
"Apa?" pekik William tak percaya saat mama nya menceritakan tentang fakta pernikahan Devano dan Sarah "Sudah ku duga dari awal ini memang ada yg engga beres" ujar William "Tapi masak cerita nya begitu sih, Ma. Padahal selama ini aku lihat Devano itu pria yg dingin, bisa konyol dan gila juga tuh orang ternyata. Mau mau nya dia ngeladenin gadis 16 tahun"
"Ya kalau Papa yg ada di posisi Devano, mungkin Papa juga akan begitu karena merasa di lecehkan" sambung Jason sambil meringis "Papa Engga nyangka Sarah bisa nakal begitu, malu maluin banget"
"Kalau aku yg ada di posisi Devano, ya tinggal ku laporkan aja Sarah ke orang tuanya. Simple. Lagian pernikahan itu hal yg sakral masak di buat mainan" ujar William.
"Devano itu seperti nya punya jiwa pendendam yg besar, Will. Maka nya begitu, tapi Syukurlah sekarang kata nya mereka sudah saling mencintai beneran. Dan kalau Mama lihat, Devano memang sangat mencintai Sarah" sambung Venita.
"Papa juga merasa begitu, Devano bersikap sangat lembut pada Sarah" sambung Jason yg mengingat kejadian di kantor nya waktu Sarah tertidur.
"Ada ada aja tuh kelakuan owner Lake's Group. Untung aja mereka beneran sekarang, kalau engga sudah aku habisi Devano karena menipu kita" ujar William.
..........
Ke esokan hari nya, Sarah tak seperti biasanya yg bangun pagi. Jam sudah menunjukkan pukul 7.25 dan Sarah masih bergelut dengan selimut nya. Ia bukan nya tak bangun, tapi Sarah bingung apa yg harus ia lakukan sekarang. Meskipun Devano meyakinkan bahwa dia akan menyelesaikan masalah ini, namun Sarah masih merasa tak tenang.
"Hey..." Devano menarik selimut Sarah namun Sarah kembali menarik nya lagi "Sayang, ini sudah siang. Ayo bangun" sekali lagi Devano menarik selimut Sarah namun Sarah berbalik badan dan memunggungi Devano. Devano hanya bisa menghela nafas berat, ia pun naik ke atas ranjang, masuk ke dalam selimut dan memeluk Sarah dari belakang.
"Kamu engga kerja?" gumam Sarah.
"Engga, di skors dari perusahaan karena habis bercinta sama sugar Baby" gurau Devano dan itu berhasil membuat Sarah tertawa geli. Ia pun berbalik dan kini berhadapan dengan Devano. Dan tatapan nya pun berubah menjadi sendu.
"Dev, kenapa ya hidup ku sama keluarga ku gini amat. Kayaknya kami engga pernah jahatin orang, tapi kenapa orang jahatin kami?" tanya Sarah dan ia tampak sangat sedih. Bahkan matanya pun sudah berkaca kaca. Devano sendiri tak tahu harus menjawab apa, ia menyesal karena telah membuat masalah yg sangat besar dalam kehidupan orang yg baik.
"Maaf..." gumam Devano sembari membelai pipi Sarah dan ia menyelipkan anak rambut ke belakang telinga nya dengan mesra "Aku akan menyelesaikan ini secepatnya, seharusnya aku engga membawa mu ke hotel waktu itu. Ini salah ku, Sarah. Maaf ya" gumam nya.
"Engga apa apa" jawab Sarah dan ia mendesakan tubuhnya ke tubuh Devano yg tak memakai baju. Devano pun menyambut Sarah dengan pelukan hangat nya "Aku rasa kita harus memberi tahu kalau kita sudah menikah, aku akan berhenti sekolah dan home schooling aja" lanjut nya.
"Jangan..." tegas Devano yg membuat Sarah mengerut kan kening nya.
__ADS_1
"Kenapa? bukan nya dulu kamu pernah meminta ku untuk home schooling aja?"
