
Sarah berusaha membuat Naina tak merasa kehilangan karena kepergian Jacob, begitu juga dengan Vino yg benar benar telah menjadi sahabat mereka.
"Lagian kan masih bisa komunikasi lewat chat, video call" ucap Vino menghibur.
"Ya sih" gumam Naina berusaha terbiasa tanpa Jacob.
"Sebenarnya aku juga merasa ada yg kurang kalau engga ada Jacob" gumam Sarah sedih.
"Kan masih ada aku, guys" seru Vino "Masak iya aku engga di anggap" lanjutnya dengan memasang wajah sesedih mungkin, membuat Naina dan Sarah tertawa.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama di sekolah, dan sepulang nya dari sekolah. Seperti biasa Sarah dan Naina pulang bersama.
.........
Agus merasa benar benar geram karena perusahaan nya benar benar sudah jatuh. Semua rencana nya untuk memeras Devano gagal total justru malah ia yg terkena dampaknya.
Agus sudah tak tahu lagi harus bagaimana sekarang, Karin meminta bayaran uang sekolah. Istrinya banyak keperluan dan masalah lain nya.
Belum lagi istri nya yg menuduh Agus selingkuh dengan Margaret, membuat hidup Agus benar benar kacau.
Membalas Devano? Tentu Agus sangat ingin melakukan nya, tapi apa yg harus ia lakukan untuk mencapai tujuan nya itu? Bagaimana caranya?
"Sarah..." gumam Agus sambil berseringai.
Ia teringat bagaimana Devano selalu melindungi Sarah, ia bahkan membuat Karin di keluarkan dari sekolah nya demi Sarah.
Agus segera bergerak cepat, mengumpulkan segala sesuatu yg bisa ia tunjukkan pada Sarah tentang kebusukan tunangan nya.
Langkah pertama yg Agus lakukan adalah mendatangi Roy dan Harris di penjara. Meminta pengakuan mereka bahwa Devano lah yg menyuruh mereka menjadikan Jason sebagai kambing hitam di kasus korupsi mereka.
Kemudian mengumpulkan semua bukti palsu yg mereka persiapkan untuk menjebak Jason dulu, dimana semua itu di lakukan atas perintah Devano.
Setelah semua di rasa cukup, Agus berseringai bak iblis. Dia mungkin tak bisa memanfaatkan Devano dan memeras nya, tapi dia pasti bisa menghancurkan hidup Devano dengan membongkar kebusukan Devano pada keluarga Sarah.
Namun Agus teringat satu hal lagi, Airin...
Margaret sudah menceritakan pada Agus bahwa apa yg Airin lakukan pada William juga atas perintah Devano.
Margaret juga sudah membuat sebuah video rekaman, dimana ia menceritakan semua rencana Devano yg dia ketahui untuk menghancurkan keluarga Fergueson.
Yaitu dengan memulai mendekati William sebagai seorang investor, kemudian mendekati nya lagi menjadi teman. Semua itu ia lakukan tak lain hanyalah untuk mengetahui seluk beluk keluarga itu dan juga perusahaan mereka. Untuk mengambil kepercayaan neraka dan dengan mudah bisa menghancurkan mereka.
__ADS_1
Namun ada yg kurang, Margaret tak menceritakan tentang pernikahan Sarah dan Devano.
Tapi Agus membuat siasat, seolah pernikahan nya dengan Sarah juga bagian dari rencana pembalasan dendam nya. Karena kunci kehancuran Devano adalah yg paling Devano cintai, yaitu Sarah.
"Tamat sekarang riwayat mu, Devano Lake"
.........
Sarah menonton tv sembari menunggu kepulangan Devano. Entah mengapa akhir akhir ini ia merasa seiring merindukan Devano seolah ia dan Devano tak bertemu dalam kurun waktu yg lama.
Ponsel Sarah berdering, ia menaikan sebelah alis nya saat melihat nama Vino tertera di layar ponsel nya. Sarah pun menjawab panggilan Vino.
"Hi, Vin..." sapa nya.
"Hai, Sarah. Lagi apa?" tanya Vino yg membuat Sarah tertawa kecil. Merasakan ada sesuatu yg berbeda dari nada bicara Vino.
