
Sarah bertemu dengan Naina yg saat ini sedang memeriksa kehamilan nya yg baru berusia beberapa bulan. Setelah dua tahun menunggu, akhirnya Naina yg sangat kebelet menginginkan anak itu di kabul kan juga oleh Tuhan. Namun bukan nya Jacob yg menemani Naina, malah Vino yg selalu Naina tenteng kemana pun ia pergi dengan alasan bawaan bayi nya. Padahal ia hanya mengerjai Vino yg mumpung ada di Indonesia.
"Hey boy...." seru Vino pada putra Sarah itu. Neo yg melihat Vino langsung berlari lucu dengan kaki kecil nya sembari cekikikan.
"Daddy Vino...." seru Neo nyaring yg langsung membuat Vino melotot, ia berlutut guna menyambut Neo dan meletakkan jari nya di bibir.
"Ssshttt, don't call me daddy, Boy" bisik Vino.
"Why.....?" tanya Neo dengan nada memanjang dan ia bergelanyut manja di pelukan Vino.
Seorang suster melirik Vino dengan tatapan heran, karena tadi suster itu yg membantu pengecekan kehamilan Naina. Ia pasti berfikir yg aneh aneh tentang Vino karena ia di kelilingi dua wanita hamil dan satu putra yg sudah berusia dua tahun. Vino yg di lirik sedemikian rupa hanya bisa meringis, jangan tanya kenapa Neo bisa memanggil nya Daddy. Tentu saja itu juga karena ajaran Naina.
"Entah dosa apa yg sudah aku lakukan sampai punya ipar seperti Naina" gerutu Vino karena kelakuan Naina membuat dia di jauhi semua wanita.
"Ingat dulu waktu SMA? Karma mu sekarang sedang bekerja" cetus Naina penuh kepuasan yg membuat Vino hanya bisa menghela nafas panjang.
Tak lama kemudian Devano datang menghampiri mereka.
"Neo..." seru Devano namun Neo malah semakin bergelanyut manja di pelukan Vino.
"Neo sayang, uncle Vino mau pulang" ucap nya lembut.
"No uncle, Daddy Vino" jawab Neo sembari tersenyum lebar.
"Ya sudah, kalian pergi saja memeriksa kandungan Sarah. Biar aku dan Naina yg menjaga Neo" ujar Vino karena ia sendiri merasa kasihan dengan Neo yg sangat manja pada nya.
Sarah dan Devano pun memeriksa kan kandungan Sarah sementara Neo bermain bersama Vino. Naina tak tinggal diam, ia malah merekam hal itu dan meng upload nya dengan caption my handsome brother in law and my sweet nephew.
Yg dalam hitungan menit, video nya itu cukup viral dan banyak di banjiri komentar para gadis gadis terutama mantan Vino sewaktu SMA dulu. Hal itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Naina.
Namun kemudian ponsel nya tiba tiba mati sendiri, kemudian menyala lagi dan postingan yg tadi pun hilang.
Naina sudah tahu itu ulah suami nya, ia pun menghubungi suami tercinta nya itu.
"Kenapa di hapus, Beb?" tanya Naina.
"Kasian Vino, Sayang. Di kira nya dia punya anak sama istri lagi, nanti jomblo terus dia" ujar Jacob.
"Tapi, Jack..."
"Sudah, berhenti mengerjai nya. Kasian dia..." tegas Jacob yg membuat Naina cemberut "Ya sudah, aku mau masih ada pekerjaan. Hati hati di jalan ya"
"Iya, Beb" jawab Naina kemudian ia memutuskan sambungan telpon nya.
Sementara Vino yg masih asyik bermain dengan baby Neo justru terganggu dengan notif di ponsel nya yg tiada henti. Saat memeriksa nya, rupa nya itu pesan video dari beberapa teman wanita nya. Video yg baru saja di rekam oleh Naina, mereka semua menanyakan apakah Neo putra Vino.
Bukannya marah, Vino malah berselfie ria dengan Neo dan mengatakan ia bersama pangeran kecil nya.
Neo pun sangat gembira karena di ajak berfoto oleh Vino, bocah itu memang masih berusia dua tahun namun ia sudah pandai berpose lucu. Membuat semua orang pasti gemas pada nya dan membuat mereka ingin Membawa Neo pulang ke rumah mereka.
Setelah menunggu beberapa waktu, Sarah dan Devano sudah selesai memeriksa kandungan Sarah dan mereka melihat Neo yg tampak sangat bahagia bermain bersama Vino dan Naina.
"Neo..." panggil Sarah, Neo mendengar nya namun ia tak menoleh "Neo, Sayang..." panggil Sarah lagi namun Neo kembali berpura pura tak mendengar nya.
"Baby Neo..." panggil Sarah lagi dan seketika Neo menoleh.
