
Jam menunjukkan pukul 10, Sarah tampak mondar mandir di ruang tengah dan ia tampak memikirkan banyak hal.
"Nyonya, ada apa? Apa kau ada masalah?" tanya Bi Eni.
"Bi, di perusahaan Devano itu ada perempuan yg sangat Sarah benci. Dan firasat Sarah tuh engga enak tentang dia" tutur Sarah jujur.
Sejam yg lalu Devano sudah pergi ke kantor dan sejak sejam yg lalu juga Sarah tak bisa tenang.
"Apakah itu perempuan jahat?" tanya Bi Eni.
"Sepertinya iya..." Jawab Sarah lemas.
"Begini saja, Nyonya sebaik nya berdandan secantik mungkin dan pergi ke kantor"
"Mau ngapain?" tanya Sarah bingung.
"Nanti Nyonya akan tahu sendiri harus ngapain jika sudah berhadapan dengan perempuan itu di kantor. Dan tunjukkan bahwa Nyonya adalah bos besar disana" Sarah terkekeh mendengar saran Bi Eni itu, tapi setelah di fikir fikir itu benar juga "Bagaiamana? Mau saya panggilkan Aldo untuk mengantar Nyonya?"
"Iya..." jawab Sarah pasti.
.........
Sementara itu, Airin masih mencari kesempatan untuk mendekati Devano. Walaupun Devano pernah melarang hal itu, tapi Airin harus bisa mendekati Devano Tanpa bisa Devano tolak. Tapi bagaimana caranya? Ia hanya terus terusan berada di meja resepsionis itu.
Airin melihat Devano dan beberapa orang yg berjalan di lobi. Mereka tampak membicarakan sesuatu yg sangat serius, dan Devano terlihat sangat berkarisma. Membuat Airin semakin terpikat. Devano pergi keluar bersama orang orang itu dan hal itu membuat Airin mendesah lesu.
Ponsel nya bergetar, ada sebuah pesan masuk dari Karin yg menanyakan apakah Airin sudah berhasil melakukan sesuatu.
"Ini lagi, udah kayak Big boss aja..." gerutu Airin kesal.
Saat ia sibuk membalas pesan Karin, tiba tiba terdengar seorang wanita yg berdeham. Sontak Airin langsung meletakkan ponsel nya dan ia mendongak. Airin sedikit terkejut melihat Sarah berada di depan nya, dan gadis kecil ini tampak sangat berbeda. Sekarang ia seperti wanita dewasa dan terlihat sangat cocok bersanding dengan Devano.
"Main hp?" tanya Sarah sarkastik.
"Hai, Sarah. Kamu mau ketemu Devano ya?" tanya Airin seolah ia begitu dekat dengan Sarah dan Devano.
__ADS_1
"Apa?" tanya Sarah sambil mendekatkan telinga nya pada Airin. Airin sendiri tampak bingung, apakah ia tidak mendengar apa yg Airin katakan?
"Aku tanya, kamu kesini cari Devano? Tadi aku liat dia keluar" ucap Airin lagi.
"Kamu panggil kami apa tadi?" tanya Sarah lagi yg membuat Airin semakin bingung.
Kemudian Mia datang dan ia tampak senang melihat Sarah "Bu Sarah, tumben ke kantor. Pak Devano keluar sebentar" ujar Mia.
"Benar..." seru Sarah sambil menatap Airin "Kamu harus bisa profesional, Airin. Kamu juga harus memanggil bos mu dengan sopan, apa lagi kamu pegawai baru di sini. Kak Mia saja yg sudah bekerja bertahun tahun sama Devano tetap menghormati Tuan dan Nyonya Lake" ujar Sarah dingin.
Mendengar itu Airin hanya bisa mengepalkan tangan nya, ia sangat kesal dengan kelakuan gadis kecil ini namun Airin tetap mencoba tenang.
"Maaf, Bu Sarah. Saya tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Airin.
"Good!" seru Sarah. Kemudian ia duduk di sofa panjang yg ada di sana "Tiba tiba aku lapar..." seru Sarah.
