
William dan Freya pergi ke Dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan nya, sejauh ini semuanya berjalan baik dan janin nya pun berkembang dengan sangat baik.
"Apa sudah bisa di ketahui jenis kelamin nya, Dok?" tanya William yg sudah tak sabar ingin tahu apakah anak nya laki laki atau perempuan.
"Belum, bulan depan seperti nya kita baru bisa mengetahui jenis kelamin janinnya" jawab sang Dokter.
"Sabar dong, Will..." Seru Freya sambil terkekeh "Aku yakin anak kita perempuan" ujar Freya.
"Hehe, ya udah deh" ucap William.
Setelah selesai memeriksa kandungan Freya, Freya menghampiri Helen di ruangan nya.
Sementara itu, Helen yg baru saja selesai bertugas berniat hendak pulang. Namun ia di kejutkan dengan kedatangan Juan yg tiba tiba.
"Hi, sweet wife..." sapa Juan dengan nada khas perayu nya.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Helen sambil membereskan meja kerja nya "Aku sudah selesai dan aku berniat mau pulang"
"Aku kangen..." ujar Juan dan langsung memeluk Helen yg saat ini masih sibuk menyusun barang di meja nya. Juan bahkan menjilat daun telinga Helen membuat Helen langsung meremang, apa lagi saat tangan Juan menjelajahi bagian dada Helen dan menangkap sesuatu yg menggantung indah disana. Yg menjadi favorit Juan apa lagi ukuran nya yg begitu pas di tangan Juan.
Helen mengerang lirih sembari berusaha menyingkirkan tangan Juan dari dada nya, Juan yg sekarang tidak ada bedanya dengan Juan yg dulu. Mesum, mesum, dan mesum.
"Juan, ini masih di tempat kerja ku... Oh Tuhan..." erang Helen saat Juan meremas nya dengan gemas, Juan terkekeh, ia selalu senang setiap kali berhasil membuat Helen dan mendesah dan ia mengerang padahal hanya dengan permainan tangannya saja.
"Tapi pengen..." rengek Juan dan ia mambalik tubuh Helen hingga menghadap nya, Juan langsung menyambar bibir Helen dengan rakus. Helen limbung dengan serangan tiba tiba itu, ia langsung berpegangan pada lengan Juan yg terasa kekar.
"Em, kamu selalu manis" erang Juan di sela ciuman panas nya "Oh, bolehkah kita bercinta di sini?" tanya Juan sambil berusaha melepaskan pakaian Helen.
"Jangan gila, ini masih di tempat kerja..." protes Helen sambil berusaha keras menolak pesona Juan yang membuat nya terbakar gairah.
"Memang kenapa? Devano dan Sarah pernah melakukan hal yg sama, dan seperti nya itu akan sangat luar biasa" ucap Juan dengan suara yg semakin berat. Helen yg mendengar itu sangat terkejut.
"Kamu mengintip mereka?" tuduh Helen sambil meremas rambut Juan yg saat ini sedang sibuk di dada nya.
__ADS_1
"Tidak sengaja memergoki mereka, Sayang..." jawab Juan dengan nafas yg tersengal. Juan menggiring Helen ke kursi dan hendak melancarkan aksinya hingga tiba tiba terdengar suara pintu yg terbuka dan disusul teriakan Freya.
"DASAR GILAAAA...." teriak Freya sambil dengan cepat menutup mata William dengan tangan nya karena saat ini Helen dalam keadaan setengah telanjang.
Helen dengan cepat membenarkan pakaian nya sementara Juan? Pria itu tampak santai, manarik gesper celana nya dengan santai pula.
"Ganggu aja..." gerutu Juan sambil menyisir rambut nya yg acak acakan dengan jemari nya.
"Hehe, kenapa kalian engga ketuk pintu?" tanya Helen sambil cengar cengir dengan wajah yg merah padam. Jujur saja, Helen merasa sangat terkejut dan malu.
Karena Helen sudah berpakaian lengkap dan benar, Freya menyingkirkan tangan nya dari Wajah William.