"Yes, Mommy?" tanya nya dengan senyum lebar dan mata berbinar, hal itu membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
"Hem, jadi mau nya di panggil Baby Neo terus yaa..." seru Devano sembari mengulurkan tangan nya yg segera di sambut oleh Devano. Neo pun mengaitkan jari jari kecil nya yg mungil dengan jari jari besar dan kuat Devano.
"Go home... Go home...go home... Yeyy" teriak Neo sembari melompat lompat girang. Sarah dan Naina yg melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala.
"Bayi mu itu ajaib lho, Bebs. Super manja" seru Naina.
"Kekurangan nya membuat dia mendapatkan semua perhatian dan kasih sayang dari semua orang, mungkin karena itulah dia menjadi manja" jawab Sarah sedih.
"Jangan sedih, Sarah. Neo mungkin manja, tapi dia juga kuat dan pemberani, dia juga sangat cerdas. Usia nya masih dua tahun, tapi dia bisa berbicara seperti orang dewasa. Mudah memahami sesuatu bahkan termasuk bahasa asing" seru Vino sembari melirik Sarah.
Vino masih tak bisa menyingkirkan rasa kagum dan suka nya pada Sarah, bahkan juga cinta nya. Berdiri di samping Sarah sebagai sahabat nya sudah lebih dari cukup bagi Vino, ia juga tidak bermaksud mencari wanita lain saat ini karena Vino masih ingin fokus pada kuliahnya.
Apa lagi ia akan menjadi pewaris perusahaan Barnard, karena Juan sudah memiliki perusahaan nya sendiri sedangkan Jacob tetap memilih bekerja di perusahaan Devano.
"Ya, aku sangat bersyukur dengan kelebihan itu. Maaf ya, Vin. Gara gara Naina, dia terus memanggil mu Daddy" ucap Sarah sembari tertawa kecil, karena ia sendiri merasa lucu setiap kali Neo berteriak nyaring memanggil Vino Daddy.
"Engga apa apa, bahkan jika calon bayi yg ada dalam perut mu juga memanggil ku Daddy, itu tidak masalah" jawab Vino yg membuat Sarah dan Naina kembali tertawa geli.
..........
Waktu terus berjalan dan Sarah menikmati Setiap detik yg ia lewati menjadi ibu dari Neo dan istri dari Devano.
Walaupun masalah tentu saja takkan musnah dari hidup mereka, namun Devano dan Sarah selalu saling mendukung, menguatkan dan selalu terbuka satu sama lain.
Dan soal Nandini, akhir nya Aldo benar benar menikahi nya beberapa bulan yg lalu. Devano memberhentikan Nandini dari pekerjaan nya supaya ia fokus mengurus Aldo, sementara yg mengurus Sarah dan Baby Neo nya sudah ada Margaret dan Bi Eni yg tinggal bersama mereka sekarang.
Hari kelahiran anak kedua Sarah semakin dekat, Devano benar benar tidak sabar menunggu hal itu terutama Neo. Yg setiap pagi dan malam selalu menyuruh adik nya keluar karena merasa kasihan dengan ibu nya yg kata nya terus membawa sang adik kemana pun.
"Adik, sudah mau kelual belum? Mommy capek gendong adik telusss" ujar Neo sembari mengelus perut Sarah yg membuat Sarah tersenyum geli namun tiba tiba ia meringis sakit sembari memegang perut nya.
"Mommy... Mommy kenapa? Adik nakal ya?" tanya Neo panik.
"Panggil nenek, Sayang" pinta Sarah sembari mengerang sakit. Saat ini ia sedang berselonjoran di sofa karena sejak tadi ia memang hanya bersantai dengan Neo.
"Nenek... Nenek..." teriak Neo pergi ke dapur, mencari Bi Eni dan Margaret "Adik nakal, Mommy sakit, nenek..." seru nya semakin panik.
Bi Eni yg di dapur segera berlari menghampiri Sarah saat di panggil Neo, Sementara Margaret saat ini sedang pergi berbelanja ke pasar.
"Ya Tuhan, Nyonya Sarah mau melahirkan..." seru Bi Eni panik.
Ia segera memanggil ambulance, kemudian memanggil Devano dan kebetulan sekali Devano memang dalam perjalanan pulang.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu, Bi Eni bergegas berfikir itu Devano namun saat pintu di buka ternyata itu Vino yg tampak sangat rapi.
"Daddy...." teriak Neo yg melihat Vino "Adik nakal, Mommy sakit" adu Neo sembari menarik Vino masuk dan membawa nya menemui Sarah.
"Sarah, kamu sudah mau melahirkan ya?" tanya Vino.
"Masih tanya lagi, ya iyalah" jawab Sarah yg masih mengerang sakit.
"Kita kerumah sakit" ujar Vino dan ia hendak menggendong Sarah namun Sarah malah tampak semakin kesakitan dan bahkan ia berteriak, membuat Neo langsung ikut menangis.
