Married By Challenge

Married By Challenge
Part 17


__ADS_3

Lima tahun yg lalu - London.


Devano yg saat itu pergi ke London untuk memberikan surprise ulang tahun pada adik nya, di kejutkan dengan hilang nya sang adik.


"Oh Tuhan, Catty. Kamu dimana?" Devano segera melaporkan kehilangan adiknya itu. Polisi pun segera bertindak, apa lagi kata Margaret Caitlin sudah menghilang sejak dua hari yg lalu, saat itu ia pergi ke kampus dan setelah itu Caitlin tak pulang lagi, Margaret pun sebenernya juga sudah melapor pada polisi namun belum ada petunjuk. Devano juga mengerahkan semua kekuatan nya untuk menemukan Caitlin dan mengintrogasi semua orang yg Caitlin kenal.


Devano sangat marah pada Margaret karena tak memberi tahu nya apa yg terjadi dengan anaknya. Margaret hanya mengatakan ia juga sangat ketakutan, ia takut kehilangan Caitlin, dan jika memberi tahu Devano, dia sangat takut dengan kemarahan Devano.


"Bukan nya sudah ku katakan untuk selalu menjaga nya?" teriak Devano pada Margaret.


"Aku menjaga anakku, Devano. Dia hanya pergi ke kampus seperti biasa, engga ada yg mencurigakan, semuanya baik baik saja" ujar Margaret sambil terisak.


Bagaiamanapun juga dia seorang ibu, walaupun Devano memperlakukan nya sebagai mesin yg melahirkan Caitlin dan merawat nya. Margaret juga menyayangi Devano, ia tak ingin membebani Devano dengan kehilangan Caitlin, Margaret berfikir putri nya akan segera di temukan. Tapi rupanya Caitlin belum juga di temukan.


"Dasar engga berguna" desis Devano yg membuat Margaret semakin terisak.


Ponsel Devano berdering, dan ia segera menjawab nya. Ternyata itu adalah pihak kepolisian yg mengatakan bahwa ia telah menemukan Caitlin dan saat ini mereka sedang membawa Caitlin kerumah sakit. Devano terkejut, takut, dan cemas. Apa yg terjadi pada Caitlin, kenapa Caitlin harus di bawa ke rumah sakit?


Devano dan Margaret segera bergegas kerumah sakit. Disana sudah ada banyak polisi, detektif dan bahkan wartawan. Membuat ketakutan Devano semakin menjadi.


Devano berbicara dengan petugas polisi itu dan bertanya apa yg sebenarnya terjadi. Kemudian polisi itu menceritakan bahwa Caitlin di temukan sedang berlari di pinggir jalan dengan keadaan yg sangat kacau, bahkan ia setengah telanjang.


Devano tak kuasa mendengar berita itu dan menyuruh polisi itu untuk diam. Ia juga memerintahkan agar menyembunyikan identitas Caitlin dan tak memberikan pernyataan apapun kepada media.


Dokter mengatakan Caitlin harus menjalani operasi karena keadaan nya sudah sangat kritis. Namun saat ini Caitlin masih sadar dan ia ingin bertemu keluarga nya.

__ADS_1


Devano dan Margaret segera berlari menemui Caitilin.


Nafas Devano tercekat di tenggorokan nya melihat kondisi Caitlin yg sangat mengerikan. Ada banyak luka di tubuhnya, bahkan di wajah dan di kepala nya. Margaret pun histeris setelah melihat keadaan Caitlin.


"Kamu aman di sini, Catty. Dokter akan merawat mu dan kamu pasti baik baik saja" lirih Devano. Namun sepertinya bukan itu yg ingin Caitlin dengar, Caitlin membuka mulut nya dan menggerakan bibir nya dengan susah payah seolah ingin memberi tahu sesuatu pada Devano.


"Apa, Sayang?" tanya Devano sambil mengenggam tangan Caitlin dan mendekatkan telinga nya ke bibir Caitlin. Caitlin berusaha sekuat tenaga untuk bisa bersuara atau setidaknya membiskan sesuatu itu. Hingga Devano mendengar satu kata.


"Will... William?" Caitlin mengangguk dengan lemah dan ia jatuh pingsan.


.


.


.


