Married By Challenge

Married By Challenge
Part 90


__ADS_3

Setelah acara makan malam, ayah Juan mengajak orang tua Naina untuk berkeliling dan melihat hotel yg ternyata baru di resmikan beberapa bulan yg lalu itu, dan hotel itu milik Juan. Hotel pertama Juan.


Sementara Juan di tinggal bersama Naina.


"Jadi, aku rasa aku harus pulang" ujar Naina setelah kedua orang tua nya pergi bersama ayah Juan.


"Masih jam 9, Naina... Kamu engga mau liat liat hotel aku?" tanya Juan.


Bagaiamana mungkin ia membiarkan Naina pulang begitu saja setelah usaha yg ia lakukan untuk acara makan malam ini, bahkan biasa nya Juan tak bertegur sapa dengan ayahnya sampai beberapa hari. Tapi demi mendekati Naina, Juan butuh orang tua nya dan orang tua Naina.


Juan sendiri tak mengerti kenapa dia begitu menginginkan Naina, Juan tak pernah tertarik dengan seorang gadis remaja sebelumnya. Tapi Naina sangat berbeda, apa yg Juan rasakan pada Naian kurang lebih sama dengan apa ia rasakan pada Helen. Hanya saja, pada Naina perasaan nya pada lebih menggebu.


"Engga deh, besok aku ada ulangan lagi. Aku harus belajar" ucap Naina.


"Biar aku antar pulang, karena seperti nya papa dan papa mu masih akan mengobrol banyak hal" ujar Juan.


"Aku bisa naik taksi..."


"Aku yg mengundang mu kesini, bagaimana mungkin aku membiarkan mu pulang naik taksi"


Naina yg enggan berdebat akhir nya mengangguk setuju. Dan Juan tentu terlihat senang dengan hal itu.


"Liontin mu bagus, J. Juan" ucap Juan sambil berjalan di belakang Naina.


Naina berhenti dan langsung berbalik badan, membuat mereka kini berhadapan "J, Jacob" jawab Naina dengan senyum lebar nya. Juan hanya terkekeh kemudian Naina kembali berjalan.


"Kamu sangat mencintai Jacob?" tanya Juan dan kini ia berjalan berdampingan dengan Naina.


"Sangat, melebihi mencintai diri ku sendiri" ucap Naina bangga. Tiba tiba Juan merangkul pinggang nya dan mereka berjalan menuju arah yg berbeda dari jalan keluar.


"Apa apaan..." seru Naina kesal sembari menjauhkan diri dari Juan.


"Aku cuma mau menunujukan sesuatu..." ucap Juan sambil tersenyum tipis.


"Aku engga mau, aku mau pulang" ucap Naian.


"Hanya 10 menit, Naina. Setelah itu aku janji akan mengantar mu pulang" Naina pun mengikuti kemana Juan pergi.

__ADS_1


Juan membawa nya ke kolam renang dan ternyata ada sebuah grup band yg sedang perform disana.


"Kita ngapain di sini?" tanya Naina tak suka.


"Hanya menghabiskan sedikit waktu, silahkan duduk" Juan menarikan kursi untuk Naina "Cuma sebentar, aku cuma mau liat seperti apa orang menikmati hotel ku ini" ujar Juan.


Naina pun duduk di kursi nya begitu juga dengan Juan, tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan satu cup es krim.


"Hanya untuk menemani obrolan kita" ucap Juan. Lagi lagi Naina ikut saja, karena ia merasa malas untuk berdebat.


Naina melirik arloji nya, dan tiba tiba ia menyunggingkan senyum manis sembari bergumam "Lima menit lagi"


"Jadi, kamu sudah sangat sukses di usia yg muda dan ini ya" ujar Naina dan Juan mengangguk. Terlihat bangga dengan diri nya sendiri.


"Kapan tunangan mu akan berangkat ke Jerman?" tanya Juan sembari menikmati es krim nya.


"Minggu depan" jawab Naina santai dan juga menikmati es krim nya.


"Apa kamu percaya pada nya? Hubungan jarak jauh itu sangat sulit, kesetiaan akan di uji" ucap Juan yg seperti coach relationships saja.


