
Merasa takut bertemu dengan Devano setelah apa yg terjadi di mobil tadi, Sarah memilih pulang kerumah orang tuanya.
Ciuman tadi benar benar berbeda dari biasanya, Sarah merasa seolah Devano mengklaim dirinya dan ingin mengikat nya. Membuat Sarah bingung dan merasa takut dalam waktu yg bersamaan.
Dirumah orang tua nya, Sarah hanya tinggal berdua dengan Mama nya karena Papa nya dan William sedang bekerja di kantor William.
"Apa pernikahan mu berjalan lancar?" tanya Venita pada Sarah yg sedang asyik menikmati angin sore di halaman rumahnya.
"Hem" jawab Sarah tanpa menoleh.
"Kenapa? Kamu bertengkar sama Devano?" tanya sang Mama lagi.
"Ma, sebenarnya..." Sarah ingin sekali mengatakan yg sebenarnya tapi mama nya tak mungkin percaya.
"Sebenarnya apa?" tanya Venita. Sarah menunduk sambil menggeleng.
"Kamu pasti bertengkar kan sama Devano?" desak Venita apa lagi tak biasanya Sarah langsung pulang kerumah nya dari sekolah.
"Engga, Ma. Cuma... Cuma Sarah engga siap aja" bisik Sarah yg membuat Venita mengerutkan kening nya.
"Engga siap apa nya? Kamu hamili?" pekik Venita yg langsung membuat Sarah melotot.
"Engga lah, Ma. Kita engga pernah melakukan itu" jawab Sarah tanpa sengaja dan hal itu langsung membuat mama nya melongo.
"Engga pernah melakukan itu gimana?" tanya Venita yg membuat Sarah merasa gelagapan. Ia hanya bisa garuk garuk kepala "Sarah, malah diam"
"Bukan apa apa, Ma" jawab Sarah malu malu.
"mama serius, Sarah. Apa maksud mu, kamu belum..."
"Belum" jawab Sarah dengan cepat menyela ucapan Mama nya.
"Astaga, Sarah. Kenapa kamu belum KB juga? Biar engga kebablasan lho, kamu masih sekolah dan Sarah hanya bisa melongo. Yg dia maksud belum bercinta tapi yg mama nya tanggap malah masalah KB.
"Biar nanti Mama yg bicara sama Devano supaya kalian mencegah kehamilan" ucap nya yg membuat Sarah lagi lagi hanya bisa mengangkat. Apa lagi saat Sarah hendak berbicara, Mama nya itu sudah meluncur pergi membuat Sarah hanya bisa tepuk jidat.
Di malam hari nya, Devano mendatangi Sarah kerumah Jason. Sarah fikir Devano akan menjemput nya tapi ternyata Devano justru meminta Sarah tinggal bersama orang tua nya selama beberapa hari karena Devano harus ke London untuk mengecek keadaan adik nya.
Dan Devano juga bertemu dengan Jason dan Venita. Devano menceritakan bahwa ia punya adik yg sedang sakit di London. Mereka tampak terkejut karena baru tahu Devano punya adik dan sekarang dalam keadaan koma.
Setelah berbicara dan pamitan pada mertua nya, Devano sudah haru pergi karena penerbangan nya malam ini juga.
Sarah mengantar Devano hingga ke depan, sebenarnya ia ingin mengantar Devano ke bandara tapi Devano melarang nya.
"Salam buat Catty" ujar Sarah dan dari raut wajah Devano, Sarah bisa merasakan ketegangan dan Devano seperti sangat ketakutan.
"Iya, kamu jaga diri ya. Kalau kamu butuh apapun, katakan saja pada Dominic" Sarah menganguk kemudian ia memeluk Devano. Devano pun memeluk Sarah dengan sangat erat dan mencium kening serta pi nya. Kini Mereka sudah seperti suami istri pada umum nya.
Setelah itu, Devano sudah heak masuk ke mobil nya namun Sarah mecekal tangan nya.
__ADS_1
"Dev..." seru nya. Devano menoleh dan Sarah memeluk nya lagi.
"Dev, terkadang kita harus melepaskan orang yg kita cintai demi kebaikan dia" lirih Sarah yg ebuat Devano mengerutkan dahi nya.
Sarah melepaskan pelukan nya dan ia menatap mata Devano lekat lekat.
"Apa maksud mu?" tanya Devano.
"Kamu akan mengerti saat kamu melihat Caitlin nanti. Fikirkan dia, Dev"
Walaupun masih tak mengerti maksud Sarah, tapi Devano sudah harus pergi sebelum ia ketinggalan pesawat nya. Dan sebelum pergi, Devano menyempatkan diri mengecup bibir Sarah yg selalu terasa manis dan menggoda.
.
.
.
Setelah mengantar Devano, Sarah kembali kedalam rumah nya dan diruang tengah kedua orang tua nya sudah menunggu.
"Sarah, sejak kapan kamu tahu kalau Devano punya adik?" tanya Jason penasaran.
