
"Sarah di racuni?" pekik Vino yg baru saja mendapatkan kabar dari kakak dan kakak ipar nya "Oh tuhan, bagaimana keadaan dia sekarang? Apakah dia baik baik saja? Bagaimana dengan bayi nya?" pertanyaan beruntun Vino itu menarik perhatian Juan, ia menatap penuh selidik pada adik tersayang nya itu.
"Kamu engga mencintai Sarah kan?" tanya Juan dan seketika Vino mematung, namun kemudian ia terlihat khawatir kembali.
"Aku mau kerumah sakit" ujar Vino bergegas mengambil kunci mobil nya.
"Ada suaminya disana..." seru Juan yg tak di hiraukan oleh Vino.
.........
Airin dan Karin sedang dalam keadaan yg kalang kabut, dengan rasa takut dan marah yg menguasai jiwa mereka.
Karin dengan cepat membaca situasi saat Lolly tidak mengabari nya sedikitpun.
__ADS_1
Tapi bukan begini yg Karin harapkan.
"Rencana nya adalah aku ingin menculik Sarah saat ia sedang sekarat karena keracunan, kemudian aku meminta tebusan. Kenapa semua nya jadi begini?" geram Karin kesal, ia juga sudah menyuruh orang mencari tahu keberadaan Devano dan mematai matai rumah Devano dari jauh. Dan ternyata Devano tak pernah pulang kerumah nya sejak berangkat ke kantor tadi pagi, dan orang itu juga mengabarkan ada beberapa pria berpakaian hitam dan bertubuh kekar yg berjaga di rumah Devano.
Karin melempar dan menghamburkan semua barang yg ada di hadapan nya, ia begitu marah karena ia tak pernah benar benar bisa menyakiti Sarah. Tak pernah benar benar bisa memuaskan hasrat nya untuk menghancurkan Sarah dan Devano.
Rencana Karin yg sebenarnya adalah memang menculik Sarah saat ia sudah sekarat, dengan bantuan Lolly tentu itu akan sangat mudah. Kemudian Karin akan meminta uang tebusan pada Devano karena itulah ia berencana kabur ke luar negeri setelah itu. Tapi keberuntungan lagi dan lagi berpihak pada Sarah, membuat Karin semakin murka.
"Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Airin ketakutan "Mereka akan mengincar kita, Airin. Jangankan meminta tebusan, yg ada mereka akan menebas leher kita" seru Karin. Ia benar benar ketakutan, apa lagi Airin tahu dengan sangat baik betapa kejam nya Devano pada siapapun yang ia anggap musuh.
"Bawa Margaret, kita harus pergi dari sini sebelum mereka menemukan kita..."
"TERLAMBAT!!!!"
__ADS_1
Karin maupun Airin sangat terkejut mendengar desisan tajam itu, apa lagi saat ia menoleh ada Dominic, Aldo dan 4 pria lain yg menodongkan pistol ke arah mereka. Kedua nya mematung dengan tubuh yg terasa panas dingin dan gemetaran, nafas kedua nya terasa tercekat di tenggorokan nya dan jantung nya berdetak berkali kali lebih cepat dari pada dalam keadaan normal.
Dan Jacob menatap penuh kemarahan pada dua wanita yg telah membuat sahabat nya berada dalam bahaya.
Jacob melangkah lebar menghampiri Airin dengan tatapan bak singa yg menemukan mangsa nya dan
PLAAKKKK
Jacob mengerahkan semua kekuatan nya untuk mendaratkan tamparan yg sempurna di pipi Karin bahkan sampai membuat kepala Karin menoleh dengan keras, sudut bibir nya langsung mengeluarkan darah yg menimbulkan bau anyir. Karin menatap marah pada Jacob, tatapan nya berapi api namun tentu bagi Jacob itu bukanlah apa apa.
"Berani nya... Agh..."
Ucapan Karin terpotong saat Jacob dengan sadis nya menarik rambut Karin membuat Karin langsung mengerang kesakitan. Sementara Airin yg melihat itu begitu ketakutan bahkan sampai membuat dia mengompol di celana nya.
__ADS_1
"Tutup mulut mu atau aku akan membuat mu bungkam selama nya" desis Jacob dan ia menyeret Karin keluar dari rumah itu "Periksa setiap sudut rumah ini!" titah Jacob pada anak buah Dominic dan mereka pun melaksanakan perintah itu.
"Aku bisa jalan sendiri aku tidak akan melawan..." seru Airin gemetaran sambil mengangkat tangan saat Dominic hendak menyeret nya juga. Melihat itu Dominic tersenyum sinis, dalam hati ia berkata padahal yg Airin lihat baru kemarahan sahabat Sarah, belum suaminya.