Married By Challenge

Married By Challenge
Part 44


__ADS_3

Jason dan keluarga nya di kejutkan dengan penangkapan Harris dan Roy yg ternyata adalah koruptor yg sebenarnya di perusahaan Fergus Corp. Bukti bukti pun sudah sangat jelas dan terbukti mereka melakukan korupsi sejak 4 tahun yg lalu.


Berita itu sampai pada Sarah dan juga teman temannya di sekolah. Sarah sangat bersyukur, sekarang ayahnya bisa mendapatkan kembali perusahaan dan nama baik nya.


Walaupun Jason harus kembali mengulang semua nya dari awal, tapi bagi mereka itu tak masalah.


Harta dan kesuksesan selalu bisa di mulai lagi dan lagi selama kecerdasan dan rasa percaya diri masih melekat dalam diri mereka.


Sekarang, secara resmi Jason Fergueson kembali menjadi pemilik sekaligus CEO Fergus Corp. Sarah berharap takkan ada lagi orang yg menyebut ayah nya koruptor karena itu sangat menyakitkan.


Di sekolah, Vino masih tak menyerah untuk mendekati Sarah. Ia bersikap sangat manis namun itu justru membuat Sarah geli.


"Aku senang akhirnya ayah mu terbukti engga salah" bisik Vino. Karena saat ini Sarah ada di perpustakaan, Vino pun mengikuti nya. Sarah hanya menanggapi nya dengan senyum tipis dan ia kembali fokus pada buku bacaan nya.


"Sarah, aku...sebenarnya aku pengen ngajak kamu makan malam sabtu nanti" bisik Vino lagi yg membuat Sarah mengerutkan kening nya.


"Aku engga bisa" bisik Sarah.


"Kenapa? Kamu udah punya pacar? Engga di bolehin pacar nya?"


"Suami, bodoh. Suami yg engga bolehin"


"Bukan gitu, aku..."


"Ayo lah, Sarah. Lagian aku liat kamu jarang hang out, jarang bergaul dan teman mu cuma Naina"


Sarah hanya tersenyum menanggapi ucapan Vino.


"Aku selalu hang out tiap weekend, sama Naina dan Jacob. Mereka berdua sahabat ku" bisik Sarah. Kemudian ia mengembalikan buku nya ke tempatnya semula karena ia sudah tidak mood lagi untuk membaca. Lama lama Vino membuat Sarah merasa risih.


Sarah keluar dari perpus dan Vino pun mengikuti nya.


"Kalau gitu kita double date aja" ujar Vino yg membuat Sarah langsung menghentikan langkah nya.


"Aduh, Vin... Janganlah, nanti orang orang ngira kita pacaran lagi" ujar Sarah yg membantu Vino tertawa kecil.


"Terus kenapa? Kamu masih normal kan? Naina aja sudah punya pacar, masak kamu kalah sama Naina"


"Aku menang jauh dari Naina, aku sudah bersuami" hati Sarah ingin sekali mengatakan itu supaya Vino tak mengganggu nya.

__ADS_1


"Ayolah, Sarah"


"Engga bisa..." tegas Sarah dan kemudian terlihat Naina yg datang menghampiri mereka.


"Naina, sabtu nanti kita double date. Nanti aku kabarin lagi, bye" ujar Vino yg membuat Naina mengernyit bingung dan Sarah menghela nafas berat. Belum sempat Naina bertanya, Vino sudah melenggang pergi.


"Maksud tuh bocah apa sih? Double date?"


"Iya, dia tuh pengen nge date sama aku. Aku udah bilang berkali kali engga bisa. Masih ngotot"


"Waduh, bahaya juga ya. Kamu kan udah bersu..."


"Ssshttt" Sarah langsung membekap mulut Naina.


"Aduh, sorry. Sering ke ceplosan, hehe" ujar Naina yg membuat Sarah mendelik kesal.


"Apa aku bilang aja ya ke Vino yg sebenarnya? Soalnya setiap hari dia deketin aku" tutur Sarah sambil memberengut.


"Gila kau..." pekik Naina "Gimana kalau tuh bocah ngasih tahu orang lain? Bisa di keluarin kamu dari sekolah"


"Gara gara kamu sih, ah... Ribet kan hidup ku" Sarah menggerutu dan kemudian ia menuju kelas nya yg segera di ikuti Naina.


"Aku terus yg di salahin, kan yg memutuskan mau menikah itu kamu"


"Bukan urusan mu" ketus Sarah yg sudah kadung benci pada Karin atas bully an nya dulu.


"Kamu sudah menikah?" desak Karin. Sarah sudah hendak menjawab nya dengan marah namun seorang guru datang dan melerai kedua nya.


