Married By Challenge

Married By Challenge
Part 106


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, pencarian dari kedua kubu itu pun masih tak membuahkan hasil. Bukan hanya suami dan keluarga Sarah yg bersedih dengan kepergian Sarah, namun juga sahabat nya, Naina dan Vino.


Naina merasa sangat kehilangan, ia merasa kesepian tanpa Sarah dan Jacob. Apa lagi semakin hari komonikasi nya dengan Jacob semakin jarang karena perbedaan waktu dan juga Jacob yg selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


Naina yg dulu gadis bar bar kini menjadi seperti anak kucing. Walaupun begitu, kini ia semakin dekat dengan Vino dan sering menghabiskan waktu bersama Vino.


Hari hari kelulusannya pun sudah dekat, mereka tak sabar menunggu hari itu namun mereka juga sedih karena Sarah tak ada bersama mereka.


"Sayang banget ya, padahal tinggal selangkah lagi sekolah Sarah selesai" ujar Vino pada Naina. Saat ini kedua nya berada di sebuah perpustakaan untuk mencari buku.


"Untuk keluarga Sarah, ijazah bukan hal yg penting" jawab Naina.


"Ya sih, tanpa ijazah Sarah sudah pasti bisa jadi apapun yg dia mau" sambung Vino, kemudian ia terlihat murung "Padahal sebenarnya aku sangat mencintai nya"


"Dan dia mencintai suami nya" jawab Naina sambil mengulum senyum geli.


"Menurut mu dimana Sarah sekarang?"


"Di suatu tempat yg sulit di jangkau, dia akan menunjukan batang hidung nya hanya saat dia ingin" ucap Naina sedih.


"Dia keras kepala juga" gumam Vino.


"Ya itulah Sarah. Keras kepala dan nekat"


.........


Freya tak gentar dengan ancaman yg dia dapatkan untuk membela klien nya dan memperjuangkan keadilan untuk nya. Berbagai cara di lakukan pihak lawan untuk memukul mundur Freya, dari cara halus, suap, hingga ancaman kekerasan. Namun Freya tetap tak gentar, apa lagi seluruh keluarga nya mendukung Freya. Freya tahu yg melakukan itu adalah kepala sekolahnya, ia menutupi kebejatan anak nya dan guru nya. Karena ia tak ingin mengambil resiko akan kehancuran karir nya.


"Mama bangga sama kamu, Sayang. Engga mudah menjadi pengacara apa lagi jika harus memperjuangkan hak seseorang yg tertindas apa lagi jika yg menindas nya orang yg punya kekuatan" ujar Venita pada Freya.


Setelah dari persidangan klien nya, Freya dan Venita pergi ke apartemen Freya untuk membereskan apartemen nya yg akan Freya jual saja. Mereka pulang hingga larut malam.

__ADS_1


"Iya, Ma. Awalnya Fe benar benar takut, tapi sebagai perempuan Fe harus bisa membela kehormatan perempuan yg lain. Evelyn itu masih 18 tahun, Ma. Seumuran sama Sarah" ucap Freya sedih, bagaimana jika Sarah yg ada di posisi Evelyn?


"Iya, sekarang Sarah sudah 18 tahun ya" gumam Venita dan ia kembali sedih "Sayangnya kita engga bisa merayakan ulang tahun Sarah, sudah dua kali kita engga merayakan nya"


"Mama jangan sedih, nanti kita rayakan sama sama. Anggap aja Sarah ada di sini, ya kan?" hibur Freya dan Venita mengangguk setuju.


Di perjalanan pulang, tiga mobil mengikuti Freya dan Venita, sopir nya menyadari hal itu namun ia tak memberi tahu Venita dan Freya karena tak mau mereka panik dan khawatir. Sang sopir mengabari William bahwa mereka di ikuti tiga mobil.


William pun meminta sopir nya menyetir dengan kecepatan penuh dan segera membawa mereka pulang. Namun belum sempat sopir itu membalas pesan nya, sebuah mobil menghalangi nya dari depan nya membuat ia menginjak rem mendadak.


"Ada apa, Pak?" tanya Venita.


