Married By Challenge

Married By Challenge
Part 33


__ADS_3

"Jadi, aku harus mencabut laporan ku, Dev?" Devano mengangguk.


Ia menemui Airin dan meminta Airin mencabut laporan palsu nya terhadap William.


Sebenarnya Airin adalah teman SMA Devano dulu, dan saat Devano mencari seseorang untuk menjebak William, ia menemukan Airin yg bekerja di bar dan pas sekali karena Airin sangat membutuhkan uang untuk diri nya dan adik adiknya. Saat itulah Devano meminta Airin melakukan apapun yg Devano perintahkan dan sebagai imbalan nya, Devano akan membayar Airin berapa pun yg Airin mau.


"Mereka bisa menuntut balik, Dev. Dan aku bisa di jebloskan ke penjara" ujar Airin tak setuju dengan perubahan rencana Devano. Airin sendiri tak tahu menahu kenapa Devano mau menjebak William dan Devano melarang Airin bertanya apapun dan tak akan memberi tahu Airin apapun.


"Itu bisa jadi, sebelum nya kita sudah membicarakan segala kemungkinan nya kan?" Airin hanya bisa mendesah berat karena memang sebelumnya mereka sudah membicarakan segalanya dan Airin mengatakan ia siap dengan apa pun yg akan terjadi nanti pada diri nya.


"Bagaiamana dengan adik adik ku kalau aku di penjara?" tanya Airin lagi. Dan Dominic yg sejak tadi menemani Devano menyerahkan sebuah map pada Airin.


"Itu adalah rekomendasi sekolah terbaik di luar maupun di dalam negeri. Sebagai imbalan nya, aku akan mengirim kedua adik mu ke sekolah terbaik yg mereka inginkan, aku juga akan memenuhi kebutuhan mereka selama sekolah termasuk tempat tinggal"


"Apa tidak ada cara lain?" tanya Airin "Seperti aku melarikan diri misalnya?"


"Kita lihat itu nanti, yg pasti sekarang cabut laporan mu!" tegas Devano dengan gaya big boss nya dan tentu Airin tak bisa menolak apa yg Devano perintahkan.


Setelah mengatakan hal itu, Devano hendak pergi namun tiba tiba Airin menarik tangan Devano dan secara reflek Devano menghempaskan tangan Airin. Devano merasa tak suka di sentuh dengan begitu lancang.


"Ada apa?" tanya Devano dengan ekspresi datar nya seperti biasa.


"Aku membantu mu bukan hanya karena uang, Dev" ujar Airin tiba tiba, dan ekspresi wajahnya tampak menggelikan bagi Devano "Tapi karena... Karena sebenarnya aku mencintai mu sejak dulu" lanjut nya dengan ragu ragu


"Apa?" pekik Devano dan kemudian ia tertawa sinis dan tentu itu menyinggung perasaan Airin.


"Aku sudah menikah, sebenarnya!" tegas Devano sambil mengangkat jari tangan nya dan memang terpasang cincin pernikahan nya dengan Sarah di jari manis nya. Bukan hanya Airin yg sangat terkejut sampai menganga lebar, Dominic pun juga sangat terkejut. Karena selama ini baik Sarah maupun Devano tak ada yg memakai cincin pernikahan mereka, dan yg membuat Dominic lebih terkejut lagi karena Devano mengakui pernikahan nya.


.


.


.

__ADS_1


Freya memberikan kabar gembira pada Sarah dan kedua orang tuanya bahwa Airin mencabut laporan nya dan William akan di bebaskan. Freya mengajak mereka untuk menjemput William bersama sama. Dengan senang hati mereka pun menyambut kabar itu, terutama Venita. Ia sangat bersyukur akhirnya putra nya di bebaskan.


Tak hanya itu, Sarah juga memberi tahu kabar bahagia ini pada Devano dan mengajak Devano juga menjemput kakak nya. Tentu Devano tak menolak apa yang Sarah inginkan.


Dan sekarang, di sinilah mereka semua. Menyambut William. Dan saat Venita hendak memeluk putra nya, tiba tiba saja Devano mendahului dan itu membuat semua orang tercengang heran terutama William. Karena meskipun berteman dengan Devano tapi Devano tak pernah bersikap seperti ini. Namun William berfikir mungkin Devano juga senang akan ke bebasannya hingga William membalas pelukan nya.


"Terima kasih sudah menjaga Sarah selama ini dan juga kedua orang tua ku" ucap William yg membuat Devano merasa tegang dan rasa bersalah nya benar benar menggelitik hati nya sekarang. Dan sebagai jawaban Devano hanya bisa tersenyum tipis.


"Mama..." kini William memeluk mama nya dengan erat "Maaf karena aku bikin Mama khawatir"


"Yg penting sekarang kamu bebas, Will" jawab sang ibu.


Setelah acara peluk pelukan dan melepas rindu itu, mereka semua pulang ke apartemen William dan sebagai perayaan atas ke bebasan William, Freya dan Venita berencana memasak malam ini dan makan malam bersama di apartemen William. Sarah juga mengundang Naina dan Jacob untuk merayakan hari bahagia itu.


.


.


.


"Kita harus menuntut balik Airin" ujar Sarah tiba tiba yg langsung menarik perhatian semua orang.


"Sarah benar, kita harus menuntut Airin dan dia harus membayar mahal semua ini" sambung Freya. Sementara Devano hanya menyimak karena ia sudah menduga hal ini. Namun jawaban mengejutkan di lontarkan oleh Jason.


