Married By Challenge

Married By Challenge
Part 103


__ADS_3

"Nyonya Sarah terlihat di halte bus bersama Alvino Barnard"


"Sial..." geram Devano dengan rahang nya yg mengeras sempurna, ia baru saja selesai mandi setelah dua hari tak mandi. Dia bahkan belum sempat tidur dan mengurus perusahaan nya sedikit pun.


Sekarang kabar yg ia dapatkan membuat darah nya benar benar mendidih.


Tanpa fikir panjang, Devano langsung melanjukan mobil nya menuju sekolah Sarah untuk mencari Vino.


Sesampainya disana kelas sudah di mulai, di luar sekolah pun sangat sepi. Devano langsung menuju kelas Vino setelah ia bertanya pada salah satu guru yg kebetulan lewat di depan nya.


Tak peduli kelas yg sedang ada ujian, Devano langsung membuka pintu bahkan setengah menendang nya membuat seisi kelas menjadi sangat terkejut.


Naina dan Vino pun tak kalah terkejut nya melihat kedatangan Devano apa lagi sorot mata nya yg menyiratkan kemarahan yg seperti nya sudah mencapai puncak nya.


"Dimana istri ku?" desis Devano tajam setelah berada di samping Vino. Masih shock, Vino hanya bisa celengokan dan ia sama sekali tak mengerti apa yg Devano bicarakan "DIMANA SARAH, Vino?" teriak Devano marah dan seketika seisi kelas menjadi tegang, bahkan ini lebih menegangkan dari pada ujian mereka.


Semua mulai berbisik bisik, membicarakan Vino yg mereka duga membawa istri Devano. Dan mereka sangat terkejut saat Devano menyebutkan nama Sarah.


"Tuan Lake, kelas sedang ada ujian yg sangat penting. Tolong jangan bawa urusan pribadi ke sini!" tegas guru pengawas itu namun Devano seolah tak mendengar nya.


"Tuan Lake..." Naina menarik lengan Devano untuk menanangkan nya tapi Devano malah menghempaskan tangan Naina dengan kasar.


"Kamu bicara apa? Istri apa?" tanya Vino heran.


"Kamu membawa lari Sarah, dia istri ku, sialan. Dimana kamu sembunyikan dia?" seru Devano penuh amarah tak peduli seisi kelas yg semakin ricuh mendengar kabar mengejutkan ini.


"*Sarah sudah menikah?"


"Bukannya dia masih bertunangan?"

__ADS_1


"Kenapa Vino membawa pergi Sarah?"


"Jangan jangan neraka selingkuh*?"


"TUAN DEVANO...." teriak guru pengawas itu sambil memukul papan untuk menarik perhatian mereka dan agar suasana kembali tenang apa lagi murid murid yg mulai bergosip tak karuan.


"DIAM!!!!" Devano balas berteriak membuat guru itu tersentak, Devano menatap tajam sang guru membuat nyali nya langsung menciut.


"Devano, kita bicara di luar..." tegas Naina kemudian ia menarik paksa Devano dan Vino keluar kelas "Permisi, Bu. Izin keluar sebentar ya" ucap Naina membuat guru nya itu hanya bisa geleng geleng kepala.


"Dimana Sarah?" tanya Devano lagi dan Vino hanya bungkam, ia menghindari tatapan membunuh Devano yg mencoba mengintimidasi nya. "Dia lagi hamil, Vino. Dimana istri ku?" desis Devano tajam yg langsung membuat Vino menatap Devano dengan tatapan tak percaya nya.


"Apa maksud mu?" tanya Vino.


"Sarah memang lagi hamil, Vin. Dan selama ini Sarah memang sudah menikah, bahkan sejak kelas 2 dia sudah menikah" jawab Naina merendahkan suara nya agar tak ada yg mendengar, walaupun sebenarnya seisi kelas sudah mendengar hal itu dari Devano.


Kaki Vino langsung terasa sangat lemas seolah tak bertulang, jadi benar yg di katakan Mama nya? Sarah memang hamil? Dan dia...dia adalah istri orang?


"Vino..." Devano menarik kerah kemeja Vino membuat Vino kembali ke alam sadar nya "Dimana istri ku? Kalau kamu engga kasih tahu, aku bersumpah akan membuat mu membusuk di penjara" desis Devano.


Vino melepaskan tangan Devano dari kerah kemeja nya dengan kasar.


"Kenapa aku harus kasih tahu?" tanya Vino yg memancing emosi Devano, Devano bahkan hampir saja memukul Vino namun Naina segera mencegah nya.


"Sarah ada di Villa nya Mama Vino, dia tinggal disana" jawab Naina cepat cepat.


"Dimana Villa nya?" tanya Devano.


"Dimana, Vin?" tanya Naina karena ia tak tahu dimana alamat pasti Villa itu. Vino malah kembali bungkam, membuat Devano sekali lagi hampir memukul Vino namun tiba tiba Juan datang dan menghalangi Devano.

__ADS_1


Juan mendapatkan kabar tentang Sarah dan Vino dari Dominic, tentu Juan susah menduga apa yang akan Devano lakukan. Karena itu lah Juan segera menyusul iya kesini.


"Aku tahu dimana ular itu tinggal" jawab Juan santai dan kini malah Vino yg tampak marah mendengar bagaimana Juan memanggil ibu nya.


"Dia masih ibu kita, Kak" ujar Vino.


"Ayo, Dev. Kita kesana..." ujar Juan mengabaikan ucapan Vino "Dan kalian berdua, kembali ke kelas!" titah nya.


"Engga, aku mau ikut" ujar Vino.


"Aku juga mau ikut..." sambung Naina.


Bukan nya melarang, Juan malah tampak senang mendengar Naina ingin ikut dan ia juga membiarkan Vino ikut.


Juan bahkan meminta Izin pada guru pengawas nya untuk mengizinkan Naina dan Vino untuk menyusul ujian mereka nanti. Guru itu menolak nya kecuali ada keperluan yg sangat penting, namun entah apa yg di bicarakan Juan. Guru itu mengizinkan kemudian bahkan ia terlihat tersenyum malu malu sambil melirik Juan.


...... ...


"Sarah, ini sudah siang. Kamu belum bangun? Sarah... Sarah..." untuk yg kesekian kalinya Mama nya Vino mengetuk pintu kamar Sarah karena sejak pagi Sarah tak keluar kamar sama sekali.


Namun tak ada jawaban, karena merasa khawatir ia pun mencoba membuka pintu yg ternyata tak di kunci.


"Sarah..." panggil Mama nya Vino lagi karena ia tak mendapati Sarah di kamar nya. Ia pun mengecek nya ke kamar mandi namun tak ada juga.


Ia mulai panik dan khawatir, ia pun mencari Sarah ke setiap sudut Villa dan sekitarnya. Namun ia tak menemukan jejak Sarah, ia kembali ke kamar Sarah dan mendapati tak ada tas Sarah disana.


"Astaga, dia pergi diam diam..."


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2