
"Kamu yakin udah mau kerja?" tanya Naina yg melihat Jacob sudah sangat rapi. Sementara Naina masih bergelung manja dalam selimut nya.
"Iya,dari pada nanti di potong gaji ku sama Devano" jawab Jacob sambil tertawa kecil.
"Engga akan, biar nanti aku kasih tahu Sarah"
"Hm, nepotism" seru Jacob yg membuat Naina terkekeh "Aku udah siapin sarapan di bawah, kamu makan ya" lanjut nya kemudian ia mencium pipi dan kening Naina.
"Kamu sudah sarapan?"
"Nanti di kantor aja, aku sudah terlambat. Love you"
"Love you more"
.........
"Kamu kenapa sih, hm?" tanya Devano sambil mencium gemas pipi Sarah yg terlihat lebih pendiam sejak kemarin "Kamu sakit? Kita ke Dokter ya..."
Saat ini kedua nya masih sama sama bergelung dalam selimut. Devano juga tidak terburu buru bangun seperti hari hari sebelum nya, ia menemani Sarah yg tampak nya malas beraktivitas.
"Devano..." lirih Sarah kemudian.
"Iya, Sayang?" jawab Devano lembut.
"Kalau aku bilang ada orang yg jahat sama aku kamu percaya engga?" tanya Sarah dengan suara rendah. Devano tak menjawab nya, Sarah yg tadi nya menunduk kini mendongak dan ia mendapati Devano yg tersenyum geli pada nya "Kok malah senyum senyum?" tanya Sarah heran.
"Aku percaya apapun yg kamu katakan, dan jika memang ada orang yg jahat sama kamu, aku janji akan menghukum penjahat itu dengan hukuman yang tidak pernah dia bayangkan" jawab Devano sambil mengelus pipi tembem Sarah.
"Lalu, kenapa kamu engga percaya saat aku bilang Airin sengaja mengagetkan ku di toilet waktu pernikahan Juan dan Helen?" tanya Sarah lagi. Raut wajah Devano berubah menjadi sangat serius, ia menatap lekat lekat wajah istri nya itu.
"Aku fikir mungkin dia engga sengaja, tapi kalau memang dia sengaja..."
"Apa yg akan kamu lakukan?" tanya Sarah cepat.
"Aku akan mematahkan tangan nya" jawab Devano serius. Sarah berfikir Devano hanya bergurau. Tapi saat Sarah menatap mata nya, ia tahu suaminya itu serius.
__ADS_1
Ya, mengingat apa yg Devano lakukan pada seluruh keluarga nya demi Caitlin. Tidak menutup kemungkinan Devano akan melakukan hal yg lebih gila demi Sarah apa lagi Sarah sedang mengandung anak nya.
"Kenapa? Airin nyakitin kamu lagi, hm? Karena itu kamu diam sejak kemarin?"
"Engga..." jawab Sarah sambil tersenyum tipis "Mandi yuk, kita ke kantor bareng" ujar Sarah kemudian yg tentu saja membuat Devano kegirangan.
.........
Devano dan Sarah datang berdua ke kantor dan itu cukup jarang terjadi, apa lagi sepasang suami istri itu terus bergandengan tangan dengan sangat erat.
Para pegawai Devano pun menyapa kedua nya dengan ramah.
"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya Lake..." seru Jacob yg membuat Sarah tersenyum lebar.
"Seharusnya kamu masih libur kali, Jack" seru Sarah.
"Aku ada pekerjaan penting, Tuan putri" Jacob memandang Sarah penuh isyarat, Sarah mengangguk mengerti.
"Dev, aku mau bicara dulu sama Jacob ya" ujar Sarah dan Devano langsung menatap penuh curiga pada Sarah dan Jacob "Ini urusan persahabatan" seru Sarah kesal karena Devano seolah mencurigai nya.
"Eh, Dev... Berikan ini pada Airin dan Kak Mia ya" Sarah menyerahkan dua paper bag kecil yg berisi sandwich.
Devano mendelik kesal, rupanya Sarah serius saat mengatakan ingin membawakan makanan untuk Airin dan Mia.
Kenapa harus Airin dan Mia?
"Yg mana untuk yg untuk Airin dan yg mana yg untuk Mia?" tanya Devano manut saja dengan permintaan istrinya itu.
"Kanan untuk Airin, kiri untuk Kak Mia..."
Devano pun pergi dari saja sambil menghela nafas panjang. Sementara Jacob menatap Sarah penuh selidik "Racun jenis apa?" tanya Jacob tanpa basa basi yg membuat Sarah tertawa.
"Sianida" jawab Sarah santai. Kali Jacob yg tertawa geli.
Kemudian mereka berdua pergi keruangan Jacob, ruangan itu berbeda dari ruangan para karyawan yg lain. Karena tugas Jacob memang berbeda dan lebih sulit.
__ADS_1
Jacob membuka laptop nya dan menunjukan sesuatu disana "Resepsionis sebelum nya bernama Talitha, kan? Sekarang dia ada di Kalimantan Barat. Tepat nya berada di Pontianak, dan dia berkomonikasi sangat rutin dengan Airin. Aku bisa membaca pesan mereka, dan lihat ini..."
Sarah menganga tak percaya, Airin bekerja memang bukan untuk mendapatkan uang tapi ada maksud yg lain. Karena di chat itu Airin mengatakan bahwa seluruh gaji nya akan di berikan kepada Talitha. Pantas saja Talitha pergi, dia bisa mendapatkan uang tanpa bekerja.
"Aku rasa Devano harus tahu masalah ini, ada yg Airin rencanakan, Sarah"
"Aku sudah menduga, baiklah. Aku akan beri tahu Devano. Terima kasih banyak, Jack" ucap Sarah "Aku bawa laptop nya ya..."
"Iya" jawab Jacob.
...
Devano memanggil Mia ke ruangan nya, dan secepat kilat sekretaris pribadi nya itu datang.
"Ini makanan untuk mu dan untuk Airin" ujar Devano dingin sambil menunjuk paper bag yg ada di meja.
"Untuk saya dan Airin?" tanya Mia tak percaya "Tumben Pak Devano..."
"Dari istri ku, bukan dari ku..." tegas Devano dan Mia ber oh ria, bibir nya membulat sempurna.
"Jangan lupa, yg kanan untuk Airin dan yg kiri untuk mu" lanjut nya.
Mia mengintip isi paper bag itu "Tapi paper bag dan isi nya sama saja, Pak" jawab Mia yg langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devano.
"Apa pun yg bos mu perintah, jawaban mu hanya 'iya'" tegas Devano menekan kata 'iya. Mia meringis, bertahun tahun bekerja bersama Devano namun Mia tetap tidak mendapatkan pelakuan yg sedikit lebih baik.
Mia mengambil paper bag yg kanan dari sisi Devano dengan tangan kiri nya, sementara yg di kiri dari sisi Devano dengan tangan kanan nya.
"Jangan tertukar, Mia...!!!" seru Devano yg membuat Mia terkejut dan ia langsung menukar paper bag Itu "Karena Sarah pasti menambahkan sesuatu di makanan Airin" gumam Devano namun Mia masih bisa mendengar nya, ia hendak bersuara namun tak berani.
Dengan cepat Mia keluar dari ruangan Devano dan ia menyuruh seseorang untuk mengantar makanan Airin.
▫️▫️▫️
Tbc....
__ADS_1