
Devano menemui William untuk memanggil nya dan memberi tahu bahwa acaranya akan segera di mulai. Dan Devano tanpa sengaja melihat hp William yg masih menyala dan menampilkan pesan yg berisi kata Rapists. Devano langsung merasa curiga dan saat William sedang sibuk merapikan penampilan nya di depan cermin, diam diam Devano memeriksa ponsel William dan menemukan foto foto Caitlin.
Devano sangat terkejut melihat itu, dan saat memperhatikan William terlihat sekali William seperti memikirkan sesuatu.
Devano meletakkan kembali ponsel William dan ia segera mengirim pesan pada Dominic untuk mencari tahu dimana Margaret. Karena Devano yakin Margaret yg melakukan ini, secara Margaret sangat tidak terima dengan kematian Caitlin dan masih menganggap William pelaku nya.
Padahal Devano sudah mengatakan bukan William pelaku nya, Devano juga sudah mencari pelaku yg sebenarnya tapi sangat sulit menemukan mereka. Tak ada yg bisa mengidentifikasi mereka, tak ada petunjuk sedikitpun.
"Ayo, Will... Semua orang sudah menunggu" ujar Devano berusaha bersikap tenang.
William pun juga berusaha bersikap tenang dan memaksakan diri nya tersenyum. Terlintas dalam benaknya untuk memberi tahu Devano tentang pesan teror itu, namun William tidak mau merusak malam ini.
"Ayo..." ujar William.
Mereka pun menuju pelaminan dan segera di sambut oleh para tamu.
Sementara di kamar Freya, Venita masih tampak sangat kefikiran dengan pesan itu. Namun ia juga tak ingin merusak malam ini, Venita akan menyelidiki nanti saja siapa peneror itu. Begitu juga dengan Jason, ia memiliki pemikiran yang sama.
"Ayo, Sayang. Sudah waktunya..." seru Venita pada Freya.
Freya sangat cantik dengan kebaya putih yg bertabur mutiara mutiara kecil.
"Fe gugup, Tante...eh Ma" ujar Freya yg membuat Venita tertawa kecil.
"Setiap pengantin wanita pasti akan sangat gugup" jawab Venita.
Kemudian Sarah dan Naina datang. Surah juga sangat cantik dengan gaun yg berwarna putih susu itu, Devano lah yg membelikan gaun itu lengkap dengan satu set perhiasan nya. Membuat penampilan Sarah tak kalah menarik nya dari sang pengantin.
"Kak Fe cantik buanget..." ujar Naina kagum membuat Freya tersenyum malu malu.
"Ya udah, ayo kita keluar" ujar Venita lagi. Ia menggandeng Freya sedangkan Naina dan Sarah menjadi pengiring nya di belakang dengan membawa sebuket bunga.
Sesampainya di pelaminan, William tak bisa membendung air mata haru nya melihat pengantin nya datang. Kebahagiaan menyeruak begitu saja ke lubuk hati nya yg paling dalam.
Venita membawa Freya duduk di samping William. Kemudian acara akad yg penuh haru pun di lakukan William dengan begitu baik, tanpa terasa air mata Venita mengalir begitu saja. Kini kedua anak anak nya telah memiliki pasangan nya masing masing. Jason pun merasakan hal yg sama.
Melepaskan William pada Freya Jason yakini adalah pilihan terbaik.
Setelah acara akad, di lanjutkan dengan acara resepsi.
__ADS_1
"Beb..." panggil Sarah pada Devano yg sejak tadi menunduk ke ponsel nya. Devano pun langsung mendongak dan memaksakan bibir nya tersenyum.
"Ada apa, Sayang?" tanya nya mesra.
"Kamu ngapain sih?" tanya Sarah cemberut karena di pesta pernikahan kakak nya, Devano malah sibuk dengan dunia nya sendiri.
"Dominic, Sayang. Tadi sedikit penting, maaf" ujar Devano dan ia meletakkan ponsel nya ke dalam saku. Sarah tersenyum mendengar kata maaf yg begitu tulus dari Devano.
"Oh ya, sebelum acara potong ku akan ada pemutaran video kenang kenangan Kak Will dan Kak Fe sejak mereka SMA. Sebenarnya Kak Fe engga tahu karena ini kejutan dari Kak Will" tutur Sarah.
"Oh ya? Itu ide yg bagus, romantis" ucap Devano.
"Kalau nanti kamu mau kasih aku kejutan apa?" tanya Sarah dan Devano tampak berfikir dengan serius namun kemudian ia tersenyum tipis.
"Ada deh, yg pasti special..." ujar nya "Oh ya, Sayang. Apa William punya salinan video kenang kenangan itu?" tanya Devano. Tanpa curiga Sarah mengangguk.
"Ada kok, buat jaga jaga"
"Dimana?" tanya Devano yg kini membuat Sarah sedikit bingung.
"Di flashdisk ku" jawab Sarah
"Flashdisk mu mana?" tanya Devano lagi yg membuat Sarah semakin bingung.
"Engga apa apa, cuma tanya aja" jawab Devano sambil tersenyum lebar. Ia kembali mengambil ponsel nya. Mengirimkan pesan dan segera melatakkan ponsel nya kembali.
Sementara Naina saat ini sedang menikmati es krim yg memang di sediakan sebagai makanan penutup. Ia duduk bersama Jacob, Helen dan juga Juan.
