Married By Challenge

Married By Challenge
Part 100


__ADS_3

Devano dan William lagi dan lagi memeriksa cctv di setiap sudut rumah sakit itu, mereka begitu mengkhawatirkan Sarah yg tiba tiba hilang begitu saja sementara mereka selalu berada di depan ruangan Sarah.


"Stop stop..." seru Devano saat petugas keamanan memutar rekaman cctv di sekitar ruangan Sarah "Astaga, dia keluar saat kita berantem" ujar Devano tak percaya.


Terlihat di rekaman cctv itu Devano dan William yg sedang baku hantam sementara Freya sibuk berusaha melerai keduanya sebelum security datang. Bersamaan dengan itu pintu ruangan Sarah terbuka dan Sarah terlihat memperhatikan mereka sejenak, kemudian ia bergegas pergi dengan santai nya tanpa mereka sadari. William yg melihat itu juga tak kalah terkejut nya, apa lagi melihat Sarah yg berjalan dengan santai dan tak mencoba menghentikan ia yg sedang baku hantam dengan suami nya.


Kemudian Sarah kembali terlihat di ruangan Venita dan ia masuk ke dalam.


"Jadi dia pergi ke ruangan Mama, tapi kenapa Papa engga tahu?" gumam William. Selama beberapa menit Sarah berada di ruangan Venita, kemudian ia terlihat keluar.


Mereka memperhatikan di mana saja Sarah terlihat, dan terlihat Sarah yg berjalan kembali menuju kamar rawat nya. Tiba tiba Sarah menghentikan langkah nya tak jauh dari depan kamar rawatnya, dimana disana sudah ada Jason. Sarah terlihat memegang perut nya dan diam sejenak, kemudian tiba tiba ia berbalik, berjalan menjauh. Sarah kembali terlihat di depan ruangan Mama nya dan tak lama kemudian ia keluar, berjalan keluar dari rumah sakit.


"Apa ini?" gumam Devano tak percaya, ia sudah berfikir terlalu jauh. Mengira Sarah di culik atau kabur, bahkan memerintahkan Dominic memeriksa setiap cctv di sekitar rumah sakit itu juga untuk mencari jejak Sarah.


Begitu juga dengan William yg mengira Sarah kabur kemana, ternyata pandangan mereka terlalu jauh hingga tak menyadari keberadaan Sarah yg ternyata begitu dekat.


Devano dan William memiliki pemikiran yg sama, Sarah pasti pulang. Dan memikirkan hal itu membuat mereka sedikit bernafas lega.


.........


Freya sedang menyuapi ibu mertua nya, dan terlihat Venita seperti menahan tangis. Bahkan sesekali ia menggigit bibir nya dengan hidung yg sudah kembang kempis, mata nya memerah dan hal itu membuat Freya khawatir.


Sementara Jason ke kantor nya, William dan Devano mencari Sarah, Freya bertugas menjaga mama mertua nya.


"Mama kenapa? Ada yg sakit? Mau Fe panggil Dokter?" tanya Freya lembut, Venita menggeleng pelan dan memaksakan bibir nya tersenyum.


Freya sendiri sebenarnya merasa gugup dan takut jika sampai Venita tahu keadaan Sarah. Mereka sudah sepakat menyembunyikan keadaan Sarah dari Venita agar Venita tak tertekan.


"Sarah baik baik aja, Ma. Mama jangan khawatirin Sarah, dia gadis kita yg luar biasa" ujar Freya mencoba menghibur ibu mertua nya.

__ADS_1


"Iya, putri ku gadis yg kuat dan luar biasa. Dan pasti bisa menghadapi segala nya walaupun sendirian" lirih Venita yg membuat Freya mengernyit bingung saat Venita mengucapkan kata 'sendirian'.


"Kita akan selalu bersama nya dan mendukung nya, Sarah engga akan pernah sendirian" ujar Freya dan Venita hanya mengangguk sambil mengulum senyum yg di paksakan.


