Married By Challenge

Married By Challenge
Part 140


__ADS_3

Naina, Jacob, Sarah dan juga Vino kini sedang menikmati donat dan pizza sambil menonton tv di rumah Sarah. Mereka duduk di lantai dan jangan tanya apa kabar ruangan itu, ada beberapa cemilan dan juga minuman. Namun tentu Sarah tak memakan yg tak sehat bagi bayi nya, sementara yg lain terus makan tanpa henti sambil menonton sebuah film bertema travelling.


Sarah dan Vino menikmati film itu, namun beda hal nya dengan Naina dan Jacob. Naina duduk dengan gusar, sementara Jacob terus memandang Naina dengan tatapan tajam seperti pemburu yg mengintai mangsa nya.


"Kamu kenapa sih, Jack?" tanya Sarah heran karena sejak mereka sampai, mereka berdua tampak sangat aneh.


"Tau... Dari tadi kayak tegang gitu, udah kayak mau pelepasan aja" seru Vino sambil terkikik, Sarah pun ikut tertawa geli. Sementara Naina langsung cemberut, tidak tahu saja mereka bahwa Jacob memang menginginkan pelepasan saat ini.


"Besok malam aku dan Naina akan melakukan akad nikah..."


"Huh????" pekik Vino dan Sarah bersamaan.


"Kenapa tiba tiba? Kamu hamil, Nina bobo?" tanya Sarah heboh.


"Sudah berapa bulan?" tanya Vino tak kalah heboh nya.


"Ya ampun, kok kalian bisa kebablasan gitu sih..."


"Engga, Sarah..." jawab Naina akhir nya "Jacob cuma bercanda kok"


"Engga, aku serius. Sangat serius" ujar Jacob dengan ekspresi yg cukup mengerikan.


"Yah, pada nikah semua. Terus aku kapan dong?" tanya Vino mendesah lesu.

__ADS_1


"Ya cari lah, masih banyak cewek di luar sana" ujar Naina.


"Tapi engga ada yg sebaik sebaik kalian berdua..." jawab Vino.


"Jadi terharu..." ujar Sarah sambil terkekeh geli. Naina ikutan tertawa, tapi Jacob langsung menatap tajam Naina yg membuat Naina langsung terdiam dan menunduk.


Obrolan nyeleneh pun masih berlanjut, rumah Sarah yg biasanya sepi kini menjadi ramai.


...... ...


Devano memijat pangkal hidung nya, kemudian ia mendongak dan menatap Airin yg berdiri dan menatap memelas pada nya. Sementara Mia yg berdiri di samping Airin hanya bisa menunduk takut dengan tatapan bos nya itu.


Devano memerintahkan Airin untuk bekerja di kantor cabang, tapi Mia malah memberikan pekerjaan sebagai resepsionis pada Airin tanpa sepengetahuan Devano. Mia melakukan itu karena resesionis sebelumnya tiba tiba menghilang tanpa kabar. Dan Airin memohon pada Devano agar memberikan pekerjaan itu pada nya.


"Begini saja..." seru Devano dengan suara berat nya "Kamu boleh bekerja di sini sebagai resepsionis dengan syarat jangan pernah mendekati ku, jangan berbicara dengan ku dan jangan pernah dengan lancang mendekati ku!" tegas Devano yg membuat Mia meringis.


"Sekarang pergi dan lakukan pekerjaan mu" tegas nya. Airin pun keluar dari ruangan Devano dengan wajah yg sumringah.


"Pak, Saya..."


"Mia....!!!!" geram Devano merasa kesal.


"Ya maaf, Pak. Saya kan tidak tahu" ucap Mia takut takut "Em tapi kenapa Pak Devano terlihat sangat membenci Airin?" tanya Mia kemudian.

__ADS_1


"Bukan aku yg benci dia, tapi Sarah..." jawab Devano ketus.


"Oh, pasti Nyonya Sarah cemburu ya, tapi kenapa harus cemburu sama Airin?"


"Mau aku potong gaji mu atau aku pecat?" tanya Devano dingin dan Mia langsung menunduk kembali.


"Maaf, Pak..." ucap Mia lagi.


"Keluar!!!!" tegas Devano dan Naina segera berjalan cepat keluar dari ruangan bos nya itu.


"Oh tuhan, apa yg harus aku katakan pada Sarah?"


...... ...


"Masih engga mau main fisik?"


Airin tersenyum miring mendengar pertanyaan Karin dari seberang telpon itu.


"Kamu benar, Karin. Terkadang kita memang harus menumbalkan sesuatu untuk memenuhi keinginan kita" ujar Airin dengan senyum sinis nya.


"Lalu apa rencana selanjutnya?"


"Menghancurkan Sarah dari dalam, bagi seorang istri apa lagi yg sedang hamil tidak ada yg lebih menyakitkan dari sebuah perselingkuhan suami nya"

__ADS_1


***▫️▫️▫️


Tbc***...


__ADS_2