"Engga usah, suruh saja dia mengakui semua kejahatan nya di depan media. Meminta maaf dan membersihkan nama William, itu sudah cukup"


"Itu engga cukup, Pa" tegas Sarah dengan suara lantang "Sangat tidak cukup! Sarah mau dia mendekam di penjara, dan sampai sekarang kita engga tahu apa motif dia sebenernya. Dan Sarah yakin ada orang lain di belakang Airin, Sarah mau mereka semua membayar mahal semua ini" tutur nya dengan amarah yg menggebu. Jason dan Venita cukup kaget dengan reaksi Sarah yg seperti ini.


"Sarah benar, Pa. Dia menjebak ku, dan itu berdampak pada kalian semua, terutama pada Mama dan Sarah. Mama terkena serangan jantung dan Sarah pasti di bully teman teman nya karena hal ini" sambung William marah.


"Sudahlah, Will. Kasian gadis itu, aku dengar dia punya dua adik dan gadis itu menjadi tulang punggung keluarga nya. Kasian adik adik nya kan" seru Jason yg membuat Sarah geram. Sementara Devano semakin tercengang, jadi Jason sebaik ini?


"Papa jangan terlalu naif dong, Pa" tegas Sara dengan suara tinggi dan langsung mendapatkan teguran dari mama nya.

__ADS_1


"Sarah, jaga nada bicara mu"


Sementara Jacob, Naina dan Freya hanya bisa mendengarkan tanpa berniat bersuara, namun jelas mereka berada di pihak Sarah dan mendukung keputusan Sarah begitu juga dengan William.


"Ma, ada tempat dan waktu nya tersendiri untuk menjadi baik. Kita sangat di rugikan di sini, Ma. Dan mama tahu engga gimana rasa nya di bully? Mereka memanggil Sarah adik penjahat kelamin dan itu menyakitkan. Dan apa Airin memikirkan keluarga kita saat dia membuat laporan palsu terhadap Kak Will? engga kan? lalu buat apa kita memikirkan adik adik nya? itu konsekuensi dari kesalahan nya sendiri" tutur Sarah sambil menangis saking kesal nya. Melihat itu hati Devano semakin terasa di peras. Setelah mengeluarkan isi hati nya, Sarah meninggalkan meja makan dalam keadaan masih menangis.


"Biar Naina bicara sama Sarah" ujar Naina dan sudah hendak pergi namun Devano mencegah nya.


"Biar aku saja, Naina. Kalian lanjutkan makan malam nya" seru Devano kemudian ia segera menyusul Sarah.


Saat Devano masuk ke kamar nya, ia melihat Sarah yg masih menangis sesegukan. Devano pumenghampiri nya dan duduk di samping Sarah.


"Papa tuh terlalu naif, terlalu baik. Dan itu engga pada tempat nya" ujar Sarah di tengah isak tangis nya "Nyebelin banget, maka nya orang orang sering manfaatin Papa" lanjut nya kemudian ia menarik ujung baju nya dan membuang ingus nya. Devano mengambil tisu dan memberikan nya pada Sarah, Sarah segera mengambil nya dan membuang lagi ingus nya "Semua yg bersalah harus di hukum kan? Itu bukan berarti kita jahat kan?" lanjut nya dan sekali lagi ia membuang ingus nya sementaraia masih menangis dan kemudian Sarah melempar tisu nya itu sembarangan ke lantai.


"Kalau kamu mau nya begitu, ya maka itu yg akan terjadi" seru Devano kemudian yg membuat Sarah langsung berhenti menangis. Sarah menatap Devano penuh tanda tanya "Kalau kamu mau Wanita itu di penjara, kamu bisa memenjarakan nya" lanjut nya.


"Beneran?" tanya Sarah dan Devano mengangguk "Sekalian sama orang yg ada di belakang Airin"


"Hah?" Devano tampak terkejut mendengar permintaan Sarah itu. Oh God.


"Aku mau semua yg terlibat dalam kasus ini mendapatkan hukuman, jangan sampai ada yg lolos satu orang pun. Aku engga peduli mau mereka tulang punggung keluarga nya, mau tulang rusuk nya sekalian, aku benar benar engga peduli. Yg salah harus di hukum tanpa pandang bulu" tutur Sarah dengan begitu tegas dan serius.


Devano semakin tercengang, tak pernah menyangka ternyata gadis kecil ini cukup ganas. Dan lebih tak menyangka nya lagi, Sarah memiliki pemikiran yg sama dengan Devano.


Setiap yg bersalah harus di hukum tanpa pandang bulu.


Sekarang Devano tak bisa membayangkan apa yg akan Sarah lakukan jika Sarah tahu Devano lah di balik segala kekacauan keluarga nya. Devano yakin Sarah pasti akan membenci nya dan meninggalkan nya. Memikirkan semua itu Devano merasa tak sanggup.


Kini ia mencintai Sarah, sangat mencintainya. Dan Devano merasa terjebak dalam permainan nya sendiri dan ia merasa sangat bodoh.


Ia mendekati William hanya untuk balas dendam atas kejahatan yg ternyata tak pernah William lakukan. Kedua orang tua dan adik nya William pun terkena imbasnya, dan sekarang Devano harus hidup dalam rasa bersalah.


Kemudian ia menikahi Sarah karena merasa kesal Sarah menjadikan nya bahan tantangan dan lelucon dengan teman nya. Dan sekarang Devano malah mencintai Sarah, sangat teramat mencintainya.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2