tinggal bersama nya dan adikku, tapi suatu hari, setelah dia melahirkan, dia datang dan mengatakan aku bukan anak nya, yg dia lahirkan bukan adikku, aku tidak memiliki siapapun, baik ibu maupun adik, karena aku anak haram dan itu terkahir kali dia mengunjungi ku di panti asuhan. Saat dia mengatakan hal itu, hati ku sangat sakit"
Dan Naina merasakan air mata Jacob yg menetes di pundak nya, Naina sendiri tak bisa menahan air matanya apa lagi terdengar suara Jacob yg bergetar. Ia tak bisa berkata kata, yg bisa Naina lakukan hanyalah semakin mengeratkan pelukan nya "Karena itulah aku sangat takut menyentuh mu sebelum kamu menjadi istri ku, karena kalau sampai kamu hamil, maka itu akan menjadi anak haram dan anak haram itu tidak akan punya siapa siapa"
"Jack... Sayang..." Naina mengecup pundak Jacob lembut "Kamu bukan anak haram dan kamu punya segala nya" ucap Naina yg membuat Jacob terkekeh kecil. Ia pun melerai pelukan nya, Naina langsung menghapus air mata Jacob dengan jari jari mungil nya dan kemudian ia mengecup bibir suaminya itu "Lalu, ayah mu?" tanya Naina kemudian dengan ragu.
"Aku engga tahu siapa dia dan dimana dia, tapi setelah aku beranjak dewasa aku faham apa yg terjadi, dan setelah mengenal Juan dan Vino, aku mengerti aku hasil dari perselingkuhan ibu ku dan aku membuat keluarga nya hancur sama seperti yg dia katakan saat itu"
"Ya itu salah nya, dia sendiri yg selingkuh dan kamu engga salah apa apa" tegas Naina, ia menatap Jacob dengan lekat dan mengusap pipi nya dengan lembut "Dan kamu punya segalanya, aku sebagai istri mu, keluarga ku sebagai keluarga mu, Sarah sebagai adik mu dan keluarga Sarah juga, kami semua menyayangimu dan kamu tahu itu dengan sangat baik"
"Aku tahu..." ucap Jacob tersenyum tipis, kemudian ia merebahkan kepala nya di pangkuan Naina "Aku juga sengaja mengundang Vino dan Juan di acara akad kita, setidak nya saudara kandung ku menjadi saksi pernikahan ku walaupun mereka engga tahu itu"
"Apa kamu engga akan kasih tahu apapun pada mereka?" tanya Naina penasaran dan Jacob menggeleng.
"Aku rasa sekarang keluarga mereka sudah membaik setelah pernikahan Juan dan Helen. Kalau aku hadir dalam hidup mereka lagi sebagai anak ibunya dari pria lain, keluarga mereka akan hancur lagi" tutur Jacob sedih.
"Apapun keputusan mu, aku mendukung mu, Sayang" Naina mengelus rambut Jacob. Jacob menarik tangan Naina dan mengecup jari jari nya satu persatu.
"Boleh lanjut yg tadi malem engga? Biar cepat nyusul Sarah, punya Baby" ujar Jacob yg membuat Naina langsung mendelik.
__ADS_1
"Ini badanku masih pegal, Jackie Sayang..."
"Tapi kan enak..."
"Enak engga enak..."
"Ya udah, fokus sama enak nya aja..."
.........
Jam 4 sore Devano sudah memutuskan untuk pulang bersama Sarah, mereka berencana makan malam bersama keluarga Sarah malam ini.
"Dev, tunggu sebentar. Aku kebelet neh..." ujar Sarah saat kedua sudah di lobi.
Di toilet, Sarah bernafas lega karena hajat nya sudah terpenuhi. Setelah selesai, ia mencuci tangan dan tiba tiba....
"Sarah..."
"Agh..."
"Haha..."
Sarah memegang dadanya yg bergemuruh dan tubuhnya bahkan gemetar saking terkejut nya ia, sementara manusia yg membuat nya terkejut malah tertawa senang.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih mudah kaget? Untung aja engga kayak Mama mu yg punya penyakit jantung, kalau engga...."
"Kalau engga kamu mau bikin aku jantungan, Airin?" tanya Sarah marah dan Airin hanya mengedikan bahu tak acuh.
"Kamu sengaja kan?" tuduh Sarah kemudian.
"Emmm...." Airin mengetukan jari nya di dagu sambil melirik ke atas, ia tampak berfikir "Kayaknya iya deh. Haha..." jawab nya kemudian yg membuat Sarah mengepalkan tangan nya menahan amarah.
"Sudah ku duga, kamu memang jahat" desis Sarah.
"Lebih jahat mana antara aku, kamu dan suami kamu? Kamu tau apa yg suami kamu perbuat? Dan apa kamu sadar gara gara kamu aku di penjara?"
"Gara gara aku?" tanya Sarah sinis "Itu otak ketinggalan di penjara kali ya..." lanjut nya sambil tersenyum miring "Aku akan buat kamu di pecat dari sini, lihat saja nanti..." geram Sarah.
"Oh, itu engga akan terjadi. Karena Devano sangat merasa bersalah dengan apa yg sudah aku alami demi membantu dia..." jawab Airin santai.
Sarah terdiam, dia memandang Airin dengan tatapan tajam "Kenapa? Mau ngadu sama suami kamu itu? Dasar manja, gadis kecil yg manja dan bodoh. Sana adukan saja, apakah Devano akan percaya?" seru Airin meremehkan Sarah.
"Kamu berurusan dengan gadis kecil yg salah" jawab Sarah dan ia segera pergi dari sana.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1