
Devano merangkul Sarah memasuki ballroom hotel tempat penggalangan dana itu di gelar. Perasaan Sarah bercampur aduk, kenapa Devano membawa nya ke tempat seperti ini, bagaiamana jika status mereka ketahui orang lain, dan berbagai pertanyaan bekecamuk dalam benak nya. Sementar Devano tampak santai saja.
"Duduklah di sini" ujar Devano. Menarikan kursi untuk Sarah, sementara Devano pergi menyapa rekan bisnis nya disana.
Hingga acara penggalangan di mulai, sepanjang acara, Devano tak sedikitpun menemani Sarah. Devano terus menerus sibuk sendiri, membuat Sarah ingin berteriak marah dan ia sudah bosan setengah mati.
"Hai..." Sarah mendongak, mendapati seorang pria yg masih sangat muda menyunggingkan senyum manis pada nya. Sarah enggan menanggapi, ia membuag pandangan nya ke arah lain.
"Sarah Fergueson?" Sarah kembali mendongak, ia heran bagaiamana pria itu mengetahui nama nya "Aku dengar kau datang ke sini mewakili keluarga mu" lanjut nya. Sarah masih terdiam, mewakili keluarga nya?
"Kata siapa?" akhir nya Sarah bersuara.
"Kata Devano Lake. By the way, aku Dylan" pria yg bernama Dylan itu mengulurkan tangan nya, walaupun sempat ragu, namun Sarah menerima uluran tangan Dylan. Dylan langsung duduk di depan Sarah tanpa permisi, ia mulai berceloteh. Dan ternyata dia adalah putra dari orang yg menggelar penggalangan dana itu, dan hanya menanggapi nya dengan ber Oh ria saja.
"Kamu sangat cantik, dimana kamu bekerja?" tanya Dylan.
"Bekerja? Aku masih SMA" jawab Sarah jujur. Dylan tampak sangat terkejut mendengar jawaban Sarah, kemudian ia memperhatikan Sarah lekat lekat.
"Wow, jadi kamu masih remaja SMA?"
"Apa ada yg salah?"
"Engga ada, justru aku kagum. Kamu masih SMA, tapi sudah ikut ke acara seperti ini"
"Sebenarnya aku..."
"Sarah?" ucapan Sarah terpotong saat Devano tiba tiba sudah ada di samping nya, Sarah mendongak dan ia menatap Devano penuh kemarahan. Devano meninggalkan nya sejak tadi, membuat Sarah seperti orang bodoh yg kebingungan di tengah keramaian pesta itu.
"Ayo, saat nya kita pulang" seru Devano.
"Tapi acara nya belum selesai, Devano"
"Aku sudah berpamitan pada ayah mu, Dylan. Terima kasih, tapi kami harus pulang" ucap Devano dengan sangat dingin. Ia setengah menyeret Sarah, membuat Sarah terseok seok karena ia menggunakan heels.
"Pelan pelan, Dev" akhir nya Sarah bersuara. Dan itu menyadarkan Devano dari perasaan nya yg tak karuan sebenarnya, melihat Sarah berbicara dengan pria lain membuat Devano merasa sesak.
"Kenapa kamu bicara sama orang asing?" tanya Devano.
"Karena suami ku sibuk dengan orang lain" jawab Sarah dengan kesal, kemudian ia berjalan mendahului Devano. Dan setiba nya ia di samping mobil Devano, seorang pria yg tak ia kenal membukakan pintu untuk Sarah. Sarah menatap bingung padanya.
"Dia Dominic, masuklah" perintah Devano yg sudah menyusul Sarah. Sarah pun masuk di susul Devano, kemudian Dominic masuk dan mulai menjalankan mobil nya. Tadi saat berangkat ke pesta Devano menyetir sendiri, dan dari mana datang nya Dominic ini?
__ADS_1
"Dominic?" gumam Sarah, ia teringat Jacob pernah menyebutkan nama itu.
"Ehem, apa dia sopir mu?" tanya Sarah pada Devano. Devano hanya menatap nya tanpa berniat menjawab pertanyaan Sarah. Sarah memberengut dan ia membuang pandangan nya keluar.
"Mulai besok kemanapun kamu pergi akan di antar sopir, jangan pergi kemana pun tanpa memberi tahu ku"
"Huff... Apa setiap suami seperti itu?"
