Married By Challenge

Married By Challenge
Part 63


__ADS_3

"What?" pekik Sarah saat Naina menceritakan bagaimana ia bertemu dengan Juan "Ya udah lah, mau gimana lagi? toh kamu orang nya memang gitu, gila" ujar Sarah sambil terkekeh yg membuat Naina mencebikan bibir nya karena ia benar benar merasa malu "Tapi kenapa aku engga ngeh ya wakatu Juan memperkenalkan diri dengan nama belakang nya yyg sama dengan nam Vino" gumam Sarah kemudian.


"Karena kamu loading" ujar Naina.


Saat ini kedua nya berada di rumah Devano karena Sarah masih di larang ke sekolah oleh Devano apa lagi Sarah yg memang masih mengeluh pusing.


Setelah pulang sekolah, Naina pun kesana atas permintaan Sarah.


Ponsel Sarah yg berdering menarik perhatian kedua nya, Sarah pun menjawab telepon yg ternyata dari Mama nya.


"Ya, Ma?" seru Sarah


"Ada Karin dirumah, Sarah. Kata nya dia datang mau minta maaf" terdengar suara Mama nya dari seberang telpon yg setengah berbisik.


"Terus Mama bilang apa?" tanya Sarah yg panik takut identitas pernikahan nya terbongkar.


"Mama bilang kamu check up kerumah sakit, kamu pulang dulu ya kesini sebentar"


"males Ma ketemu gadis itu"


"Eh, jangan begitu. Dia bawa makanan juga, dia tulus minta maaf"


"Bilang aja Sarah chcek up nya masih lama, lagian cewek kayak dia engga akan berubah"


"Nak, kok gitu sih? semua orang kan berhak dapat kesempatan kedua?"


"Ya udah deh, Sarah pulang sekarang"


"Okey, Mama tunggu"


Setelah itu Sarah memutuskan sambungan telpon dengan wajah yg cemberut.


"Kenapa?" tanya Naina yyg melihat ekspresi Sarah berubah.


"Karin kerumah, katanya mau minta maaf. Nyebelin banget deh. Tapi Mama maksa aku nemui dia"


"Dia di maafin gitu aja? engga ada hukuman apapun setidak nya dari sekolah?" tanya Naina y juga kesal.

__ADS_1


"Engga, Papa cuma ngasih peringatan aja"


"Apa perlu kita yg balas dia?"


"Pengen nya, tapi yg sudah lah"


"Ngomong ngomong waktu dia nampar kamu, kamu engga balas?"


"Balas lah, dua kali lagi. Cuma ya dia dorong au sampai aku KO. Kalau aku engga pingsan, Uggh sudah aku cakar wajah nya"


"Wih, tos dulu dong. Memang harus nya gitu, satu kali kita di tampar kita balas dua kali. Haha haha"


Kedua gadis itu pun tos sambil tertawa, dimana itu terdengar oleh Devano yg memang bekerja dari rumah karena ingin menemani Sarah.


Sikap Sarah dan Naina itu sama, nakal, energik, berani dan susah di taklukan. Dan sekarang Devano khawatir jika Juan menyadari hal itu pada diri Naina, maka Juan pasti akan sangat tertarik pada Naina. Bukan untuk di bawa ke ranjang, tapi mungkin sedikit lebih lama dalam hubungan seperti yg ia lakukan pada Helen. Dimana Helen adalah satu satu nya wanita yg punya gelar 'Pacar Juan' walaupun itu cuma berlangsung tiga bulan. Setidak nya hubungan mereka tak di mulai dan berakhir di tempat tidur seperti wanita pirang Juan pada umum nya.


"Kalian rame banget sih, cuma obrolan dua orang udah kayak obrolan 20 orang" seru Devano yg ikut bergabung dengan mereka.


"Nama nya juga wanita, Dev" jawab Sarah "Oh ya, dirumah ada Karin. Kata nya mau minta maaf, sama Mama di suruh pulang"


"Ya udah, biar aku yg anterin. Biar aku ganti baju dulu"


"Gila kau, suami di suruh suruh" ujar Naina.