Jangan tanya bagaimana Juan ada disana walaupun Naina dan Helen selalu mendengus pada nya, belum lagi Jacob yg terus menatap tajam pada Juan ketika Juan terang terangan menatap Naina. Tapi walaupun begitu, Juan tetap duduk tenang dan menikmati pesta nya.
Naina yg makan es krim pun belepotan, ia membersihkan bibir nya dengan jari nya dan kemudian ia menjilati jari nya. Tanpa Naina sadari dua orang pria yg sangat normal di depan nya itu memperhatikan nya dan tanpa Naina tahu bahwa menjilat jari adalah hal menggoda, dan hal itu mampu memercikan hasrat pria normal seperti Jacob dan Juan.
Helen pun sudah mulai menyadari pandangan Juan terhadap Naina. Helen sangat hafal pandangan penuh nafsu itu.
"Naina, stop it...!" tegas Helen yg segera membuyarkan lamunan Juan. Lamunan yg sempat terbang tinggi. Rasanya Juan ingin sekali merasakan mulut mungil Naina itu.
"Jangan lakukan hal seperti ini, Sayang" lirih Jacob. Ia mengambil tisue dan membersihkan jari Naina. Sementara Naina hanya bisa bingung dengan perintah Helen dan perlakuan Jacob.
"Seperti ini apa?" tanya Naina yg membuat Jacob menghela nafas berat.
__ADS_1
"Menjilat jari mu..." sambung Juan yg membuat Naina mengernyit bingung "Apa kamu tahu? Saat perempuan menjilat jari atau bibir, itu benar benar menggoda iman laki laki. Dan kamu lakukan itu di depan laki laki yg sangat normal. Jujur saja aku tergoda ingin merasakan..."
"TUTUP MULUT MU...!" desis Jacob dengan tatapan yg membara bahkan seolah ingin membakar Juan hidup hidup. Sementara Juan, ia hanya terkekeh. Mengambil sisa es krim Naina, dan memakan es krim itu dengan sangat tenang dan ia menggunakan sendok Naina. Yg membuat Naina melotot tak percaya, sementara emosi Jacob sudah sampai di ubun ubun nya namun coba ia kontrol. Helen pun hanya bisa geleng geleng kepala.
"Sebaiknya kalian pindah meja, karena di sini ada parasit" ujar Helen dengan tenang, sangat tenang yg membuat Juan menganga. Namun kemudian Juan kembali terkekeh.
"Bilang aja kamu mau duduk berduaan aja sama aku, hm hm?"tanya Juan sambil menaik turunkan alis nya. Helen menggeram marah dan ia pun segera pindah kursi, bergabung dengan Devano dan Sarah.
Naina dan Jacob pun juga pergi dan bergabung dengan Venita dan Jason. Sementara Juan, ia hanya mengedikan bahu tak acuh.
Kemudian saat MC mengatakan akan memutar video kenang kenangan sepasang pengantin ini sebelum acara potong kue dan acara selanjutnya adalah berdansa.
Perhatian semua orang pun tertuju ke layar besar di depan.
Sementara Freya tampak terkejut dan ia menatap William.
"Foto kenang kenangan?" tanya Freya dan William mengangguk.
"Kejutan, Sayang... Aku yakin kamu akan suka" ujar William percaya diri.
"Aku rasa kamu bukan tipe orang yg romantis, kita bahkan engga pernah berfoto saat berciuman" ucap Freya yg membuat William terkekeh.
Sarah dan yg lain nya pun begitu antusias menunggu video di putar. Hitung mundur sudah mulai. Muncul tulisan ' WILL & FE LOVE STORY'.
Sementara Devano menunggu dengan sangat tegang. Dan saat video di mulai, memperlihatkan William yg sedang berbicara dengan Fe yg saat itu sedang memakai baju MOS. Seperti nya William adalah senior Fe di SMA dulu, dan mungkin itu adalah pertemuan pertama mereka.
"Syukurlah. Thanks, Dom" batin Devano bernafas lega saat yg muncul adalah foto foto William dan Freya sejak masa SMA sampai sekarang dan bukan foto foto Caitlin.
Saat Devano tahu seseorang mengirim foto Caitlin pada William, Devano sudah menduga pasti ada hal yg lebih besar lagi yg orang itu rencanakan. Devano segera memerintahkan Dominic untuk mencari tahu apakah Margaret masih di London. Dominic pun menghubungi orang orang nya di London, Ternyata Margaret sudah tak ada di sana.
Dan Devano mulai mencurigai mungkin akan ada sabotase di pernikahan William.
Devano pun memerintah Dominic dan staff yg lain untuk memeriksa kembali list apa saja di pernikahan William ini.
Dan Devano sudah tahu dari Venita bahwa William mempersiapkan sebuah video kenang kenangan. Devano memerintahkan Dominic untuk memeriksa isi DVD itu terlebih dahulu sebelum di putar.
Dan Dominic sangat terkejut saat isi DVD itu semua nya tentang Caitlin, bahkan sampai kematian Caitlin. Di sana juga ada video pengakuan dari Margaret sebagai ibu Caitlin. Margaret mengatakan bahwa William telah memperkosa Caitlin dan membunuh nya.
Devano bahkan hampir pingsan mendengar kabar itu dari Dominic. Ia menjadi sangat tegang tapi Syukurlah tanpa sadar istri kecil nya ini telah menyelamatkan mereka semua.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...