Married By Challenge

Married By Challenge
Part 128


__ADS_3

"Beb..." panggil Devano manja yg seketika membuat Sarah mengerutkan dahi nya apa lagi dengan kata 'beb' itu. Sedangkan Sarah saat ini sedang sibuk mencari pakaian nya yg semua nya terlihat akan terasa sesak.


"Mandi bareng yuk..." seru nya lagi yg langsung di hadiahi pelototan oleh Sarah.


"Kamu mandi duluan gih, aku mau cari baju dulu" ujar Sarah masih mengobarak abrik lemari pakaian nya "Pakaian ku kayak kekecilan semua"


"Pakek kaos ku aja..." seru Devano dan ia mengambilkan kaos nya untuk Sarah "Besok kita belanja ya, kamu memang butuh baju baru" ucap nya sambil memperhatikan Sarah dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan istri nya itu memang lebih berisi, jauh berbeda dari sebelumnya jadi tidak heran jika baju nya yg dulu mungkin sesak atau bahkan tidak muat. Dulu Sarah punya tubuh yg ramping bak model.


Masalah lain datang saat Sarah mencari pakaian dalam nya, ia mendesah lesu dan Devano yg tahu hal itu malah berseringai nakal "Engga usah pakek dalaman" bisik Devano di telinga Sarah yg langsung membuat Sarah meremang.


"Devano..." lirih Sarah saat Devano menyusuri lengan Sarah dengan jemari nya. Sarah baru menyadari satu hal, kini ia jauh lebih sensitif ketika Devano menyentuh nya. Seolah percikan hasrat nya mudah terpancing "Dev, aku capek. Aku juga lapar..." seru Sarah manja dan Devano hanya bisa menggeram dalam diam. Ia pun sebenarnya merasakan hal yg sama.


Devano menggendong istri nya itu dan membawa nya ke kamar mandi "Kita mandi bersama, aku janji hanya mandi karena aku engga mau kamu kelelahan. Kasian bayi kita, dia juga pasti lapar" tutur Devano sambil membuka kancing daster Sarah.


Sarah menahan nafas saat tangan Devano bersentuhan dengan kulit nya secara langsung, begitu juga dengan Devano. Pria itu menegang sempurna saat berhasil meloloskan daster Sarah.


Tubuh istrinya tampak sangat seksi di mata nya dengan perut hamil nya itu, Devano membungkuk dan mencium perut Sarah yg tanpa penghalang kain apapun. Tanpa sadar Sarah mendesah lirih, ia benar benar sensitif sekarang. Devano mendongak dan mendapati istri nya yg menatap sayu pada nya. Devano tahu arti tatapan berkabut itu, ia pun merasakan hal yg sama dan mata nya menjadi gelap sarat akan gairah yg sama besar.


Tapi mereka baru dari perjalanan yg panjang dan melelahkan, belum lagi Devano tidak tahu pasti keadaan bayi nya di rahim Sarah. Bagaimana jika nanti bayi nya terganggu jika Devano mengunjungi nya tiba tiba?


Devano berdiri tegak, ia mencium kening Sarah cukup lama kemudian ciuman itu turun ke bibir Sarah yg terasa kenyal, manis dan lembab itu "Besok kita ke Dokter, aku ingin tahu keadaan bayi kita dan juga aku ingin tahu apakah tidak masalah jika kita bercinta. Aku benar benar tidak tahan jika harus menunggu lebih lama untuk bercinta dengan mu, Sarah. Aku rindu berada di dalam mu dan aku rindu mendengar suara indah mu saat meneriakan nama ku" tutur Devano dengan frontal yg membuat pipi Sarah terasa sangat panas. Tubuhnya bergetar hebat bahkan dengan hanya mendengar kata kata itu, Sarah menarik nafas dan berusaha mengendalikan diri.


"Aku rasa aku masih marah" ucap Sarah dingin dan ia pun melepaskan sisa pakaian yg melekat di tubuhnya, setelah itu ia masuk ke dalam bathub yg sudah berusia air hangat.

__ADS_1


Devano terkekeh melihat hal itu, Sarah nya telah kembali. Yg liar dan punya ego besar, padahal jelas jelas tubuh Sarah merespon dengan sangat baik ketika Devano menyentuh nya. Kedua mata sebiru lautan itu pun mengatakan hal yg sama, memancarkan kerinduan dan hasrat yg menyatu dan menggebu. Devano juga pernah mendengar bahwa wanita hamil itu sensitif, dan mungkin hormon nya naik dan hasrat nya akan mudah terpancing.


