
Dominic tidak bisa menemukan Margaret dimana pun. Sementara Agus semakin menjadi, kini ia berniat mengirimkan foto foto Caitlin beserta identitas lengkap nya pada Jason, Venita dan juga Sarah. Sementara Agus tak mengirim itu pada William, karena ia tahu William pergi berbulan madu dan seperti nya tak akan membuka emailnya. Nomor ponsel nya pun sudah tak aktif lagi.
Namun sebelum itu, Agus mengirim hal itu terlebih dahulu pada Devano sebagai ancaman. Membuat Devano menggeram marah.
Agus juga sengaja mengirim Karin ke luar kota agar Devano tak bisa lagi mengancam nya menggunakan Karin.
Dan Margaret, wanita itu sebenarnya tinggal bersama Agus. Dengan menyamar menjadi pembantu nya.
"Aku hanya ingin menghancurkan keluarga William, bukan Devano" ujar Margaret pada Agus.
"Aku juga engga bermaksud menghancurkan Devano. Aku cuma ingin sebagian dari aset nya, karena selama ini dia selalu memerintah ku. Aku fikir aku harus lebih tinggi atau setidaknya sejajar dengan dia" jawab Agus. Margaret tertawa mengejek.
Inilah alasan Margaret memilih Agus sebagai partner nya. Karena ia rela melakukan apapun demi uang, Margaret dan Devano sama sama tahu kelemahan Agus ini.
"Terserah, tapi aku mau semua orang tahu bahwa William adalah pemerkosa dan pembunuh. Aku juga ingin menghancurkan gadis kecil itu " desis Margaret tajam.
Ia benar benar tak bisa menerima kematian Caitlin dan semua itu karena Sarah. Dulu Devano selalu berusaha untuk menyembuhkan Caitlin, ia tak pernah menyerah apapun yg terjadi. Devano juga sudah berjanji akan menghukum pelaku kejahatan pada Adik nya. Tapi kehadiran Sarah dalam hidup Devano membuat Devano berubah, ia bahkan memaafkan William dan malah mencintai Sarah. Mereka menjelma menjadi sebuah keluarga dan itu membuat Margaret murka.
.........
"Hai, sweetie..." Naina langsung mendongak mendengar suara yg mulai tak asing bagi nya itu. Ia mendapati Juan yg sedang tersenyum dan menatap nakal pada nya, membuat Naina merasa jengkel. Namun bukannya marah, Naina malah menyunggingkan senyum.
"Hai, Juan..." iya menyambut sapaan itu dengan sangat ramah. Saat ini, Naina sedang berada di sebuah cafe tempat ia dan Sarah juga Jacob biasanya menghabiskan waktu bersama.
Sementara Sarah belum datang, sedangkan Jacob sedang pergi ke toilet saat ini.
"Lagi sama pacar ya?" tanya Juan yg melihat dua gelas yg berisi jus jeruk di meja.
"Yupz. Kalau mau gabung engga apa apa..." ujar Naina.
"Orange juice, apa engga sebaiknya wine aja? Biar lebih segar? Lagian kamu juga sudah 18 tahun kan?"
__ADS_1
Naina terkekeh mendengar ucapan Juan, terlihat sekali Juan sedang menggoda nya dan mencoba menarik perhatian nya. Padahal sudah jelas Naina bersama pacar nya dan itu membuat Naina tak habis fikir, bagaimana bisa Juan masih mencoba mendekati nya?
"Sayang..." seru Naina nyaring saat Jacob datang. Melihat Juan membuat Jacob langsung memasang tampang dingin nya "Apa aku boleh minum wine?" tanya Naina yg membuat Jacob melotot pada nya dan kemudian ia mengetuk dahi Naina.
"Mau aku patahkan kaki mu, hm?" tanya Jacob dan ia pun duduk di kursi nya. Sementara Naina hanya terkekeh dan ia melirik Juan sambil menaikkan sebelah alis seolah mengatakan see?
"Kamu ngapain di sini?" tanya Jacob pada Juan.
