Married By Challenge

Married By Challenge
Part 9


__ADS_3

"Namanya Jacob, dia meretas cctv di rumah ku. Aku ingin tahu semua tentang dia sebelum jam makan malam" titah Devano pada seseorang yg ada di seberang telpon, dan tanpa menunggu jawaban orang tersebut, Devano langsung memutuskan sambungan telpon nya begitu saja.


Devano sama sekali tak menyangka ternyata Sarah berteman dengan orang orang yg luar biasa nakal nya. Pertema main tantangan, dan sekarang kabur dari rumah dan meretas cctv rumah nya.


Devano yg saat ini ada di ruangan kerja nya pun segera melanjutkan pekerjaan nya yg belum selesai.


"Itu namanya bukan libur kerja, tapi pindah kerja aja"


Devano mendongak mendengar suara itu, Sarah berdiri di ambang pintu dengan cemilan di tangan nya dan Devano bahkan tidak menyadari kapan Sarah masuk atau mendengar suara pintu yg terbuka. Sarah terlihat sudah berganti pakaian dengan pakaian rumah nya, namun ia tak mengenakan hotpants seperti yg ia kenakan dirumah nya sendiri.


"Bukan urusanmu, keluar dan jangan ganggu aku!" perintah Devano dan ia kembali fokus pada laptop di depan nya, namun bukannya mengikuti perintah suaminya, Sarah malah berlenggang masuk. Ia merebahkan diri nya di sofa, tiduran miring dan memperhatikan Devano dengan tatapan menggoda.


Devano bukannya tak menyadari hal itu, namun coba ia abaikan hal itu karena Devano rasa belum saat nya mereka memenuhi kewajiban sebagai suami istri.


"Ckck, Tuan Lake yg terhormat. Sebenarnya aku masih meragukan kenormalan mu, haruskah kita pergi ke Dokter dan memeriksa itu nya kamu?"


"Just shut up, Little girl. Aku lagi sibuk, dan aku harus menyimpan tenaga ku untuk pekerjaan yg jauh lebih penting"


"Little girl?" Sarah menirukan gaya bicara Devano saat memanggilnya Little girl. Sarah berdiri, ia menghampiri Devano dan berjalan dengan langkah yg di buat menggoda. Kemudian ia duduk di pangkuan Devano dan itu sukses membuat Devano terkesiap dan langsung menatap tajam Sarah. Sesaat, sorot matanya menggelap, dan sesaat kemudian ia malah menampilkan senyum miring nya "I am not a Little girl, you can prove it" goda Sarah sembari ia membelai rahang tegas Devano.


"Kamu benar benar engga sabar untuk menikmati surga dunia, hm?" lirih Devano dengan suara serak nya, ia tak menyingkirkan Sarah namun juga tak menyambut Sarah di pangkuan nya. .


"Aku engga sabar membuat mu jatuh cinta sama aku, kemudian aku akan pergi, dan kamu akan menangis" ucap Sarah dengan nada yg bahkan Sarah sendiri merasa jijik. Begitu menggoda dan bahkan Sarah menggigit bibirnya.


"Dalam mimpi mu, Little Sarah. Aku menikahi mu untuk menghukum mu atas kelancangan mu pada ku, bukan untuk menikmati tubuh mu yg seperti papan tulis ini, rata. Sama sekali engga akan mengundang gairah pria mana pun"


Sarah langsung menggeram marah dan ia langsung bangkit dari pangkuan Devano. Devano tak menunjukan ekspresi apapun selain senyum miring yg bahkan tak sampai ke mata nya. Sarah langsung keluar dari ruangan Devano dengan menghentakan kaki nya. Ia merasa sangat di remehkan sebagai seorang gadis yg katanya bertubuh rata? Yg benar saja, Sarah yakin dia punya daya pikat yg luar biasa, tubuhnya nya juga berisi dan mungkin juga montok.


Sementara Devano, ia langsung menghembuskan nafas nya saat Sarah sudah menutup pintu. Devano memegang dada nya yg berdebar, pelipisnya berkeringat padahal ruangan itu ber AC, ia sangat bersyukur karena Sarah tak menyadari hal itu.

__ADS_1


"Benar benar gadis gila. Kalau begini cara nya aku yg di hukum" gumam nya.


Sementara Sarah kembali ke kamar nya dengan bibir yg manyun. Ia langsung menelepon Naina.


"Engga berhasil" gerutu Sarah saat Naian menjawab telephone nya.


