
Sarah bercerita pada Naina bagaiamana respon Devano ketika Sarah mengenakan gaun super seksi itu, Devano bukan hanya tak suka, tapi dia marah.
"Selangkah lagi, Bebs. Aku yakin Devano itu cinta sama kamu"
"Tapi gimana caranya buat dia ngaku?"
"Entahlah, nanti kita cari cara ya. Sekarang sebaiknya kita nikmati pesta nya"
Sarah dan Naina kemudian bergabung dengan teman temannya. Pesta teman Sarah yg bernama Vino itu di adakan dirumah nya, dan saat ini mereka semua sedang berada di area kolam renang.
"Hai..." Vino menyapa Sarah yg saat ini sedang menikmati cemilan bersama tamu yg lain "Mau dansa dengan ku?" Vino bertekuk lutut di hadapan Sarah sembari mengulurkan tangan nya, yg membuat semua teman teman nya bersiul dan menyoraki Sarah untuk menerima nya. Sarah pun dengan senang hati menyambut uluran tangan Vino yg langsung membuat semua orang bersorak. Musik romantis pun di putar dan beberapa orang yg memiliki pasangan pun ikut berdansa.
"Kamu sangat cantik, Sarah" bisik Vino yg membuat Sarah tersipu, selain ketua OSIS, Vino juga kapten basket di sekolah nya, ia memiliki banyak fans dan selalu di puja oleh siswi di sekolah nya.
"Terima kasih, kamu juga sangat tampan" ucap Sarah. Kedua nya menikmati acara dansa itu, bahkan Sarah terlihat sangat senang karena cowok most wanted di sekolah nya mengajak nya berdansa. Namun baru beberapa menit kesenangan itu berlalu, Aldo tiba tiba datang dan membiskan sesuatu pada Sarah yg membuat Sarah langsung memberengut kesal.
"Ada apa?" tanya Vino.
"Papa nya menyuruh dia pulang, Nak" ujar Aldo yg membuat Sarah menganga.
"Tapi ini baru jam sembilan" jawab Vino setelah ia melirik arloji nya.
"Ya, karena itulah sudah waktu nya dia pulang, belajar, mengerjakan PR dan tidur. Begitu juga dengan mu, kan?" tutur Aldo lagi yg membuat Sarah ingin mencekiknya. Dia yakin ini adalah perintah Devano.
"Maaf, Vin. Seperti nya aku harus pulang" ujar Sarah. Tanpa di sangka Vino malah mengelus pipi Sarah membuat Sarah bingung, belum sempat kebingungan itu bilang, Vino malah mengecup pipi nya yg membuat Sarah sangat terkejut. Ia langsung mengusap pipi nya dan itu membuat Vino tertawa seolah gemas dengan tingkah Sarah, sementara Sarah merasa sangat tidak nyaman dengan hal itu.
"Aku pamit" ucap Sarah kemudian berjalan dengan buru buru. Ia juga menarik Naina pulang bersama nya.
Sementara Aldo, ia menghela nafas berat dan mengangkat ponsel nya yg ternyata tersambung video call dengan Devano. Aldo yakin Devano pasti melihat saat Vino mencium pipi Sarah karena kamera nya memang di arahkan pada Sarah sesuai perintah Devano.
"Bawa dia langsung pulang sekarang juga" titah nya.
__ADS_1
"Baik, Tuan" jawab Aldo.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Sarah langsung bergegas ke kamar nya untuk mencari Devano. Sarah ingin marah dan meneriaki pria itu karena benar benar mengekang Sarah. Kedua orang tau nya saja membatasi Sarahsampai jam sepuluh malam. Apa lagi apa yg Aldo katakan tadi, itu benar benar membuat Sarah malu dan membuat Sarah terlihat seperti anak mami.
"Dev..." Sarah berteriak saat tak mendapati Devano di kamar nya, di kamar mandi pun tak ada. Sarah kemudian keluar dan tujuan nya sekarang ke ruang kerja Devano.
Tanpa mengetuk pintu, Sarah langsung membuka pintu nya dengan kasar dan ia langsung di sambut Devano yg menatap tajam padanya.
"Dev, apa apan kamu itu" teriak Sarah sambil berjalan masuk dengan bertelanjang kaki karena ia sudah melepaskan heels nya "Jangan mengekang ku seenak nya, memang nya kamu siapa huh? Orang tua ku aja engga gitu?"
"Aku suami mu" desis Devano, ia berjalan mendekati Sarah dengan ekspresi yg sangat mengerikan bagi Sarah. Devano bahkan terus menyudutkan Sarah hingga Sarah menabrak pinggiran sofa. Dan Devano justru menabrakkan tubuhnya ke tubuh Sarah hingga keduanya terjatuh ke sofa dengan posisi Devano menindih nya. Sarah terkejut dan juga takut, Devano terlihat sangat marah padahal ia fikir seharusnya disini dia yg marah.
"Pergaulan mu benar benar berbahaya, Little girl. Seharusnya kamu belajar menjadi gadis yg baik dan bukan gadis liar. Kenapa kamu mau di cium bocil itu, huh? Apa memang kamu sudah terbiasa di cium pria dan mencium pria?" Devano bertanya sambil terus mencengkram Sarah. Bahkan tubuh nya yg menindih Sarah membuat Sarah kesulitan bernafas.