"Karin, jaga bicara mu" tegur Bu guru itu yg langsung membuat Karin menunduk dan mengucapkan kata maaf.


Sarah dan Naina bernafas lega. Kemudian Bu Guru itu memerintahkan mereka kembali ke kelas karena jam istirahat sudah akan selesai.


..........


Sepulang nya dari sekolah, Sarah mampir ke kantor ayahnya yg kini mulai di kelola keluarga Sarah lagi.


Dan ternyata disana ada Devano yg sedang membicarakan kerja sama mereka, kini perusahaan Fergus Corp bekerja sama dengan Lake's Group.


"Sayang, kamu langsung ke sini?" Devano menyambut Sarah dengan ciuman di pipi nya yg membuat Sarah merona. Jason yg melihat itu hanya mencebikan bibir nya melihat keromantisan anak dan menantu nya.

__ADS_1


Dan Sarah bisa merasakan Devano tidak sedang ber akting.


"Iya, kangen sama kantor Papa" jawab Sarah.


"Ya udah, kamu tunggu di ruangan Om Jason, nanti kita pulang bareng" pinta Devano dan Sarah mengangguk kemudian pergi ke ruangan ayahnya.


Sarah bermain game di ponsel nya sambil rebahan di sofa, ia juga memesan cemilan dan minuman. Karena sudah merasa kenyang, tiba tiba Sarah merasa mengantuk dan ia pun tertidur di sofa panjang itu.


Sementara Jason dan Devano kini sudah selesai membicarakan bisnis mereka dan Devano juga memperkenalkan Jason dengan beberapa investor. Devano juga menjamin pada Investor investor itu bahwa mereka takkan rugi menginvestasikan uang nya di Fergus Corp.


Saat mereka masuk keruangan Jason, kedua nya di kagetkan dengan cemilan dan minuman yg berserakan di meja, Sarah juga tertidur pulas.


"Anak ini..." gumam Jason dan ia hendak membangunkan Sarah namun Devano mencegah nya.


"Kasian, Om" bisik Devano "Biar aku bawa Sarah pulang" ujar nya. Kemudian ia melepaskan jas nya dan menutupi tubuh bagian bawah Sarah, dengan sangat perlahan Devano mengangkat Sarah dalam gendongan nya. Devano menggendong Sarah seperti pengantin.


"Engga di bangunin aja, Dev?" tanya Jason.


"Engga usah, Om. Kasian. Ya udah, kami pulang dulu ya, Om. Maaf ruangan nya kotor" ucap Devano yg membuat Jason tertawa.


"Sudah biasa anak itu seperti ini" ujar Jason sambil membukakan pintu untuk Devano. Devano berjalan pelan pelan agar Sarah tak terganggu tidur nya. Dan hal itu menarik perhatian beberapa orang yg melihat nya namun Devano tak peduli.


Aldo yg melihat itu pun sangat terkejut dan ia mengira Sarah pingsan.


"Apa kita harus segera kerumah sakit?" tanya Aldo dengan suara nyaring tapi Devano memberi isyarat diam.


"Shhtt, dia tidur bukan pingsan" Aldo melongo namun kemudian ia segera membukakan pintu mobil dan dengan perlahan Devano memasukan Sarah kedalam mobil. Sarah menggeliat dan sempat terbangun namun Devano segera masuk dan ia membuat Sarah tidur kembali dan bersandar di pundaknya.


Sepanjang perjalanan, Devano tak ada henti henti nya mengusap kepala Sarah dan membelai rambut nya dengan sayang saat Sarah bergerak tak nyaman.


Namun pada akhir nya Sarah terbangun sebelum sampai rumah, Sarah terkejut karena sudah ada di dalam mobil bersama Devano karena seingat nya tadi Sarah tertidur di ruangan ayah nya. Sarah pun tetap pura pura tidur dan bersandar di bahu Devano. Sarah ingin tahu seperti apa Devano membawa nya saat ia tidur.


Sesampainya di rumah, Aldo langsung membukakan pintu dn Devano kembali menggendong Sarah seperti menggendong pengantin nya, Devano berjalan dengan pelan dan dengan suara kecil ia meminta Lolly membukakan pintu kamar nya dan menyalakan AC.


Sarah tersenyum senang dalam hati, ufff semanis inikah Devano nya?


Setelah menidurkan Sarah di ranjang, Devano keluar dari kamar dan menutup pintu nya dengan pelan. Saat terdengar pintu yg tertutup, Sarah langsung bangun dan ia tersenyum lebar sembari memegang pipi nya yg terasa panas, kemudian ia memegang dada nya dimana jantung nya berdetak seperti drum yg di tabuh.


"Ya Ampun... Deg deg an, aduh jantung ku... Jantung, tenang. Tenang!"

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc...


__ADS_2