Apa yg di lakukan Sarah tadi adalah saran dari Naina. Katanya, Sarah harus bisa membuat Devano jatuh cinta lebih dulu dengan begitu maka Sarah lah yg akan meninggalkan Devano. Dan Naina juga bilang, mungkin Devano akan jatuh cinta pada Sarah jika Sarah bersikap seperti seorang istri dan menggoda nya. Dan demi misi itu, Sarah bahkan membungkus harga dirinya dalam dalam di otak nya untuk bisa berbuat seperti tadi tapi ternyata? Nihil.


"Mungkin dia impotent kali ya, masak engga tergoda sih?"


"Mana aku tahu, kalau kami kayak tikus dan kucing begini terus, lalu kapan salah satu dari kami akan jatuh cinta? Ugh, aku ingin kembali pada hidup yg tanpa dia"


"Lagian kalian aneh, masak ia taruhan kayak gitu? Di dunia ini, taruhan kalian adalah taruhan paling engga masuk akal"


"Aku juga berfikir begitu, mungkin saking benci nya kali ya dia sama aku, makanya buat taruhan se gila itu. Ya secara, engga ada yg lebih sakit kan ketimbang di tinggal pas lagi cinta cinta nya"


"Ya kalau gitu kamu harus tahan diri, jangan jatuh cinta sama dia. Tapi kamu harus bekerja keras membuat dia jatuh cinta sama kamu"


"Jangan gunakan tubuh mu kalau gitu, tapi gunakan hati mu"


"Maksud mu?"


"Mulai sekarang, bersikap lah lemah lembut, patuhi apapun yg dia minta. Berlaku manis pada nya, buatkan sarapan, teh, kopi, yaaa layaknya istri pada umum nya. Cepat atau lambat dia akan tersentuh dan jatuh cinta"


"Tapi itu kan bukan aku banget, Naina"


"Mau buat dia jatuh cinta engga? Dari pada nanti kamu yg jatuh cinta terus di tinggalin? Meninggalkan lebih baik dari pada di tinggalkan, Bebs"


"Ya juga sih" gumam Sarah. Ia merebahkan tubuh nya di ranjang dan menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskan nya perlahan "Okey, misi akan di laksakan"

__ADS_1


.


.


.


Seseorang menelpon Devano dan mengatakan ia sudah mengirim semua data tentang Jacob lewat email. Devano pun segera memeriksa nya dan ia mengernyit bingung, tak ada data yg spesial. Hanya data data Jacob yg normal seperti data background nya, tempat tinggal, sekolah dan pekerjaan nya yg bekerja paruh waktu di perusahaan software.


Devano menelpon orang itu untuk bertanya secara langsung.


"Hanya itu yg kami dapatkan, Tuan"


"Apa sulit untuk meretas cctv?" tanya Devano.


"Aku rasa tidak, Tuan. Melihat dimana dia kuliah dan bekerja, mungkin jika hanya meretas cctv, itu mudah baginya. Apakah dia musuh mu, Tuan? Haruskah kami menangkap nya?"


"Tidak, terima kasih"


Devano langsung memutuskan sambungan telepon nya. Ia kembali memperhatikan file yg berisi informasi Jacob. Dia hanyalah mahasiswa berusia dua puluh tahun, tapi entah kenapa Devano khawatir jika Sarah punya teman seperti Jacob yg mungkin suatu hari nanti akan melakukan lebih dari meretas cctv dan itu bisa membahayakan misi Devano yg hampir selesai.


Devano turun untuk makan malam, dan ia melihat Sarah yg membantu menyiapkan makan malam.


Ah gadis itu, memasuki kehidupan pribadi gadis itu bukanlah bagian dari rencana nya, tapi mengingat apa yg sudah di lakukan Sarah, Devano merasa tambahan rencana yg satu ini sangat bagus. Apa lagi melihat bagaiamana Sarah membangkang, menggoda dan menantang nya, membuat Devano merasa tertantang untuk menaklukan gadis itu. Tanpa melibatkan perasaan tentu nya.


"Hai, makam malam sudah siap" ujar Sarah dengan begitu lembut, bahkan Sarah menarik kursi untuk Devano dan mempersilahkan Devano untuk duduk. Devano hanya menaikan sebelah alis nya dan ia sudah menduga ini pasti trik Sarah untuk menarik perhatian nya dan membuat nya jatuh cinta.


Oh God, demi apapun. Devano tak sunggyh sungguh dengan tantangan untuk membuat jatuh cinta dan pergi itu, dia hanya tertantang membuat gadis itu takluk pada nya . Karena entah siapa yg akan jatuh cinta duluan...


"Aku pasti akan mencampakan mu, Little girl"

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2