
Sarah sudah pindah ke apartemen William dan itu membuat Venita sangat senang. Mereka merayakan ulang tahun Sarah yg hanya di hadirin Freya, Jacob dan Naina.
"Maaf ya, Papa engga bisa buatin pesta yg meriah di ulang tahun mu yg sekarang. Padahal para remaja biasa nya membuat pesta yg meriah di ulang tahun yg ke 17" ucap Jason dan ia tampak sangat merasa bersalah.
"Engga apa apa, Pa. Yg penting kalian selalu bersama Sarah, itu sudah membuat Sarah merasa berpesta setiap hari" jawab Sarah sambil terkikik.
"Tapi kami masih punya hadiah" ucap mama nya. Kemudian ia memberikan kotak hadiah kecil yg di bungkus kertas warna merah muda. Sarah dengan antusias membuka nya dan itu adalah sebuah liontin berbentuk hati. Di satu sisi terukur nama Sarah dam sisi yg lain terukur hurud F yg berarti Fergueson. Sarah tampak sangat menyukai nya dan ia langsung memakai nya.
"Woah, cantik banget" ujar Sarah kegirangan.
"Maaf ya, Sayang. Cuma itu yg bisa Mama kasih" ucap mama nya yg terlihat sedih.
"Ini hadiah terindah di dunia ini" seru Sarah lantang dan ia langsung mengecup pipi mama nya berkali kali.
Kemudian Freya, Naina dan Jacob juga memberikan hadiah mereka dan mereka tampak sangat gembira. Setelah merayakan ulang tahun Sarah dan menikmati kue tart nya, kini mereka nonton film bersama sambil menikmati beberapa cemilan dan mengobrol panjang lebar.
Sesaat mereka tampak melupakan masalah yg ada, dan itu membuat Sarah sedikit lega. Apa lagi ketika melihat mama nya yg semakin hari semakin kurus, Sarah menjadi tak tega dan ia berjanji akan mengeluarkan William dari penjara secepatnya.
Sarah tahu, hanya bangkrut tak akan membuat ibu nya kurus kering seperti sekarang. Karena uang bisa mereka cari dan itulah yg selalu di ajarkan Venita. Tapi sebagai seorang ibu, Venita pasti sangat terpukul dengan apa yg menimpa William.
"Ma..." Sarah bergelanyut manja di lengan ibu nya "Kak Will akan bebas, Mama jangan khawatir" seru Sarah.
"Mama tahu, Sayang. Mama percaya Freya pasti bisa membantu"
"Kami semua membantu" ujar Naina keceplosan yg membuat Jason dan Venita tampak bingung.
"Maksudnya?" tanya Jason.
"Emm... Itu, Om..." Jason menatap Sarah lekat lekat.
"Dengar, Nak. Papa tahu kamu orang nya nekat, tapi untuk kasus ini. Tolong jangan ikut campur, karena Papa takut kamu kenapa napa dan malah jadi target berikutnya dari orang yg ingin menghancurkan kita" tegas Jason. Sarah mengangguk dengan polos nya seolah ia memang tak melakukan apapun. Namun Jason tentu tak percaya begitu saja, ia mengenal putri nya yg kadang bertindak nekat. Jason hanya berharap semua ini akan segera berakhir dan Sarah tak menjadi incaran berikutnya, karena Jason sadar keluarga nya sedang di jadikan target untuk di hancurkan.
.
.
__ADS_1
.
Akhirnya persidangan untuk kasus William sudah tiba. Sarah terlihat sangat tidak tenang, ia ingin sekali menghadiri persidangan kakak nya tapi semua orang melarang nya. Alhasil Sarah harus tetap pergi ke sekolah dan selama pelajaran berlangsung Sarah hanya melamun. Bertanya tanya apakah rencana nya berhasil?
Sementara itu, persidangan sudah di mulai. William di hadirkan sebagai tersangka. Airin di hadirkan sebagai korban yg menuntut dan juga beberapa saksi lain.
Pengacara Airin yg bernama Antony mulai menanyakan beberapa hal kepada William, apakah William mengenal Airin, apakah mereka berkencan dan sebagainya. Dan semua jawaban William selalu tidak. Karena ia memang tidak mengenal Airin sama sekali.
Namun pengacara Airin memperlihatkan rekaman cctv di sebuah Cafe dan juga sebelum mereka pergi ke rel kereta.
"Menurut mu untuk apa aku pergi ke rel kereta? Itu jelas jelas bukan aku" ujar William dengan nada kesal yg membuat semua orang tercengang. Karena tersangka seharusnya hanya menjawab dan tak bertanya seperti itu.