"Udah lama sih, tapi baru pas kita ke London aku ketemu dia. Kondisi nya sangat memprihatinkan, Pa"
"Tapi kenapa Devano engga pernah cerita soal itu ya" sambung Venita.
"Mungkin karena kondisi adik nya seperti sekarang dan dia juga anak hasil selingkuhan ayah nya sama pelayan rumah nya"
"Siapa nama adiknya?" tanya Jason.
"Caitlin Lake" jawab Sarah dan bersamaan dengan itu William baru saja datang dan mendengar Sarah menyebutkan nama itu.
"Caitlin?" tanya William.
Sarah dengan polos nya mengangguk saja membuat William bingung "Caitlin siapa?" tanya nya lagi.
"Adik nya Dev, nama nya Caitlin" jawab Sarah.
"Devano punya adik?" tanya William terkejut dan Sarah sekali lagi mengangguk "Caitlin?" gumam William karena nama itu tak asing bagi nya.
"Kenapa? Kamu kenal dengan gadis yg bernama Caitlin?" tanya Venita.
"Engga, Ma. Cuma engga asing dan...waktu di penjara, ada yg bilang aku teriak manggil Caitlin pas aku tidur" tutur William yg membuat semua orang semakin bingung.
"Ma, Pa. Apa sebelum nya aku punya kenalan yg bernama Caitlin?" tanya William. Jason juga Venita menggeleng.
"Setahu Mama sih engga punya. Tapi coba kamu tanya sama Freya, mungkin teman masa kecil mu atau teman di sekolah mu dulu" saran Venita.
William terdiam dan sekarang ia menanggapi serius nama Caitlin itu.
__ADS_1
Dan Devano punya adik? Itu berita yg sangat mengejutkan bagi William.
.
.
.
London...
Devano di beri tahu bahwa Caitlin mengalami kejang. Organ dalam nya pun sudah rusak karena obat obatan yg harus setiap hari di masukan kedalam tubuh Caitlin.
Sekali lagi, Dokter menyarankan agar Devano melepaskan Caitlin demi kebaikan Caitlin sendiri. Karena hidup pun rasanya tak ada guna nya dan yg ada hanya akan semakin menyiksa jiwa raga Caitlin yg memang sudah setengah mati.
Devano memandangi Caitlin lekat lekat dan ia teringat dengan ucapan Sarah.
"Dev, terkadang kita harus melepaskan orang yg kita cintai demi kebaikan dia"
"Kamu akan mengerti saat kamu melihat Caitlin nanti. Fikirkan dia, Dev"
Apakah mungkin hal ini yg Sarah maksud?
Devano meminta waktu sehari saja pada Dokter itu untuk memikirkan hal ini. Sementara Margaret jelas jelas menolak hal itu karena ia masih ingin anak nya hidup.
Dan tentu Devano takkan ambil pusing dengan pendapat Margaret sekalipun dia ibu Caitlin.
Devano mulai memikirkan segala nya, apa yg terjadi pada Caitlin 5 lima tahun yg lalu. Dan apa yg sudah Caitlin alami selama lima tahun terkahir ini, Devano memaksa Caitlin bertahan hidup sementara Caitlin sudah tak sanggup hidup.
Devano juga sadar, luka Caitlin bukan hanya di tubuh nya tapi juga di jiwa nya.
Benar kata Dokter, hidup pun takkan ada gunanya apa lagi sekarang organ dalam Caitlin yg mulai rusak. Tak ada lagi harapan Caitlin bisa hidup.
Semalaman Devano duduk di samping Caitlin tanpa menutup mata sedikitpun. Saat Devano kehilangan orang tuanya, hanya Caitlin yg dia miliki sebagai adiknya. Devano tulus mencintai Caitlin dari lubuk hati nya yg paling dalam.
Dan sekarang, haruskah Devano kehilangan nya?
Tapi jika itu memang yg terbaik untuk Caitlin, Devano memang harus melepaskan nya.
"Maafin aku, Catty. Seharusnya aku bisa menjaga mu" lirih Devano membelai kepala Caitlin.
"Dan maaf karena aku menyiksa mu selama ini, aku terlalu takut kehilangan mu. Dan William, William yg menolong mu waktu itu kan? Kamu menyebutkan nama nya karena kamu ingin aku menolong nya kan? Kamu tenang saja, Catty. William selamat dan sekarang dia baik baik saja walaupun dia kehilangan ingatan nya" Devano menggenggam tangan kurus adik nya dan mengecup nya.
"Dan Sarah, yg waktu itu aku bawa kesini. Dia adalah istri ku dan dia adik nya William, aku mencintai nya. Dia cinta pertama ku, aku harap kamu merestui pernikahan kami"
Tanpa sadar, Devano meneteskan air mata nya dan ia mengecup lama kening adik nya.
"Maaf karena aku engga bisa jadi kakak yg baik, Dek. Semoga kamu maafin kakak, dan kakak sangat mencintai mu. Selamat tinggal, Sayang"
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...