
Devano tak bisa tidur dan ia memang tak seharusnya tidur. Saat ini ia mencoba mencari jejak digital apa yg terjadi dengan William lima tahun yg lalu di London. Namun tak banyak yg bisa Devano temukan. Tapi Devano tak menyerah, ia mencoba membuka semua artikel yg memuat berita di London lima tahun yg lalu. Hasilnya nihil.
Dan kemudian ia terfikir akan suatu hal, mungkin artikel itu memang tak ada atau tak di beritakan di Indonesia tapi pasti di beritakan di London.
Devano pun menyuruh seseorang yg ia kenal di London untuk mencari artikel atau apapun yg memuat tentang pria Indonesia yg di temukan di rel kereta bawah tanah di London. Dan orang itu mengatakan ia butuh waktu apa lagi itu berita lima tahun yg lalu dan ada banyak kecelakaan di rel kereta bawah tanah.
"Dev..." Devano tersentak mendengar gumaman Sarah. Sarah mengucek mata nya sambil menguap "Kenapa engga tidur? Masih kerja?" tanya Sarah saat melihat laptop yg menyala di pangkuan Devano.
Devano tersenyum kaku, teringat kembali cerita Sarah yg membuat hati nya di selimuti rasa bersalah.
"Iya" jawab Devano yg bahkan ia sendiri hampir tak mendengar suara nya.
Sarah duduk dan kemudian mengintip ke laptop Devano, sontak Devano langsung menutup laptop nya dan itu membuat Sarah langsung menatap penuh curiga pada Devano.
"Hayo... Lagi kerja apa nonton 21+?" tanya Sarah yg langsung membuat Devano tertawa karena jujur saja Devano tak pernah nonton yg 18+ apa lagi yg 21+.
"Palingan kamu tuh yg nonton gituan" seru Devano kemudian meletakkan laptop nya ke atas nakas. Sarah mencebikan bibir nya mendapatkan tuduhan seperti itu dari Devano.
"Engga lah" jawabnya kemudian ia kembali tidur memunggungi Devano.
Devano kembali terdiam dan perasaan bersalah nya benar benar mengambil ketenangan nya. Ia pun berbaring di belakang Sarah dan memeluk Sarah yg sontak membuat Sarah langsung memberontak namun Devano tetap memeluk nya dengan erat.
"Maafkan aku..." bisik Devano yg membuat Sarah langsung terdiam, kemudian ia berbalik badan dan tatapan nya bertemu dengan tatapan Devano yg menatap Sarah dengan begitu sendu. Dan kata maaf itu terdengar begitu tulus dan dalam.
"Maaf untuk apa?" tanya Sarah sambil mengernyit bingung namun bukannya menjawab, Devano malah memejamkan mata sedang tangan nya masih setia memeluk Sarah.
"Dev... Devano..." Devano tak bergeming dan Sarah pun mencoba bodoh amat dengan hal itu. Karena sebenarnya Sarah juga masih mengantuk, ia pun mencoba tidur kembali dan menikmati kehangatan pelukan sang suami.
.
.
.
Lima tahun yg lalu, London.
William mendengus kesal karena ia harus membawa adik kecil nya ke London tanpa kedua orang tuanya. William bukannya tak mau menjaga Sarah, tapi William takut tak bisa menjaga nya dengan baik apa lagi William datang ke London untuk acara reunian dan yg pasti ia akan menghabiskan waktu bersama teman teman nya. Namun melihat Sarah yg benar benar sangat ingin ke London membuat William tak tega dan ia pun membawa nya.
Sarah sama sekali tak merepotkan William, dan William tak malu selalu membawa Sarah bersama nya bahkan saat bertemu teman teman nya. Bahkan teman teman William banyak yg merasa suka dan gemas terhadap Sarah yg saat itu memiliki pipi seperti bakpao.
Namun ketika ke kampusnya, Sarah tak ikut saat itu karena ka kelelahan sehabis bermain di wahana bermain, ia tidur di kamar hotel sendirian. Awalnya William sangat khawatir jika meninggalkan Sarah namun Sarah berjanji tak akan kemana mana.
Dan William pun pergi ke kampus nya untuk bertemu teman temannya disana. Dan saat itu, ia melihat seorang gadis yg sibuk mendengarkan musik sembari membaca sebuah buku sendirian.