"Nonton tv, kenapa?" tanya Sarah.
"Malam ini aku mau ngajak kamu dinner, mau engga?" terdengar intonasi rendah dalam pertanyaan itu.
"Kayaknya engga bisa deh" jawab Sarah menyesal. Dan terdengar Vino yg menghela nafas berat disana.
"Kali ini aja, Sarah. Please..." Sarah terdiam sejenak.
"Okey deh. Oh ya, jam 7 aku jemput kalian ya"
"Engga usah, aku sama Naina di antar Om Aldo aja. Mau dinner dimana?" tanya Sarah kemudian.
"Nanti aku kirim alamat restaurant nya"
"Okey, see you"
"See you, Sarah"
Sarah mematikan ponsel nya dan saat hendak meletakkan ponsel nya kembali ke meja, tiba tiba ada yg merampas ponsel nya membuat Sarah terkejut dan langsung mendongak.
"Dev..." seru Sarah girang, ia segera berdiri untukmu menyambut suami nya yg baru pulang kerja, namun Devano malah menatap tajam.
"Kamu mau makan malam sama pria lain?" itu tidak terdengar seperti sebuah pertanyaan melainkan sebuah protes keras.
"Pria lain apa nya, itu Vino..." jawab Sarah.
__ADS_1
"Ya Vino juga pria lain kan" sindir Devano masih dengan tatapan tajam nya.
"Bukan pria, tapi cowok" jawab Sarah sambil terkekeh, mengingat bagi Devano pria dan cowok itu sangat berbeda.
"Aku engga ngizinin" tegas Devano kemudian ia bergegas ke kamar nya dan Sarah segera berlari lari kecil mengikuti nya.
"Sama Naina juga, Dev. Kasian Naina kan? Dia merasa kesepian semenjak Jacob pergi, kamu cuma ingin menghibur nya" bujuk Sarah namun Devano tak memperdulikan nya.
"Ku mohon, Devano. Lagian Vino itu cuma teman dan adik dari teman mu juga, masak iya pria seperti kamu kamu cemburu sama cowok SMA?" goda Sarah.
Devano masih tak memperdulikan nya, ia segera melepaskan pakaian nya hingga hanya menyisakan dalaman nya.
Sarah segera memeluk nya dan menggoda nya, ia bahkan mencium punggung Devano dengan ciuman basah yg membuat Devano mengerang saat merasakan bibir Sarah yg panas dan basah di kulit nya.
"Boleh ya..." bujuk Sarah di tengah aksi nya menggoda suaminya.
"Kabiasaan..." geram Devano dan ia langsung berbalik, menyambar bibir Sarah dan langsung mencecap nya.
"Iya, tapi harus pulang sebelum jam 8.30" ucap Devano setelah melepaskan ciuman nya. Kedua nya mengatur nafas dan wajah mereka memerah, pertanda ciuman itu cukup menggebu.
"Yah, Devano..."
"Atau engga sama sekali..."ancam Devano dan mau tak mau Sarah pun mengiyakan saja.
....... ...
Sarah, Naina dan Vino kini berada di sebuah restaurant yg cukup mewah. Vino mengatakan akan mentraktir mereka sepuas nya.
Dan hal itu mengingat Sarah dan Naina pada Jacob. Dimana Jacob selalu melakukan hal yang sama pada keduanya.
Secara materi, Sarah dan Naina lebih kaya dari pada Jacob. Tapi Jacob lebih sering mentraktir Sarah dan Naina, bahkan tak jarang membelikan mereka barang barang yg mereka mau.
"Kenapa melamun?" tanya Vino yg melihat kedua gadis di depan nya ini melamun.
"Ke ingat Jacob" jawab Naina sambil tersenyum tipis.
"Yah, padahal kita kesini biar kamu engga inget Jacob terus" ujar Vino.
"Sulit melupakan pria seperti Jacob, Vin. Sebagai kekasih, teman, sahabat, bahkan kakak. Dia sangat sempurna" ucap Sarah.
Sarah pun sedikit menceritakan tentang persahabatan mereka, dimana hal itu membuat Vino ikut merasa kagum terhadap sosok Jacob. Ia juga merasa Naian sangat beruntung karena mendapatkan pasangan seperti Jacob.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc...