Married By Challenge

Married By Challenge
Part 52


__ADS_3

Setelah memeriksakan diri ke Dokter dan di kasih pilihan untuk KB jenis apa, antara suntik dan pil. Sarah lebih memilih pil, karena jujur saja dia benci di suntik. Devano pun mendukung apa saja yg di inginkan istrinya itu. Dan setelah urusan itu selesai, Devano membawa Sarah ke sebuah hotel bintang lima.


"Kita mau ngapain di sini?" tanya Sarah bingung.


"Kejutan, Little girl" jawab Devano kemudian membukakan pintu untuk Sarah. Seorang pria ber jas hiamy menyambut mereka dan kemudian membawa mereka ke sebuah kamar yg sangat mewah dan besar.


Sarah berdecak kagum dengan kemegahan kamar hotel itu dan tak lama kemudian beberapa wanita datang yg seperti nya penata rias dan mereka membawa gaun hitam yg pernah Sarah coba di butik waktu itu.


"Ini kejutan nya?" tanya Sarah.


"Sebagian, ini..." jawab Devano "Mereka akan mendandani mu. Aku akan pergi sebentar nanti aku akan menjemput mu" ujar nya dan Sarah pun mengangguk. Setelah memberikan kecupan di bibir Sah, Devano pun pergi dari kamar itu.


"Wow..." ujar Sarah yg melihat gaun seksi itu. Kemudian ia pun mulai di rias, ada juga yg menata rambut nya, memotong kuku nya dan yg lain nya. Membuat Sarah merasa sangat di manjakan dan ia juga deg deg an membayangkan kejutan apa selanjutnya.


Satu jam kemudian ia telah selesai di rias, Sarah menatap bayangan diri nya di cermin dan ia terperangah. Bahkan ia tak percaya itu dirinya. Riasan nya tidak terlalu tebal, tapi membuat wajah Sarah seperti bercaya. Dan rambut nya di sanggul dengan cantik, menyisakan beberapa anak rambut di sisi wajah Sarah yg membuat Sarah tampak manis.


"Seperti nya aku harus belajar dandan kalau ternyata menggunakan make up bisa secantik ini" gumam nya yg membuat penata rias itu terkekeh.


"Saat nya ganti baju, Nyonya" ujar salah satu wanita itu.


"Iya, aku bisa sendiri kok" ujar Sarah karena ia tak mau ada orang lain melihat dada nya yg masih ada bekas ciuman Devano "Apa engga ada gaun yg lain?" tanya Sarah karena ia baru sadar gaun itu memiliki potongan yg sangat rendah bahkan itu akan memperlitkan belahan dada nya.


"Tidak ada, Nyonya. Hanya gaun itu yg Tuan Devano persiapkan"


Sarah berfikir sejenak, seharus nya tak apa ia memakai itu toh Devano yg meminta.


"Ya udah, aku akan pakai sendiri"


"Baik, Nyonya. Berarti tugas kami sudah selesai, kami permisi"

__ADS_1


"Terimakasih"


Setelah mereka keluar dari kamar Sarah, Sarah pun mulai mengganti pakaian nya dengan gaun itu. Sarah merasa tak percaya diri dan ia merasa gugup.


Sarah berdiri di depan cermin dan memperhatikan dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki nya. Sarah tidak merasa ia berusia 17 tahun, ini terlalu...matang. Berpenampilan seperti ini membuat Sarah merasa serasi jika bersanding dengan pria dewasa seperti Devano.


Saking asyik nya memandangi diri nya sendiri, Sarah sampai tak sadar kalau Devano sudah kembali. Devano memandangi Sarah dan ia pun terpana. Sudah ia duga Sarah pasti akan sangat cantik.


"Beautiful" bisik Devano yg mengagetkan Sarah. Sarah langsung tersipu malu saat Devano memandangi Sarah dengan tatapan menyelidik, bahkan tatapan Devano itu berhasil membuat Sarah merasa panas dingin.


Devano membelai lengan Sarah, perlahan naik hingga ke pundak nya dan berhenti di pipi Sarah yg langsung di belai nya.


"Dev, apa kita akan ke pesta?" tanya Sarah berusaha mengontrol perasaan nya.


"Engga, Sayang. Dan engga mungkin aku biarin kamu ke pesta dengan pakaian sialan seksi seperti ini. Aku engga akan rela ada pria lain yg melihat lekuk tubuh mu"


"Jadi?"


Devano membawa Sarah ke sebuah ruangan yg hanya di sinari cahaya dari lilin di beberapa sudut, dan cahaya rembulan yg masuk dari jendela pun menambah tamaran romantis itu. tepat di dekat jendela kaca yg besar, sudah tersedia sebuah meja dan dua kursi. Ada lilin di tengah meja dan juga sekuntum mawar. Bahkan di lantai nya pun terdapat taburan kelopak bunga mawar yg masih segar dan wangi.


Sarah terharu melihat keromantisan ini. Devano pun membawa nya masuk dan berdiri di dekat jendela itu.


