Married By Challenge

Married By Challenge
Part 79


__ADS_3

Saat makan malam, Vino memberi tahu ayahnya agar membantu Naina mendapatkan beasiswa ke Jerman. Juan yg kebetulan pulang mendengar pembicaraan itu.


"Naina siapa?" tanya Juan dan bergabung dengan ayah dan adiknya di meja makan.


"Tumben kakak pulang" ujar Juan.


"Tadi aku tanya, Naina siapa yg mau beasiswa ke Jerman?" tanya Juan lagi. Entah kenapa mendengar nama Naina membuat hati nya bergejolak tak karuan.


"Naina teman nya Sarah, memang nya Naina siapa lagi" jawab Vino "Bantuan Naina ya, Pa! Dia anak nya pintar kok, baik, disiplin" Vino kembali memohon pada ayah nya itu.


"Iya, nanti Papa usahakan" jawab ayah Vino yg membuat Vino merasa senang.


"Memang nya kenapa dia mau kuliah ke Jerman?" tanya Juan dan ia mengambil sepotong ayam goreng lalu memakan nya.


"Pacar nya mau kerja disana, ya mereka engga mau LDR" Juan terdiam sejenak, kemudian ia memperlihatkan seringai licik nya.


"Biar aku yg urus" ujar Juan tiba tiba. Vino yg sudah hafal sifat kakak nya ini pun langsung menatap curiga pada Juan apa lagi melihat smirk Juan yg mengerikan.


"Engga usah, biar papa aja" tegas Vino


"Ya udah. Biar Juan aja, Vin. Papa juga banyak yg harus di urus" seru Tuan Barnard itu yg membuat Juan tersenyum penuh kemenangan.


Setelah itu, ayah mereka pun naik ke atas setelah menyelesaikan makan nya. Sementara Vino dan Juan masih di meja makan.


"Jangan macam macam sama Naina lho, Kak" pinta Juan.


"Peduli kamu? Bukan nya waktu itu kamu hampir nampar dia?" ejek Juan yg membuat Vino mendelik kesal.


"Ya karena dia bikin kessel waktu itu, tapi sekarang kita udah berteman"


"Bagus dong" jawab Juan dan ia pun melenggang pergi ke kamar nya.


Hanya selang beberapa menit kemudian ia kembali keluar dengan membawa sebuah tas laptop dan kemudian pergi dari rumah Vino. Ya seperti itulah Juan, membuat Vino semakin merasa kesepian. Ibu nya pergi dengan selingkuhan nya, ayahnya sibuk bekerja, kakak nya sibuk dengan dunia nya sendiri. Dan itu membuat Vino selalu merasa kesepian.


.........

__ADS_1


William dan Freya sudah mengurus segala kebutuhan nya untuk pergi berbulan madu ke Paris. Visa nya pun sudah mereka dapatkan, tiket dan hotel sudah Devano urus. Mereka tinggal berangkat saja.


Namun di tengah kebahagiaan nya itu, William masih terus memikirkan gadis yg ada di foto itu. Ia juga mencoba mencari tahu tentang kecelakaan nya di internet lima tahun yg lalu, namun tak ada website apapun yg memuat berita nya.


Karena sudah merasa tak tahu harus mencari info kemana lagi, William pun berniat menanyakan langsung pada kedua orang tuanya.


Namun tentu tanpa sepengetahuan Freya.


Alhasil, setelah Freya berangkat lebih dulu ke kantor nya. William pun menghampiri kedua orang tuanya yg saat ini baru saja selesai sarapan. Sementara Venita pergi untuk membereskan dapur.


"Ma, Pa..." seru William dan ia pun duduk di kursi.


"Ada apa, Will?" tanya Jason.


"Ada yg mau aku tanyain" ujar William, kemudian ia mengeluarkan ponsel dan menunujuk foto Caitlin pada Jason. Yg tentu membuat Jason sangat terkejut "Papa kenal gadis ini? Mungkin teman ku dulu?" tanya William. Jason menggeleng karena ia memang tidak kenal sama sekali.


"Papa yakin?" tanya William seolah tak percaya pada Jason.


