
Walaupun hanya makan malam dengan nasi dan telur, namun makan malam Devano saat ini terasa begitu berkesan dan indah. Begitu juga bagi William dan yg lain nya.
Devano bahkan makan dengan sangat lahap, dan sesekali Sarah melirik suami nya itu, merasa kasihan dengan mereka semua karena Sarah telah menyusahkan nya. Apa lagi ia sendiri makan ayam goreng sekarang.
"Kenapa diam, Sayang?" tanya Devano dan Sarah langsung menggeleng.
"Emm kalian mau ayam?" tanya Sarah menatap Jacob dan Dominic.
"Engga, Sarah. Ayam itu buat baby Neo, kalau kita mah gampang. Nanti balik ke kota bisa langsung ku borong tuh semua ayam goreng di KFC"
"Kayak punya uang aja" sambung Dominic yg membuat Sarah langsung tertawa geli.
"Tapi, Jack... Kenapa kamu ada di Indo? Bukan nya kamu di Jerman dan kontrak nya dua tahun kan?"
"Nanti aku ceritain, sekarang sebaik nya kamu makan ya" sela Devano, ia mengambil sesuap nasi dan ayam nya hendak menyuapi Sarah.
__ADS_1
"Engga usah, Dev. Aku bisa sendiri..." lirih Sarah dan entah kenapa lagi dan lagi ia merasa gugup.
"Ayolah, Sayang. Buka mulut mu, aku kangen suap suapan sama kamu tahu..." goda Devano.
"Terima aja, Sarah. Kapan lagi kalian suap suapan nasi sama telor di tengah hutan" seru William yg juga tampak lahap, Sarah terkikik dan kemudian ia membuka mulut nya. Devano terlihat sangat senang dengan hal itu, selanjutnya pun ia terus menyuapi Sarah hingga makanan Sarah pun habis. Mereka makan malam sambil membicarakan kehidupan Sarah dan desa itu dan apa saja yg Sarah lakukan di sana.
Devano dan Jacob mengatakan ia bangga karena ternyata Sarah gadis yg jauh lebih kuat dan cerdas dari yg bayangkan.
Setelah makan malam selesai, mereka ke rumah Pak RT. Karena Sarah takut di gebukin warga kalau tinggal satu rumah dengan empat pria, jadi mereka harus tahu bahwa empat pria itu adalah keluarga nya dan salah satu dari mereka adalah suami sah nya.
Namun masalah kembali terjadi, dimana para pria itu mengeluh tempat tidurnya yg sempit, dingin, banyak nyamuk, dan sebagainya.
"Sesekali kalian harus merasakan hidup seperti ini, biar kalian lebih bersyukur dengan harta kalian dan mau bagi bagi harta kalian ke orang lain" seru Sarah yg langsung membuat semua nya terdiam.
Ada dua kamar di sana, Devano tidur bersama Sarah. Ranjang kecil, kasur yg benar benar tidak empuk, dan tidak ada AC. Namun Devano berusaha tak protes lagi.
__ADS_1
"Besok pagi pagi kita pulang ya, Sayang. Aku engga tahan di sini..." bujuk Devano pada Sarah yg ada di pelukan nya. Sarah hanya mengangguk tanpa bersuara, Sarah yg tidur memunggungi Devano kini di balik tubuhnya oleh Devano hingga mereka berhadapan.
"Sarah..." lirih Devano sambil mengapit dagu Sarah dan membuat nya mendongak. Tatapan penuh kerinduan kedua nya bertemu, hingga entah siapa yg memulai. Kini bibir keduanya menyatu, mencecap rasa satu sama lain yg telah beberapa waktu yg lalu. Menyalurkan kerinduan, cinta dan hasrat yg ingin kembali menyatu.
Devano mengelus pipi Sarah dengan lembut, ciuman nya turun menyusuri tulang rahang Sarah dan ia menggeram merasakan kelembutan kulit Sarah dan rasa manis yang selalu ia rindukan di setiap malam nya.
"Dev..." Sarah berusaha mengentikan aksi nya itu "Sebaiknya sekarang kita tidur" ucap Sarah dengan nafas yg sedikit memburu.
Sekali lagi Devano menggeram, ia masih sangat merindukan Sarah dan benar benar ingin menyatu bersama istrinya.
"Baiklah, Sayang..." jawab Devano dan ia menarik Sarah ke dalam pelukan nya kembali. Memberikan kecupan kecupan hangat di seluruh wajah Sarah membuat Sarah tak bisa menahan senyum geli.
"Selamat malam, aku mencintai kalian berdua" ucap nya kemudian ia memberikan ciuman selamat malam di kening dan pipi istrinya.
....... ...
__ADS_1