"Bi, bawa Neo... Bawa Neo... " pinta Sarah dan Bi Eni pun membawa Neo ke kamar nya. Ia mengunci pintu di sana dan menghibur Neo dengan berbagai macam cara, selain itu Bi Eni juga menjelaskan bahwa Mommy sakit karena adik nya mau keluar. Mommy dan adik akan baik baik saja.
"Sungguh?" tanya Neo dengan pupil nya yg melebar.
"Sungguh, Baby Neo. Sekarang kita bermain di sini sampai adik keluar ya..." bujuk Bi Eni dan Neo pun mengangguk Walaupun ia masih tampak cemas.
__ADS_1
Sementara di bawah, Devano sudah datang dan ia hanya melihat istri nya dengan Vino tanpa seorang pun lagi di sana.
"Sayang, kita kerumah sakit ya" ujar Devano panik dan ia hendak menggendong Sarah namun Sarah malah mencakar tangan nya.
"Engga sanggup, Dev. Sakit..." erang Sarah dan bahkan bagian bawah tubuhnya kini sudah mengeluarkan darah.
Vino dan Devano semakin panik, mereka memanggil Dokter yg katanya malah terjebak macet.
"Dev, mau keluar!!!!" teriak Sarah sembari mengejan.
"Jangan mengejan, Sayang. Nanti keluar di sini" teriak Devano panik.
"Bodoh nya kamu ini, mau keluar di sini atau disana yg penting keluar dengan selamat" seru Vino dan ia segera menarik taplak meja, menutupi tubuh bagian bawah Sarah dengan taplak itu dan kemudian ia berlutut di bawah Sarah yg malah memancing emosi Devano.
"Kamu mau ngapain di bawah sana, bodoh? Mau mengintip istri ku?" teriak Devano marah.
"Mau liat anak nya sudah keluar atau belum" jawab Vino.
"Alasan, mau mengintip kan kamu" tuduh Devano lagi.
"Bukan..." jawab Vino tegas dan Sarah pun kembali mengerang.
Bersamaan dengan itu, terdengar suara ambulance dari luar.
"Suruh Dokter nya masuk sekarang juga, Sarah sudah mau melahirkan" perintah Devano pada Vino.
Vino pun segera bergegas keluar dan membawa Dokter masuk.
Sarah di bantu melahirkan di sana, di ruang keluarga di rumah suaminya. Dan proses lahiran nya pun terbilang sangat mudah.
Dokter berhasil menarik keluar bayi Sarah yg berjenis kelamin perempuan itu, dan saat itu juga Devano langsung meneteskan air mata haru nya. Ternyata perjuangan melahirkan sangat sulit, dan meskipun ini anak kedua mereka, namun proses kelahiran kedua nya sangat berbeda.
Sekarang Devano bahkan bisa langsung menggendong putri nya yg masih berlumuran darah itu. Bayi mungil menangis dengan sangat nyaring dan hal itu malah membuat Devano dan Sarah tampak sangat bahagia.
Dokter dan suster membersihkan bayi Devano sebelum akhirnya di berikan pada Sarah untuk di gendong.
"Tuhan, terima kasih atas anugerah ini" ucap Sarah penuh haru. Teringat kembali saat ia melahirkan Neo, Sarah bahkan tak bisa menyentuh putra tersayang nya saat itu. Berbeda dengan sekarang, dimana semua nya baik baik saja dan hanya ada kebahagiaan.
Bi Eni dan Neo turun, Neo yg melihat perut Mommy nya kempes dan ada bayi di gendongan Mommy nya membuat nya sangat senang dan langsung berlari lari menuju ibunya.
"Mommy, adik keluar..." teriak nya yg membuat Sarah dan Devano tertawa gemas.
"Sudah, Sayang" jawab Devano, ia pun mengangkat Neo ke dalam gendongan nya dan membiarkan Neo melihat adik nya.
"Siapa nama nya, Daddy?" tanya Neo lagi.
"Crystal Fergus Lake" jawab Devano sembari tersenyum. Ia mengecup kening Sarah dan Neo bergantian. Mereka tampak sangat bahagia, bahkan pasutri itu tak bisa membendung air mata haru nya.
Vino dan Bi Eni yg melihat itu menjadi ikut sangat terharu.
Margaret juga sudah datang karena tadi Bi Eni menelpon nya dan menyuruh nya pulang karena Sarah mau melahirkan. Bi Eni juga mengabarkan keluar Sarah yg lain bahkan juga Naina dan Jacob. Juga Aldo dan Nandini.
Sehingga tak sampai tiga puluh menit setelah Sarah melahirkan, semua orang sudah berkumpul di sana.
Menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil Sarah dengan kelahiran tuan putri mereka, yg cantik seperti nama nya. Crystal, Crystal Fergus Lake.
...TAMAT ...
__ADS_1