Married By Challenge

Married By Challenge
Part 53


__ADS_3

Devano berbaring menyamping sambil menatap Sarah yg saat ini masih tertidur pulas. Setelah cukup lama memandangi istrinya yg seperti nya masih bermimpi indah itu, Devano menggeser tubuh nya lebih dekat dengan Sarah dan ia mengecup pundak telanjang Sarah. Dimana kecupan itu berhasil membuat sang istri terganggu dan ia mengerang malas.


"Good afternoon, Little girl" sapa Devano dan kali ini ia menggigit gemas pundak Sarah.


"Afternoon?" tanya Sarah dengan suara serak khas bangun tidur. Devano mengangguk dan seketika Sarah langsung duduk.


"Sekolah, Dev. Sekolah, aduh..." teriak nya panik sambil berusaha turun dari ranjang namun kesulitan karena selimut yg melilit tubuhnya di tahan Devano. Devano pun tertawa geli dengan tingkah istri nya itu.


"Sudah jam 11, Sarah" seru Devano yg membuat Sarah langsung melotot terkejut. Devano pun menarik Sarah kembali ke ranjang dan ia langsung masuk ke dalam selimut Sarah, dimana di balik selimut itu Sarah tak mengenakan sehelai benang pun. Sementara Devano hanya mengenakan celana pendek.


"Aku bolos dong? Kok aku engga di bangunin sih" gerutu Sarah sambil berusaha turun lagi dari ranjang namun Devano malah memeluk nya dengan erat.


"Ya kamu tidur nya nyenyak banget, Sayang. Kamu juga pasti masih capek kan" ujar Devano dan Sarah pun kini tak bergerak lagi. Ia menatap Devano dan mengangguk sambil mengulum senyum malu malu.


"He'em, aku capek banget. Pegel semua badan ku, kamu sih ngajakin lembur" ujar nya yg membuat Devano terkekeh geli. Memang lah istri nya ini remaja yg tak biasa.


"Ya habis mau gimana lagi? Kamu seperti morfin, benar benar membuat aku kecanduan" balas Devano dan ia mengecup bibir Sarah dengan intens dan Sarah pun membalas nya "Hem, makin manis aja rasa nya. Jadi pengen lanjut lagi seperti yg tadi malam" gumam nya di sela ciuman nya.


"Kamu mau bikin aku engga bisa jalan lagi?" tanya Sarah setelah keduanya melepaskan pangutan bibir mereka. Devano kembali tertawa dan itu membuat Sarah terpana, baru kali ini ia melihat Devano tertawa lepas dan ternyata Devano sangat mempesona saat tertawa seperti ini.


Keduanya masih ada di hotel, setelah acara lamaran yg di lanjutkan makan malam romantis. Kedua nya melanjutkan dengan makanan penutup on the bed.


Dalam keadaan sama sama sadar, mereka saling menggoda dengan sentuhan lembut dan belaian yg membuai. Tak hanya untuk menyalurkan hasrat yg ingin di puaskan, namun juga mengungkapkan cinta dalam hati dan menyatakan betapa bahagianya mereka saling memiliki satu sama lain.


Devano menggendong tubuh Sarah dan membawa nya ke kamar mandi . Bathtub pun tampak nya sudah siap dengan air hangat yg di taburi kelopak bunga Yg masih segar. Sementara Sarah tak bisa melepaskan pandangan nya dari wajah suami nya hingga sang suami membawa Sarah ke dalam bathtub.

__ADS_1


"Kamu yg menyiapkan ini?" tanya Sarah dan ia memercikan air ke wajah Devano.


"Iya, aku rasa tubuh kita butuh berendam dengan air hangat ini. Emh, bagaimana ranya?" tanya Devano sembari memberikan pijatan lembut di pundak Sarah.


"Kamu berbakat jadi tukang pijet" jawab Sarah yg kembali membuat Devano tertawa. Mereka pun mengobrol, bercanda dan saling menggoda. Dengan kata kata maupun dengan sentuhan. Bukankah seperti itulah mereka bahkan sebelum ada nya cinta di antara mereka, nakal dan liar. Lalu siapa yg bisa membayangkan bagaimana nakal nya mereka setelah cinta datang menyapa?


"Hari hari yg aku lewati bersama mu adalah hari hari terindah dalam hidup ku" bisik Devano di telinga Sarah. Sarah menyandarkan kepala nya di dada bidang Devano.