"Dev, ini...." ucapan Sarah terhenti saat tiba tiba Devano bertekuk lutut di depan nya. Devano menarik tangan Sarah dan menggenggam nya


"Nyonya Lake, ini bukan acara lamaran untuk mengajak mu menikah karena kita sudah menikah" ucap Devano yg membuat Sarah terkekeh geli namun ia tetap sabar menanti apa yg akan Devano katakan. Kemudian Devano mengeluarkan sebuah cincin berlian dari saku nya yg membuat Sarah menganga dan ia hanya bisa menutup mulut dengan tangan nya"Tapi ini lamaran untuk mengajak mu hidup bersama sampai akhir hidup kita. Ini lamaran untuk meminta cinta mu hanya untukku sampai nafas terakhir mu dan aku pun akan mencintai mu sampai nafas terakhir ku, aku akan mencintai mu dengan cinta terbaik yg aku punya. Nyonya Lake, bersediakah kau menjadi pendamping hidup ku dan terus mencintai ku sampai ajal menjemput?"


Sarah tak mampu membendung air mata haru nya, dan ia juga tak mampu berkata kata. Apa lagi setiap kata yg di ucapkan Devano begitu tulus dan itu terpancar dari mata nya yg terus menatap Sarah penuh cinta dan harapan.


Devano masih setia menunggu dengan hati yg berdebar, ia lakukan semua ini karena Devano ingin memulai semua nya dari awal agar hubungan mereka bersih dari segala permainan.

__ADS_1


"Ku mohon,. Sayang. Aku ingin ini menjadi awal yg baru dalam pernikahan kita" lirih Devano karena Sarah yg masih terdiam. Sarah mengangguk kemudian sambil tersenyum dan ia pun ikut bertekuk lutut hingga kini kedua nya berhadapan. Sarah membingkai wajah Devano dengan tangan mungil nya, sambil menatap Devano ia berkata


"Aku mau, Dev. Aku mau jadi pendamping hidup kamu sampai ajal yg memisahkan kita, aku akan selalu mencintai mu sampai nafas terkahir ku hembuskan" lirih nya yg membuat hati Devano begitu tersentuh, terharu dan tentu sangat bahagia. Devano pun menyematkan cincin itu di jari manis Sarah..


"Aku akan memakai cincin pernikahan kita nanti, tapi aku akan melepas nya saat di sekolah ya" ucap Sarah yg melihat Devano memakai cincin pernikahan mereka. Devano hanya tersenyum lembut. dalam kondisi yg sama sama bertekuk lutut, Devano menangkup pipi Sarah dan ia mencium kening Sarah dengan sangat mesra.


"Engga apa apa, Sayang. Lagian kalau kamu pakek cincin nikah, teman mu akan mempertanyakan itu" ujar nya yg membuat Sarah tersenyum senang. Kini gantian Sarah yg menangkap pipi Devano, dan ia pun juga mencium kening Devano dan seketika Devano merasakan desiran hangat di hati nya. Desiran yg hanya ia you rasakan saat Sarah menyentuh nya.


"Dan terimakasih, Sayang. Cincin ini sangat cantik, aku menyukai nya" ucap Sarah kemudian.


Devano pun berdiri, begitu juga dengan Sarah. Devano membuat Sarah berdiri menghadap keluar jendela sementara Devano memeluk Sarah dari belakang.


"Sekarang lihat kesana..." pinta Devano menunjuk ke arah luar, dari sini mereka bisa melihat pemandangan kota yg sangat indah di malam hari. Sarah pun memandang kemana arah Devano menunjuk "Dan sekarang katakan, I love you Devano, my husband and my everything" pinta Devano yg membuat Sarah mengernyit bingung "Ayo, Sayang" pinta Devano dan Sarah pun mengikuti nya.


"I love you, Devano. My husband and my everything" ucap Sarah dan bersamaan dengan itu, tiba tiba muncul kembang api di udara yg bertuliskan 'I love you more, Sarah. my Wife, my everything'. Di susul balon balon beterbangan yg sangat banyak bahkan sejauh mata memandang, hanya balon itu yg terlihat dan bertuliskan 'I love you, My SaFeR'. Dan hal itu membuat Sarah tak lagi mampu bersuara, ia hanya terdiam, terpana dan terkagum dengan semua keindahan dan keromantisan yg Devano persiapkan untuk nya. Dan SaFer, itu mengingatkan Sarah pada asal muasal kisah cinta mereka.


Sarah bahkan kembali menangis haru, Devano tak hanya mencintai nya tapi sangat mencintai nya.


Sarah berbalik dan ia langsung mengalungkan kedua lengan nya di leher Devano.


"I love you" bisik Sarah sebelum akhirnya menyerang bibir Devano dengan ciuman yg begitu mesra. Devano pun menyambut ciuman Sarah dan membalas nya dengan lebih mesra. Devano melingkarkan lengan kekar nya di pinggang ramping Sarah dan ia menarik Sarah semakin mendekat dan mendekat. Seolah Devano ingin menyatu ke dalam diri Sarah dan tak mau terpisah walaupun dengan jarak satu centi.


Setelah puas mengungkapkan cinta dalam ciuman itu, kedua nya pun saling memandang dengan tatapan yg begitu dalam dan penuh makna.


"I love you more" bisik Devano. Kedua nya kembali menatap keluar jendela dengan posisi Devano yg memeluk Sarah dari belakang. Memandangi balon yg terbang semakin tinggi dan menjauh.


Sarah tak pernah menyangka ia akan mendapatkan semua keindahan cinta ini sekarang, dan dia sangat mensyukuri itu. Devano yg dulu sangat dia benci, sekarang dia mencintai nya melebihi diri nya sendiri.


Begitupun Devano, dulu ia marah pada Sarah karena melukai ego nya. Namun sekarang ia merasa tak bisa hidup tanpa Sarah. SaFer nya, gadis kecil nakal yg membuat hati dan tubuh Devano kembali hidup.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2