"Entahlah, aku belum melakukan survey" Sarah mendengus mendengar jawaban santai Devano.
Mereka sudah sampai dirumah, Sarah dan Devano segera bergegas ke kamar mereka.
Devano mempersilahkan Sarah mandi duluan, sementara ia pergi ke ruang kerja nya.
Setelah Sarah mandi dan berganti pakaian, ia merangkak naik ke atas ranjang dengan membawa ponsel nya. Ia pun sibuk dengan ponsel nya hingga Devano datang dan sedikit mengejutkannya ketika Devano menutup pintu dengan kasar.
"Kenapa?" tanya Sarah. Namun Devano tak menjawab nya, ia segera melepaskan pakaian nya tak peduli Sarah yg terlihat terkejut dan langsung menutup mata dengan tangan nya.
Devano tertawa kecil melihat reaksi Sarah, padahal dia hanya membuka Kemeja dan celana nya. Ia pun merangkak ke atas ranjang, mendekati Sarah yg saat ini duduk di tengah ranjang.
"Malam ini kita harus melakukan nya" bisik Devano tepat di telinga Sarah, membuat Sarah langsung gelagapan, namun belum sempat Sarah bersuara Devano sudah melesat cepat ke kamar mandi.
"Pura pura tidur aja kali ya" Sarah langsung merebahkan dirinya dan menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut, namun kemudian ia bangun lagi. Ia berfikir memang seharusnya ini terjadi, karena ia rasa Devano hanya ingin membalas pelecehan nya saat itu yaitu dengan menyentuh nya, setelah Devano menyentuhnya Devano pasti meninggalkan nya. Sarah antara senang dan tidak senang dengan pemikiran nya itu. Di satu sisi ia sangat ingin Devano meninggalkan nya, tapi di sisi lain ia masih belum rela menyerahkan dirinya seutuhnya pada Devano.
Saat Sarah bergerak gelisah di atas ranjang nya, tanpa sengaja pandangannya tertuju pada dompet Devono yg ada di atas nakas. Merasa penasaran, Sarah pun merangkak turun dan membuka dompet Devano, siapa tahu ia menemukan sesuatu yg bisa membantu nya melepaskan diri. Wajah Sarah langsung cemberut dengan alis yg mengkerut, melihat foto seorang gadis yg sangat cantik di dompet Devano.
"Jadi selama ini dia punya pacar" gumam nya dan entah mengapa hati nya terasa perih. Sarah mengembalikan dompet Devano ke tempat nya, ia segera keluar dari kamar nya tak peduli hari yg sudah malam, ia pergi ke kolam, duduk di tepi kolam seperti biasa.
Sarah teringat kembali pada foto gadis itu, ia tak menyangka hanya demi membalaskan sakit hati nya pada Sarah, Devano sampai menikahi Sarah dan menyakiti kekasih nya. Sarah merasa dia di permainkan, dan permainan Devano sudah sangat keterlaluan.
"Apa yg kau lakukan di sini?"
Sarah tetap diam, dia tahu Devano menyusul nya, Sarah mendengar langkah kaki Devano yg mendekat sehingga dia tidak terkejut jika pria yg berstatus sebagai suami nya itu kini tiba tiba sudah berada di belakang nya.
"Kamu mau kita bercinta di sini? Sepertinya menyenangkan, di malam yg sepi, di ruangan yg terbuka, angin yg kencang dan hawa yg sangat dingin. Sangat cocok, bukan?" Devano tak memperdulikan Sarah yg memelototinya sejak awal kalimat yg ia ucapkan. Devano duduk di samping Sarah, ia ikut memasukan kaki nya kedalam kolam dengan air yg sangat dingin itu.
"Bisa kita mulai?" tanya Devano sambil menggerling nakal pada Sarah.
"Kamu punya kekasih kan?" pertanyaan tiba tiba Sarah itu membuat Devano mengernyit bingung "Engga usah pura pura bego begitu. Aku tahu kamu punya pacar, jahat banget ya kamu lakuin ini sama aku" lanjut Sarah dan ia mendengar suara nya yg gemetar, mata Sarah bahkan sudah terasa panas.
"Kamu nikahin aku cuma buat lecehin aku kan?" tanya nya lagi yg tak memberi kesempatan pada Devano untuk berfikir jernih, dan fikiran Devano semakin blank saat Sarah menanggalkan atasannya sehingga hanya menyisakan pakaian dalam nya saja.