"Itu dulu, Sayang. Dan kalau kita mengumumkan pernikahan kita, orang akan berasumsi kamu hamil di luar nikah atau hal buruk lain nya. Dan itu akan semakin berdampak buruk dengan nama baik keluarga mu. Cukup orang terdekat saja yg tahu pernikahan kita"
"Hem jadi sekarang kamu peduli omongan orang?" goda Sarah karena ia ingat Devano pernah mengatakan Devano tak peduli dengan omongan orang.
"Aku sangat peduli jika itu tentang istri ku" jawab Devano yg membuat hati Sarah berbunga bunga. Ia pun memeluk Devano dengan erat sambil bergumam.
"Kamu manis banget sih. Aku bahkan mengira kamu punya kepribadian ganda mengingat bagaimana sikap mu dulu" Devano langsung tertawa mendengar ucapan Sarah.
"Aku bisa jadi seperti apapun, tergantung siapa yg di hadapan ku" ujar Devano dan seketika Sarah mendongak untuk bisa menatap wajah suami nya.
"Seperti joker, asyik tapi berbahaya" seru Sarah dan Devano langsung memukul pelan pipi Sarah.
"Berhenti nonton film yg aneh aneh, Sarah. Kamu itu masih 17 tahun" tegas Devano.
"Dasar gadis nakal" desis Devano sambil menjewer telinga Sarah membuat Sarah meringis. Namun kemudian Devano malah mengigit gemas daun telinga Sarah membuat Sarah memekik terkejut "Kamu nakal banget sih, hm. Dulu di zaman SMA ku tuh cewek mau nyapa cowok aja malu malu, lah ini kamu..."
"Aku nakal nya sama kamu aja kok" ujar Sarah.
"Oh ya?" tanya Devano sambil menarik turun selimut Sarah.
"Iya..." jawab Sarah.
Devano menggendong tubuh Sarah dan membawa nya ke kamar mandi.
"Mandi, habis ini kamu ikut aku ke kantor" seru Devano sambil menurunkan Sarah ke dalam bathtub.
"Ngapain?" tanya Sarah dan ia mulai melepaskan satu persatu pakaian nya sementara Devano mengisi bathub dengan air hangat. Tak lupa ia menuangkan sabun ke dalam nya.
__ADS_1
"Belajar bekerja, dari pada dirumah kamu cuma nonton film engga jelas" ujar Devano yg sudah seperti bapak bapak menasihati anak nya.
"Tapi, Dev. Bukan nya itu lebih bahaya kalau aku keluar rumah sama kamu, makin jadilah itu nanti gosip nya"
"Terus mau mu apa?"
"Aku mau kerumah Mama aja. Terus nanti sore aku mau kerumah Naina"
"Ufh, istri macam apa kamu ini yg keluyuran engga jelas seharian"
"Istri macam istri mu" jawab Sarah yg kini sudah berendam di buthub. Devano hanya terkekeh dengan kelakuan istrinya itu. Bahkan dalam hati Devano membandingkan Sarah dengan Caitlin. Seandainya Caitlin yg ada di posisi Sarah, Caitlin pasti sudah sangat stres. Tapi Sarah masih bisa menggoda nya dan tertawa meskipun Devano tahu Sarah merasa sedih dan cemas.
"Jangan terlalu lama berendam nya, jangan lupa sarapan" ujar Devano dan Sarah mengangguk.
Kemudian Devano keluar dan tak lama kemudian ia kembali masuk namun kali ini dengan pakaian kerja yg sudah rapi.
"Aku ke kantor dulu, Sayang. Jangan terlalu memikirkan masalah ini, okey?" pinta Devano dan ia pun mengecup pelipis Sarah.
"Okey, Om" jawab Sarah yg membuat Devano geleng geleng kepala sambil tertawa geli.
..........
Di penjara, Airin tanpa sengaja menemukan koran yg berisi berita Devano dan Sarah. Airin sangat terkejut dan tak menyangka mereka ada hubungan, dan bagaimana bisa? Airin teringat saat Devano mengatakan ia sudah menikah bahkan Devano menunjukan cincin pernikahan nya.
"Apa istri Devano itu Sarah? tapi dia masih kecil" gumam Airin tak percaya "Atau Sarah memang simpanan nya? Mungkin karena itu lah Devano engga jadi memenjarakan William"
▫️▫️▫️
Tbc....
__ADS_1