"Kamu benar benar seksi dan menggairahkan" ujar Sarah yg tak sinkron dengan apa yg Devano katakan. Devano terkekeh dan ia menggigit leher Sarah, merasa gemas dengan kenakalan istri nya ini. Membuat Sarah menggelijang geli.


"Dan kamu benar benar pandai menggoda, jangan salahkan aku kalau kamu akan kelelahan lagi setelah ini"


"Oh, Tuan Lake. Kamu sangat normal ternyata" ujar Sarah dengan suara yg mulai parau apa lagi ketika Devano tak mau berhenti menggoda tubuh nya. Bahkan tangan Devano pun sudah berpertualang ke tempat terpencil yg kini menjadi hal ter favorit Devano, membuat nafas Sarah kian memberat dan darah nya pun berdesir hangat. Ribuan kupu kupu terasa kembali menari dalam perut nya, fikiran nya pun sudah melayang entah kemana.


"Hem, makan siang yg sempurna" bisik Devano dengan nafas yg mulai terengah saat sekali lagi ia menyentuh Sarah di bagian terdalam dan terindah nya yg kini juga menjadi candu nya "Akan jadi hari yg panjang".


..........


Sementara di sekolah, Vino masih sangat penasaran dengan pria yg bersama Sarah waktu itu. Ia sudah menanyakan hal itu pada Naina dan Naina mengatakan itu pacar Sarah. Antara V percaya dan tak percaya Vino dengan hal itu apa lagi terlihat sekali pria yg bersama Sarah adalah pria dewasa.


"Kamu mikirin Sarah?" tanya Dani, salah satu teman Vino. Karena sudah dua hari ini ia melihat Vino yg tampak berbeda, lebih pendiam dan bahkan tak mau jika di ajak keluar oleh teman teman nya.


"Engga lah, ngapain mikirin dia" sanggah Vino. Padahal pada kenyataannya, ia memang memikirkan Sarah. Selama ini Vino kira Sarah benar benar tak memiliki kekasih dan saat tahu Sarah ternyata punya, kenapa Vino merasa kesal?


"Ya kali aja kamu masih pengen ngajakin dia nge date terus masih penasaran dengan apakah dia still virgin or not" ujar nya dan omomgan mereka itu terdengar oleh Naina yg berjalan melewati mereka.

__ADS_1


"Jadi ini alasan kamu deketin Sarah selama ini?" tanya Naina yg membuat Vino sangat terkejut dan menjadi salah tingkah.


"Maksudnya?" tanya Vino yg pura pura tak tahu.


"Aku udah denger tadi omongan kalian, kalian deketin Sarah cuma mau tahu apakah dia masih perawan atau engga? Liar banget sih fikiran kalian" ujar Naina nyaring yg memancing perhatian teman teman nya yg lain "Dan dengan kata lain, apa kalian dekati Sarah cuma buat nidurin dia, huh?" teriak nya marah bahkan ia sampai menendang meja yg membuat teman teman nya kaget begitu juga dengan Vino. Bar bar juga, fikir mereka.


"Engga, Naina... Kamu salah faham" ujar Vino mencoba menenangkan Naina.


"Salah faham apanya? Aku udah udah denger ya omongan kalian tadi, aku laporin ke Papa nya Sarah nanti. Biar di hajar kalian karena punya niat buruk pada anak gadis nya" seru Naina.


"Diam deh..." tegas Vino. Karena jujur saja dalam hati ia takut jika Naina melaporkan hal itu.


"Engga akan aku tinggal diam sampai mati pun" teriak Naina penuh drama dan bahkan itu memancing amarah Vino dan hampir saja menampar nya namun tangan Vino di tahan oleh seorang pria dan Vino terlihat kaget dan juga takut. Ia pun langsung menurun kan tangannya dan menundukkan kepalanya.


"Berani angkat tangan sama perempuan, di sekolah lagi. Mau aku potong tangan mu, huh?" teriak pria itu yg langsung membuat nyali Vino menciut.


"Kebiri aja sekalian, dasar buaya" seru Naina lagi yg tampaknya masih marah. Setelah itu ia pun bergegas pergi tanpa mengucapkan terima kasih kepada pria yg sudah menyelamatkan nya dari tamparan Vino.


"Jadi gini kelakuan kamu di sekolah, huh?" tanya pria itu kini pada Vino.


"Bukan, itu...itu hanya salah faham" jawab Vino.


"Sekali lagi kamu buat masalah, awas aja" seru pria itu kemudian pergi dari sana.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2