
"Aku sudah berhasil masuk kedalam perusahaan Devano" ujar Airin sembari mengaduk mie instan nya dan kemudian ia menyantap nya.
"Ternyata sangat mudah ya..." Airin mendongak.
"Sangat mudah, Karin. Aku dan Devano dulu berteman di sekolah, apa lagi apa yg aku alami memang salah nya. Jadi tentu akan sangat mudah untuk memeras secara emosional"
"Aku ingin menghancurkan nya seperti dia menghancurkan keluarga ku..." Karin menusuk meja dengan pisau yg ia pegang, tampak kemarahan dan kebencian di mata nya "Cita cita ku harus terkubur karena kebangkrutan Papa, dan semua itu gara gara Devano..."
"Dan yg aku inginkan hanyalah menghancurkan Sarah, aku justru ingin memiliki Devano..."
"Pria itu aneh, Airin. Untuk apa pria seperti itu..."
"Nama nya juga cinta, pasti tidak akan masuk akal"
"Seandainya Harris dan Roy bisa di ajak kerja sama juga..."
"Tapi sayangnya mereka engga bisa kabur dari penjara atau bebas dalam waktu dekat. Aku masih beruntung hukuman ku cuma satu tahunan"
"Ya, kalau kita bekerja sama dengan Roy dan Harris, kita bukan hanya akan menghancurkan mereka tapi mungkin kita bisa membunuh nya..."
"Karin!!!!" bentak Airin marah "Harus berapa kali aku bilang? Tidak ada serangan fisik apa lagi sampai membunuh, aku bukan pembunuh"
.........
"Papa...." seru Sarah girang saat melihat Papa dan Mama nya mengunjungi nya. Jason tertawa melihat putri nya itu namun saat Sarah berlari Jason segera memarahi nya.
"Jangan lari, nanti jatuh. Bahaya buat kandungan mu...."
"Heheh, habis nya Sarah terlalu senang Papa datang"
"Iya, papa kangen sama putri Papa yg tembem ini..."
"Mama bawain makanan" ujar Venita.
"Asyik...." seru Sarah terlihat sangat senang. Bi Eni pun menyiapkan makan malam untuk mereka.
Devano pun turun dan ia juga menyambut hangat mertua nya itu.
"Jadi, bagaimana kabar kehamilan mu, Sarah? Apakah bayi nya berkembang dengan baik?" tanya Venita.
"Iya, Ma... Minggu depan cek kehamilan lagi" jawab Sarah.
"Syukurlah, oh ya kamu mau melahirkan normal atau engga?" tanya Venita lagi.
"Emm Sarah engga tahu, Ma" jawab Sarah dan ia terlihat bingung.
"Kalau memang bisa melahirkan normal ya normal saja, itu jauh lebih baik.." sambung Jason.
__ADS_1
"Doakan ya Pa, Ma. Semoga Sarah dan bayi kami baik-baik saja dan bisa lahir dengan selamat" ujar Devano.
"Aamiin, kami selalu berdoa untuk kalian bertiga" jawab Jason.
..........
"Beb..." seru Naina sambil sibuk mengunyah kentang goreng kesukaan nya "Kita kapan nikah?" tanya Naina yg membuat Jacob terkekeh.
"Kenapa? Kamu takut kehilangan aku ya?" goda Jacob
"Bukan gitu..." jawab Naina
"Terus?" tanya Jacob penasaran.
"Engga sabar pengen enak enak..."
"NAINA..."
"Haha..." kini sepasang kekasih ini menjadi pusat perhatian di restaurant tempat mereka dinner. Jacob menarik ujung hidung Naina dengan gemas hingga membuat hidung Naina memerah dan gadis itu meringis.
"Kamu tuh agresif banget ya... Untung aja tunangan kamu tuh aku, bukan Juan..." gerutu Jacob.
"Iya sih, maka nya sampai sekarang masih bersegel. Ugh, kalau sama Juan, pasti udah jebol berkali kali..."
"NAINA.....!!!" geram Jacob tertahan, ia benar benar tak habis fikir dengan ke bar baran kekasih nya ini, sementara Naina hanya terkikik. Ia mencondongkan tubuhnya dan mengecup gemas pipi Jacob. Membuat Jacob hanya bisa menghela nafas panjang.
