Married By Challenge

Married By Challenge
Part 117


__ADS_3

William berusaha mengingat siapa pria pria yg pernah menyerang nya dan Caitlin dulu. Namun sayang usaha nya masih belum berhasil, William bahkan tak tau jumlah pasti berapa orang itu namun William bisa pastikan lebih dari dua orang.


Sementara urusan Agus, Devano membeli perusahaan itu atas nama orang lain. Sehingga sekarang Agus benar benar sudah tak memiliki apapun lagi.


Pencarian akan Sarah pun masih terus berlanjut, namun masih belum ada petunjuk. Bahkan sampai sekarang.


Devano tak bisa berhenti memikirkan bagaimana keadaan Sarah, bagaimana keadaan bayi nya. Apakah Sarah merawatnya dengan baik? Apakah Sarah merasakan kesulitan selama kehamilan nya ini? Apakah Sarah mulai mengidam?


"Ku mohon, Tuhan! Kembalikan Sarah ku, demi bayi kami" tiada henti Devano berdoa akan hal itu. Ia takkan pernah menyerah, dan Devano yakin akan segera menemukan Sarah dan memaksa nya kembali pada Devano.


"Bagaimana kalau kita ke London?" seru Devano pada William. Saat ini keduanya sedang berada di sebuah cafe setelah meeting dengan colega mereka.


"Buat?" tanya William sembari menutup laptop nya.


"Siapa tahu kamu bisa ingat sesuatu nanti, sekalian mungkin kamu mau liat kuburan Caitlin" ucap Devano dengan suara rendah di akhir kalimat. Sontak hal itu membuat William langsung terdiam mematung dan terlihat sorot kesedihan di mata nya.


"Oke" jawab William kemudian.


.........


Pertemanan Juan dan Naina pun berlangsung, mereka sering membuat janji untuk keluar bersama, entah pergi makan, nonton dan sebagainya nya.


Namun Naina selalu mengingatkan bahwa mereka hanya teman, Juan tak boleh menyentuh Naina apa lagi mencuri cium dari nya. Dan saat ini, Juan kembali mengajak Naina untuk makan siang di sebuah cafe yg tak jauh dari kantor Juan.


"Suatu hari nanti, kamu yg akan datang dan minta cium sama aku" ujar Juan dengan percaya diri.


"Dan suatu hari nanti mu itu engga akan pernah datang" jawab Naina dengan rasa percaya diri yg tak kalah tinggi.


"Mari kita lihat, Nona. Seberapa kuat kamu menolak pesona ku" ujar Juan sembari terkekeh.


"Dan mari kita lihat, Tuan. Seberapa pandai kamu menebar pesona" jawab Naina yg lagi lagi membuat Juan terkekeh "Oh ya, kenapa kamu putusin Kak Helen?" tanya Naina tanpa rasa sungkan sedikit pun.


"Karena aku mulai merasa nyaman dengan nya dan..."


"Dan apa?"

__ADS_1


"Aku engga suka terikat"


"Oh gitu, okey. Aku faham, para buaya selalu ingin berenang tanpa mau menepi"


"Dan bagaimana hubungan mu dengan Jacob? Hubungan kalian pasti sudah sangat jauh kan?"


Naina memicingkan mata nya menatap Juan, ia mengerti kemana maksud ucapan Juan itu.


"Iya" jawab Naina kemudian.


"Ya, aku engga heran. Itu hal yg biasa"


Naina tak menanggapi lagi, ia lebih memilih kembali menikmati makan siang nya.


Hingga tiba tiba Devano dan William datang ke meja mereka.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Devano menatap kedua orang itu bergantian.


"Makan siang" jawab Juan santai.


"Karena kita berteman sekarang" jawab Juan mendahului Naina yg sudah hendak menjawab nya.


Devano langsung menarik tangan Naina "Aku akan mengantar mu pulang" ucap Devano dan menarik Naina, dengan cepat Naina menarik tas nya yg hampir saja ketinggalan. Sementara Juan hanya bisa melongo dengan tingkah Devano yg seperti seorang kakak memergoki adik nya sedang melakukan kencan buta.


"Jauhi Naina, Juan. Kamu engga malu menargetkan Naina sebagai korban mu, huh?" seru William.


"Oh, come on, William. Kan tadi aku sudah bilang, kita cuma berteman" jawab Juan santai.


"Aku tahu cara berteman pria seperti mu" ujar William dan ia pun pergi juga dari sana. Sekarang tinggallah Juan sendirian, ia menghela nafas panjang kemudian kembali menikmati makan siang nya dengan santai.


"Naina yg special"


.........


"Apa ada kabar tentang Sarah?" tanya Naina pada Devano. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Naina.

__ADS_1


"Jauhi Juan, Naina. Dia akan merusak mu" ujar Devano tanpa menjawab pertanyaan Naina.


"Aku bisa jaga diri, lagi pula kami sepakat akan berteman" jawab Naina dengan tenang.


"Kamu engga tahu betapa berbahaya nya Juan itu, dalam kamus hidup nya cuma ada kencan semalam. Percaya sama aku, dia engga mungkin berteman tanpa ada niat yg lain" ujar Devano mencoba meyakinkan.


Tak bisa Naina pungkiri bahwa ia senang Devano memperhatikan nya seperti seorang Kakak. Ah, betapa beruntung nya Sarah memiliki suami yg peduli pada wanita yg bukan siapa siapa nya. Pantas jika ia pun sangat mencintai Sarah dan peduli pada Sarah dan keluarga nya.


"Iya, Devano. Terima kasih" jawab Naina kemudian.


"Aku tahu apa yg ada dalam benak mu, Naina. Menaklukkan Juan, seperti Sarah menaklukan ku. Tapi masalahnya Juan itu bukan Devano, Juan itu playboy dan itu sebuah fakta nyata. Bukan Devano yg di gosipkan gay" tutur Devano panjang lebar, sementara Naina menganggapi itu dengan senyum geli nya. Membuat Devano mendelik kesal "Aku serius, Naina" tegas Devano kemudian.


"Iya iya, Dev" jawab Naina.


.........


Sarah yg baru selesai mengajar langsung pulang ke rumah nya, ia merasa sangat lelah dan mengantuk.


Sarah yakin ini karena kehamilan nya yg semakin membesar, sebisa mungkin Sarah berusaha menjaga kesehatan nya dan juga asupan gizi nya demi janin dalam perut nya. Bahkan Sarah mulai merasakan ada kehidupan dalam perut nya, Sarah benar benar tak sabar ingin melahirkan anak nya itu dan ia tak sabar untuk tahu apakah dia akan punya anak laki laki atau perempuan?


"Seandainya aku di kota, tinggal USG aja"


Sarah kemudian menuliskan sebuah surat untuk Mama nya, ia memberi tahu bahwa saat ini ia baik baik saja dan meminta mama nya tak perlu khawatir.


Waktu terus berjalan, namun waktu tak bisa menghapus ketakutan Sarah untuk pulang. Dia masih belum siap dan entah kapan akan siap.


Sarah juga memikirkan Devano, apakah Devano mencari nya? Atau kah Devano sudah melupakan nya? Atau jangan jangan Devano sudah menemukan pengganti nya?


"Tau ah, terserah dia lah mau apa aja" gumam Sarah dan seketika ia merasakan kram di perut nya.


Sarah meringis kesakitan, akhir akhir ini Sarah memang sering merasakan kram dan ia berfikir harus memeriksakan kondisi nya ke bidan yg ada di sana.


▫️▫️▫️


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2