__ADS_1
"Apa yg kamu lakukan, Sarah?" geram Devano dengan mata yg berkabut gairah. Ia normal, saat bersama Sarah, Devano sangat normal dan tentu ia bergairah melihat tubuh half naked Sarah.
"Memenuhi keinginan mu untuk balas dendam, dan setelan ini ku mohon. Tinggalkan aku, kita lanjutkan hidup kita seperti dulu" ucap Sarah dengan ragu dan suara nya pun semakin gemetar.
Dan tanpa berkata kata lagi, Devano langsung menyambar bibir penuh Sarah, dengan ciuman lembut namun menuntut.
Sarah terkejut, dan ia tak tahu harus berbuat apa. Devano menyelipkan tangan nya di tengkuk Sarah dan menekan nya guna memperdalam ciuman mereka.
Ciuman kedua mereka.
Dua insan yg sama sama masih ori. Menjadi yg pertama bagi satu sama lain. Namun sayangnya hanya Devano yg mengetahui itu, sementara Sarah berfikir Devano pasti sudah sering mencium wanita di foto itu dan mungkin pernah bercinta, dan memikirkan itu membuat hati Sarah sangat perih. Hanya Devano dan Tuhan yg tahu, Sarah adalah wanita pertama yg Devano ciuma dan mungkin Sarah akan menjadi wanita pertama yg mendapatkan keperjakaan Devano sama seperti Devano yg menjadi yg pertama bagi Sarah dan mendapatkan kesucian Sarah.
"Ikuti insting mu, Little girl" lirih Devano di sela ciuamannya karena Sarah hanya mematung dan tampak kaku.
Sarah pun memejamkan matanya dan mulai mencari kenikmatannya sendiri dalam ciuman itu, ia merasa panas dingin di sekujur tubuhnya, perut nya bergejolak seperti ada ribuan kupu kupu yg menari di sana. Dan tanpa sadar, Sarah juga menyelipkan tangannya di sela sela rambut Devano dan menjambaknya pelan, guna melampiaskan keindahan ciuman kedua mereka. Dan saat di rasa keduanya sudah kehabisan nafas, Sarah memukul dada Devano dan dengan sangat terpaksa Devano menyudahi ciuman itu.
Kedua nya menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengisi paru paru mereka. Nafas keduanya tersenggal dengan pandangan yg menggelap. Devano mengusap bibir Sarah yg basah dan bengkak akibat ulah nya. Kemudian ia kembali memakaikan pakaian Sarah dengan rapi.
"Dengan sangat terpaksa malam pertama kita di tunda lagi. Karena berciuman aja kamu engga bisa, apa lagi memenuhi hasrat ku dan memuaskan ku nanti" Sarah hanya bisa melongo, antara marah dan malu. Tak menyangka Devano akan berkata se frontal ini.
"Ck, kamu masih harus belajar banyak untuk menjadi istri yg baik, aku akan mengajari mu" lanjut Devano dengan santai nya sambil menepuk nepuk pipi Sarah. Kemudian ia pergi begitu saja meninggalkan Sarah yg masih melongo dan berusaha mencerna ucapan Devano.
"Sialan kau, Devano...." teriak Sarah sambil memukul air kolam dengan keras hingga mencipratkan air ke wajah nya sendiri. Devano yg mendengar itu hanya terkekeh geli dan ia terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.
Sarah merasa sangat di remehkan dan di permalukan, ia terus terusan di permainkan oleh Devano.
"Aku memang engga bisa berciuman, karena aku engga pernah ciuaman" teriak nya lagi yg masih bisa di dengar Devano "Aku mengerti kalau kamu sudah sangat pandai, pasti karena wanita itu sudah sering memuaskan mu, kan?" teriak nya lagi.
Devano menghentikan langkah nya mendengar ucapan Sarah itu?
Wanita itu?
Devano tak mengerti wanita mana yg Sarah maksud kan. Ia menoleh dan dan mendapati Sarah yg sudah beranjak dari tempat nya, ia berjalan mendekati Devano yg masih terdiam.
"Kamu jahat. Aku benci sama kamu" desis Sarah saat melewati Devano.
Devano kembali mengernyit. Apa sebenarnya maksud istri nya itu?
▫️▫️▫️
Tbc...
__ADS_1