Married By Challenge

Married By Challenge
Part 171


__ADS_3

Sudah dua minggu Sarah di rawat di rumah sakit, dan kondisi nya pun perlahan pulih kembali. Begitu juga dengan Baby Neo yg memang di berikan perawatan terbaik bahkan sampai mendatangkan Dokter dari luar negeri, walaupun kondisi nya kini membaik dan ia pun mulai bisa kembali bisa bernafas dengan benar, namun jantung nya tetap bermasalah. Dokter selalu menegaskan pada Devano dan Sarah untuk memperhatikan Baby Neo baik baik dan jangan sampai terjadi kesalahan dalam cara asuh nya.


Bahkan, Baby Neo tidak boleh terkejut, panik berlebihan dan hal apapun yg bisa memicu detak jantung lebih cepat dari pada biasanya. Dokter menyarankan agar Baby Neo di bawa ke tempat yang lebih tenang dan sejuk untuk sementara waktu. Dan tentu Devano langsung setuju tanpa berfikir dua kali, saat ini yg terpenting bagi nya adalah putra nya.


"Aku rasa kita akan tinggal di Villa" ucap Devano pada Sarah. Sarah mengangguk sembari tersenyum, kemana pun ia akan membawa putra nya jika itu memang membuat putra nya lebih baik.


Saat ini, Devano sedang membantu Sarah untuk bersiap siap pulang. Karena Dokter sudah mengizinkannya pulang setelah melakukan tes darah terakhir dan kini darah Sarah sudah kembali bersih walaupun Sarah masih merasa sangat lemas dan seperti tak bertenaga.


Baby Neo juga sudah di perbolehkan pulang, namun untuk sementara Sarah masih belum di izinkan memberikan ASI pada putra nya setidak nya sampai satu atau dua minggu ke depan. Sampai Sarah merasa benar benar kembali sehat seperti semula.


"Kasihan sekali putra kita, Dev" ucap Sarah sedih mengingat Baby Neo yg belum juga merasakan ASI nya.


"Tidak apa apa, Sayang. Ini demi kebaikan Baby Neo" jawab Devano.


Tak lama kemudian Nandini dan Aldo datang untuk menjemput Sarah, Nandini tetap menunduk dalam di depan Devano.


"Tuan, mobil sudah siap" seru Aldo.


"Biar saya bawakan barang anda, Nyonya" seru Nandini yg masih menunduk.


Devano melirik Nandini sekilas, dan gadis itu semakin menunduk dalam.


"Apa Aldo memaksa mu kembali bekerja?" tanya Devano dengan suara tegas nya, dengan cepat Nandini menggeleng berkali kali.


"Tidak, Tuan... Saya sendiri yg masih ingin bekerja" jawab nya.


"Okey, bekerja dengan jujur, atau kamu tahu akibat nya!" seru Devano dengan nada yang memekakan telinga Nandini dan dengan cepat Nandini mengangguk berkali kali.


"Baik, Tuan. Saya janji akan jujur, sangat jujur. Saya bersumpah, Tuan"


Sarah menahan senyum geli melihat tingkah polos Nandini, apa lagi saat melirik Aldo yg terus memperhatikan Nandini.


"Om..." seru Sarah manja yg membuat Aldo langsung mengalihkan pandangan nya dari Nandini "Bawakan tas Sarah ya, Om"

__ADS_1


"Baik, Nyonya" jawab Aldo dan ia segera menarik tas Sarah dengan sigap.


Di luar kamar rawat Sarah, Venita dan Naina sudah menunggu. Saat ini Venita sedang menggendong Baby Neo yg sedang tertidur pulas.


"Beb, akhirnya pulang juga" pekik Naina senang.


"Sssttt, nanti Baby Neo bangun" bisik Venita.


"Ops" Naina langsung membungkam mulut nya sendiri.


Mereka pun segera pulang kerumah orang tua Sarah atas permintaan Venita, ia yakin anak nya itu tidak tahu apa apa soal bayi dan ia harus memastikan Baby Neo di rawat dengan baik selama 24 jam.