Devano bertanya apa yg terjadi, dan dengan berat hati, Dokter mengatakan bahwa Caitlin telah di perkosa dengan brutal, ia juga di siksa, kepalanya cidera sangat parah. Bahkan jika pun Caitlin tetap hidup, mungkin dia akan hidup seperti mayat. Caitlin pasti mengalami trauma yg dalam, bahkan cidera di otak nya membuat beberapa saraf di otak nya rusak yg kemungkinan besar akan membuat dia amnesia, lumpuh total, atau membuat ia tak bisa hidup normal lagi. Margaret langsung tak sadarkan diri mendengar kabar itu, sementara Devano merasa seolah ia tak bisa bernafas.


"William... Pria itu William, aku akan menghancurkannya mu sehancur hancur nya"


.


.


.

__ADS_1


Naina merasa kasihan pada Sarah yg sejak tadi hanya murung, biasanya gadis itu selalu berceloteh dan tampak ceria sekalipun dengan status pernikahan nya sekarang.


"Kamu kenapa sih, Sarah?" tanya Naina untuk yg ke sekian kali nya. Karena Sarah benar benar tak menceritakan apapun dan itu seperti bukan Sarah.


"Engga apa apa, ke perpus, yuk!" ajaknya dan sebelum Naina menjawab, Sarah sudah menarik nya pergi.


Sarah masih sangat sakit hati dengan apa yg Devano katakan tadi malam, Sarah juga tak bisa marah dan ia malah terus terusan menangis. Semalam Devano tak tidur di kamar mereka, ketika Sarah bangun di pagi hari ia tak mendapati Devano di samping nya dan tempat tidurnya pun masih sangat rapi. Saat sarapan pun Devano tak ada, Sarah sebenarnya sangat penasaran dimana Devano, apakah dia sudah berangkat bekerja atau masih ada di ruang kerja nya. Namun Sarah tak berkata apapun bahkan pada Eni.


Sekarang Sarah sudah menyerah, ia takkan lagi berusaha membuat Devano mencintainya atau mendesak Devano untuk mengaku mencintainya. Sekarang ia akan membiarkan takdir hidup nya yg mengambil alih cerita pernikahan mereka itu.


.


.


.


Sementara itu, Devano tampak sangat tidak fokus dengan pekerjaan nya, meeting nya bahkan kacau karena ia terus dan terus memikirkan Sarah dan merasa bersalah pada Sarah, semalam ia bahkan tak berani masuk ke kamar nya karena ia tak berani berhadapan dengan Sarah. Devano terus mengurung diri di ruang kerjanya hingga Sarah pergi ke sekolah, baru lah ia masuk ke kamar nya, mandi, dan bersiap bekerja.


Di satu sisi, Devano mulai menyadari perasaan nya pada Sarah yg memang merasa memiliki dan menginginkan Sarah, tapi di sisi lain ia telah bertekad membalaskan dendam adiknya pada William dan bahkan ia juga bertekad menghancurkan keluarga William.


Sangat tidak mudah bagi Devano menemukan William yg di maksud adik nya, karena ada begitu banyak William di London bahkan di kampus adiknya, dan juga tak ada petunjuk sama sekali tentang pria yg hanya bernama William . Bahkan setahun pencarian Devano masih tidak membuahkan hasil, hingga ia mengetahui fakta bahwa dalam minggu itu, ada acara reunion di kampus itu dari angkatan sebelum nya. Devano pun mencari tahu siapa saja mereka, dan ia menemukan beberapa orang bernama William, Devano mencari tahu tentang mereka satu persatu, hingga ia sampai pada William Fergueson. Fakta baru Devano temuan ketika teman Caitlin mengatakan ia memang beberapa kali melihat William Fergueson mendekati Caitlin namun Caitlin selalu mengacuhkan nya. Bahkan pria bernama William itu pernah memuji kecantikan Caitlin di depan semua teman teman pria itu.


Saat itulah Devano merencakan pembalasan dendam ini, Devano ingin membunuh William namun ia tahu kematian adalah hukuman yg sangat ringan untuk kejahatan yg begitu besar, sehingga Devano memutuskan akan menghukum William dan keluarga nya. Devano tak akan mengambil nafas mereka, tapi Devano pasti akan mengambil hidup mereka.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2