Married By Challenge

Married By Challenge
Part 143


__ADS_3

Matahari yg begitu terik membuat Airin merasa seperti sedang di panggang, kini ia sudah mendapatkan satu bungkus bakso dan tiga bungkus gado gado. Airin tidak mengambil jatah nya karena ia tak berselera makan untuk saat ini.


Sesampainya di kantor nya, Airin langsung masuk lift dan tujuan nya adalah keruangan Devano.


Airin melihat pintu ruangan Devano sedikit terbuka, tanpa mengetuk nya Airin malah membuka nya semakin lebar dan ia terdiam mematung saat mendapati Devano dan Sarah yg sedang berciuman, bahkan Sarah duduk di pangkuan Devano dan mereka terlihat menikmati adegan itu hingga tak menyadari kedatangan Airin. Atau Sarah hanya pura pura tak menyadari nya?


"You're so sweet my little girl, I'm addicted on your lips, like morphine" erang Devano di sela ciuman nya yg membuat Sarah tersipu. Hingga Sarah melepaskan ciuman mereka dan ia segera turun dari pangkuan Devano seolah terkejut dengan keberadaan Airin.


"Airin, ngapain kamu di sini?" tanya Sarah kesal. Devano pun langsung menoleh dan ia terlihat marah melihat Airin ada di ruangan nya.


"Bukannya aku sudah melarang mu memasuki ruangan ku?" tanya Devano dingin sambil menarik Sarah untuk kembali duduk di pangkuan nya. Tentu Sarah langsung mencari posisi paling nyaman di pangkuan suami nya itu. Sementara Airin yg melihat hal itu langsung terbakar cemburu, ingin rasanya ia menarik Sarah dan melempar nya ke lantai.


"Maaf, Pak. Saya hanya mau mengantar ini..." ucap Airing sambil menunjukkan plastik yg berisi makanan.


"Memang nya kamu engga bisa suruh orang lain?" tanya Sarah kesal. Airin tak bisa menjawab nya "Sekarang pergi ke dapur dan letakkan makanan ku di piring, suruh Kak Mia yg mengantar kesini. Terus kamu anterin satu gado gado nya buat Om Aldo, dia masih ada di perkiran. Buatkan kopi juga buat Om Aldo" sekali lagi Airin hanya bisa menahan rasa kesal nya.


Sementara Devano, ia melirik Sarah sambil memucingkan mata nya. Seperti nya Devano mulai mengerti maksud kedatangan Sarah ke kantor nya, dan itu membuat Devano tersenyum geli.


"Kenapa masih di sana?" tanya Devano dengan suara berat nya. Airin pun segera bergegas keluar dengan wajah yg cemberut.


Sementara Sarah mengulum senyum puas nya, Devano yg menyadari hal itu merasa sangat gemas. Ia langsung kembali melahap bibir Sarah.


"Jadi itu alasan mu, hm? Kamu mau ngerjain? Kenapa?"tanya Devano di sela ciuman nya.


"Karena dia suka sama kamu, Sayang" jawab Sarah dan ia mendorong dada Devano agar melepaskan ciuman nya. Sarah mulai kehabisan nafas dan wajahnya memerah.


"Tapi aku engga peduli soal itu, aku cuma bantu dia untuk memiliki pekerjaan, itu saja" ucap Devano sambil mengusap bibir Sarah yg lengkap dan basah.


Terdengar suara ketukan pintu dan suara Mia dari luar.

__ADS_1


"Masuk, Kak Mia..." seru Sarah. Mia pun datang dan membawa samangkuk bakso dan sepiring gado gado.


"Makasih, Kak..."ucap Sarah saat Mia menyajikan itu di meja.


"Sama sama, saya permisi"


Setelah Mia keluar, Devano menyuapi Sarah untuk memakan bakso nya.


"Dev, aku boleh engga kalau kesini setiap hari?" tanya Sarah sambil mengunyah.


"Kenapa? Mau ngawasi Airin?" goda Devano yg membuat Sarah mendelik.


"Mau jagain suami" jawab nya.


"Sayang, aku engga akan berpaling ke wanita lain. Engga akan pernah, karena aku sangat mencintai mu"


.........


Naina benar benar tak menyangka Jacob sangat serius untuk menikahi nya malam ini juga. Dan Naina tahu apa yg Jacob inginkan malam ini, Naina hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban dan Jacob membatalkan niat nya itu.


Tapi sepertinya Tuhan pun ingin memberikan Naina pelajaran saat kedua orang tua Naina malah sangat mendukung keputusan Jacob mengingat betapa nakal nya Naina pada Jacob. Mereka juga mengaku lega jika memang hubungan mereka segera di halalkan, selama ini itulah yg mereka harapkan.


Jacob sudah mengurus semua nya dengan cepat. Dan saat Naina ingin curhat pada Sarah, sahabat nya itu malah sibuk sendiri dengan suami nya.


Hingga petang menjelang, Naina semakin gugup. Hanya beberapa jam lagi.


Akad nikah nya akan di adakan di rumah Naina dengan hanya di hadiri oleh orang tua Naian sendiri, penghulu dan dua saksi. Walaupun begitu, Naina tetap di dandani dengan cantik bak pengantin oleh ibunya.


Kini akad akan segera di mulai, Naina sangat gugup dan bersamaan dengan itu terdengar suara Sarah di bawah. Naina segera turun dan melihat sahabatnya itu sedang berbincang dengan Jacob dan ada Vino juga di sana. Tak lama kemudian muncul William, Freya, Devano, Juan dan juga Helen.

__ADS_1


"Kok banyak manusia?" gumam Naina heran.


"Jacob yg mengundang mereka, katanya untuk menyaksikan janji suci kalian berdua" jawab Mama nya yg menghampiri Naina "Ayo turun, sudah saat nya akad"


"Ma, boleh delay engga?" bujuk Naina memelas.


"Maka nya, jadi perempuan tuh yg kalem, yg anggun, yg sopan, biar orang orang tuh tenang meskipun kamu belum menikah"


"Tapi kan, Ma..."


"Nina Bobo...." teriak Sarah dari bawah, Sarah melambaikan tangan nya pada Naina "Cepetan turun, biar akad nya cepat selesai..."


Jacob pun menoleh ke Naina yg kini menuruni tangga bersama Mama nya, Jacob terpesona melihat Naina yg sangat cantik dalam balutan kebaya putih nya itu.


Sementara di ruang tengah, dua saksi dan penghulu sudah siap. Devano, William dan Juan juga ikut menjadi saksi.


"Cantik juga kau..." puji Juan yg langsung mendapatkan tatapan tajam dari Helen "Tapi tetap lebih cantik istri ku"


"Dunia ini benar benar aneh, semua orang pada nikah dadakan" seru Vino heran. Sarah yg ia kira masih gadis ternyata sudah bersuami, Kakak nya yg seperti kucing garong tiba tiba menikahi tunangan orang, dan sekarang Naina...


"Ya juga ya..." jawab Sarah yg menyadari hal yg sama.


"Ya sudah, sekarang waktunya akad" seru Papa Naina.


"Naina, malam ini kita langsung ke apartemen ya..." bisik Jacob yg membuat Naina bergidik ngeri, karena tentu ia sudah tahu apa maksud kata kata Jacob itu.


▫️▫️▫️


Tbc......

__ADS_1


__ADS_2