Dan sesampainya di rumah Sarah, di sepanjang perjalanan dari gerbang ke pintu masuk sudah ada balon dan taburan bunga bunga untuk menyambut Sarah, membuat Sarah tersenyum senang.


"Kalian membuat acara penyambutan?" tanya Sarah.


"Iya dong, untuk menyambut cucu pertama Fergueson" jawab Venita.


"Kapan kalian menyiapkan semua ini?" tanya Sarah.


"Semenjak semalam, aku dan Jacob bahkan sampai ketiduran di sini" jawab Naina.


"Oh ya?" pekik Sarah tak percaya.


"Tapi tidak ada kue sambutan, karena kamu tidak boleh makan yg aneh aneh. Apa lagi racun... Au..."


Sarah segera menginjak kaki Naina yg hampir saja keceplosan di depan Mama nya.


"Kenapa? Racun apa?" tanya Venita sembari menimang cucu nya yg baru berusia 2 minggu itu.


"M.... Maksud Naina, takut nya nanti jadi racun kalau salah makan, kan kasian Baby Neo nanti semakin lama bisa nyusu nya. Hehe heheh..." ucap Naina sambil cengengesan.


"Tapi memang aneh juga, masak ia Sarah belum boleh menyusui. Padahal kan ASI jauh lebih baik dari pada susu formula" ucap Venita kemudian.

__ADS_1


"Bukan belum boleh, Pa. Tapi belum bisa, ASI Sarah belum keluar" jawab Sarah berbohong.


"Engga mungkin engga keluar, nama nya sudah melahirkan pasti ada ASI. Tapi... Iya sih, ada teman arisan Mama yg ASI nya engga langsung keluar pas melahirkan" gumam Venita kemudian.


"Ya sudah, sebaiknya sekarang Sarah dan Baby Neo istirahat ya. Kamar kalian sudah di siapkan" seru Jason supaya masalah ASI tidak semakin di perpanjang.


Sesampainya Sarah di kamar nya, kini kamar nya sudah berubah total dari yg sebelumnya. Ada banyak mainan anak anak di sana, bahkan dekorasi nya pun seperti kamar anak anak. Cat nya di ganti warna biru langit, sudah ada box bayi juga yg berwarna putih. Ada balon, roda bayi, dan semua kebutuhan bayi sudah ada di sana.


"Ya ampun, siapa yg mengubah kamar ku?" pekik Sarah.


"Aku" jawab Devano "Kamu suka?" tanya nya kemudian.


"Ya suka, tapi kita seperti tinggal di kamar bayi"


"Ya engga apa apa, kan sekarang memang sudah ada bayi"


Venita sudah meletakkan Baby Neo ke box bayi nya, kemudian ia mengecup lembut kening sang cucu.


"Malaikat kecil Oma, bobok yg nyenyak, Sayang" ucap nya.


"Sarah, kamu juga istirahat. Kalau Baby Neo bangun, langsung panggil Mama ya, kamu belum boleh bergerak banyak, jadi Mama yg akan mengurus Baby Neo"


"Iya, Ma. Terima kasih" ucap Sarah dan Venita tersenyum sembari mengangguk.


Setelah Venita keluar, Devano langsung menutup pintu kamar nya rapat rapat. Pelan pelan ia membawa Sarah ke ranjang.


"Sayang, besok sidang untuk untuk Karin akan di gelar. Jika besok kita memberikan kesaksian dan bukti yg kuat dan tidak bisa di bantah pihak lain, maka persidangan ini tidak akan panjang. Dan jika mereka mau mengakui perbuatan neraka, maka Mereka akan langsung di jatuhi hukuman"


"Buat mereka mengakui nya" pinta Sarah tegas "Aku engga mau buang buang waktu mengikuti persidangan yg berbelit belit, kejahatan mereka sudah sangat jelas. Maka hukuman mereka pun harus jelas"


"Pasti, Sayang. Sekarang kamu tidur dan jangan fikirkan masalah ini ya, aku akan mengurus nya"


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2