"Lalu bagaimana dengan mu? Apakah Jacob bisa mempercayai mu?" tanya Juan.


"Sayang..." ucap Naina dengan senyum manis nya, pandangan nya lurus ke depan dan Juan merasa aneh karena Naina memanggil nya sayang. Tapi tiba tiba Naina melompat dari kursi nya dan berjalan melewati Juan. Juan menoleh dan ternyata ada Jacob yg berdiri di sana.


"Sudah selesai acara nya?" tanya Jacob lembut sembari mengusap bibir Naina yg terkena es krim. Kemudian Jacob menjilat jari nya.


"Sudah" jawab Naina manja.


Saat Naina di bawa ke kolam itu, Naina sudah mengirim pesan pada Jacob dan meminta nya menjemput nya secepat mungkin. Dan Jacob datang di saat yg tepat.


Sementara Juan, pria itu merasa gagal total untuk mendekati Naina. Dan bagaimana bisa ada Jacob disana?


"Ya udah, kita pulang sekarang. Kamu pasti belum belajar untuk ulangan besok, kan?" tanya Jacob dan Naina mengangguk.


"Terima kasih untuk semua nya" ucap Naina pada Juan. Juan tak bergeming, untuk pertama kalinya ia merasa kesulitan menaklukan seorang wanita - ralat - gadis. Seorang gadis kecil, bahkan untuk menaklukkan Helen saja tak sesulit ini, fikir nya.


"Kami permisi...." ucap Naina.

__ADS_1


"Hati hati..." ujar Juan menampilkan senyum miring nya pada Jacob.


Jacob pun juga tersenyum sinis dan membawa pergi.


"Beb, gendong..." seru Naina manja yg membuat Juan semakin merasa panas melihat mereka, apa lagi ketika Jacob sedikit membungkuk dan Naina langsung melompat ke punggung Jacob.


"Sweetheart, naik berapa kilo kamu, hm?" tanya Jacob sambil mendesah berat merasakan bobot tubuh Naina yg semakin berat.


"Hehe, maklum. Aku sering begadang untuk belajar, jadi nyemil terus sampai tengah malam" jawba Naina. Jacob membawa Naina pergi menjauh, semakin jauh bahkan dari pandangan Juan. Hingga Juan tak mendengar lagi suara mereka.


"Sialan" gumam Juan.


.........


"Percuma kalian menahan ku di sini, aku sudah membuat rekaman pengakuan yg siap menghancurkan William dan keluarga nya" ucap Margaret pada Dominic.


Devano mengurung Margaret di sebuah gudang tak terpakai yg ada di belakang gedung perusahaan Devano. Dominic dan dua anak buah nya menjaga Margaret disana.


"Bukan William pelaku nya, Margaret" ucap Dominic berusaha membuat Margaret mengerti. Karena William tak tega melihat wajah Margaret yg memar, jangan tanya kenapa. Devano menampar nya berulang kali. Dominic sendiri bahkan sangat terkejut dan tak menyangka Devano bisa bersikap seperti itu pada wanita. Terkadang Devano memang kejam, pendendam. Tapi Devano selalu bermain halus, bukan brutal seperti sekarang.


"Tentu saja, karena mencintai Sarah Devano sampai melupakan apa yg William lakukan" ucap Margaret yg masih menolak fakta itu.


"William sendiri mengalami penyerangan malam itu, dia juga hampir mati" desis Dominic.


"Mungkin itu hanya akal akalan Sarah. Sarah sudah sangat membodohi Devano" jawab Margaret.


Dan tiba tiba terdengar pintu yg terbuka dengan keras, Devano muncul dengan wajah sangar nya.


"Jangan pernah berani membawa bawa Sarah dalam hal ini..." desis Devano sambil mencengkram kuat pipi Margaret. Membuat Margaret meringis merasakan tangan Devano seolah akan mematahkan rahang nya.


"Tuan..." Dominic mencoba menenangkan Devano. Ia tak mau melihat Devano memukul Margaret lagi.


"Bunuh dia..." desis Devano yg membuat Margaret melotot tak percaya begitu juga dengan Dominic. Namun belum sempat ada yg berbicara, Devano langsung pergi dari sana.


▫️▫️▫️


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2