
Sarah dan Devano sudah siap pergi ke pesta, Sarah tampil cantik dengan rambut nya yg tergerai bebas, awalnya rambut Sarah di sanggul agar ia terlihat lebih dewasa namun Devano tak suka dan menyuruh penata rambut nya mengurai rambut Sarah.
"Padahal tadi aku suka rambut ku di sanggul" ujar Sarah sembari berkaca di ponsel nya. Saat ini keduanya sudah di dalam mobil dengan Aldo yg menyetir.
Devano terkekeh dan tiba tiba langsung menunduk dan mengecup leher Sarah membuat Sarah sangat terkejut.
"Apa sih, Dev..." gerutu nya marah.
"Itu yg di fikirkan pria saat melihat leher jenjang wanita" jawab Devano yg membuat Sarah mendengus.
"Kamu aja kali yg fikiran nya mesum" jawab Sarah.
"Kalau engga percaya, tanya aja teman mu Jacob itu" balas Devano yg tak mau kalah.
Sarah hanya mendelik, dan saat di lampu merah, ada anak anak pengamen yg mengetuk pintu mobil Sarah, Sarah pun membuka nya dan langsung memberikan beberapa lembar uang.
Dan tanpa Sarah sadari, Vino berada di mobil di samping mobil Sarah dan Vino melihat Sarah.
Vino memperhatikan dengan seksama dan ia yakin ia tak salah lihat.
"Pantas engga mau keluar sama aku, udah keluar sama orang lain" gumam Vino sambil tersenyum sinis. Ia melihat Sarah yg tampak berbeda dari biasanya, dan Vino juga penasaran dengan pria yg ada di samping Sarah.
Apa lagi ketika pria itu mengecup pelipis Sarah setelah Sarah memberikan uang pada anak anak itu.
Vino bisa menebak bahwa itu adalah pacar Sarah dan sekarang ia mengerti kenapa Sarah tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun di sekolah.
..........
Sesampainya d hotel tempat teman Devano mengadakan pesta, mereka langsung di sambut oleh seorang pria tampan yg tampak nya akrab dengan Devano. Dan pria itu juga menyambut Sarah.
"Is she the one?" tanya pria itu pada Devano dan Devano hanya mengulum senyum misterius sembari membawa Sarah masuk dan ia merangkul pinggang Sarah dengan begitu posesif.
"Anyway, Aku JB, Juan Barnard, teman kuliah pacar mu" pria bernama JB itu mengulurkan tangan nya dan Sarah menyambut nya.
"Sarah" jawab Sarah.
"Sarah? Hem, nama yg cantik, secantik orang nya. Aku bahkan tadi berfikir apa kau model internasional?" tanya Juan dan tentu Sarah langsung menggeleng "Kecantikan mu seperti model internasional" lanjut nya.
"Jangan percaya, Sarah. Mulut nya memang manis tapi dia buaya" ujar Devano yg langsung membuat Juan tertawa.
"Kenapa? Takut pacar mu tergoda sama aku?" tanya Juan dan Devano hanya mendengus.
Kemudian Juan mempersilahkan Devano dan Sarah duduk di sebuah meja, ada beberapa orang yg datang dan menyapa Devano bahkan ada beberapa wanita seksi juga.
Membuat Sarah merasa muak apa lagi ketika wanita wanita itu tanpa segan menyentuh lengan Devano saat mereka berbincang.
Sarah tak menyembunyikan ketidak sukaan nya dan menyadari itu, Devano langsung menyadahi obrolan mereka dan ia mengajak Sarah berdansa.
__ADS_1
Sarah pun langsung mengiyakan dari pada suami nya terus berbicara dengan wanita lain.
"Kamu cemburu?" tanya Devano sembari menarik tangan Sarah dan meletakkan nya di dada Devano. Sementara Devano melingkarkan tangan nya di pinggang Sarah dan mereka mulai bergerak sesuai dengan alunan musik.
"Iya" jawab Sarah jujur sambil menatap Devano dengan serius "Entah kenapa aku benci jika ada yg menyentuh mu begitu" lirih nya. Devano menarik pinggang Sarah membuat Sarah semakin mendekat.
"Aku hanya milikmu, itu engga akan terjadi lagi" jawab Devano yg langsung membuat Sarah tersenyum senang. Sarah menyenderkan kepala nya di dada Devano sementara mereka masih bergerak perlahan mengikuti alunan musik.
"Terima kasih" ucap Sarah yg membuat Devano mengulum senyum.
"Kamu juga harus melakukan hal yg sama, Sayang. Aku engga suka liat kamu dekat dengan pria lain apa lagi bocah di sekolah mu itu" Sarah terkekeh dan ia mengangkat wajah nya.
"Aku engga tertarik sama bocah di sekolah ku" lirih nya.
Dan saat asyik mengobrol, Juan datang "Maaf, Princess. Boleh aku pinjam pangeran mu sebentar?" tanya Juan.
"Ada orang yg ingin menemui mu" ujar Juan pada Devano dan Devano pun mengangguk kemudian ia membawa Sarah ke meja mereka.
"Kamu tunggu sebentar di sini ya" ucap nya lembut dan Sarah mengangguk.
