Married By Challenge

Married By Challenge
Part 43


__ADS_3

Devano terbangun di sore hari, dan ia mendapati Sarah yg ternyata ikut tertidur di samping nya. Devano membelai pipi Sarah dengan sayang, dan penyesalan kembali menggelitik hati nya mengingat semua yg ia mulai dengan cara yg salah. Entah itu pertemanan nya dengan William apa lagi pernikahan nya dengan Sarah. Dan yg paling salah adalah ia benar benar menghancurkan keluarga Fergueson.


"Egh..."Sarah mengerang sambil menggeliat saat merasakan tangan Devano di wajahnya.


"Sudah bangun? Apa masih demam?" tanya Sarah kemudian meletakkan punggung tangan nya di dahi Devano dan ternyata suhu nya masih panas.


"Nanti juga sembuh sendiri" jawab Devano kemudian ia beranjak turun dari ranjang. Sarah menggeliat sambil menguap dan tanpa ia sadari baju nya terangkat hingga menampilkan perutnya yg rata. Sarah yg berantakan khas bangun tidur apa lagi masih dengan baju sekolah nya membuat Devano merasakan hasrat tak terlarang. Sarah terlihat seksi di mata nya.


Sementara Sarah yg menyadari kemana fokus Devano langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


"Apa liat liat?" tanya Sarah marah.


"Liat perut istri ku" jawab Devano dengan santai nya yg membuat Sarah menganga "Jadi penasaran pengen aku sentuh, halus apa engga ya?" lanjut nya yg membuat Sarah menganga semakin lebar dan ia memagang selimut nya dengan erat.


"Dasar mesum ya" gerutu Sarah yg membuat Devano malah tampak senang.


"Mesum juga sama istri sendiri. Sah sah aja kan... Egghh" Devano juga meregangkan tubuhnya dan kemudian ia masuk ke kamar mandi.


Sarah pun turun dari ranjang dan ia mengambil pakaian ganti nya.


Tak lama kemudian Devano keluar dengan wajah yg masih basah. Sarah pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.


..........


Di malam hari nya, Devano di kejutkan dengan kedatangan Jason, Venita dan juga William.


"Kata Sarah kamu sakit, maka nya kami jenguk" ujar Venita yg menyadari keterkejutan menantu nya.


"Cuma demam, Tante" jawab Devano.


"Kami turut berduka atas apa yg terjadi dengan adik mu, kami sudah dengar juga dari Sarah" ujar William yg langsung membuat Devano terpaku dan tamapak tegang. Apakah William benar benar tidak akan pernah mengingat Caitlin?


"Terima kasih" jawab Devano kaku dan kemudian Sarah turun dari kamar nya dan langsung terlihat girang melihat keluarga nya datang.


"Ma, Pa, Kak Will..." sapa Sarah.

__ADS_1


"Apa kamu merawat suami mu dengan baik?" tanya Venita.


"Iya dong, tanya aja sama Dev" jawab Sarah dengan senyum lebar nya dan Devano tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya melihat Sarah yg tampak nya sangat senang dengan kedatangan keluarga nya.


"Malam ini kalian makan malam di sini aja" pinta Devano.


"Bener, masakan Bibi En enak banget" sambung Sarah dan tentu mereka tak bisa menolak.


Venita pun ke dapur hendak membantu Bibi Eni membuatkan makan malam yg tentu saja langsung di larang oleh Bi Eni.


"Engga apa apa, aku juga setiap hari masak di rumah" ujar Venita dan itu membuat Bibi Eni merasa senang "Sudah berapa lama kerja di sini, Bi?" tanya Venita lagi supaya dapur tak terlalu sunyi karena Bibi Eni dan Lolly yg hanya diam.


"Sangat lama, sejak Tuan Devano kecil. Karena dulu saya pengasuh nya" jawab Bi Eni yg membuat Venita tampak terkejut dan juga kagum.


"Wow, selama itu? Bagaimana bisa?" tanya nya.


"Ya karena saya sudah tidak punya keluarga, Tuan Devano pun sama. Jadi saya akan tetap menjaga Tuan Devano sampai akhir hayat"


"Kamu luar biasa, beruntung sekali Devano memiliki pengasuh seperti mu, Bi. Sarah juga sangat beruntung karena memiliki suami yg baik" ujar Venita. Bi Eni melirik Venita sekilas, rupa nya Devano benar benar sudah berhasil mengambil kepercayaan keluarga Fergueson demi dendam nya. Tapi sekarang terbukti mereka tak bersalah dan Bi Eni senang dengan hal itu, walaupun ketakutan juga terbersit dalam hati nya bagaiamana jika suatu hari nanti mereka tahu? Apa lagi sekarang Devano sudah terlihat sekali sangat mencintai Sarah.