Sementara Sarah berendam di buthub, Devano memilih mandi di bawah shower. Karena Devano tahu dengan pasti, jika ia bergabung dengan Sarah maka dia akan lupa bahwa mereka butuh istirahat.


.........


Venita dan Jason mencecar Sarah dengan berbagai pertanyaan, begitu juga dengan Freya. Sarah menjawab pertanyaan mereka dengan santai dan tenang, dan Sarah juga meminta maaf karena sudah sangat merepotkan. Devano pun dengan antusias juga memberi tahu bahwa kemungkinan anak nya laki laki dan Sarah sudah menyiapkan nama yg sangat bagus. Tentu Venita dan Jason menjadi semakin bahagia mendengar kabar itu.


Makan malam yg penuh canda tawa dan kebahagiaan pun akhir nya terjadi, Jacob dan Dominic juga bergabung bersama mereka.


"Oh ya, sebaiknya besok Sarah dan Fe ke Dokter kandungan dan periksa kandungan kalian" seru Jason.


"Iya, Pa" jawab Sarah.


"Iya, Ma" jawab Sarah karena ia pun sadar bahwa ia harus memperbaiki penampilan nya.


"Tapi jangan terlalu pendek ya, Sayang..." ujar Devano dan Sarah mengangguk, karena ia pun tak suka rambut pendek.


"Oh ya, Dev... Malam ini jangan apa apain Sarah ya. Kasian dia pasti masih capek..." goda Jacob yg membuat Sarah kembali tersipu malu, tidak tahu saja Jacob bahwa Devano hampir menerkam nya tadi. Sementara yg lain hanya tertawa geli apa lagi saat memperhatikan Sarah yg menunduk malu.


Setelah makan malam selesai, semua orang kembali ke kamar nya masing masing. Sementara Jacob dan Dominic lebih memilih pulang ke rumah mereka masing masing.


Setelah menggosok gigi, Sarah naik ke ranjang empuk nya... Ah, akhir nya setelah sekian lama.

__ADS_1


Devano pun menyusul dan ia tidur miring menghadap Sarah.


"Terimakasih sudah kembali..." lirih Devano, Sarah hanya menyunggingkan senyum samar dan perlahan ia menutup matanya yg mulai terasa berat.


Devano memeluk Sarah dengan manja, ia menyelendupkan wajahnya ke dada Sarah membuat Sarah kembali membuka mata. Ia pun berbalik dan memunggungi Devano. Tapi Devano malah berpindah ke sisi Sarah lagi dan ia kembali memeluk Sarah dengan manja. Sarah berbalik lagi dan kembali memunggungi Devano, tapi Devano melakukan hal yg sama. Ia berpindah dan kembali memeluk Sarah, bahkan menenggelamkan wajahnya di dada Sarah.


"Dev..."erang Sarah kesal.


"Aku mau di peluk, aku kangen.... "ucap Devano manja.


"Kamu engga liat perut aku segede ini? Tidur di belakang ku sana..." seru Sarah kesal.


"Engga mau, aku mau di peluk" rajuk Devano yg membuat Sarah menghela nafas panjang. Ia pun bergeser hingga ia berada tepat di tengah ranjang.


"Ya udah, sini..." Sarah membuka lengan nya dan Devano langsung menyambut nya, Sarah mendekap Devano seperti ibu yg mendekap putra kecil nya.


Keduanya pun sama sama memejamkan mata, walaupun Sarah memang merasa sedikit kesulitan bergerak dengan perut besar nya di tambah bayi besar dalam pelukan nya itu, namun perasaan terasa sangat nyaman dan ia memang merindukan pelukan Devano.


Mungkin Sarah memang harus melupakan masa lalu Devano yg penuh dendam pada keluarga nya, lagi pula memang benar bahwa Devano juga yg membantu Sarah dan keluarga nya. Devano sudah sangat bertanggung jawab atas kesalahan nya bahkan sebelum ada yg meminta Devano bertanggung jawab. Itu sudah membuktikan bahwa Devano sebenarnya pria yang baik dan Sarah sangat mencintai pria baik ini.


▫️▫️▫️


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2