"Ya engga apa apa lah sesekali. Kita mah saling melengkapi aja dan apa ada nya" ujar Sarah sambil tersenyum lebar.


"Hem, jadi engga sabar pengen nysusul" gumam Naina sambil membayangkan Jacob.


"Aamiin, semoga aja Jackie segera lamar kamu. Toh Om dan tante juga udah tahu merestui"


"Iya sih, nanti deh aku yg lamar dia duluan kalau sudah lulus SMA"


"Oh so sweet..."


"Ayo, sudah gosipan nya" sambung Devano yg sudah datang dengan membawa jaket Sarah dan kunci mobil nya.


....

__ADS_1


Sesampai nya dirumah, mereka bertiga langsung di sambut oleh Venita. Dan terlihat Karin yg sudah ada di ruang tamu dan ia masih memakai seragam nya.


Karin tampak terkejut melihat Devano, ia teringat malam itu Devano memukul ayah nya dan mengatakan bisa mengubur Karin hidup hidup di hutan. Hal itu membuat kari merinding. Ia datang juga karena permintaan ayah nya. Karin tak tahu kenapa ayah nya sangat takut dan patuh pada Devano tapi ia akan cari tahu itu nanti. Saat ini Karin harus melakukan apapun perintah ayah nya termasuk meminta maaf pada Sarah, supaya permasalahan ini cepat selesai.


"Hai, Sarah, Naina..." sapa Karin sedikit canggung. Sementara Sarah menatap tajam Karin. Mereka pun duduk di sofa, dan Devano memilih duduk dengan Sarah bahkan sangat dekat. Ia juga menatap tajam Karin yg membuat Karin semakin canggung "Aku kesini cuma mau minta maaf..." lirih Karin dan Sarah malah menanggapi nya dengan tersenyum sinis.


"Iya" jawab Sarah singkat "Tapi kalau kamu melakukan itu, aku akan melaporkan kamu ke polisi dengan tuduhan kekerasan" ancam Sarah dan Karin hanya bisa mengangguk pasrah.


"Engga, aku janji" jawab Karin tegas. Setelah itu, Karin langsung pamit Pulang karena ia sudah sangat canggung di sana.


"Kamu kok kasar gitu?" tanya Venita pada Sarah.


"Di lembutin percuma, Ma. Cewek kayak dia memang harus di gituin, biar tahu kalau orang yg diam bukan berarti lemah" ujar Sarah.


"Benar, Tante. Di sekolah Karin nyebelin banget, dia suka bully murid yg lain terutama yg berasal dari keluarga biasa" sambung Naina. Venita pun tak bisa lagi berkata kata, karena bully baik secara verbal maupun fisik sangat berbahaya.


"I proud of you" bisik Devano senang dengan sikap tegas istri nya itu.


"Sudah seharus nya" Sarah balas berbisik senang.


"kalian engga nginep di sini lagi?" tanya Venita dan Devano langsung menggeleng "Loh kenapa?"


"Besok aku ada meeting pagi pagi" jawab Devano dan Venita mengangguk mengerti.


"Ya udah, Ma. Sarah pulang lagi ya sekarang, mau nganterin Naina" ujar Sarah sambil berdiri. Kemudian ia memberikan pelukan hangat untuk Mama nya.


"Jaga diri ya, nak" ucap Venita setelah memberikan kecupan singkat di pipi anak nya.


"Iya, Mama juga. Nanti Sarah ke sini lagi"


"Pulang dulu ya, Tante" seru Naina yg juga memeluk Venita yg sudah ia anggap ibu sendiri.


"Iya, hati hati"


Kemudian Devano pun ikut pamit dan mereka pun pergi dari sana untuk mengantarkan Naina pulang lebih dulu.


▫️▫️▫️

__ADS_1


TBC...


__ADS_2