"Papa yakin, Will" jawab Jason "Tapi kenapa ada foto gadis itu di ponsel mu?"


"Ada orang yg mengirim ini, dan juga artikel yg memuat berita kecelakaan William di London" William menunjukkan artikel itu pada Jason "Di sini di tulis aku diserang beberapa orang, yg terjadi pada ku bukan kecelakaan kan?" tanya William.


"Kamu ngomong apa sih, Will?" tanya Mama nya.


William pun menjelaskan tentang orang yg mengirim foto dan artikel itu pada William. Venita juga tampak terkejut, ternyata dugaan nya memang benar. Orang itu juga mengincar William.


"Sebenarnya..." Venita menarik kursi dan duduk di samping William, Venita melirik suami nya. Ia ingin memberi tahu William yg sebenarnya.


"Itu hanya orang iseng, Will" sela Jason "Sebaik nya kamu fokus sama Freya sekarang, kan kalian mau bulan madu. Jangan rusak moment bahagia ini dengan hal engga penting" ujar Jason.


"Tapi aku rasa ini bukan hal engga penting deh, Pa. Udah tiga kali lho aku dapat pesan iki dari email yg berbeda, apa mungkin dulu aku punya hubungan dengan gadis ini?"


"Will..." Venita menepuk pundak anak nya "Kamu bisa mencari tahu nya nanti, setelah pulang bulan madu. Kasian kan Freya kalau bulan madu kalian terganggu gara gara ini" seru Venita dan William pun mengangguk setuju.


"Sebaiknya kamu jangan buka email mu dan ganti nomor untuk sementara waktu, biar kamu engga di ganggu lagi" pinta Jason. Karena ia yakin pesan ini takkan berakhir sampai di sini.

__ADS_1


"Ya udah, aku berangkat kerja dulu" pamit William kemudian pada kedua orang tua nya.


Setelah William pergi, Jason dan Venita hanya bisa menghela nafas berat.


"Entah kenapa semua orang ingin mengganggu hidup keluarga kita, Pa. Padahal kita engga pernah mengganggu hidup siapapun" ucap Venita sedih.


"Namanya juga hidup, pasti ada batu kerikil yg harus kita lewati. Jangan jadikan beban, Ma. Setiap masalah pasti ada solusi nya kok. Devano juga sedang mencari tahu siapa yg ada di balik semua ini kan" tutur Jason berharap istri nya itu tak terlalu memikirkan masalah ini, karena ia takut kesehatan istrinya terganggu.


.........


Di sekolah, Vino memberi tahu Naina bahwa Juan lah yg akan membantu nya mendapatkan beasiswa. Tentu Naina langsung menolak mentah mentah hal itu.


"Ogah, dia pasti ada mau nya tuh" ujar Naina yg membuat Sarah tertawa.


"Sudah pasti..." sambung Sarah "Lagian suruh kakak mu tobat dong, Vin"


"Nyuruh dia tobat sama saja dengan menyiram daun talas. Engga ada guna" jawab Vino.


"Kalau gitu aku akan buat dia tobat" seru Naina yg membuat Sarah dan Vino langsung menatap heran pada nya.


"Maksud mu?" tanya Sarah.


"Ya aku akan usahain deketin dia, buat dia jatuh cinta sama aku, dan kemudian meninggalkan nya biar dia tahu rasanya di sakiti" ujar Naina sambil terkekeh geli.


"Mau di cincang kau sama Jacob" seru Sarah "Lagian Juan itu bukan Devano ya, dia itu buas. Player profesional dia itu"


"Maksud nya bukan Devano?" tanya Vino bingung. Sarah dan Naina langsung terdiam namun kemudian keduanya tertawa hambar. Vino kan tidak tahu fakta hubungan Sarah dan Devano.


"Maksud nya, Devano itu kan pria baik baik. Kalau Juan bukan" ujar Sarah dan Vino pun hanya cengengesan.


"Oh ya, aku dengar Karin pindah sekolah" seri Vino tiba tiba.


"Pantesan sejak tadi tuh anak engga ada" ucap Sarah.


"Emang kenapa lagi dia pindah?" tanya Naina dan Vino hanya nengedikan bahu tanda ia tak tahu apa apa.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2