__ADS_1
Merasa tertarik dengan gadis yg menyendiri itu, William mencoba menghampiri nya dan mengajak nya berkenalan. Gadis itu hanya melirik William sekilas kemudian kembali fokus pada buku nya.
William tak menyerah, ia duduk di samping gadis itu dan mengambil earphone nya.
"Hey, apa apaan!" teriak gadis itu kesal.
"Oh, orang Indo..." seru William sambil tersenyum "Aku William..."William mengulurkan tangannya namun gadis itu mengabaikan nya.
"Caitlin, kelas sudah mau di mulai..." teriak seorang gadis lagi dan gadis itu pun segera pergi menghampiri teman nya.
"Hey, Caitlin..." teriak William lantang dan menarik perhatian orang orang disana, Caitlin pun menoleh dengan ekspresi yg tampak kesal "You look so beautiful even if you don't smile. Can you imagine how beautiful you ara if you smile? So please, smile for me?" Bukan nya senang, Caitlin seolah merasa muak dengan rayuan William itu dan ia pun segera pergi.
Itu adalah pertemuan pertama William dengan Caitlin dan harus William akui, Caitlin memiliki daya tarik yg luar biasa meskipun ia tampak jutek dan penampilan nya pun tak modis seperti teman temannya. Dan dari pertemuan walaupun hanya sekali itu William sudah bisa menebak kalau Caitlin adalah gadis pendiam dan sederhana.
Setelah selesai bertemu dengan teman teman nya. William segera kembali ke hotel karena ia sudah sangat mengkhawatirkan Sarah. Dan jangan sampai Mama nya tahu kalau Sarah di tinggal sendirian di hotel atau William akan di omeli habis habisan.
Sesampai nya di kamar hotel, William mendapati Sarah yg sedang menonton kartun dan tertawa lepas, Sarah juga tampak nya sudah menghabiskan satu kotak kentang goreng dan satu kotak susu cokelat.
"Maaf ya, kakak lama. Kamu sudah makan?" tanya William dan Sarah hanya mengangguk tanpa menoleh sedikitpun karena ia benar benar fokus dengan tontonan nya membuat William geleng geleng kepala.
"Kak, nanti makan malam di luar ya.." teriak Sarah sat William pergi ke kamar mandi.
"Mau makan makan malam dimana?" William balas berteriak.
Dan malam nya, William membawa Sarah ke salah satu restaurant yg mewah dan yg pasti menu menu nya juga mahal. Sarah memesan beberapa macam makanan dan setelah itu ia pergi ke toilet.
"Mau kakak antar?" tanya William karena ia takut Sarah tak tahu dimana toilet nya dan berakhir ia tersesat.
"Zaman sekarang asal bisa baca engga akan tersesat, Kak" jawab Sarah dengan cerdas nya dan itulah yg paling William sukai dari adik nya.
Dan tanpa sengaja William kembali melihat Caitlin yg seperti nya memasan makanan namun tak di makan di sana. Sebelum Caitlin pergi, William dengan cepat mengejar nya dan memanggil nya.
"Hey beautiful...." sapa William. Caitlin yg melihat William langsung memasang wajah jutek nya dan ia mencoba menghindari William namun William menghalangi jalan nya.
"Minggir..." tukas Caitlin dan ia tampak sangat kesal.
"Kenalan dulu, kita belum kenalan secara resmi..." William mengulurkan tangannya namun Caitlin mengacuhkan nya "Ayo dong, tak kenal maka tak sayang" goda William. Caitlin menatap tajam William dan kemudian ia mendorong William agar tak menghalangi jalan nya. Setelah itu ia terus berjalan menjauh tak peduli William yg terus memanggil dan menggoda nya.
"Sweety Catty..." seru William sekali lagi "Nanti kalau sudah lulus kuliah, kita nikah yuk" kata kata itu mampu menghentikan langkah Caitlin dan ia pun menoleh pada William.
"Dasar buaya" seru Caitlin yg membuat William langsung terkekeh. Caitlin pun segera pergi dari sana dan saat William berbalik, ia di kagetkan dengan Sarah yg sudah ada di belakang nya.