"Aku cuma mendengar dari Vino kalau Naina ingin mendapatkan beasiswa ke Jerman. I just want to help" ucap Juan penuh percaya diri.
"Naina engga butuh beasiswa, aku akan bekerja dan membiayai kuliah nya" tegas Jacob juga rasa percaya diri. Dan jawaban Jacob itu membuat Naina tersenyum senang.
"Really? Aku fikir kamu tahu biaya hidup di Jerman itu engga murah. Apa lagi kalau nanti kalian putus setelah semua biaya yg kamu keluarkan, apa kamu engga akan merasa rugi?" tanya Juan setengah mengejek dan Jacob menanggapi itu dengan senyuman santai.
"Aku dan Naina sudah bertunangan..." Jacob menunjukkan cincin yg ada di jari manis Naina, dan tentu saja hal itu membuat Juan sedikit terkejut "Dan saat ia lulus, kita akan menikah. Kemudian kita akan hidup bersama di Jerman" tutur Jacob.
Juan tiba tiba tertawa sinis dan berkata "Good luck" kemudian ia pergi dari sana. Membuat Naina dan Jacob menatap heran pada nya yg terus berjalan menjauh.
"Tadi aku ketemu Juan di sana..." ucap Sarah, kemudian ia mengambil jus jeruk Naina dan meminum nya.
"Iya, tadi dia dari sini" ucap Jacob "Sarah, aku titip Naina ya. Jangan biarin ada yg deketin dia" pinta nya yg membuat Sarah dan Naina tertawa.
"Aman, tenang aja" jawab Sarah yakin.
"Terutama Juan, entah kenapa aku merasa tatapan nya berbeda pada Naina. Seperti orang lapar yg menatap hidangan nya" tutur Jacob sejujur nya. Naina yg mendengar itu langsung mengecup pipi Jacob.
"Mungkin orang lain akan menatap ku sebagai hidangan mereka, tapi engga akan ada yg bisa mendekati ku selain kamu, Beb"
"Oh co cuit...." ucap Sarah dengan nada centil nya membuat Jacob tertawa.
"Hanya beberapa bulan, setelah kamu lulus aku akan pulang untuk menjemput kamu dan membawa mu sebagai istri" ungkap Jacob mesra yg tentu membuat Naina langsung merona.
__ADS_1
Sementara Sarah sibuk memeriksa ponsel nya yg sejak tadi terus bergetar.
Saat ia membuka pesan yg masuk, lagi lagi dia mendapatkan foto Caitlin dan kali ini lengkap dengan identitas nya. Seketika wajah Sarah berubah, sekarang ia merasa ini bukan kerjaan orang iseng. Sarah yakin ada sesuatu yg salah di balik hal ini.
"Ada apa, Sarah?" tanya Jacob yg melihat ekspresi Sarah berubah.
"Entahlah, sudah dua kali aku dapat pesan dari orang asing" ucap Sarah
"Pesan apa?" tanya Naina. Sarah menunujukan ponsel nya pada Naina dan Jacob.
"Ini kan adik nya Devano..." ucap Jacob karena ia masih ingat dulu saat meretas informasi pribadi Devano.
"Iya, dia mendiang adik Devano, Caitlin. Dan engga tahu kenapa ada orang yg mengirim foto foto itu..."
"Ada pesan masuk lagi..." ucap Jacob dan ia segera membuka nya "Artikel yg memuat berita William di London dulu" ucap nya setengah percaya.
Sarah pun segera melihat nya dan benar.
"Apa maksud orang ini?" tanya Sarah yg mulai bingung.
"Apa jangan jangan gadis itu..." gumam Sarah dan mencoba mengingat kejadian lima tahun yg lalu.
"Caitlin?" tanya Naina yg seperti nya sepemikiran dengan Sarah.
"Rasa nya engga mungkin..." ujar Jacob. Sarah pun mengingat kembali saat Devano bercerita tentang apa yg di alami Caitlin dan itu terjadi di waktu yg sama dengan apa yg terjadi pada William.
"Iya, engga mungkin" ucap Sarah meyakinkan diri sendiri. Tak mungkin gadis itu Caitlin, fikir nya.
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1