"Mau kuliah dulu atau nikah dulu?" tanya Jacob kemudian.
"NAINA JAMES!!!!"
"Heheh..."
..........
Setelah makan malam selesai, orang tua Sarah langsung pulang. Sementara Sarah dan Devano masuk ke kamar mereka.
Sarah menggosok gigi dan mencuci wajah nya, setelah selesai ia keluar dan tak mendapati Devano disana.
Sarah mengambil buku dari laci kemudian ia merangkak ke atas ranjang. Saat ia bersiap siap untuk membaca buku, ponsel Devano bergetar dan tak hanya sekali tapi berkali kali.
Karena merasa penasaran, Sarah mengambil ponsel Devano dan melihat ada banyak pesan yg masuk dari nomor yg tak tersimpan.
Sarah membuka nya.
'Selamat malam, Dev. Apa kamu sudah makan?'
'Anyway, thanks for today'
__ADS_1
'Oh ya, ini nomor baru ku, simpan ya'
'Sampai ketemu besok, aku udah engga sabar untuk memulai semua nya besok. Terima kasih atas kesempatan yg kamu kasih'
Sarah menggenggam erat ponsel Devano itu, ia tampak sangat marah dan siapa dia?
Sarah menekan tombol dial pada nomor itu. Berdering, Sarah tak sabar ingin tahu siapa yg telah mengirim pesan seperti itu pada suami nya.
"Halo, Dev..." Terdengar suara seorang wanita dari seberang telpon. Tiba tiba dada Sarah terasa sesak, mata nya terasa panas, apakah Devano tak setia? Apakah ada wanita lain?
"Dev? Ada apa? Kamu engga balas chat aku malah langsung telpon..."
"Ini istrinya Devano..." tegas Sarah berusaha menahan amarah dari rasa cemburu nya "Kamu siapa?"
"Oh, Sarah... Hai, aku Airin. Kenapa memang nya?"
"Airin?" tanya Sarah tak percaya "Kenapa kamu menghubungi suami ku?"
"Memangnya ada yg salah kalau aku menghubungi bos ku sendiri?"
"Bos?"
"Iya, aku bekerja di kantor Devano. Terima kasih banyak untuk kebaikan suami mu, Sarah"
Sarah langsung memutuskan sambungan telpon nya dan bersamaan dengan itu Devano masuk ke kamar dengan membawa sebotol air minum.
"Ada apa, Sayang?" tanya Devano heran karena melihat istrinya itu tampak tegang.
"Airin kerja di kantor kamu?" tanya Sarah tanpa basa basi.
"Iya, Sayang. Memang nya kenapa?"
"Aku engga suka sama dia, Dev..."
"Aku tahu, karena dia pernah menjebak William kan? Tapi dia melakukan semua itu karena aku membayar nya dan dia membutuhkan uang untuk adik adik nya. Sebenarnya dia wanita yg baik kok" tutur Devano yg membuat emosi Sarah memuncak.
"Biak kamu bilang?" seru Sarah menatap nyalang Devano "Dia hampir buat aku jatuh di kamar mandi saat pernikahan Juan, Dev..."teriak Sarah kesal.
"Apa? Maksud mu?" tanya Devano dan ia tampak tak percaya itu.
"Dia tiba tiba masuk dan mengagetkan aku, Devano. Aku hampir jatuh dan perut ku sampai kram saat itu..."
"Sayang, mungkin dia engga sengaja..." ujar Devano yg tentu saja membuat emosi Sarah semakin naik ke ubun ubun.
"Aku tahu dia sengaja, aku engga bodoh. Dia juga bilang dia menjebak Kak William bukan semata mata karena uang, tapi karena kamu yg meminta nya..." teriak Sarah dan ia segera turun dari ranjang, keluar dari kamar dan menutup pintu nya dengan kasar hingga menimbulkan suara yg sangat keras.
Sementara Devano hanya terdiam mematung, masih berusaha mencerna apa yg baru saja di katakan istrinya itu.
__ADS_1
▫️▫️▫️
Tbc....