"Sebenarnya sejak tadi kita di ikuti, Bu" jawab sang sopir yg tentu saja membuat kedua wanita itu langsung panik.


Dua mobil lain nya berada di sisi mobil mereka, mereka di kepung.


"Kalian berdua harus pergi dari sini, aku akan coba menghalangi mereka" tutur sopir nya sembari mengambil sebuah pistol yg ada di bawah jok mobil.


"Mana bisa menghadapi mereka sendirian? Itu ada tiga mobil" ujar Freya panik.


"Ikuti saja apa katanya, Fe. Kita harus pergi" ujar Venita.


Namun belum sempat sopir nya keluar, sebuah mobil menabrak mobil Freya dari belakang. Membuat kedua wanita itu menjerit histeris, mobil mereka juga sampai menabrak mobil yg di depan.


Kemudian beberapa orang yg bertopeng keluar dari mobil itu dan langsung memecahkan kaca mobil mereka.


Sopir Freya menembak penyerang itu satu persatu sembari berusaha membuat Freya dan Venita keluar.


"Kalian harus segera lari dari sini..." teriak sopir Freya dan ia melompat keluar. Ia tahu bahwa mereka harus di hadapi walaupun sopir itu juga tahu ia hanya sendirian dan sangat tak mungkin mengalah mereka.


Baku hantam yg tak seimbang pun terjadi, sedangkan Freya dan Venita masih tak berani keluar dari mobil karena mereka benar benar di kepung.

__ADS_1


"Ma, apa harus kita lakukan?" gumam Freya mulai menangis.


Venita melihat seorang pria datang dengan membawa besi besar dan ia mengayun kan nya ke kaca mobil di samping Freya. Dengan cepat Venita memeluk Freya dan melindungi nya, Freya hanya bisa berteriak histeris saat Mama nya terkena pecahan kaca di punggung nya.


"Mama..." teriak Freya.


"Sayang, kamu engga apa apa?" tanya Venita pada Freya tak peduli diri nya sendiri yg terluka, membuat ia semakin menangis histeris.


Sementara di luar, sopir Freya tentu di pastikan tak bisa memenangkan pertarungan walaupun ia sudah melumpuhkan beberapa penjahat itu, bahkan ada dua orang yg mati karena sopir Freya menembak tepat di kepala mereka. Namun pada akhirnya ia tumbang saat sebuah pisau menusuk punggung nya berkali kali.


Melihat itu Freya semakin histeris, kemudian gerombolan penjahat itu menarik paksa Freya dan Venita keluar kemudian membius mereka hingga keduanya tak sadarkan diri.


...... ...


William yg mendapatkan kabar dari sopir nya segera bergegas pergi menyusul nya dengan di temani Papa nya, ia menyetir dengan kecepatan tinggi dan mengikuti GPS sopir itu sembari melaporkan hal itu pada polisi.


William begitu histeris melihat sopir nya dan beberapa orang terkapar di sekitar mobil nya. Jalanan sangat sepi dan juga gelap.


"Dimana mereka, Will..." seru Jason panik melihat kekacauan itu.


"Fe... Mama..." William mencari keberadaan mereka di sekitar sana namun tak ada, mobil nya hancur di tabrak dari belakang dan juga seperti di pukul.


William sangat panik dan ketakutan melihat hal itu, ia kembali menghubungi polisi dan ambulance karena saat memeriksa denyut nadi sopir nya, ia masih hidup.


"Bertahanlah, Pak. Aku sudah panggil ambulance" ucap William tegang.


Sopir itu perlahan membuka mata nya, dan ia menunjuk ke arah dimana mereka membawa Freya.


William mengangguk mengerti, kemudian ia pergi dari sana sementara Jason menjaga sopir itu sembari menunggu ambulance dan polisi datang. Selang beberapa menit kemudian ambulance dan polisi datang.


Jason segera menjelaskan apa yg terjadi dan ia membawa para polisi untuk segera mencari keluarga nya. Sementara ambulance membawa tubuh tubuh yg terkapar itu.

__ADS_1


▫️▫️▫️


Tbc....


__ADS_2