"Princess mu engga akan hilang, aku jamin" ujar Juan membuat Sarah tersenyum malu "Beb, come here" Juan memanggil seorang wanita berambut pirang dan wanita itu pun datang.
"Kamu bisa mengobrol dengan nya, kami ada urusan sedikit" ujar Juan pada wanita itu kemudian ia mengecup bibir wanita itu mesra. Wanita itu mengangguk dan ia duduk di samping Sarah.
Setelah mereka pergi, Sarah membuka obrolan dengan wanita berambut pirang.
"Kamu pasti engga kenal siapa pun di sini" ujar wanita itu dan Sarah mengangguk sambil mengulum senyum "Aku juga, tapi Juan memaksa ku datang"
"Oh, begitu..." Sarah menanggapi nya "Oh ya, Sarah..." Sarah mengulurkan tangan nya yg segera di sambut wanita itu.
"Angeline" jawab nya.
Kedua wanita itupun mengobrol dan tak sulit bagi mereka untuk menjadi teman yg akrab. Apa lagi Sarah memang bukanlah remaja pemalu seperti pada umumnya sehingga mudah saja bagi nya akrab dengan siapa pun.
Sementara Devano dan Juan berbincang dengan salah satu teman mereka yang baru saja pulang dari Jerman. Mereka tampak membicarakan banyak hal hingga Devano teringat dengan Sarah dan ia khawatir Sarah akan bosan karena ia tak mengenal siapapun.
"Aku akan menemui Sarah" ujar Devano dan Juan menatap Devano lekat lekat seolah menyelidiki Devano.
"Wow, seorang Devano Lake bisa sangat mencintai wanita ternyata" ujar Juan sambil terkekeh.
"Ya, sangat. Dan aku harap kamu juga akan menemukan wanita mu, Juan. Aku serius, berhenti lah jadi buaya dan jadilah kucing yg manis"
"Ck, nanti. Kalau sudah ku temukan yg secantik Sarah, maksud ku dia pasti sangat cantik dengan rambutnya yg berantakan dan nafas nya yg tersengal, kan?"
"SHUT UP!" desis Devano tajam yg membuat tawa Juan langsung pecah.
Devano pun segera meninggalkan Juan sebelum kegilaan teman nya itu menular pada nya.
__ADS_1
Devano menghampiri Sarah dan tampak nya Sarah sudah mendapatkan teman baru.
Sementara Juan, pria itu mengambil empat gelas minuman untuk ia bawa pada Devano dan yg lain nya. Namun sebelum itu, Juan memasukan sesuatu ke dalam salah satu gelas itu sambil tersenyum nakal.
"Uf, Angeline. We will have a great night" gumam nya.
"Ada yg haus?" seru Juan yg datang dengan nampan yg berisi 4 minuman.
"Kebetulan sekali" ujar Sarah dan Juan pun menyajikan minuman itu di depan mereka.
Sementara Devano menatap penuh curiga pada Juan karena ada begitu banyak pelayan tapi kenapa Juan yg membawakan minuman?
Juan yg menyadari tatapan Devano itu hanya cengengesan dan berkata "Your princess will be fine"
"Maksud nya?" tanya Sarah.
"Bukan apa apa" jawab Devano dan kini ia menatap Angeline "Berapa lama kalian saling mengenal?" tanya Devano pada Angeline.
"Sebenarnya kami bertemu minggu lalu, sebuah kebetulan saat aku membutuhkan pertolongan dan Juan datang" jawab Angeline dan Devano mengangguk mengerti.
Ia yakin itu pasti bukan sebuah kebetulan, apa lagi Angeline adalah gadis campuran bule yg berambut pirang. Devano ingat, sewaktu kuliah dulu Juan selalu menyukai wanita berambut pirang yg katanya panas di atas ranjang.
"Aku mau ke belakang dulu..." ujar Sarah pada Devano karena ia kebelet buang air kecil.
"Aku ikut" ujar Angeline dan alhasil mereka pun pergi ke toilet bersama.
"Apa yg kamu tambahkan ke minuman Angeline?" tanya Devano yg sudah sangat hafal tingkah teman nya ini.
"Something special" jawab Juan dengan seringai licik nya yg membuat Devano geleng geleng kepala.
"Karma masih berlaku, Juan" Devano memperingatkan tapi Juan seperti biasa, takkan peduli.
Kemudian seorang pria paruh baya datang dan membisikan sesuatu pada Juan, yg membuat Juan langsung tampak kesal.
"Ada apa?" tanya Devano.
"Bukan apa apa, aku tinggal sebentar" jawab Juan kemudian ia pun pergi mengikuti pria tadi.
Sementara Devano yg juga merasa kebelet buang air, ia pun juga pergi sehingga saat Angeline dan Sarah datang meja itu kosong.
"Kemana mereka?" tanya Angeline sembari duduk di kursi Sarah, karena Angeline duduk di kursi nya, Sarah pun duduk di kursi Angeline.
"Entahlah" jawab Sarah kemudian ia meneguk minuman di depan nya karena ia memang merasa sangat haus.
▫️▫️▫️
Tbc....
__ADS_1