"Bukan hanya baik, Nyonya. Tuan Devano sangat mencintai Nyonya Sarah dan selalu menjaga nya"


Sementara Devano yg tadi nya hendak ke dapur untuk mengambil air, hanya bisa terdiam mematung mendengarkan obrolan ibu mertua nya yg sangat percaya pada nya, bukan hanya Venita tapi semua nya begitu percaya pada Devano.


"Tuan Devano, apa kau perlu sesuatu?" tanya Lolly yg melihat Devano berdiam diri di ambang pintu dapur.


"Air, bawakan air ke depan" seru Devano.


"Baik, Tuan. Akan saya bawakan" jawab Lolly.


Devano pun kembali ke depan dan terlihat Sarah yg sedang mengobrol bersama kakak dan ayahnya. Mereka tersenyum dan tertawa, membuat Devano iri dengan kasih keluarga yg mereka miliki.


"Dev..." panggil Sarah karena Devano terlihat melamun. Devano pun menghampiri mereka dan duduk di samping Sarah.


"Kamu masih sakit, Dev?" tanya William dan Devano menggeleng "Apa kedatangan kami mengganggu?"

__ADS_1


"Engga, sama sekali engga" jawab Devano "Aku senang kalian berkunjung" lanjut nya.


"Kamu pasti masih bersedih atas apa yg terjadi, aku bisa memahami nya karena aku juga punya adik" ujar William dan Devano menanggapi nya dengan senyum tipis "Tapi jujur, nama adik mu engga asing. Caitlin..."


Devano langsung menatap William dan ia tampak terkejut namun juga penasaran, apakah William mengingat adik nya atau tidak.


"Mungkin salah satu teman mu bernama Caitlin" ujar Devano.


"Entahlah, aku sudah nanya sama Freya tapi dia bilang engga ada yg nama nya Caitlin. Yg ada Catherine"


"Mungkin teman kuliah kakak di London..." sambung Sarah.


"Benar juga..." seru William yg baru menyadari hal itu "Nanti deh aku tanya sama teman kampus ku dulu"


"Memangnya kenapa?" tanya Devano tampak tak suka ide itu "Maksud ku, apa mungkin dia orang yg penting?"


"Entahlah, Dev. Tapi waktu aku di penjara ada yg bilang aku teriak manggil nama Caitlin pas aku tidur, waktu itu aku mimpi buruk tentang kejadian di rel kereta bawah tanah. Jadi aku berasumsi, mungkin sebelum kecelakaan aku mengenal Caitlin atau Caitlin ada hubungan nya sama kecelakaan ku" tutur William yg membuat Devano terdiam. Dan terdengar suara Venita yg memanggil William, William pun menghampiri Mama nya ke dapur dan Sarah pun juga ikut.


Kini tinggal Jason dan Devano berdua saja. Devano tampak melamun lagi, kini ia memikirkan William.


"Sebenarnya aku memikirkan sesuatu...." ujar Jason tiba tiba yg langsung membuat Devano mendongak dan menatap Jason "Aku sudah dengar tentang adik mu dari Sarah dan kejadian nya lima tahun yg lalu. Dan lima tahun yg lalu juga, William mengalami hal yg sama. Kata Sarah, waktu itu dia pergi untuk mengejar seorang gadis tapi kami sudah menyelidiki kasus William selama sebulan dan engga ada tanda tanda seorang gadis di sana. Sementara kami engga tahu siapa gadis itu, bahkan William engga pernah menyebutkan nama nya selain sweety Catty itu pun hanya sekali saat dia berbicara dengan Venita di telpon"


Devano berusaha tetap tenang walaupun hati nya bergemuruh mendengar cerita Jason. Dia sudah bisa menebak apa yg akan Jason katakan selanjutnya dan Devano tidak tahu apa yg harus ia lakukan atau katakan jika mereka menemukan fakta bahwa apa yg terjadi pada William ada hubungan nya dengan adik nya.


"Kemudian entah bagaimana William mengigau nama Caitlin dan adik mu adalah... Caitlin"


Devano menahan nafas dan ia merasa tegang. Ia tak ingin mereka tahu tentang fakta yg sebenarnya.


"Mungkin hanya kebetulan, Om. Karena waktu itu Caitlin baru tinggal di London untuk kuliah dan dia belum kenal siapa pun. Dan saat ini tu Caitlin di temukan di jalan raya, bukan di rel kereta bawah tanah" jawab Devano berusaha tenang. Jason tampak tak puas mendengar jawaban Devano tapi mungkin apa yg Devano katakan memang benar.


"Makan malam siap..." seru Sarah memanggil ayah dan suaminya.


Mereka pun pergi ke meja makan bersama dan menikmati masakan Venita dan Bi Eni.


Sementara Devano kini memperhatikan sebuah keluarga yg dulu ia anggap lawan ternyata kawan. Mereka juga sangat percaya dan sayang pada Devano membuat Devano merasa malu, tapi Devano sudah bertekad akan membayar semuanya.

__ADS_1


***▫️▫️▫️


Tbc***...


__ADS_2