"Tadi aku sempat liat dikit, Sayang. Maaf ya..." ucap William kemudian yg membuat Freya langsung berkacak pinggang dan sambil melotot. Sementara Helen langsung menunduk malu, beda hal nya dengan Juan yg tampak marah.
"Sialan... Aku congkel mata mu ya... Hapus ingatan tadi, sialan" geram Juan yg membuat William tertawa terbahak bahak.
"Tombol Delete nya engga berfungsi" jawab William ngeyel.
"Will...." geram Freya sambil menarik telinga William.
"Kakak mu ini, dia ngintip istri ku" seru Juan mengadu.
"Maksud nya?" tanya Devano tak mengerti.
"Mereka mau bercinta tadi, gila banget kan?" seru Freya kemudian "Masak iya bercinta siang siang begini, di tempat kerja lagi. Kalian ini benar benar pasangan mesum ya..." lanjut Freya yg membuat Helen meringis, merasa malu.
Sementara Sarah dan Devano saling pandang, keduanya menahan senyum. Karena mereka pernah melakukan hal itu, bahkan sudah beberapa kali. Tentu dengan mengunci pintu ruangan Devano, belajar dari pertama kalinya saat mereka di pergoki Juan.
"Engga usah ngadu sama mereka, Meraka sama saja. Mereka pernah bercinta di kantor Devano, di siang bolong, pintu nya juga engga di kunci. Bahkan ruangan Devano sampai kayak kapal pecah!!! " seru Juan penuh emosi yg membuat Sarah langsung menunduk malu, wajah nya memerah mengingat saat itu, ia benar benar lalu setengah mati pada Juan saat itu. Freya dan William yg menyadari itu hanya bisa menganga lebar.
"Ya ampun, Sarah...." gumam Freya tak percaya.
"Memang apa salah nya sih?" sela Devano "Wong pasangan halal, ya boleh dong dimana aja dan kapan aja. Kalian ini heboh sekali, udah kayak RT yg menggrebek pasangan kumpul kebo saja" ucap Devano santai.
__ADS_1
"Benar tuh...." sambung Juan "Jadi sekarang kalian semua pergi, dan biarkan aku menyelesaikan ritual sama istri ku ini. Udah engga tahan ini, masih tegang tahu..."
"Ish, Juan... Menjijikan sekali kau" pekik Freya.
"Tau ah, bikin malu" sambung Helen.
"Malu tapi mau kan?" goda Juan yg membuat Helen kembali tersipu.
"Ya udah... Kalian lanjutkan saja, kami pergi" ujar Sarah dan ia menarik Devano pergi dari sana.
Sementara Freya juga menarik William pergi dari sana "Jangan lupa kunci pintu!" teriak Freya lagi.
"Lanjut yuk..." ajak Juan namun Helen malah menarik tas nya.
"Dirumah aja" jawab Helen singkat.
"Tapi mau nya sekarang, Sayang. Udah engga tahan ini..."
"Tapi..."
"Engga ada tapi tapi..." Juan langsung menghalangi langkah Helen, ia bergegas mengunci pintu kemudian ia pun mengunci tubuh Helen dalam pelukan nya.
Sementara di luar, Freya dan William sudah hendak pulang. Sementara Sarah dan Devano hendak memeriksa kandungan Sarah.
"Kamu pucat sekali, Dek" ujar William yg melihat Sarah tampak lemas dan pucat.
"Akhir akhir ini sering pusing dan perut Sarah kram, Kak" ujar Sarah.
"Iya, karena itulah aku mau Sarah periksa kandungan lagi. Padahal sebenarnya ini belum waktunya periksa kandungan" jawab Devano.
"Mau kita temenin?" tanya Freya.
"Engga, Kak Fe. Kak Fe kan juga harus banyak istirahat" ujar Sarah.
__ADS_1
"Ya udah, kami pulang dulu. Baik baik ya, Dek" ujar William dan Sarah hanya mengangguk lemas.