Dan ketika mata Sarah sudah memerah baru lah hal itu membuat Devano sadar bahwa ia telah menyakiti Sarah. Devano segera melepaskan tangan nya dari pipi Sarah tanpa beranjak dari atas tubuhnya,namun kini Devano menggunakan lengan nya menyangga tubuh nya agar tak benar benar menindih Sarah.
Devano berfikir sekarang Sarah pasti takut pada nya, namun fikiran itu musnah ketika melihat Sarah malah tersenyum dan berkata...
"You love me, don't you?" Devano terbelalak dengan pertanyaan Sarah itu, seolah ia terkejut namun ia tetap berusaha menampilkan wajah dingin nya.
"No and never" tegas Devano sambil berusaha berdiri tegak. Sarah tersenyum, dia yakin Aldo yg memberi tahu Devano apa yg terjadi di pesta tadi walaupun Sarah bingung kapan Aldo berbicara dengan Devano?
"Rumus cinta itu C\= C, Devano Lake" seru Sarah dan kini ia berusaha duduk, merapikan rambut dan gaun nya yg berantakan. Devano mengerutkan kening nya, tak mengerti dengan Sarah yg malah seolah membicarakan rumus fisika "Cemburu\=Cinta" lanjut Sarah yg membuat Devano mendengus.
"Aku engga cemburu pada bocah ingusan seperti kalian" seru Devano, berjalan menuju kursi nya, membuka laptop nya dan berlagak sibuk kembali dengan pekerjaannya.
__ADS_1
" Oufh. Jadi suami ku ini engga cemburu ketika istri nya di cium oleh seorang pemuda tampan seperti Vino" ucap Sarah sok sedih. Devano mencoba mengabaikan hal itu, walaupun harus ia akui ia merasa sangat kesal.
"Pergi ke kamar dan tidur lah, Little girl. Jangan lupa besok pagi kamu harus pergi ke sekolah" titah nya. Sarah tertawa kecil, entah kenapa ia merasa menikmati kemarahan yg Devano tunjukan malam ini pada nya.
Sarah pun beranjak dari sofa, ia menguncir rambut nya yg berantakan dengan gelang karet yg ia pakai. Dan Devano yg mencuri pandang pada Sarah melihat itu sebagai pergerakan yg seksi, apa lagi ketika Sarah memperlihatkan leher jenjeng nya.
"Kamu cinta sama aku, Dev. Bukti nya kamu marah karena kamu cemburu, kamu engga suka aku berpakaian terbuka karena kamu merasa memiliki aku, aku benarkan?"ucap Sarah serius sambil bersender di daun pintu dengan tangan yg bersandekap di dada. Devano tak menjawab, ia baru menyadari sikap nya itu, dan itu membuat nya bingung sekarang.
"Akui aja, Dev. Kamu cinta kan sama aku?" desak nya apa lagi melihat Devano yg malah diam namun menatap lurus pada nya.
"Engga" tegas Devano kemudian "Aku cuma benci dengan gadis nakal, tak tahu malu, suka berpakaian seksi, dan liar pada setiap pria seperti mu. Aku sangat benci" lanjut nya dengan menekan kata seperti mu. Raut wajah Sarah seketika tampak sedih mendengarkan hal itu, karena ia sama sekali tak seperti yg Devano fikirkan. Sarah merasa Devano sangat merendahkan nya, padahal yg dia lakukan hanya untuk memancing perasaan Devano. Dan soal liar, Sarah masih begitu polos jika saja waktu itu ia tak menerima tantangan Naina. Sarah masih akan begitu polos seandainya Devano tidak menikahi nya dan Sarah harus berusaha membuat Devano mencintainya. Sarah bahkan tidak punya pacar, tidak pernah berciuman, dan ia sangat tahu malu.
"Aku engga seperti itu, Dev" bisik Sarah dan suara nya terdengar gemetar. Setelah itu ia langsung keluar dari ruangan Devano dengan hati yg terasa perih, menyadari betapa rendah nya Devano melihat dirinya. Bahkan tanpa bisa di bendung, air matanya menetes begitu saja.
"Nyonya, kau baik baik saja?" Sarah hanya mengangguk saat Eni bertanya pada nya.
Sementara di dalam ruang kerja nya, Devano tampak merasa bersalah dengan apa yg sudah ia katakan tadi, Devano sendiri mulai tak mengerti dengan jalan fikiran dan perasaan nya. Seandainya Sarah tak memberi tahu nya, maka Devano tak akan pernah sadar bahwa ia memang merasa memiliki Sarah dan ia juga cemburu.
"Tuan..." terdengar suara ketukan pintu dan juga Eni yg memanggil nya dari luar.
"Masuk" teriak Devano. Pintu terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yg telah merawat Devano selama ini "Ada apa, Bini En?"
"Tuan, Nyonya Sarah tadi menangis, apa kalian bertengkar"
Devano menghela nafas berat, Sarah menangis?
Kabar itu membuat hati nya terasa perih.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1