"Mau saya belikan makanan?" tanya Mia dan Sarah menggeleng.
"Airin, sini..." seru nya dan Airin pun segera menghampiri nya "Di dekat kantor, tadi aku liat ada bakso. Aku pengen bakso..." ucap nya sambil mengeluarkan uang seratus ribuan dua lembar "Terus belikan gado gado 4 porsi. Buat aku satu, buat Om Aldo Satu buat Kak Mia satu dan buat kamu satu. Tapi kalau kamu mau bakso juga, beli aja engga apa apa kok" ucap Sarah dengan nada bossy nya dan itu benar benar membuat Airin jengkel namun ia tahu ia tak bisa melawan.
"Ayo lah, Airin. Wong deket sini ngapain harus pesan lewat telepon? Dan OB juga sibuk, mereka pasti capek dengan kerjaan yg berat gitu. Sementara kamu cuma duduk aja sebarian"
"Tapi...."
"Airin..." seru Mia "Perintah Bu Sarah sama seperti perintah Pak Devano, apa lagi Bu Sarah sedang hamil. Jadi turuti saja mau nya" Airin mendelik kesal pada Mia.
Dan tak lama kemudian Devano sudah kembali, Devano yg melihat Sarah langsung menghampiri nya
"Sayang, kamu di sini..." seru Devano. Ia datang bersamamu beberapa rekan bisnis nya. Devano memperhatikan penampilan Sarah dari ujung rambut hingga ujung kaki, penampilan istrinya ini membuat Devano berdecak kagum. Kini Sarah terlihat dewasa dan memperlihatkan penampilan ala Nyonya besar nya.
"Iya, aku bosan di rumah" jawab Sarah.
"Terus, kenapa kamu di sini? Seharusnya kamu langsung keruangan ku" ujar Devano lagi dan ia menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Sarah dengan mesra.
"Sar... Bu Sarah mau gado gado dan bakso, Pak" ujar Airin dengan cepat "Dia meminta saya membelikan nya, padahal kita kan bisa memesan nya dan nanti akan langsung di antar ke sini" lanjut nya. Sarah menatap dingin Airin, sementara Airin sudah tersenyum senang karena ia merasa Devano akan mengikuti saran nya.
__ADS_1
"Beli nya dekat kantor saja, Pak. Jalan kaki sendiri bisa..." sambung Mia "Lagian Bu Sarah juga mentraktir Airin juga"
"Lakukan apapun yg di minta Nyonya Lake!!!" tegas Devano yg membuat Airin melongo, sementara Sarah berseringai puas "Dan ingat, pastikan makanan dan tempat makanan itu bersih. Jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan bayi ku, kamu yg harus tanggung jawab" sekarang Airin hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah.
Rupanya gadis kecil ini nakal juga, fikir nya.
"Tunggu apa lagi?" seru Sarah dan Airin pun segera bergegas pergi dari sana.
Sementara Devano membawa Sarah untuk menemui rekan bisnis nya dan memperkenalkan Sarah sebagai istri nya.
"Jadi ini Nyonya muda mu, Pak Devano?" tanya salah satu rekan bisnis nya itu "Sangat cantik, jika anak kalian perempuan pasti akan secantik ibu nya"
"Pasti nya..." jawab Devano sambil tersenyum.
"Baiklah, karena urusan kita sudah selesai sebaik nya kami pergi dulu"
"Ya, terimakasih banyak. Nanti saya akan kabari lagi proyek nya akan di mulai"
"Terima kasih kembali, Pak Devano. Sampai ketemu lagi, Nyonya muda"
Sarah tersenyum malu malu mendapat julukan Nyonya muda itu.
Setelah itu, Devano dan Sarah bergegas keruangan Devano.
"Kamu cantik hari ini, Sayang..." ujar Devano saat keduanya berada dalam lift khusus.
"Jadi sebelum nya engga cantik?" tanya Sarah sambil setengah cemberut.
"Selalu cantik, hanya saja kali ini kamu tampak berbeda"
"Tentu saja, agar orang tau siapa ratu nya Devano Lake" batin Sarah berkata.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1