"Mungkin kau memang berniat memperkosa korban disana..."
"Itu tidak benar, saya phobia terhadap apapun yg berhubungan dengan kereta. Saya tidak pernah mendekati rel kereta mana pun" tutur William dan pengacara itu kini malah menunjukan sebuah gelang yg menang milik William.
"Apa ini milik mu?" tanya Antony, William memperhatikan gelang itu baik baik.
"Ada inisial nya, W F. Yg berarti William Fergueson"
"Ini di temukan di TKP, jejak sepatu dengan ukuran sepatu mu juga di temukan di sana. Ada orang yg melihat mu pergi ke sana"
"Keberatan yg mulia..." sela Freye namun sang hakim tidak menerima nya dan malah menyuruh Antony melanjutkan.
"Jadi yg mulia, sudah jelas William Fergueson telah memperkosa dan menyekap klien saya. Dan klien saya tidak punya motif apapun untuk memalsukan laporan nya. Sekian, terimakasih"
Antony duduk di kursi nya dan kini giliran Freya yg bersuara.
Freye berdiri, ia menatap William sekilas dan tampak William yg putus asa dan Freya memberi isyarat untuk tetap kuat.
Freya mulai bertanya kepada Airin tentang rekaman cctv di Cafe saat Airin mengatakan disana William menggoda nya dan bahkah menyentuh pundak nya. Freya memutar kembali rekaman cctv itu.
"Jadi, Nona Airin. Benarkah William Fergueson menggoda mu di sana?" tanya Freya.
"Iya" jawab Airin tegas. Kemudian sekali lagi Freya memutar rekaman cctv itu "Tapi kamu yg mendatangi William saat itu, kemudian kamu terus berbicara dan William hanya diam. Kamu terus dan terus berbicara sehingga William mengangkat tangan nya dan hendak menyentuh pundak mu, dan sebelum itu William hanya mengucapkan beberapa kata, semua terekam jelas di sini... "ujar Freya dan Airin tampak baru menyadari hal itu.
__ADS_1
"William, apa yg dia katakan saat itu?" tanya Freya.
"Dia mengatakan banyak hal dan saya tidak bisa mengingat nya karena bagi saya dia hanya iseng saat itu. Dan saya tidak menyentuh pundak nya, dia mengatakan ada semut di pundak nya dan meminta saya membuang nya, padahal sudah saya katakan tidak ada. Dia bersikeras meminta saya membuang semut tapi tiba tiba dia Menepis tangan saya dengan kasar, marah marah dan kemudian pergi "
"Dan satu hal lagi, William..." Freya menunjuk foto yg di ambil dari rekaman cctv yg ada di dekat rel kereta "Apa itu kau?"
"Bukan, saya tidak pernah mendekati rel kereta"
"Lihat baik baik, William. Benarkah kamu membawa Airin ke sini..." dan kali ini Freya memutar video rel kereta saat polisi mengamankan TKP, dimana di rekaman itu terlihat jelas setiap sudut rel kereta.
Dan tiba tiba William tampak kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Sudah ku katakan aku phobia terhadap apapun yg berhubungan dengan kereta" teriak William marah.
"Lihat baik baik, William. Siapa tahu kamu mabuk dan saat itu tidak sadar pergi ke sana..." Freya memaksa William melihat rekaman itu, membuat semua bingung dengan tindakan Freya yg malah menyudutkan klien nya sendiri.
"Aku tidak pernah kesana..." jawab William sambil terus memegang kepala nya dan ia tampak linglung.
"Atau mungkin kamu membawa nya ke rel kereta yg lain, ke sini misalnya..." Freya memutar video lain dan itu di rel kereta dimana ada kereta yg berjalan dan seketika itu William langsung pingsan.
Freya tampak merasa bersalah karena sudah menekan William tapi hanya ini cara nya untuk menunda persidangan dan membuktikan William memang phobia terhadap apapun yg berhubungan dengan kereta. Sehingga satu kemungkinan ada bahwa William tak pernah kesana.
Antony berteriak dan mengatakan itu hanya sandiwara, persidangan menjadi kacau dan hakim mencoba menenangkan persidangan.
Hakim meminta Dokter memeriksa keadaan William saat itu juga.
"Dia tertekan, nafas nya berat menandakan dia sangat tertekan, tubuh nya juga sangat dingin. Dan seseorang yg di paksa menghadapi phobia nya terkadang memang seperti ini saat ia tak mampu mengendalikan ketakutan nya" ujar Dokter itu.
Setelah mendengar ucapan Dokter, hakim memerintahkan agar William di rawat dan sidang di tunda minggu depan.
Freya bernafas lega. Rencana Sarah berhasil.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1