Freya mengirim pesan pada William dan menanyakan perkembangan nya dalam pencarian Sarah, karena Freya juga sangat mengkhawatirkan Sarah apa lagi kondisi nya sedang hamil muda.


Freya tersenyum samar saat William membalas pesan nya yg mengatakan bahwa Sarah seperti nya pulang dan saat William memeriksa cctv, Sarah sudah bertemu dengan Mama nya.


Freya sedikit bingung dengan pesan terkahir William, karena Venita tak mengatakan bahwa Sarah menemui nya. Namun Freya mencoba berfikir positif saja dan tak menanyakan apapun pada ibu mertua nya yg sedang sakit. Asal Sarah selamat itu sudah membuat Freya merasa sangat tenang. Freya kembali menyuapi ibu nya dengan penuh kasih sayang.


.........


William dan Devano sampai di rumah dan ia segera berlari masuk ke dalam rumah.


"Sarah... Sarah..." teriak William saat memasuki pintu masuk.


"Sayang..." Devano ikut berteriak dan hendak naik tangga menuju kamar Sarah, namun tiba tiba Bi Inem datang tergopoh gopoh.


"Pergi kemana?" tanya Devano dengan raut wajah yg kembali tegang begitu juga dengan William.


"Kata nya mau kerumah sakit, tadi pulang terus berangkat lagi"


"Bawa barang engga?" tanya William karena ia merasakan firasat yg tak baik.


"Bawa ransel, Pak" jawab Bi Inem.


Devano langsung merogoh ponsel nya dan menghubungi Sarah. Namun dering ponsel Sarah terdengar dari kamar nya, mereka berdua pun segera berlari ke kamar Sarah.


Di sana mereka melihat pakaian rumah sakit Sarah, ponsel nya ada di tengah ranjang.

__ADS_1


"Apa mungkin Sarah beneran ke rumah sakit?" tanya Devano yg sudah mulai merasa letih dengan semua rasa takut dan khawatir di dalam hati nya. Entah sampai kapan keadaan nya akan terus seperti ini, Devano sudah tak tahan rasanya. Dia ingin bertemu, memeluk nya, mencium nya dan ingin hidup bahagia seperti dulu.


"Firasat ku berkata 'tidak'" tegas William dan kemudian ia menghubungi Freya.


"Ada apa, Will?" terdengar suara Freya yg setengah berbisik.


"Sarah ada kerumah sakit engga?" tanya William.


"Engga ada, bukannya kamu bilang Sarah sudah pulang?"


"Dia pulang tadi kata Bibi, tapi habis itu dia pergi lagi bawa ransel. Kata Bibi mau kerumah sakit, ponsel nya juga ketinggalan"


"Will, aku rasa Sarah pergi" terdengar suara lirih Freya dari seberang telpon.


"Aku juga berfikir begitu, Fe. Ya udah, kamu coba tunggu dia siapa tahu Sarah beneran kerumah sakit, nanti kasih tahu aku kalau dia beneran kesana. Kami akan mencari nya di sekitar sini, aku yakin dia belum pergi jauh kalau memang Sarah engga kerumah sakit"


"Iya, Will. Tolong... Hati hati"


"Iya, Sayang. Kamu jaga Mama ya, dan jangan sampai Mama tahu soal ini"


"Iya..."


"Dia pergi, dan itu gara gara kamu..." desis William pada Devano setelah ia memutuskan sambungan telepon nya dengan Freya.


"Aku tahu aku salah, tapi aku selalu berusaha memperbaiki kesalahan ku, Will. Aku juga tahu kamu khawatir sama Sarah, dan aku jauh lebih khawatir karena Sarah adalah istri ku yg sedang mengandung anakku" ucap Devano tajam dan ia segera berlari keluar.


Masuk kedalam mobil nya dan segera menjalankan mobil nya, ia kembali memerintahkan Dominic dan menyuruh orang orang Dominic mencari Sarah di setiap sudut kota itu. Devano tak mau tahu kemana mereka harus mencari, yg dia mau adalah menemukan Sarah.


▫️▫️▫️

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2