Married By Challenge

Married By Challenge
Part 136


__ADS_3

"Sayang..." panggil William dengan manja pada Freya yg saat ini sedang mengancingkan kemeja William satu persatu.


"Hmmm" jawab Freya.


"Ke Dokter lagi yuk..." Freya langsung menghentikan aktifitas nya dan ia menatap William dengan heran.


"Maksud nya?"


"Ya aku mau tahu aja, anak kita laki laki apa perempuan" jawab William yg membuat Freya terkikik geli.


"Will... Ini masih gumpalan darah kali, Will. Ya engga akan keliatan jenis kelamin nya" seru Freya kemudian ia mengambil jas William dan memakai kan nya.


"Gitu ya..." gumam William dan ia tampak kecewa.


"Ya sabar dong, memang nya kamu pengen anak laki-laki atau perempuan?" tanya Freya dan ia merapikan jas William sebagai sentuhan terkahir nya.


"Kayak nya sih Kita akan memiliki putri yg cantik..." ucap William ragu ragu.


"Kamu mimpi punya anak perempuan?" tanya Freya. Kini ia sibuk membereskan barang barang di kamarnya.

__ADS_1


"He'em..." jawab William dan ia malah menarik Freya kedalaman pelukan nya, William melingkar kan tangan nya di pinggang ramping istri nya itu "Tadi malam aku bermimpi ada dua Caitlin..." ucap William setengah berbisik, Freya menatap William dengan tatapan yg tak bisa William mengerti.


"Kamu cemburu ya?" tanya William seolah merajuk seperti anak kecil. Freya tersenyum dan menggeleng.


"Jadi, seperti apa mimpi itu? Dan bagaimana bisa ada dua Caitlin?" tanya Freya. William tampak ragu untuk menceritakan mimpi nya itu, namun Freya tampak sangat penasaran.


William pun membawa Freya duduk di tepi ranjang, tentu dengan Freya yg duduk di pangkuan nya.


"Jadi begini, tadi malam aku mimpi ketemu Caitlin. Dia ingin memperkenalkan diri secara resmi, seperti yg aku lakukan di makam nya waktu itu dengan menyebutkan nama lengkap" tutur William dan ia terus menatap mata Freya, William takut cerita tentang Caitlin akan menyakiti Freya. Namun sampai detik ini, hanya terlihat rasa penasaran di kedua mata indah istrinya itu.


"Terus?" tanya Freya tak sabar.


"Terus kemudian tiba tiba ada anak kecil, mungil, manis, cantik yg datang memeluk kaki aku. Terus Caitlin bilang gini, kamu punya putri yg sangat manis. Kemudian mereka berkenalan. Gadis kecil itu bilang namanya Caitlin Fergueson..." William setengah berbisik di akhir kalimat. Ia menatap Freya dengan was was dan menunggu reaksi Freya. Namun istrinya itu hanya terdiam namun masih mempertahankan pandangan nya pada William.


"Aku benar benar tidak bisa memahami ikatan apa yg ada antara kamu dan Caitlin. Dia juga bukan mantan kamu karena kalian tidak pernah punya hubungan..." tutur Freya panjang lebar "Well, kalau anak kita memang perempuan kita akan memberinya nama Caitlin...


" Fe... " William menatap haru pada Freya, sementara Freya hanya menanggapi nya dengan senyum simpul" Kamu serius? Sayang, aku cerita karena supaya kamu tahu aja kok. Aku engga maksud...


"Sshtt..." Freya menangkup pipi William lagi "Aku tahu kamu mencintai nya, tapi kan kamu juga mencintai ku. Lagi pula nama Caitlin juga sangat manis, aku aku suka..." tutur Freya, William langsung menghadiahi ciuman bertubi tubi di wajah Freya. Membuat Freya semakin terkikik.

__ADS_1


"I Love you, Fe... I love you more than you know"


...... ...


"Kamu?" Devano terkejut tak percaya melihat siapa yg ada di ruangan nya "Apa yg kamu lakukan di sini, Airin? Engga ada yg boleh masuk kedalam ruangan ku tanpa seizin ku" ujar Devano tegas.


"Maaf, Devano... Tapi ini sangat penting..." jawab Airin, ia menampilkan wajah lesu nya "Aku melamar pekerjaan di berbagai di tempat tali selalu di tolak karena aku pernah masuk penjara. Aku bingung harus bagaimana, aku tahu kamu memenuhi biaya sekolah kedua adik ku. Tapi untuk biaya hidup ku dan biaya hidup mereka setelah sekolah nanti tetap harus aku yg menanggung nya kan? "tanya Airin dengan memasang wajah memelas nya.


Devano terdiam, ia tahu apa yg di katakan Airin benar "Lalu? " tanya Devano dingin.


"Aku mohon, Devano... Berikan aku pekerjaan di kantor mu, jadi apapun tidak masalah asal kan aku di gaji. Aku mohon, Devano..." Airin benar benar memelas dan tentu Devano tak tega. Apa lagi semua ini memang salah Devano dan membuat nama Airin tercoreng.


"Baiklah, Aku akan bicara pada Mia untuk memberikan mu pekerjaan. Dan sekarang kamu boleh pergi, kembali lah besok. Dan satu hal lagi, jangan pernah masuk ke ruangan ku tanpa seizin ku"


"Baiklah, Devano. Aku mengerti..."


"Pak, Airin... Panggil aku Pak Devano jika di Kantor" Airin tersenyum miring, namun senyum itu sangat samar dan Devano pun tak memperhatikan nya.


"Baiklah, Pak Devano. Terima atas kesempatan nya..."

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc.


__ADS_2