Married By Challenge

Married By Challenge
Part 173


__ADS_3

Karin berdiri di kursi saksi dan ia menatap ibunya yg saat ini menahan tangis, hingga hakim mempertanyakan kebenaran dari saksi saksi yg telah memberikan kesaksian terhadap Karin.


Kini Karin menatap Sarah, dan apa yg di katakan Sarah sangat benar, sekarang Karin tidak punya apapun.


"Saya mengakui nya, yg mulia" jawab Karin kemudian dengan lantang yg membuat Sarah dan yg lain nya bernafas lega "Saya melakukan semua itu karena saya sangat membenci Sarah dan keluarganya yg telah menghancurkan keluarga saya" Ibu Karin dan ayahnya hanya bisa menangis.


Dari pengakuan Karin dan banyak nya bukti juga saksi, hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara bagi Karin dan tanpa kesempatan bebas bersyarat. Karin hanya terdiam dan air matanya mentes tanpa bisa ia bendung.


Sementara Lolly dan Airin di hukum 10 tahun penjara karena mereka terlibat dalam rencana pembunuhan Sarah dan bayi nya, mereka masih punya kesempatan bebas bersyarat.


Setelah sidang selesai, petugas polisi langsung membawa ketiga terdakwa.


Sarah menemui Lolly sebelum ia masuk ke mobil polisi, dan tanpa di sangka, Sarah langsung memeluk Lolly dan ia juga menangis. Lolly pun tidak bisa membendung air mata nya dan ia memeluk Sarah dengan begitu erat.


"Maafkan saya, Nyonya" lirih Lolly berulang kali.


"Kamu hampir membunuh kami, Lolly. Lalu setelah itu apa? Apakah kamu akan bahagia melihat keluarga mu hidup dengan kematian ku dan putra ku?" bisik Sarah yg membuat Lolly semakin berderai air mata.


"Maafkan saya, saya tidak bisa memikirkan apapun saat itu" lirih Lolly dengan suara tersendat. Sarah melerai pelukan nya.


"Jangan pernah mau di dikte rasa takut, Lolly" dan setelah mengucapkan itu, Sarah langsung meninggalkan Lolly. Membuat hati Lolly terasa begitu sakit.


Sarah masih memeluk nya, masih memberi nya nasehat setelah apa yg Lolly lakukan.


..........


"Semua nya sudah berakhir" seru Devano sembari merangkul istrinya dengan sayang, saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang kerumah Sarah.


"Saya senang akhir nya semua ini selesai dengan cepat, Tuan" ujar Dominic yg saat ini sedang menyetir.


"Ya, karena masalah ini memang seharusnya tidak pernah ada" jawab Devano.


"Dev, apa boleh aku menemui Tante Margaret?" tanya Sarah sembari menatap suami nya itu.


"Jangan, Sayang. Aku takut dia menyakitimu"

__ADS_1


"Tidak akan, kamu temani aku, ya?"


"Memang nya kamu mau apa? Dia sedang dalam kondisi yg sangat tidak baik"


"Aku tahu, besok temani aku ya kesana"


Devano terdiam sesaat dan memikirkan permintaan istrinya, namun pada akhirnya ia mengangguk setuju.


..........


"Aku senang masalah Sarah pada akhirnya selesai juga" ujar Naina yg saat ini juga dalam perjalanan pulang menuju apartemen Jacob.


"Ya, jika ini tidak selesai dengan cara yg terbaik seperti ini. Sepertinya Devano akan turun tangan"


"Tapi ada yg belum selesai, Jack. Masalah kita" ucap Naina sembari menatap Jacob lekat lekat.


"Memang nya masalah kita apa?" tanya Jacob melirik Naina sekilas


"Ibu mu..." lirih Naina yg membuat Jacob menghela nafas lesu.


....... ...


Sesampainya di rumah Sarah, Venita langsung membukakan pintu dan ia menatap Sarah dan Devano lekat lekat. Tak lama kemudian William dan Jason juga datang.


"Kalian dari mana? Kok tumben pulang nya barengan?" tanya Venita.


"Kebetulan aja, Ma" jawab Sarah menyunggingkan senyum samar.


"Mama tahu apa yg terjadi" ucap Venita kemudian yg langsung mengejutka semua orang.


"Tahu apa?" tanya Sarah mencoba bersikap tenang.


"Tahu kalian baru saja dari pengadilan, kalian lupa kalau Mama punya teman salah satu jaksa? Dia yg memberi tahu ku" ucap Venita dengan mata berkaca kaca.


Ia juga beru tahu masalah itu saat salah satu teman nya mengucapkan selamat atas kasus yg di menangkan Sarah dengan sangat mudah. Venita yg tak tahu kasus apa itu pun langsung mencari tahu dari teman nya itu dan betapa terkejutnya ia mengetahui masalah begitu besar yg di alami putri nya dan ia tidak tahu.

__ADS_1


"Mama..." lirih Sarah dan ia memeluk Venita "Mama, semua sudah selesai. Mama jangan khawatir, jangan fikirkan itu" bisik Sarah dan Venita mengangguk sembari menangis.


"Kasian sekali cucu ku, Sarah" bisik Venita.


"Dia cucu Mama, dia pasti kuat" ucap Devano mencoba menghibur mertua nya. Begitu juga dengan William dan Jason.


"Tapi Mama engga kena serangan jantung kan?" tanya Jason kemudian yg membuat Venita mencebikan bibir nya.


"Hampir saja, Pa. Tapi saat melihat Baby Neo, Mama merasa kuat karena dia saja kuat. Malu mama sama Baby Neo kalau sampai KO di depan dia" ucap Venita yg membuat semua orang tertawa.


"Baby Neo menangis..." teriak Freya dari kamar Sarah.


Semua orang pun pergi ke kamar Sarah dan mendapati Freya yg terlihat sibuk dan kesusahan mengganti popok Baby Neo.


"Bisa, Fe?" tanya William dan Freya hanya cengengesan.


"Bisa" jawab nya namun ia masih kesulitan apa lagi karena Baby Neo yg terus menangis dan menendang nendangkan kaki nya. Sarah dan yg lain nya pun hanya bisa tertawa kecil.


"Begini cara nya..." Venita menggantikan Freya, ia menghibur Baby Neo dengan terus mengajak nya berbicara, mencium nya hingga membuat Baby Neo cekikikan. Dan saat itulah Venita mengganti popok Baby Neo.


Sarah pun selalu melihat dengan teliti bagaimana Mama nya merawat bayi. Karena tidak mungkin Sarah selalu bergantung pada Venita.


"Naluri seorang ibu itu kuat, dan pelan pelan kalian akan tahu bagaimana merawat anak kalian dengan baik. Tidak ada yg bisa mengurus bayi sebaik ibunya sendiri" ucap Venita.


Sarah duduk di tepi ranjang dan ia menggendong Baby Neo yg sudah di gantikan popok nya.


"Maafin Mama, Nak" lirih Sarah dan ia mengecup kening Baby Neo. Air matanya menetes hingga membasahi kening Baby Neo.


Devano merangkul Sarah dan mengecup pucuk kepalanya.


"Kita akan berjuang bersama" ucap Devano.


"kami juga akan selalu ada untuk kalian" seru William kemudian dan ia merangkul Freya "Sebentar lagi Baby Neo juga akan punya adik, dia pasti akan suka"


Sarah dan Devano mengangguk. Sekali lagi Sarah mencium kening putra nya "Tumbuhlah dengan kuat, Sayang"

__ADS_1


__ADS_2