"Siapa,Kak?" tanya Sarah sambil mengintip gadis yg terus berjalan menjauh itu.
__ADS_1
"Calon kakak ipar mu" ucap William sambil senyum senyum. Sarah mengernyit bingung dan bertanya apa maksudnya namun William enggan menjawab nya. Ia pun membawa Sarah kembali masuk dan makanan mereka pun sudah datang.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, William segera membawa Sarah kembali ke hotel untuk beristirahat.
Dan keesokan hari nya, William membawa Sarah berbelanja dan setelah belanja William mampir ke kampus karena ia ingin menemui Caitlin sekali lagi. William sempat mengajak Sarah namun Sarah menolak, ia mengatakan sudah lelah dan akan menunggu di mobil.
William kembali menemui Caitlin dan seperti biasa, gadis itu menyendiri sambil mendengarkan musik sambil membaca sebuah buku di tangannya.
"Hey, Sweety Catty..." Caitlin mendongak dan seperti nya sekarang ia benar benar sudah muak dengan tingkah William.
"Jangan ganggu aku dan pergi jauh jauh dari ku" tegas Caitlin dan ia tampak sangat marah.
"Aku cuma ingin berteman, seperti nya kamu engga punya teman" rayu William.
"Aku engga butuh teman" tegas Caitlin.
"Hem gitu, berarti butuh pasangan?" goda William yg membuat Caitlin tampak ingin mencakar nya. Karena tak ingin meladeni William, ia pun segera pergi dari hadapan William namun William segera mengejar nya.
"Dinner yuk nanti malam? Soalnya sebentar lagi aku harus pulang ke Indo" ujar William sambil berusaha mengimbangi langkah Caitlin yg sangat cepat.
"Pulang aja sana dan engga usah kembali lagi..." tegas Caitlin dan ia pun masuk ke sebuah kelas. William hanya tertawa dan ia berhenti mengejar.
"Aku akan kembali untuk mu..." teriak William yg menarik perhatian orang orang di kelas itu. Kemudian William pergi dengan perasaan yg berbunga bunga.
Semakin Caitlin jual mahal, William semakin ingin mendekati nya.
Kemudian William dan Sarah kembali ke hotel. Di sana, William menelpon Mama nya dan mengatakan ia akan pulang dua hari lagi. Ia juga mengatakan kalau William sudah memenuhi semua yg Sarah mau, bahkan belanjaan Sarah sudah tak terhitung banyak nya. Sarah yg mendengar itu hanya cengengesan. Kemudian William juga menceritakan tentang gadis yg di temui nya dan membuat William benar benar tertarik pada gadis itu.
"Nanti aku bawa pulang dia sebagai menantu Mama" ujar William, Sarah hanya melirik sekilas kakak nya saat mengucapkan hal itu.
Kemudian terdengar William dan Mama nya membicarakan beberapa hal sebelum akhir mereka menyudahi pembicaraan mereka.
"Memang gadis itu cantik, Kak?" tanya Sarah kemudian.
"Emm dia manis dan menggemaskan" ujar William sambil mencubit ujung hidung Sarah kemudian William pergi mandi.
Dan di sore hari nya, William membawa Sarah untuk menonton sebuah pertunjukan sirkus yg tak jauh dari hotel tempat mereka nginap. Sehingga mereka tak perlu naik taksi karena jalan kaki saja bisa.
Sarah sangat menikmati pertunjukan itu sampai selesai.
Dan setelah itu mereka pun kembali ke hotel karena hari sudah malam. Dan saat di dekat hotel, ada sebuah mobil yg melaju sangat cepat dimana itu sangat menarik perhatian Sarah dan William sehingga mereka memperhatikan mobil itu. Dan tiba tiba seorang gadis terlihat dari kaca belakang dan ia menggedor gedor kaca dan sepertinya juga berteriak. Di bawah lampu jalan, samar samar William melihat gadis itu yg tak lain adalah Caitlin dan William tampak sangat terkejut. Saat Sarah bertanya siapa gadis itu, William hanya mengatakan dia lah gadis yg ia bicarakan dengan Mama nya. Kemudian ia memerintahkan Sarah kembali ke hotel sementara ia mencoba mengejar mobil itu.
▫️▫️▫️
__ADS_1
Tbc...